Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini Search Posts | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

FKH Se Indonesia Menjadi 8

Peristiwa Edisi 170 September 2008

Salah satu perkembangan yang sangat terasa bagi peserta KIVNAS X (Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional X PDHI 2008) dengan AZWMC 2008 dan Pertemuan Internasional Asia Zoo/Wildlife Medicine and Conservation (AZWMC) yang dilaksanakan di IPB International Convention Center (IICC) di Bogor pada 19 Agustus sampai dengan 22 Agustus 2008 adalah bertambahnya Fakultas Kedokteran Hewan se Indonesia yang semula 5 menjadi 8.

Tambahan 3 FKH itu adalah di Universitas Brawijaya Malang, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dan Universitas Nusa Tenggara Barat.

5 FKH terbaru adalah di Universitas Syahkuala Banda Aceh, Institut Pertanian Bogor di Bogor, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Udayana Denpasar.

Infovet menganggap alamat 8 FKH dari 8 universitas tersebut penting untuk diketahui pembaca sebagai berikut:

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Syahkuala
Banda Aceh- NAD 23111 Telp : 0651 - 51977 Fax:0651 - 54208

Fakultas Kedokteran Hewan
Institut Pertanian Bogor
. Agatis, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Telp : 0251 - 629469, 629470, 629471 Fax:0251 - 629459, 629460
Fakultas Kedokteran Hewan

Universitas Gajah Mada
Jl. Olah Raga, Karang Malang
Yogyakarta 55281
Telp :0274 - 7480307
Fax:0274 - 560861

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Airlangga

Kampus C, Unair
Mulyorejo - Surabaya 60155
Telp : 031 - 5993016, 5992785
Fax:031 - 5993015

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Udayana
Jl. Kampus Bukit Jimbaran
Denpasar-Bali 80364
Telp : 0361 - 701808
Fax:0361 - 701808

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Brawijaya
Jl. Veteran - Malang 65145 Jawa Timur

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Wijaya Kusuma
Surabaya

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Nusa Tenggara Barat
Kampus FKH - Universitas Nusa Tenggara Barat Jl. Tawak-tawak - Karang Sukun Kota Mataram NTB

Kiranya dengan bertambahnya FKH se Indonesia tersebut, dunia kedokteran hewan di Indonesia semakin maju. (YR)

LANGKAH PUN SANGATLAH BERMANFAAT



Ruang Redaksi Edisi September 2008


Grup Infovet menghadirkan majalah dan buku-buku pada stan PDHI di KIVNAS X (Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional X PDHI 2008) dan AZWMC 2008 (Pertemuan Internasional Asia Zoo/Wildlife Medicine and Conservation) yang dilaksanakan di IPB International Convention Center (IICC) di Bogor pada 19-20 Agustus 2008.

Lihatlah betapa antusiasnya para dokter hewan pengunjung dari berbagai daerah di tanah air dan internasional yang membaca Majalah Infovet dan merasakan manfaatnya, berikut buku-buku terbitan GITA Pustaka sebagai divisi buku dari PT Gallus Indonesia Utama,penerbit Infovet, yang saham terbesarnya adalah Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI).

Grup Infovet pun bersama para pengusaha obat hewan yang tergabung dalam ASOHI mengunjungi pabrik PT Caprifarmindo – Grup Sanbe Farma di Bandung pada 27 Agustus 2008.

Lihatlah betapa bergairahnya para pengusaha obat hewan dan rombongan melihat-lihat segala sudut dan tempat-tempat penting untuk proses pembuatan vaksinasi oleh perusahaan nasional dengan area lahan sangat luas, menjadi kebanggaan Tanah Air untuk bersama perusahaan internasional memajukan dunia kesehatan hewan di seantero dunia.

Infovet bersama Menteri Pertanian dan rombongan pun mengunjungi peternakan ayam petelur besar di Jabotabek milik Ricky Bangsaratoe di Ciputat Banten, pabrik pemrosesan pangan PT Charoen Pokphand Indonesia di Serang Banten, pabrik pakan PT Cheil Jedang Indonesia juga di Serang Banten, dan Gudang Bulog di Taktakan Serang Banten pada 27 Agustus 2008.

Lihatlah betapa bersemangatnya rakyat Indonesia dalam lapisan ini untuk mengetahui perkembangan dunia peternakan di tanah air untuk meningkatkan terpenuhinya kebutuhan produk-produk peternakan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan gizi dan kecerdasan bangsa.

Langkah-langkah Infovet adalah langkah anak manusia untuk peduli pada kehidupan dan kemajuan bangsa ini dalam menggapai cita-cita masyarakat adil dan makmur berdasar Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

Langkah-langkah Infovet adalah langkah nyata dalam mengisi kemerdekaan yang sudah 63 tahun bangsa ini peroleh dengan tetesan darah dan air mata bukan mendapatkan belas kasihan dari penjajah.

Langkah-langkah Infovet adalah langkah semangat untuk tetap menuju pada panggilan Surgawi mengisi hidup dengan sebaik-baiknya secara bijak, adil dan terstruktur, tertata setahap demi setahap dalam kemajuan yang linear pasti terjadi; karena kita melakukan semua dengan arah pasti.

Langkah-langkah Infovet adalah langkah untuk kemajuan Anda yang kami layani dengan sepenuh hati untuk mendukung promosi karya-karya perusahaan Anda, institusi Anda, bisnis Anda, dan terutama semangat untuk berbagi dalam suatu kehidupan yang seimbang antara jasmani, rohani dan intelek.

Kita terus merasakan manfaatnya dengan semua langkah itu, meski kita bukan semata-mata mendasarkan semuanya pada asaz manfaat. Kita adalah suatu keseimbangan antara orientasi proses, orientasi hasil dan orientasi manfaat sebagai wujud betapa pentingnya dunia kesehatan hewan dan peternakan bagi kehidupan dan hajat hidup manusia Indonesia dan manusia dunia.

Ketika Thomas Alva Edison menciptakan lampu dengan susah payah melalui berbagi percobaan, ketika Albert Einstein menemukan berbagai rumus fisika mutkahir yang mengubah dunia, ketika Alfred Nobel menciptakan bom atom yang pada gilirannya dimanfaatkan oleh Amerika dalam menaklukkan Jepang dengan dijatuhkannya bom atom ukuran kecil dan bom atom ukuran besar di Hiroshima dan Nagasaki, kita melihat semua temuan dan upaya pastilah ada manfaatnya. Kita pun dapat memakainya untuk manfaat postif maupun manfaat negatif.

Kehadiran Infovet menjadi sahabat terdekat Anda sejak kelahirannya 1992 adalah jelas sejelas-jelasnya untuk manfaat postif bagi dunia peternakan dan kesehatan hewan kita. Maka kita pun akan terus waspada dalam segala situasi kita untuk meningkatkan manfaat kehadiran kita sebagai suatu langkah termulia, persis seperti langkah Bulan Suci Ramadhan bagi sebagian dari kita yang beragama Islam yang saat ini sewdang beribadah puasa untuk menuju tatatan kemuliaan yang lebih tinggi. Selamat Menjalankan Ibadah Suci Puasa ini sebagai sebaik-baiknya ibadah yang mendatang berkah dalam melangkah. (Yonathan Rahardjo)

FORMULIR BERLANGGANAN

Ya, saya mau berlangganan Langganan Infovet Edisi Cetak:

Nama: ............................................................


Alamat: ..........................................................


Nomor Telepon: ...........................................
Nomor Fax: ..................................................
Nomor HP: ...................................................

Berlanganan Majalah Infovet ........ Eksemplar per edisi selama ........ bulan dari bulan ........ s/d ......... tahun .........

sesuai dengan ketentuan:

Harga Baru majalah Infovet 1 Januari 2007 :

Harga Eceran:
P. Jawa Rp 15.000/eks,
Luar P. Jawa Rp 17.000/eks,

Untuk P. Jawa 6 bulan Rp. 90.000, 12 bulan Rp. 175.000,
Untuk Luar P. Jawa 6 bulan Rp. 100.000, 12 bulan Rp. 195.000


dengan Cara Pembayaran:

Cash atau wesel ke Infovet:
Gedung RSHJ lt.2 Jl. Harsono RM No 28 (Blk)
Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan 12550

atau Transfer ke rekening:
A/n. PT GALLUS INDONESIA UTAMA

Bank Mandiri Cab. Pasar Minggu Pejaten
No. Rek. 126.0002074119

atau
Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No. Rek. 733-0301681

Pembayaran
(Bukti Transfer di Fax ke 021-7891092)

atau
Hubungi DEPARTEMEN DISTRIBUSI: Aliyus Maika Putra (HP o856 900052)

Tuliskan Nama dan Alamat, Nomor Telepon, Fax, Email, HP dan pesanan Anda dalam Kolom Komentar di bawah ini. Kami akan menindaklanjuti sebagai pelayanan terbaik untuk Anda.

MONITORING VARIAN VIRUS HPAI KITA

Fokus Infovet edisi 169 Agustus 2008

(( Dengan demikian kita dapat mengerti bagaimana proses monitoring varian virus AI di tanah air kita Indonesia. Berbagai kemungkinan dapat terjadi dalam monitoring itu. ))

Bagaimana monitoring varian-varian virus HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza) di Indonesia? Dr Ronald N Thornton seorang ahli epidemiologi FAO di Jakarta dalam pertemuan perkembangan dari Proyek OFFLU (OIE/FAO Animal Influenza Network) kerjasama Pemerintah Indonesia dengan FAO/OIE belum lama ini di Jakarta menyampaikan bahwa ada tujuan yang jelas dari pengumpulan sampel virus itu harus dilakukan secara intensif.

Menurut Ronald, identifikasi antigenik dan genetik dari varian-varian virus HPAI adalah untuk memutuskan jenis bibit vaksin yang digunakan pada area pengendalian penyakit yang diprioritaskan di Indonesia; secara historis sampel virusnya ada atau eksis; sampel-sampelnya representatif atau dapat dipertanggungjawabkan dengan koleksi yang dapat diperbarui; dilakukan pada seluruh sektor produksi unggas; dan terkait dengan kasus-kasus yang secara khusus sangat penting seperti kematian orang dan presentasi yang tidak diperlukan.

Ronald menyampaikan bahwa penentuan distribusi dari tipe-tipe virus adalah berdasar spesies. Lokasi dan sektor. Hal-hal penting yang khusus untuk hal ini harus diperhatikan. Adapun fokus koleksi isolat utama dari tujuan mengumpulkan sampel secara intensif adalah berdasar pada penyebaran penyakit yang signifikan untuk pengendalian penyakit berdasar penyebaran secara geografis, penyebaran sektoral dan hasil-hasil yang tampak termasuk kegagalan vaksinasi.

Dikatakan Ronald, berbagai lembaga dilibatkan dalam proses monitoring varian virus itu di antaranya unit pengendalian AI Dirjennak yang dikenal dengan nama CMU (Control Monitoring Unit) dengan berbagai instrumennya termasuk yang di lapangan dengan menggunakan investigasi wabah, Balai Besar Penelitian Veteriner (Bbalitvet), industri unggas komersial dan universitas-universitas.

Tutur Ronald, perkembangan hasil koleksi itu tercatat sumber yang berasal dari Denpasar, Wates, peternakan sektor 1 dan 2, bukittinggi, Universitas Udayana dan diharapkan kerjasama daerah lain sebelum Agustus ini.

Lanjutnya, prosedur pembagian sampel meliputi prosedur yang difasilitasi oleh Direktur Kesehatan Hewan Dirjennak, CMU dan FAO; persetujuan transfer material disiapkan dengan daftar isolat dan ditandatangani oleh laboratorium penyedia dan penerima sampel isolat; permintaan untuk ijin ekspor harus minta ijin Direktur Kesehatan Hewan Dirjennak; sampel dikirim via IATA kurir yang disetujui dan diselenggarakan oleh FAO.

Masih menurut Ronald, permintaan sampel-sampel terkini yang sudah terlaksana adalah sampel dapat dipakai, cepat prosesnya, tidak mahal, kualitasnya bervariasi, mungkin tidak merefleksikan profil jenis virus yang terkini dan data pembantu yang mungkin bervariasi. Adapun permintaan sampel-sampel baru adalah yang secara logis sulit dipastikan, lambat, mahal, kualitas sampelnya bagus, representatif, dan informasi pembantu yang baik.

Dengan demikian kita dapat mengerti bagaimana proses monitoring varian virus AI di tanah air kita Indonesia. Berbagai kemungkinan yang positif dan negatif dapat terjadi dalam monitoring itu. Sebagai bangsa yang mencintai tanah air Indonesia, kita lakukan upaya yang terbaik dengan mendukung segala sesuatunya dijalankan secara baik, adil dan benar.


Pasar Unggas

Sementara itu Drh Indi Dharmayanti MS dari Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa ada keterkaitan erat antara pasar unggas, virus AI tipe H5N1 dan pengambilan contoh virus di lapangan. Pasar unggas merupakan suatu aspek penting dalam kehidupan di mana tempat ini merefleksikan budaya dan tradisi lokal. Pasar unggas ini di Indonesia merupakan pasar ayam yang penting.

90 persen persediaan dari ayam merupakan sistem pasar tradisional. Sayangnya, pasar unggas unggas tradisional ini berimplikasi pada penyebaran penyakit seperti SARS, Kolera dan infeksi streptokokus babi. Ada peningkatan kejadian bahwa pasar unggas tradisional adalah tempat berkembang, bercampur, dan berbiaknya virus avian influenza termasuk H5N1.

Penelitian menunjukkan adanya virus AI H5N1 di pasar unggas. Jajak data usaha di Indonesia dan negara-negara lain telah mengidentifikasi bahwa pasar merupakan tempat yang baik bagi virus AI. Data-data Bbalitvet yang menunjukkan bahwa ayam-ayam dari pasar unggas itu terbukti positif virus AI antara lain dari Bbalitvet, data lapangan Unit Pengendalian Penyakit AI Ditjennak, studi di Bali, rumah kolektor unggas sentinel, dan data di Guangzhou dari kandang hewan. Pengalaman di Hongkong, mereka menggunakan sebuah studi kontrol kasus untuk mengidentifikasi faktor resiko yang mungkin untuk menyebarkan virus AI tipe H5N1.

Selanjutnya peran pasar unggas ini akan dijelaskan lebih rinci dalam Artikel Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI. (YR)

SULITNYA BETERNAK SAAT INI, APA SOLUSINYA?

Fokus edisi 169 Agustus 2008

SULITNYA BETERNAK SAAT INI, APA SOLUSINYA?

Situasi penyakit Avian Influenza (AI) saat ini telah jauh lebih kompleks. Dimana infeksi lebih didominasi oleh infeksi yang berbarengan dengan penyakit lainnya seperti misalnya IB, kholera, ND, dll.
Untuk itu Drh Hadi Wibowo, praktisi perunggasan di Jakarta mengatakan AI dan penyakit domplengannya merupakan penyakit viral yang intra seluler yang langusng merusak sel induk semangnya. Maka apabila antibodi sudah tidak bisa lagi menetralisir dan mengenali virus tersebut maka kematian sudah pasti menjemput ayamnya. Namun sebelum itu terjadi, didalam tubuh ayam masih ada sel T efektor dan sel T sitotoksik yang juga berfungsi menghancurkan sel terinfeksi AI yang menjadi media hidup dan bereplikasi virus sekaligus membunuh virus AI itu sendiri.
Lebih lanjut, kata Hadi, mengutip hasil temuan terbaru dari Prof Fedik A Rantam dari Universitas Airlangga bahwa saat ini AI sudah mulai menginfeksi saluran pencernaan pada broiler maupun layer. “Kalau dulu AI menginfeksi saluran reproduksi dan pernapasan, kini gejalanya makin meluas,” katanya.
Dari pemeriksaan patologi anatomi diketahui terdapat infeksi AI di daerah mesenterium yaitu penyangga usus yang terlihat berwarna merah. Hal ini dikuatkan dengan hasil uji RT-PCR dan imunohistokimia yang menunjukkan bahwa infeksi positif AI. Artinya telah terjadi pergeseran serangan dari semula yang hanya menyerang saluran reproduksi dan pernapasan kita juga menyerang salura pencernaan.
Selain itu, Hadi melanjutkan, hasil temuan Prof Fedik mengatakan bahwa penularan AI paling besar terjadi melalui jalur distribusi. Dalam hal ini terjadi di pasar unggas hidup tempat bertemunya berbagai jenis unggas dalam satu lokasi. Sementara temuan Drh Wayan T Wibawan dari FKH IPB mengatakan bahwa telah terjadi perubahan epitop dan cleavage site pada virus AI yang kini sudah hampir menyerupai virus influenza di manusia.
“Hal ini tentu semakin menambah kekhawatiran kita akan risiko pandemi influenza. Namun yang patut disayangkan adalah tidak samanya pengertian dan sikap dari para pelaku bisnis perunggasan mulai peternak hingga pedagang pasar terhadap penyakit Avian Influenza sebagai masalah nasional,” ujar Hadi prihatin.

Perunggasan Makin Sulit
Hadi menuturkan, kondisi sulit saat ini akibat penyakit masih ditambah dengan naiknya harga pakan ayam baik untuk broiler dan layer. Biasanya menghadapi kenaikan harga bahan baku ini oleh formulator pakan diutak-atik agar nilai nutrisinya tetap dengan mengganti bahan pakan jagung dengan bahan substitusi lain.
Alhasil kadar proteinnya memang tetap namun apakah protein tersebut bisa dicerna dan diserap dengan baik oleh ayam atau tidak. Bila ayam kekurangan protein berarti kekurangan asam amino. Sementara asam amino sangat dibutuhkan untuk membentuk antibodi tubuh. Inilah yang menyebabkan titer antibodi terus turun dan kekebalan tubuh lemah. Ditambah lagi dengan vaksin AI yang tidak up to date dengan perkembangan lapangan menyebabkan beban infeksi AI dari lapang yang telah jauh bermutasi kian rentan.
Dua hal inilah yang menyebabkan kondisi beternak saat ini makin sulit. Namun untuk mengatasi hal ini, Hadi mencoba memberikan solusi, peternak harus terbiasa berteman dengan yang namanya imunomodulator.
Secara singkat, Hadi menjelaskan proses pembentukan antibodi lewat vaksinasi harus ditunjang oleh sel-sel yang bertugas untuk merespon kekebalan. Vaksin ketika masuk ke dalam tubuh ditangkap oleh sel makrofag yang dibantu oleh sel T helper untuk kemudian disampaikan ke sel B. Di sel B inilah dibentuk sel memori antibodi dan sel antibodi itu sendiri. Nah sel-sel yang berperan dalam respon imun ini harus diperbanyak dan dimatangkan, disinilah peran imunomodulator.
“Dinamakan imunomodulator karena obat ini memiliki efek pada respon imun untuk melakukan immuno modulasi. Mekanisme kerja immunomodulator adalah dengan tiga cara, yaitu pertama, meningkatkan proses maturity (pematangan) sel-sel yang berperanan dalam imun respon. Kedua, meningkatkan proses proliferasi sel, terutama sel-sel makrofag (memfagosit antigen dan menghancurkan antigen dalam sel) dan limfosit (pembentukan antibodi dan membunuh antigen dalam sel), sehingga jumlahnya menjadi lebih banyak dalam waktu yang relatif singkat. Dengan demikian jumlah antigen yang dapat diproses meningkat lebih banyak dan titer antibodi yang dihasilkan menjadi lebih tinggi. Ketiga, mengaktifkan complement, sehingga eliminasi antigen dalam sel menjadi lebih efektif,” jelas dokter hewan yang lahir sehari sebelum peringatan kemerdekaan RI, yaitu 16 Agustus.
Hadi juga menegaskan bahwa kebaikan menggunakan imunomodulator sudah seharusnya ditularkan antar peternak. Seperti yang telah dilakukan Koh Iping dari Patriot Grup yang telah mempercayakan persoalan AI ini dengan pemanfaatan imunomodulator. Hal ini semata dilakukan untuk mengantisipasi bila terjadi serangan AI meskipun sudah dilakukan vaksinasi. Karena terbukti penggunaan imunomodulator dapat menekan terjadinya kasus AI.
Diakhir diskusi dengan Infovet, Hadi menjelaskan bahwa untuk mengamankan usaha perunggasan tetap diperlukan 3 langkah wajib yaitu sanitasi, desinfeksi, dan vaksinasi. (wan)

AI dan Dunia Peternakan di Mata Mahasiswa Peternakan

Fokus Edisi 169 Agustus 2008

AI dan Dunia Peternakan di Mata Mahasiswa Peternakan

(( Jelaslah dalam menghadapi kasus AI, kaum peternakan tak boleh lagi terlalu jatuh dalam segala segi pemikiran dan kehidupannya. Caranya dengan bangkit dan berpikiran serta berkegiatan positif dalam dunia peternakan secara umum. ))

Sejak kehadiran avian influenza dan berbagai jenis penyakit menular hewan lainnya, dunia peternakan Indonesia seperti terombang ambing gelombang pasang dunia bisnis khususnya bisnis usaha dibidang peternakan. Demikian Ayub Rizal Ketua Umum Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan (Ismapeti) periode 2007.

Kondisi ini diperparah dengan munculnya kebijakan pemerintah untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak yang secara signifikan mempengaruhi harga pakan, bibit ternak dan input-input lain yang terkait. Sementara itu, kenaikan harga input yang dibutuhkan peternak untuk menghasilkan produk-produk ternak berkwalitas kadang-kadang tidak dibarengi dengan kenaikan harga produk itu sendiri, sehingga dipastikan peternak selalu menanggung kerugian dari usahanya tersebut.

Hal itu diutarakan Ayub Rizal dalam kaiatan dengan pelaksanaan kegiatan rutin tahunan, yakni Bakhti Mahasiswa Peternakan Indonesia (Bampi). Menurutnya Bampi 2008 ini mempunyai satu misi yang berkaitan langsung dengan dunia peternakan saat ini. Sementara Ismapeti merupakan organisasi kemahasiswaan profesi yang cukup banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan dunia peternakan negeri ini. Berbagai sepak terjangnya telah dirasakan sejak kehadiran di bumi pertiwi ini.

Kontribusinya membangun negeri diwujudkannya melalui berbagai macam kegiatan seperti pelaksanaan seminar yang mengusung tema-tema edukatif dan informative yang ditujukan untuk membanguan mentalitas generasi muda, peternak dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Menurut Ayub, Kegiatan Bampi 2008 merupakan ajang penumbuhan sikap mencintai sesama melalui kerja bakhti tempat dimana acara ini digelar. Bampi 2008 kali ini digelar di Indonesia paling Barat, yakni banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam pada tanggal 1 Juni 2008 lalu.

Bampi 2008 ini menurut Mahasiswa UNS Solo ini menghasilkan beberapa macam rumusan yang akan ditindak lanjuti, sehingga hasilnya nanti dapat dijadikan acuan oleh pembuat kebijakan untuk membuat kebijakan baru yang benar-benar berpihak pada peternak. Diantara rumusan-rumusan tersebut adalah :

1. Sapronak
• Perbaikan infrastruktur (jalan, listrik, air dan komunikasi) guna mendukung peternakan dengan pemanfaatan APBD ataupun APBN untuk menarik Investor baik lokal maupun asing
• Perbaikan struktur perkandangan dan kelengkapan peralatan pendukung peternakan
• Pengelolaan lahan tidur untuk meningkatkan produksi ternak

2. Produksi (Farm)
• Pembentukan pola pertanian dan peternakan terpadu dari hulu sampai ke hilir
• Peningkatan kualitas manajemen pemeliharaan, perkandangan, kesehatan dan keamanan peternakan (meliputi tata letak kandang,tata laksana penggembalaan, kualitas pakan, recording, dan kebersihan)
• Penerapan teknologi peternakan yang realistis dan implementatif sehingga dapat bersinergis dengan keadaan peternak

3. Pengolahan Pasca Panen
• Adanya pemberian ketrampilan pengolahan produk peternakan kepada peternak dan masyarakat setempat

4. Pemasaran
• Pembentukan sarana pemasaran produk peternakan sehingga memberikan keuntungan yang jelas bagi peternak seperti koperasi

5. Lembaga Pendukung
• Adanya Perda yang mengatur pemurnian plasma nutfah sapi lokal (sapi aceh)
• Adanya Perda yang berpihak pada peternak kecil
• Sosialisasi dan penerapan RUU PKH di lapangan
• Pelibatan Perguruan Tinggi dan stakeholders lainnya dalam pengambilan kebijakan
• Penyuluhan, pembinaan dan pendampingan terhadap peternak secara intensif dan berkelanjutan
• Pemberian motivasi terhadap peternak oleh lembaga terkait seperti penyelenggaraan kompetisi antar kelompok ternak
• Pengawasan dalam penyebaran bantuan dana ke peternak agar dapat diterima oleh masyarakat keseluruhan tanpa terkecuali.

Jelaslah dalam menghadapi kasus AI, kaum peternakan tak boleh lagi terlalu jatuh dalam segala segi pemikiran dan kehidupannya. Caranya dengan bangkit dan berpikiran serta berkegiatan positif dalam dunia peternakan secara umum. (Daman Suska).

ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERBARU

BENARKAH AYAM BROILER DISUNTIK HORMON?


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer