SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Gumboro

On 2:19:00 PM

Upaya vaksinasi yang dilakukan sampai dengan saat ini adalah menggunakan vaksin aktif monovalen, vaksin inaktif monovalen dan vaksin inaktif multivalent tidak mendatangkan hasil yang memuaskan.

Vaksinasi tersebut menghasilkan titer antibodi yang tinggi namun tidak dapat menahan serangan virus virulen. Timbulnya varian IBD very virulent di beberapa negara telah membawa perkembangan dalam strategi pembuatan vaksin yang lebih aman dan protektif yaitu pembuatan vaksin rekombinan.

Demikian Dr Drh Rahaju Ernawati dari Laboratorium Virologi FKH Unair Surabaya dalam disertasinya berjudul

Protein VP2 merupakan protein struktural dominan pada kapsid yang mempunyai peranan penting dengan susunan epitop yang berperan dalam pembentukan antibodi netralisasi, tingkat virulensi serta mempunyai daerah hipervariabel yang berperan pada variabilitas strain.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan sekuens nukleotida gen penyandi VP2 virus IBD isolat lokal Jawa Timur (JT) dan Medan (M) dengan isolat referen serta membuktikan perbedaan imunogenitas pada ayam yang ditimbulkan oleh protein rekombinan isolat lokal dengan isolat vaksin.
Tahapan penelitian meliputi:

(1) karakterisasi biologik virus IBD isolat lokal pada ayam serta identifikasi dengan AGPT kemudian dipropagasi pada kultur sel CEF,

(2) karakterisasi protein dengan SDS-PAGE dan imunobloting,

(3) karakterisasi molekuler dengan cara isolasi RNA dan kemudian dilakukan amplifikasi VP2 dengan RT-PCR.

Hasil RT-PCR disekuensing dan homologi dengan virus IBD referens HK46 dari Genbank dianalisis dengan GenetyxMac version 8,0. Ekspresi protein kapsid dan produksi protein rekombinan dilakukan pada E.coli DH5α.

Protein rekombinan yang dihasilkan diuji imooogenitasnya pada ayam umur 21 hari sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi tiga ke1ompok, yaitu ke1ompok protein, kelompok vaksin dan kelompok kontrol. Pengukuran titer antibodi dilakukan setiap minggu sampai empat minggu pasca vaksinasi.

Titer antibodi diukur dengan uji ELISA indirek.Hasil penelitian membuktikan bahwa

(1) terdapat perbedaan sekuen nukleotida VP2 antara isolat lokal JT dengan isolat referen. Isolat JT dengan isolat referen menunjukkan tingkat homologi 45,2%, homologi asam amino 30% sedangkan perbedaan nukleotida antara isolat M dengan isolat referen pada tingkat homologi 45,9%, homologi asam amino 14,3% dan antara isolat JT dengan isolat M homologi nukleotida 93,3%, homologi asam amino 89,7%.

(2) Terdapat perbedaan imunogenitas (p< od =" 1,830)">O,05) terhadap presentase hidup ayam percobaan akibat imunisasi protein dan vaksin, tetapi ditemukan lesi bursa pada kelompok vaksin.Berdasarkan hasil penelitian ini terbukti bahwa sifat molekuler virus IBD isolat lokal tidak sama dengan sifat virus dari luar.

Oleh karena itu disarankan:

1) agar dilakukan pengembangan penelitian dengan menggunakan isolat IBD dari berbagai daerah di Indonesia,

(2) adanya pengembangan pemakaian vaksin subunit yang terbuat dari protein virus IBD isolat lokal,

(3) dalam pembuatan vaksin perlu diperhatikan variasi isolat yang berdasar geografik.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer