<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992</id><updated>2012-02-09T04:34:42.471-08:00</updated><category term='Abstract'/><category term='Surat Pembaca'/><category term='Ruang Redaksi'/><category term='motivasi'/><category term='Profil'/><category term='Terrnak Sehat Ternak Produktif'/><category term='peternakan'/><category term='Aman Sehat Utuh Halal'/><category term='Ekbis'/><category term='Editorial'/><category term='infovet'/><category term='Opini'/><category term='Refleksi'/><category term='Fokus'/><category term='Solusi Peternak Handal'/><category term='Liputan Khusus'/><category term='Info Iptek'/><category term='bambang suharno'/><category term='Peristiwa'/><category term='Mimbar'/><title type='text'>Infovet</title><subtitle type='html'>Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>472</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-686153803390085246</id><published>2011-11-22T20:39:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T20:56:09.592-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>2012, RABIES  HARUS CHECK OUT  DARI BALI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-uH-dVWD_YLA/Tsx8Q8AGfpI/AAAAAAAAAkI/-x7HPvczoRg/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 299px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-uH-dVWD_YLA/Tsx8Q8AGfpI/AAAAAAAAAkI/-x7HPvczoRg/s400/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678049860633656978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ada tiga faktor jika ingin membebaskan Bali dari rabies yaitu harus menciptakan GEMPAR dengan metoda PITERSELI yang disertai dengan DOA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Bali, &lt;/span&gt;sebagai daerah tujuan wisata mancanegara (wisman) dan wisata nusantara (wisnu) selalu menghendaki agar para wisatawan mau berlama-lama tinggal di Pulau Dewata ini untuk pemasukan devisa daerah. Tetapi, kalau yang berwisata ke Bali adalah virus rabies tentunya sesegera mungkin harus meninggalkan Bali, jangan sampai nantinya akan berperan sebagai bioterorisme. Sama dengan kasus rabies di Flores, ternyata virus rabies yang berwisata ke Bali ada dugaan kuat masuk bersama-sama anjing geladak dibawa  nelayan Sulawesi Selatan berperan sebagai ‘alarm dog’, yang dapat membaca tanda-tanda alam selama pelayaran di lautan. Buktinya, DNA virus rabies berasal dari Bali sama dengan yang ada di Flores dan Sulawesi Selatan. Ironisnya, anjing tersebut, untuk pertamakalinya sempat menggigit Putu Linda gadis cilik berumur empat tahun pada tanggal 6 September 2008 di Banjar Kauh, Desa Ungasan, Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung yang akhirnya 17 September 2008 Dinas Kesehatan Badung, melaporkan kalau Putu meninggal dengan ditemukannya luka tepat di bawah mata kanan dan pipi kiri akibat digigit anjing kampung milik Putu Suana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui betapa pentingnya rabies ada di Bali, maka WHO, FAO, USAID, AusAID, WSPA dan jajaran Ditjenak keswan dan Kemenkes, menyelenggarakan World Rabies Day pada 28 September 2011 di Gedung Ksirarnawa Art Center. World Rabies Day (WRD) diperingati setiap tanggal 28 September di seluruh dunia. Perayaan ini pertama kali dicanangkan pada 28 September 2006 oleh Global Alliance for Rabies Control (GARC). Di Indonesia, peringatan WRD pertama kali tahun 2009 di Bali.&lt;br /&gt;Kali ini, difokuskan kegiatan untuk sosialisasi model pencegahan dan pengendalian rabies secara terpadu (One Health) di Indonesia, serta apresiasi hasil pelaksanaan pencegahan dan pengendalian rabies khususnya untuk provinsi yang dapat mempertahankan status bebas rabies dan provinsi Bali dengan program vaksinasi masal rabiesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, terdapat 24 provinsi yang merupakan wilayah endemis rabies, ungkap drh. Prabowo Respatiyo Caturroso, MM, Ph.D- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Empat provinsi dibebaskan dari rabies, yaitu Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur (bebas rabies 1997) dan DKI Jakarta (2004). Ada lima provinsi yang tetap dapat dipertahankan bebas rabies, yaitu NTB, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Papua dan Papua Barat. Dalam rangka mencegah, mengendalikan dan memberantas rabies, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan vaksin untuk manusia dan hewan bagi provinsi yang masih endemis. Adanya alokasi vaksin baik dari pusat maupun daerah akan mendorong keberhasilan program pengendalian dan pemberantasan rabies menuju Indonesia bebas rabies 2020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, sejak wabah rabies tahun 2008, Pemerintah Australia telah membantu memberikan kontribusi 1,1 juta dolar Australia untuk memerangi penyakit yang sangat mematikan ini di Pulau Bali. Kematian manusia akibat rabies telah menurun 68 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, namun kita ingin melihat angka tersebut menurun sampai angka nol, ungkap Brett Farmer-Consule General Australia pada acara ini. Tanpa ada program vaksinasi masal seperti ini, masih ada kemungkinan epidemi tersebut akan terus berlanjut dan menjadi lebih sulit untuk ditanggulangi, ungkapnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eric Brum DVM-Chief Technical Advisor Control Implementation and System Development, FAO menambahkan, kontribusi ini tidak mengikat, bukan pinjaman atau hutang, tetapi bantuan cuma-cuma dari Pemerintah Australia kepada Indonesia. Pemerintah Australia akan terus mendukung Pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan pengurangan dampak penyakit menular bermunculan, pada kesehatan manusia dan pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk penyakit rabies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus Provinsi Bali, otoritas kesehatan hewan telah berkonsentrasi pada kegiatan vaksinasi anjing sebagai satu-satunya metode yang efektif untuk membebaskan Bali dari rabies, papar Ir. I Putu Sumantra, M.App.Sc-Kadisnak Provinsi Bali. Cakupan vaksinasi minimal 70 persen dari total populasi anjing harus dapat dicapai dan dipertahankan. Pelaksanaan vaksinasi masal ini mendapat dukungan dari dunia internasional melalui FAO, WHO, AusAID, USAID dan WSPA. Program vaksinasi masal rabies telah dilaksanakan dua kali, tahap pertama Nopember 2010 s/d Maret 2011 dan tahap kedua Mei s/d September 2011. Untuk tahap kedua berhasil memvaksinasi lebih dari 70 persen di tiap kabupaten dan menyisakan beberapa wilayah desa yang masih memerlukan penyisiran guna mencapai cakupan vaksinasi lebih dari 70 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaksinasi masal tahap I dan II dinilai berhasil dan menjadi salah satu komponen penting dalam menurunkan kasus kematian pada manusia. Keberhasilan pemerintah provinsi Bali dalam program pengendalian dan pemberantasan rabies merupakan contoh yang baik dalam pelaksanaan kerjasama antar instansi dan merupakan bentuk pelaksanaan konsep one health. Keberhasilan ini akan dijadikan model dalam pelaksanaan pengendalian dan pemberantasan rabies di provinsi lain di Indonesia. Provinsi Bali telah menjalankan KIAT VETINDO berupa sosialisasi, vaksinasi di sekitar lokasi dan eliminasi anjing dicurigai terinfeksi. Di samping itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoU) antara Gubernur Bali bersama-sama Walikota dan Bupati se Provinsi Bali dengan Yayasan BAWA (dukungan dana dari WSPA) di ruang rapat Gubernur Bali 20 September 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selengkapnya mengenai data total wilayah yang pernah tertular, sumber permasalahan serta program yang telah dilakukan sampai saat ini oleh pemerintah, selengkapnya dapat dibaca di Infovet edisi 207 Oktober 2011. info pemesanan dan berlangganan &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://infovet.files.wordpress.com/2007/09/formulir-berlangganan-2009.pdf"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-686153803390085246?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/686153803390085246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/11/2012-rabies-harus-check-out-dari-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/686153803390085246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/686153803390085246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/11/2012-rabies-harus-check-out-dari-bali.html' title='2012, RABIES  HARUS CHECK OUT  DARI BALI'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-uH-dVWD_YLA/Tsx8Q8AGfpI/AAAAAAAAAkI/-x7HPvczoRg/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-8042073445152039226</id><published>2011-11-22T20:33:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T20:39:02.881-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Animal Welfare Jangan Hanya Sapi Impor  ( Oleh: Robi Agustiar )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-NMiXcOf1H4s/Tsx4KnpD5tI/AAAAAAAAAj8/k5hoZJLhLc0/s1600/pengangkutan-sapi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 261px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-NMiXcOf1H4s/Tsx4KnpD5tI/AAAAAAAAAj8/k5hoZJLhLc0/s400/pengangkutan-sapi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678045354042582738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; penyetopan impor sapi secara sepihak dari Australia beberapa waktu yang lalu cukup membuat kaget semua pihak di Indonesia. Hampir seluruh masyarakat, Peternak dan pejabat pemerintah membicarakan mengenai animal welfare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus tersebut bermula ketika penayangan sebuah acara di ABC Four Corners mengenai penyiksaan ternak sapi asal Australia di beberapa Rumah potong Hewan di Indonesia. Kasus itu segera membukakan mata semua pihak akan apa yang di sebut animal welfare atau kesejahteraan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian Pikiran Rakyat 21 Juli 2011 mengulas  status rumah potong hewan (RPH) di beberapa daerah yang belum memilki akreditasi dan berakibat kepada  pasokan daging sapi ke Jawa Barat semakin berkurang , hal ini semakin menambah orang awam bertanya mengenai animal welfare. Mengapa animal welfare bisa menyebabkan pasokan daging sapi menjadi terhambat ? dan apakah hanya sapi impor yang harus di perlakukan secara animal welfare ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Animal welfare&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri undang-undang yang mengatur mengenai animal welfare atau kesejahteraan hewan baru di buat pada tahun 2009, yaitu UU no 18 Tahun 2009 yang berbunyi “Segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang di manfaatkan manusia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Dr. Tri Satya Putri Naipospos (2011) menyatakan bahwa Indonesia belum mengenal dan mengapresiasi prinsip-prinsip kesejahteraan hewan dalam sistem produksi ternak dan kesehatan hewannya. Dan faktanya sampai hari ini peternak ataupun stakeholder peternakan masih yang banyak belum memahami pelaksanaan dari kesejahteraan hewan, contohnya masih bisa di lihat pada proses tarnsportasi ternak antar daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi di beberapa daerah yang merupakan sentra konsumen seperti provinsi Jawa Barat dimana sapi impor memasok hampir 70 – 80 % kebutuhan daging. Tentu saja pembenahan infrastruktur di rumah potong hewan menjadi sesuatu hal yang harus segera di lakukan karena Indonesia telah melakukan nota kesepahaman dengan Australia mengenai penerapan kesejahteraan hewan dari ternak sapi yang di impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa di bayangkan dengan stok sapi menghadapi bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri sejumlah 35.000 ekor yang berada di beberapa perusahaan penggemukan sapi, hanya terdapat 2 (dua) rumah potong hewan yang sedang melakukan proses akreditasi animal welfare yaitu di Kabupaten Subang dan Kabupaten Bogor. Bukan tidak mungkin harga daging di Jawa Barat akan melambung akibat jalur distribusi yang terhambat karena  infrastruktur di rumah potong hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Pelaksanaan Animal Welfare&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pelaksanaan animal welfare harus bisa memberikan keleluasaan hewan untuk mengekspresikan perilakuknya secara alami selama dalam proses produksi, dan sejak tahun 1979 dunia internasional sudah mengatur mengenai  aspek pengaturan kesejahteraan hewan yang mengacu pada lima prinsip (five freedoms) di antaranya adalah; bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan/rasa menderita, bebas dari rasa sakit, cedera dan penyakit, bebas dari rasa takut dan tertekan serta bebas berperilaku alamiah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan mengenai pembenahan terhadap animal welfare memang seperti berkejaran dengan waktu, tetapi pemerintah lupa bahwa sesungguhnya pelaksanaan kesejahteraan hewan ini harus di lakukan kepada seluruh ternak, bukan terhadap ternak impor semata. Perlakuan kesejahteraan hewan harus di lakukan kepada semua ternak produksi (unggas, ternak ruminansia, dan ternak monogastrik) , hewan kesayangan bahkan hewan konservasi sekalipun. Jadi hendaknya pemerintah, cq Kementerian Pertanian tidak hanya berupaya memperbaiki sistem, teknologi, infrastuktur dan sumber daya manusia (SDM) agar sapi impor bisa kembali di potong di Indonesia tetapi dilakukan pada seluruh rantai perdagangan ternak seperti alat angkut/transportasi dan pelabuhan pengiriman ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu segera menghidupkan kembali alat angkut ataupun transportasi ternak seperti  kereta api pengangkut ternak sapi dan Kapal Laut yang khusus mengangkut ternak antar pulau. Membangun tempat istirahat yang yaman bagi ternak di setiap pelabuhan dan stasiun pengiriman ternak sapi sebelum pengangkutan. Sehingga Indonesia adalah negara yang mampu menerapkan prinsip kesejahteraan hewan secara benar dan utuh. Sungguh jangan biarkan  Potensi ternak sapi dan kerbau Indonesia yang mencapai 15 juta ekor lebih (Hasil sensus ternak BPS 2011) menjadi mahal akibat transportasi dan infrastruktur serta belum mampu menganut kesejahteraan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penulis adalah Sekjend PB ISPI,&lt;br /&gt;Sekretaris 2 DPD PPSKI Jawa Barat dan Eksekutif Sekretaris Lembaga Studi&lt;br /&gt;Pembangunan Peternakan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-8042073445152039226?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/8042073445152039226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/11/animal-welfare-jangan-hanya-sapi-impor.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8042073445152039226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8042073445152039226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/11/animal-welfare-jangan-hanya-sapi-impor.html' title='Animal Welfare Jangan Hanya Sapi Impor  ( Oleh: Robi Agustiar )'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NMiXcOf1H4s/Tsx4KnpD5tI/AAAAAAAAAj8/k5hoZJLhLc0/s72-c/pengangkutan-sapi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-7316898723312766970</id><published>2011-10-24T18:07:00.000-07:00</published><updated>2011-11-22T03:19:36.843-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Ulang Tahun Asosiasi Obat Hewan Indonesia ke 32</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9OgdY5Ehuj0/TsuFMgSgxyI/AAAAAAAAAjk/JEX2d-XzTNE/s1600/ASOHI.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 299px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9OgdY5Ehuj0/TsuFMgSgxyI/AAAAAAAAAjk/JEX2d-XzTNE/s400/ASOHI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677778205103146786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini 25 Oktober 2011, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) berulangtahun yang ke-32. ASOHI berdiri 25 Oktober 1979 dalam sebuah forum pertemuan antara para pelaku bisnis obat hewan bersama pemerintah di Hotel Kartika Candra Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pertemuan ini menyepakati berdirinya asosiasi yang mewadahi semua pelaku usaha obat hewan mulai dari produsen, importir, distributor, pengecer. Tokoh pendiri ASOHI adalah H Abdul Karim Mahanan Owner PT Paeco Agung yang mewakili pelaku usaha obat hewan, Dirjen Peternakan waktu itu Prof JH Hutasoit, Dr Drh Soehadji (waktu itu Direktur Bina Program), Drh IGN Teken Temadja (saat itu Dirkeswan) dan Dr drh Sofjan Sudardjat (waktu itu staf Ditjen Peternakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum ASOHI yang pertama adalah A. Karim Mahanan yang memimpin hingga akhir hayatnya tahun 2004, dilanjutkan oleh Gani Haryanto (CEO Romindo Primavetcom) yang terpilih pada Munas ke-5 tahun 2005.  Kemudian pada Munas ke-6 tahun 2010 terpilih ketua Umum Drh Rakhmat Nuriyanto MM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Gani hanya memimpin 5 tahun, namun perannya sudah sejak lama karena dia juga salah satu perintis ASOHI.  Dalam kepemimpinannya, Gani membawa ASOHI menjadi organisasi dengan manajemen modern, serta membina PT Gallus menjadi perusahaan yang makin kuat dan terus berkembang. Pada tahun 2008 PT Gallus Indonesia Utama bersama ASOHI sudah berhasil menempati kantor milik sendiri di Grand Pasar Minggu, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ASOHI telah diakui sebagai anggota IFAH (International Federation for Animal heatlh), memiliki 16 pengurus Daerah, serta memiliki badan usaha PT Gallus Indonesia Utama yang salah satu kegiatan utamanya adalah menerbitkan majalah Infovet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun ASOHI, semoga makin maju dalam mengabdikan diri pada pembangunan peternakan dan kesehatan hewan. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-7316898723312766970?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/7316898723312766970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/10/ulang-tahun-asosiasi-obat-hewan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/7316898723312766970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/7316898723312766970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/10/ulang-tahun-asosiasi-obat-hewan.html' title='Ulang Tahun Asosiasi Obat Hewan Indonesia ke 32'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9OgdY5Ehuj0/TsuFMgSgxyI/AAAAAAAAAjk/JEX2d-XzTNE/s72-c/ASOHI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-4933544286428978755</id><published>2011-10-13T11:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T11:31:38.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>HATI-HATI BAHAYA OBAT HEWAN ILEGAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3Iv_jlPdRhM/Tpct16vJXgI/AAAAAAAAAjI/1JY51JRe1V4/s1600/obat%2Bhewan%2Bilegal.jpg"&gt; &lt;/a&gt;oleh: Drh Abadi Soetisna MSi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi obat hewan ilegal secara singkat adalah karena obat hewan ini tidak mempunyai Nomor Registrasi yang dikel&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3Iv_jlPdRhM/Tpct16vJXgI/AAAAAAAAAjI/1JY51JRe1V4/s1600/obat%2Bhewan%2Bilegal.jpg"&gt; &lt;/a&gt;uarkan oleh Deptan RI yang sekarang disebut Kementan (Kementerian Pertanian). Dulunya o&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3Iv_jlPdRhM/Tpct16vJXgI/AAAAAAAAAjI/1JY51JRe1V4/s1600/obat%2Bhewan%2Bilegal.jpg"&gt; &lt;/a&gt;bat hewan ilegal dikenal dengan istilah OTT atau Obat Tidak Terdaftar, tapi bukannya berarti “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Obat Tahu sama Tahu&lt;/span&gt;” loh.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3Iv_jlPdRhM/Tpct16vJXgI/AAAAAAAAAjI/1JY51JRe1V4/s1600/obat%2Bhewan%2Bilegal.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang menjadi alasan kenapa obat Hewan itu harus terdaftar adalah supaya obat hewan yang beredar di Indonesia “dijamin” oleh Pemerintah bahwa obat tersebut telah memenuhi semua persyaratan yang diatur. Persyaratan tersebut diantaranya yaitu :&lt;br /&gt;Obat hewan harus Aman untuk&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3Iv_jlPdRhM/Tpct16vJXgI/AAAAAAAAAjI/1JY51JRe1V4/s1600/obat%2Bhewan%2Bilegal.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 288px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3Iv_jlPdRhM/Tpct16vJXgI/AAAAAAAAAjI/1JY51JRe1V4/s400/obat%2Bhewan%2Bilegal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663045460765007362" border="0" /&gt; &lt;/a&gt; Hewan, Manusia, dan Lingkungan; Obat hewan harus mempunyai Efikasi atau Kemanjuran sesuai dengan tujuan penggunaannya; Obat hewan harus mempunyai Kualitas sesuai dengan standar produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah produk obat hewan dikatakan dijamin oleh Pemerintah adalah karena telah memenuhi persyaratan baik secara administrasi dan melalui penilaian oleh Panitia Penilai Obat Hewan (PPOH) dan Komisi Obat Hewan (KOH). Secara Teknis obat hewan harus sesuai dengan formulasi dan tujuan penggunaannya dan secara Kualitas telah melalui pengujian di Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan mengapa keberadaan obat hewan ilegal sulit diberantas. Yaitu karena: 1) Harga obat hewan ilegal lebih murah karena tidak melewati prosedur birokrasi yang benar, 2) Obat hewan ilegal lebih cepat laku, karena tanpa melalui proses pendaftaran yang katanya lama dan rumit, dan 3) Klaim penggunaan (indikasi) yang bombastis dan memukau sehingga menarik peternak untuk menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa Bahayanya Obat Hewan Ilegal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan obat hewan ilegal dapat membahayakan, karena selain obat ini tidak dijamin oleh Pemerintah, isinya juga tidak diketahui karena tidak melalui proses pengujian di Laboratorium sehingga khasiatnya patut dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih luas bahaya penggunaan obat hewan ilegal dapat dijabarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Berbahaya terhadap hewan, artinya penggunaan obat jenis tertentu mungkin dapat mencederai hewannya. Sebagai contoh penggunaan obat pada ternak babi yang bertujuan untuk menghilangkan perlemakan pada dagingnya. Obat untuk membuat daging “lean meat” menyebabkan efek gangguan jantung pada ternaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahaya bagi manusia, obat hewan ilegal tidak hanya yang tidak terdaftar ettapi juga yang dilarang penggunaannya. Sebagai contoh penggunaan antibiotik Chloramphenicol yang residunya dapat bertahan lama berada di daging, telur dan susu produk ternak. Kalau produknya dikonsumsi manusia dapat menyebabkan Anemia, Blue Baby Syndrome, dan gangguan pembentukan sumsum tulang. Contoh lain penggunaan hormon Diethyl Stilbesterol (DES) pada ternak yang dapat memicu pertumbuhan kanker pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahaya mengganggu ekosistem/lingkungan. Contohnya adalah penggunaan obat supaya kapas tidak di serang oleh serangga tetapi akibatnya musnah kupu-kupu yang bertugas melakukan penyerbukan. Dampaknya pohon-pohon tidak berbuah dan berbunga. Contoh lainnya adalah terlalu banyak diberikan antibiotik pada ternak yang efeknya seperti telah dijelaskan sebelumnya berupa meningkatnya residu antibiotik pada produk hewan tersebut. Dampak lebih jauhnya adalah akibat tekanan yang tinggi, kuman menjadi resisten terhadap antibiotik golongan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahaya bagi Negara, karena mengurangi pendapatan negara karena obat hewan ilegal termasuk barang selundupan dan tidak membayar pajak bea masuk. Selain itu OH ilegal juga membahayakan pegawai Karantina dan Bea Cukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahaya karena membohongi masyarakat, misalnya antibiotik Tetracyclin digunakan sebagai Feed Additive/Growth Promotor. Contoh lain adalah bahan baku obat hewan dijadikan obat hewan yang dikenal oleh kalangan peternak dengan istilah obat “Pure” atau murni. Padahal bahan baku obat harus diproses dahulu untuk menjadi obat hewan. Namun dengan tipu muslihat, para penjual obat hewan ilegal menawarkan obat murni atau “Pure” kepada Peternak dengan harga yang jauh lebih murah dan khasiatnya katanya jauh lebih baik. Sebenarnya kalau logika peternak mau jalan sedikit, sama saja dengan memberi makan manusia dengan beras yang belum diolah menjadi nasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana mengurangi peredaran obat hewan ilegal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbagai langkah bisa dilakukan oleh pihak terkait untuk mengurangi peredaran obat hewan ilegal. Adanya pengawasan oleh Kementerian Pertanian dan pemberian sanksi dan hukuman yang berat bagi pelanggar dapat memberikan efek jera bagi pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Pemerintah juga harus lebih menyederhanakan proses pendaftaran obat hewan dan mempercepat pelayanan, sehingga mitos proses registrasi OH itu lambat dan susah bisa hilang pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edukasi kepada peternak juga harus terus dilakukan akan bahaya penggunaan obat hewan Ilegal, khususnya melalui peran aktif ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) dan media massa pendukung industri peternakan. Peran aktif media salah satunya dengan tidak memasang iklan obat hewan ilegal. Dan ciri khusus obat hewan bisa dikatakan ilegal adalah tidak disertai no registrasi pada etiket kemasannya. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah&lt;br /&gt;Ketua Dewan Kode Etik ASOHI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-4933544286428978755?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/4933544286428978755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/10/hati-hati-bahaya-obat-hewan-ilegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4933544286428978755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4933544286428978755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/10/hati-hati-bahaya-obat-hewan-ilegal.html' title='HATI-HATI BAHAYA OBAT HEWAN ILEGAL'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3Iv_jlPdRhM/Tpct16vJXgI/AAAAAAAAAjI/1JY51JRe1V4/s72-c/obat%2Bhewan%2Bilegal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-3288342847547216765</id><published>2011-10-13T02:22:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T06:34:15.194-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bambang suharno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='infovet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peternakan'/><title type='text'>Keputusan Setengah Hati  (Bambang Suharno )</title><content type='html'>&lt;p&gt;Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mengalir menjadi jernih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak (mengalir), kan keruh menggenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………(Imam Syafii)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saja selesai membaca sebuah novel best seller berjudul Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi yang konon kabarnya akan segera diangkat ke layar lebar. Kalimat indah di atas saya kutip dari salah satu halaman di buku tersebut. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel yang berbasis pada kisah nyata ini, berkisah tentang Alief Fikri, seorang anak baru lulus Madrasah Negeri setingkat SMP di sebuah desa di Maninjau, Sumatera Barat. Ia lulus dengan nilai terbaik di sekolahnya. Nilai yang diraihnya adalah tiket untuk mendaftar ke SMA terbaik di Bukittinggi. Tiga tahun ia diperintahkan orang tuanya untuk sekolah agama, sudah waktunya baginya untuk masuk ke jalur non agama. Setelah selesai SMA ia berniat meneruskan ke UI atau ITB dan selanjutnya ke Jerman seperti Habibie. Kala itu tahun 1980an Habibie adalah idola anak muda. Habibie adalah “motivator” bagi anak-anak muda untuk tidak kalah cerdas dengan bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat impian masuk SMA Negeri terbaik sudah ada di genggaman tangan, orang tuanya yang juga seorang guru, bersikeras meminta Alief meneruskan ke sekolah agama. “Engkau harus menjadi tokoh agama yang hebat seperti Buya Hamka,” ujar ibundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi saya tidak berbakat dengan ilmu agama. Saya ingin menjadi insinyur dan ahli ekonomi,” tangkis Alief sengit. Mukanya merah dan matanya terasa panas. Hari itu adalah pertama kalinya Alief bersitegang dengan orang tua yang disayanginya. Selama ini ia sangat patuh pada Ibundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menjadi pemimpin agama lebih mulia daripada insinyur nak,” tegas Ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi aku tidak mau,” Alief bersikeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pokoknya Ibu tidak rela Alief masuk SMA,” ibunya tak kalah keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan makin memuncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang menginjak remaja ini pada posisi yang tanpa pembela. Ayahnya tidak ikut bersitegang, tapi secara halus menyarankan agar menuruti saja apa maunya ibunda. Alief masuk kamar dan membanting pintu. Selama tiga hari ia mogok bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian datanglah surat dari paman Gindo yang sedang menuntut ilmu di Timur Tengah. Selama ini Paman Gindo adalah salah satu yang sering memberi banyak pengetahuan dan wawasan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya punya banyak teman di Mesir yang lulusan Pondok Madani di Jawa Timur. Mereka pintar pintar. Bahasa Inggris dan Arabnya sangat fasih. Di Pondok Madani itu mereka tinggal di asrama dan diajarkan disiplin untuk bisa berbahasa asing tiap hari. Kalau tertarik, mungkin sekolah ke sana bisa menjadi pertimbangan………”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, dalam kegalauan pikiran, Tuhan sepertinya mengirimkan jalan tengah. Usul paman Gindo di Timur Tengah sama dengan kehendak Ibundanya, masuk sekolah agama. Bedanya, ini harus merantau ke Jawa dan mempelajari bahasa asing yang sangat menarik baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alief memberanikan diri keluar dari kamar. “Ibu, kalau memang harus sekolah agama, saya ingin masuk ke Pondok di Jawa saja. Saya tidak mau di Bukittinggi atau Padang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang tuanya yang berada di ruang tamu menoleh. Sejenak timbul keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa sudah dipikirkan masak –masak?” tanya ayahnya menyelidik. Sepertinya dia terkejut mendengar keputusan anak belianya yang sangat dramatis; merantau ke Pulau Jawa. Padahal selama ini perjalanan paling jauh hanya ke Kota Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah ayah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau itu memang maumu, kami lepas dengan berat hati,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar persetujuan orang tuanya, bukannya gembira, tapi ada rasa nyeri yang aneh bersekutu di dadanya. Ini bukan pilihan utama. Bahkan sesungguhnya ia sendiri belum yakin betul dengan keputusan itu. Ini keputusan setengah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, keputusan setengah hati. Dalam saat tertentu, kadang kita perlu mengambil keputusan dalam suasana batin yang ragu. Itu sebabnya cerita ini saya kutip. Setidaknya untuk pelajaran dari kita mengenai makna sebuah keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, tidak selamanya kita dapat mengambil keputusan dalam suasana batin dan pikiran yang tenang. Yang terjadi adalah situasi serba mengkhawatirkan dan kita dituntut mengambil keputusan segera. Bagi saya, keputusan Alief dalam novel ini sangat bermakna. Secara tidak sengaja ia mengurung diri di kamar, yang sejatinya mencoba mencari ketenangan. Dalam situasi ini, apa yang akan terjadi dapat memberi inspirasi untuk mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dalam kesulitan itu, Tuhan mengirim bantuan. Antara lain datangnya surat Paman Gindo di Timur Tengah. Dan Bismillah, keputusan pun ia ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam novel ini, keputusan setengah hati untuk pergi menuntut ilmu ke “negeri seberang” di kemudian hari sangat ia syukuri, karena di pondok Madani itulah ia mendapatkan pengalaman belajar yang sangat luar biasa, yang kemudian membawa kesuksesan bagi Alief, si tokoh utama. Seakan-akan petuah “merantau” yang saya kutip di awal tulisan ini telah ia laksanakan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan, betapa banyak calon mahasiswa harus memilih jurusan yang bukan impiannya, yang kemudian ternyata itulah yang membawanya pada dunia sukses. Tak sedikit pula, keputusan untuk mengambil pekerjaan tertentu dalam keadaan bimbang, tapi kemudian ternyata itulah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda pernah mengambil keputusan bimbang, ambillah tanggungjawab atas keputusan itu. Kelak kemudian hari, anda akan bersyukur atas apa yang telah anda putuskan. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email: bambangsuharno@telkom.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telat terbit buku kumpulan refleksi “Jangan Pulang Sebelum Menang”. Dapatkan di Gramedia, atau pesan ke GitaPustaka, telp: 021.7884 1279.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-3288342847547216765?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/3288342847547216765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/10/keputusan-setengah-hati-bambang-suharno.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3288342847547216765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3288342847547216765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2011/10/keputusan-setengah-hati-bambang-suharno.html' title='Keputusan Setengah Hati  (Bambang Suharno )'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-8583631836377872435</id><published>2010-11-25T08:00:00.000-08:00</published><updated>2011-10-13T06:50:27.050-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekbis'/><title type='text'>Bisnis Unggas Pasca Lebaran SAMPAI KAPAN HARGA BERTAHAN DI ATAS LANGIT ?</title><content type='html'>oleh: Samhadi (Penulis adalah pengamat perunggasan)&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6LI0JXOBI/AAAAAAAAAio/F9kwjCMy9mI/s1600/1460997704p.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6LI0JXOBI/AAAAAAAAAio/F9kwjCMy9mI/s400/1460997704p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543521174892787730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seorang&lt;/span&gt; pemilik warung makan ayam bakar mengeluh lantaran harga ayam di pasar terasa sangat mencekik leher kaum usaha warung makan. ”Baru kali ini saya mengalami situasi yang sangat sulit,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ya, dalam beberapa bulan terakhir para ibu rumah tangga dan juga pengusaha kuliner harus pandai-pandai menyiasati melambungnya harga ayam di pasaran. Di Jakarta dan sekitarnya harga ayam bisa lebih dari 23 ribu/ekor ayam ukuran 0,7 kg. Katakanlah harga Rp 20.000/ekor, dipotong menjadi 4 bagian, maka modal satu potong sudah Rp 5.000, padahal ia harus menjual paling mahal Rp&lt;/p&gt; &lt;p&gt; 7.0&lt;/p&gt; &lt;p&gt;00/potong. Ada selisih 2 ribu untuk beli bumbu, minyak, gas, listrik, dan tenaga kerja, yan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;g secara &lt;/p&gt; &lt;p&gt;hitung-hitungan kasar sudah pasti warung tersebut menanggung kerugian. Bagi warung makan, bahan baku utama wajarnya adalah 50% dari harga jual, jadi kalau harga jual Rp 7.000 berarti harga ayam maksimal Rp 3.500/potong.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mungkin itulah resiko bisnis. Pergerakan harga ayam di tingkat peternak beberapa bulan terakhir memang mencengangkan. Sumber di Pusat Informasi Pasar (Pinsar Unggas) mencatat rekor harga tertinggi sepanjang sejarah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Persisnya sejak bulan Juni 2010 lalu, harga broiler dan telur menunjukkan angka ”biru” yang berarti peternak bisa menikmati hasil usahanya berupa keuntungan yang fantastik. Di pasar Jabodetabek, pada minggu kedua bulan Agustus 2010 harga broiler hidup (&amp;gt; 1,6 kg) mencapai Rp 17.000/kg, di Medan Rp 18000/kg, dan Surabaya Rp 16.800/kg. Demikian juga harga telur, utamanya di Jabodetabek, rekor baru harga telur di tingkat peternak terpecahkan hingga Rp 14.000/kg, yang dicapai pada lima hari menjelang lebaran.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Catatan perkembangan harga jual komoditas unggas nasional tersebut bukan begitu saja tanpa tekanan. Tingginya harga di tingkat peternak tentu berimbas pada harga di tingkat konsumen. Harga daging broiler yang saat itu mencapai Rp 35.000/kg dari biasanya hanya Rp 23.000/kg, sempat menjadi bulan-bulanan pemberitaan media umum sebagai salah satu biang tingginya inflasi nasional. Situasi ini mengarahkan pemerintah untuk mempertanyakan hal ini kepada peternak sebagai produsen. Yang secara implisit, pemerintah menekan secara psikologis, agar peternak segera menurunkan harga broiler.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Efek tekanan dari pemerintah ini, sempat menjadi polemik di antara peternak. Ada yang menyetujui untuk menurunkan harga dengan alasan berisiko kran impor bisa dibuka. Sedang yang menentang cukup dengan logika : ”Bukankah enam bulan ini, kita rugi. Apa salahnya saat ini untuk mengembalikan modal?” seloroh salah satu peternak di Tangerang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mengungkap apa sesungguhnya penyebab meroketnya harga broiler dan telur beberapa bulan terakhir, cukup banyak variabel yang menyebabkannya. Hasil penelusuran penulis menunjukkan, menguatnya harga broiler dan telur mulai berlangsung pasca ajang Sarasehan Pelaku Bisnis Unggas Nasional di Bogor Mei 2010. Dimana salah satu isu panas yang dibahas adalah soal produksi DOC atau bibit yang dianggap jumlahnya sudah melebihi daya serap di pasar broiler dan telur. Pertemuan tersebut meski dominan diikuti peternak broiler merupakan puncak ”emosi” peternak terhadap situasi pasar yang terus mengurung mereka dalam kerugian.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kembali ke masa pasca lebaran tahun 2009 lalu, tentu hampir semua peternak unggas di Tanah Air masih ingat betul betapa harga komoditas unggas baik broiler dan telur saat itu begitu terpuruk. Klimaksnya harga broiler pada Januari 2010 sempat terjungkal di level Rp 7.000/kg, sementara telur pernah beberapa kali meluncur di harga Rp 8.900/kg. Menjadi ironi yang menyesakkan, kondisi tersebut terjadi di tengah prestasi makroekonomi nasional tahun 2009 yang dinilai mengagumkan : lolos dari krisis keuangan, inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen dan cadangan devisa yang terus melewati angka 70 milyar dolar US. Dan inilah yang menjebak kalangan industri perunggasan yang terus melakukan ekspansi di tahun 2010.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Didorong rekomendasi dari hasil sarasehan tersebut, agaknya kalangan pembibit merespon untuk mengurangi produksi bibit. Walaupun dari sisi mereka, harga bibit juga ikut terpuruk selama masa krisis harga ayam dan telur. Nampak jelas, di bulan Juni 2010 harga broiler dan telur mulai terangkat pada level yang menggembirakan peternak. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Uraian Performa Harga Broiler maupun Telur Pra-Lebaran  dan Pasca Lebaran selengkapnya baca majalah Infovet edisi Oktober 2010, pemesanan dan berlanggananan &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;klik disini&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-8583631836377872435?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/8583631836377872435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/bisnis-unggas-pasca-lebaran-sampai.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8583631836377872435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8583631836377872435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/bisnis-unggas-pasca-lebaran-sampai.html' title='Bisnis Unggas Pasca Lebaran SAMPAI KAPAN HARGA BERTAHAN DI ATAS LANGIT ?'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6LI0JXOBI/AAAAAAAAAio/F9kwjCMy9mI/s72-c/1460997704p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2443179380118117021</id><published>2010-11-25T07:50:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T08:00:10.644-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekbis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>PROGRAM PSDS 2014 BELUM FOKUS,DUKUNGAN PEMDA KURANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6H3UHfY8I/AAAAAAAAAig/JTvD5AJExbw/s1600/IMG_1421.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 272px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6H3UHfY8I/AAAAAAAAAig/JTvD5AJExbw/s400/IMG_1421.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543517575702340546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemerintah&lt;/span&gt; perlu lebih selektif menentukan prioritas kegiatan untuk mencapai swasembada daging sapi pada 2014. Dengan anggaran terbatas, seharusnya pemerintah fokus pada kegiatan yang paling berkontribusi pada peningkatan populasi sapi potong di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano, Kamis (30/9) di Jakarta, pada seminar “Peluang dan Tantangan Investasi Peternakan Sapi dalam Rangka Swasembada Daging 2014”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lima kegiatan operasional cukup, tidak perlu harus menjalankan 13 kegiatan yang dicanangkan, apalagi dengan anggaran terbatas,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joni menjelaskan, untuk mencapai swasembada daging sapi dan kerbau pada 2014, dalam kurun waktu 2010-2014 dibutuhkan dana Rp 17,4 triliun atau rata-rata Rp 3,5 triliun per tahun. Padahal, tahun ini Kementerian Pertanian hanya mengalokasikan anggaran Rp 575,29 miliar.&lt;br /&gt;Dana Rp 17,4 triliun itu dibutuhkan untuk meningkatkan populasi sapi, dari saat ini 12,6 juta ekor menjadi 14,23 juta ekor pada 2014. Produksi daging sapi diharapkan mencapai 420.000 ton pada 2014. Tahun 2009 produksi daging sapi hanya hanya 250.810 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joni Liano juga memberikan catatan khusus untuk pelaksanaan Program PSDS 2014 ini yaitu program swasembada daging sapi ini harus bertujuan jangka panjang dan oleh karenanya harus dilaksanakan dengan prinsip utama adanya keberlanjutan dan kesinambungan (sustainability)&lt;br /&gt;“Fokus percepatan program swasembada daging sapi harus tertuju pada pertumbuhan populasi sapi lokal, khususnya betina produktif untuk indukan, dan bukan pada pembatasan impor sapi bakalan untuk penggemukan,” kata Joni menekankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu program swasembada daging sapi harus tetap mengedepankan dan memperhatikan keseimbangan supply-demand dan kecukupan daging sapi nasional. Serta adanya kesetaraan dan keadilan perlakuan pengenaan kebijakan Pemerintah atas usaha berbasis impor dengan proses pertambahan nilai seperti feedlot dan atas usaha berbasis impor tanpa proses pertambahan nilai seperti  importir dan distributor daging ex impor. Sehingga pada akhirnya program swasembada daging sapi ini bisa meningkatkan kesejahteraan peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala Teknis Masih Mengintai&lt;br /&gt;Dari 13 kegiatan yang tercantum dalam cetak biru peternakan sapi dalam rangka Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014, menurut Joni, ada lima kegiatan yang paling banyak memberi kontribusi pada peningkatan populasi sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima kegiatan itu adalah optimalisasi inseminasi buatan dan kawin alam, pengembangan usaha pembiakan dan penggemukan sapi lokal, penyelamatan sapi betina produktif, pengembangan pembibitan sapi potong melalui village breeding center, serta kegiatan operasional lain yang menambah populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mantan Dirjen Peternakan Soehadji, program PSDS 2014 tidak didukung data populasi sapi yang akurat. Dampaknya, program yang dijalankan menjadi bias serta konsistensi dan komitmen program sulit dipegang. Ketidakkonsistenan itu, kata Soehadji, antara lain tampak dari kebijakan impor sapi dan daging sapi ilegal. Ini akibat dari tidak paham dalam pengaturan dan penghitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soehadji mencontohkan beberapa langkah teknis operasional yang menghambat Program Swasembada Daging (2010) yang gagal sebelumnya. Diantaranya adalah optimalisasi Akseptor program Inseminasi Buatan (IB) dan Kawin Alam (KA) sulit dicapai. Misalnya keberhasilan IB di 15 Kabupaten Jawa Barat tahun 2003 (61,37%), 2004 (53,81%), 2005 (55,43%) dan 2006 (71,59%) dari target 70 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu masih sulitnya pencegahan pemotongan hewan betina produktif di Rumah Potong Hewan (RPH) karena pertimbangan ekonomi peternak. Hal ini perlu dicarikan solusi terobosan dengan menyediaan dana, pembelian sapi betina bunting atau melibatkan peranan perbankan.&lt;br /&gt;Di sisi lain, menurut Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Tjeppy D Soedjana yang membuka seminar dan hadir mewakili Menteri Pertanian, banyak pemerintah daerah yang tidak mendukung program swasembada daging sapi. Hal ini imbas dari otonomi daerah, yang membuat peran pemerintah pusat relatif lemah. “Pemda bahkan terus meminta dana APBN, padahal dana dekonsentrasi yang masuk ke daerah mencapai 80 persen,” kata Tjeppy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;............selengkapnya baca majalah Infovet edisi Oktober 2010, pemesanan dan berlanggananan &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2443179380118117021?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2443179380118117021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/program-psds-2014-belum-fokusdukungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2443179380118117021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2443179380118117021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/program-psds-2014-belum-fokusdukungan.html' title='PROGRAM PSDS 2014 BELUM FOKUS,DUKUNGAN PEMDA KURANG'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6H3UHfY8I/AAAAAAAAAig/JTvD5AJExbw/s72-c/IMG_1421.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-6857768479420892610</id><published>2010-11-25T07:40:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T07:50:05.771-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Kongres X ISPI Swasembada Daging Menjadi Isu Utama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6FD_5EM2I/AAAAAAAAAiY/MvLv51lGBnY/s1600/PA050160.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6FD_5EM2I/AAAAAAAAAiY/MvLv51lGBnY/s400/PA050160.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543514495076545378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bulan Oktober 2010 ini dua organisasi besar menyelenggarakan Kongres, yaitu ISPI (Ika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tan Sarjana Peternakan Indonesia) dan PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia). ISPI menyelenggarakan kegiatan kongres di Hotel Singgasana, Makassar pada 4-7 Oktober, sedangkan PDHI di Hotel Gumaya Semarang pada.  Saat tulisan ini disusun, kongress ISPI baru saja usai, sedangkan PDHI baru akan memulai Kongresnya. Mengingat kami diburu deadline, kami memutuskan liputan ISPI dimuat pada edisi Oktober ini, sedangkan liputan Kongress PDHI akan dimuat pada edisi Nopember mendatang. Selamat membaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Makasar&lt;/span&gt; diserbu Sarjana Peternakan, demikian judul sebuah artikel di kompasiana.com. Tanggal 4-7 Oktober ini kota Makasar Sulsel, memang dipenuhi dengan aktivitas para tokoh sarjana peternakan dari berbagai wilayah Indonesia. Mereka hadir memenuhi sebuah hajat besar yaitu kongres ke-10 Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI). Para istri sarjana peternakan pun ikut hadir dalam acara akbar ini, karena mereka juga memiliki organisasi bernama Ikatan Istri Sarjana Peternakan Indonesia (IISPI) yang melaksanakan Kongres yang ke-6..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua pengurus cabang ISPI yang berjumlah 34 cabang hadir ke Makasar. Demikian pula para tokoh senior ISPI, baik pejabat, mantan pejabat, tokoh intelektual maupun pengusaha. Mereka antara lain Erwin Soetirto (mantan Dirjen Peternakan), Soepodo Budiman, Baroto Suranto, Don P Utoyo, Prof. Kusuma Diwyanto, Prof Muladno, Prof. Zaenal Bachrudin, Nurendro Trikesowo, Aprilani Purwanto dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian awal kegiatan dimulai dengan kampanye gizi, diselenggarakan ISPI dan IISPI bekerjasama dengan Ibu-ibu dari tim penggerak PKK Provinsi Sulsel. Dilaksanakan pada hari senin 4 Oktober 2010 bersama murid-murid SD Kera-Kera Tamalanrea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya jam 16-18 dilaksanakan acara Pra Kongres yang berisi paparan Ketua Umum Ispi 2006-2010 Yudhi Guntara Noor mengenai berbagai persiapan yang telah dilakukan dalam menyukseskan Kongres ke-10, mulai dari rancangan Tata Tertib Sidang, proses pemilihan pimpinan sidang, rekomendasi ISPI serta proses pemilihan Ketua Umum. Acara ini dipandu oleh Dr Rochadi Tawaf, salah satu Ketua PB ISPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dilanjutkan dengan kunjungan ramah tamah ke rumah Dinas Ketua DPRD Sulsel M Roem yang diikuti oleh semua pengurus PB ISPI, IISPI, delegasi Pengurus Cabang serta para wartawan. Acara ini berlangsung hingga jam 10 waktu setempat. Pagi harinya tanggal 5 dilakukan seminar tentang perbibitan sapi potong dan kemudian acara pembukaan Kongres oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kongres X ini, pelaksanaan kegiatan diserahkan kepada Pengurus Cabang ISPI Sulsel dimana Prof Jasmal A. Syamsu bertindak sebagai Ketua Panitia.Kegiatan Kongres yang dipusatkan di Hotel Singgasana Makassar ini mengusung tema “Menggalang Profesionalisme Sarjana Peternakan dalam Pembangunan Nasional”. Para peserta merupakan perwakilan dari Pengurus Besar dan Pengurus Cabang ISPI Seluruh Indonesia. Selain itu juga ada utusan dari dinas peternakan provinsi dan kabupaten/kota, beberapa organisasi peternakan dan kesehatan hewan, forum pimpinan perguruan tinggi peternakan Indonesia dan mahasiswa peternakan, serta para sponsor yang terdiri dari perusahan dan industri peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;............selengkapnya baca majalah Infovet edisi Oktober 2010, pemesanan dan berlanggananan &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-6857768479420892610?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/6857768479420892610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/kongres-x-ispi-swasembada-daging.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6857768479420892610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6857768479420892610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/kongres-x-ispi-swasembada-daging.html' title='Kongres X ISPI Swasembada Daging Menjadi Isu Utama'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6FD_5EM2I/AAAAAAAAAiY/MvLv51lGBnY/s72-c/PA050160.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-5783080783904960888</id><published>2010-11-25T07:28:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T07:40:14.314-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>DELAPAN WINDU FKH UGM YOGYAKARTA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Peran Dokter He&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6DAiKlXJI/AAAAAAAAAiQ/fSmG-amwpRc/s1600/Kampus-FKH-UGM.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 258px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6DAiKlXJI/AAAAAAAAAiQ/fSmG-amwpRc/s400/Kampus-FKH-UGM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543512236534094994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;wan saat ini diperlukan untuk mewujudkan kesejahteraan Masyarakat yang berwawasan lingkungan. Berikut paparan Prof Dr Drh Bambang Sumiarto SU MSc, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) dalam rangka memperingati 8 windu FKH UGM Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Usia&lt;/span&gt; Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada sudah menginjak delapan windu (64 tahun), yang berdiri berdasarkan SK Menteri Kemakmuran RI No. 1280/a/Per. tanggal 20 September 1946. Sedangkan Universitas Gadjah Mada sendiri diresmikan 19 Desember 1949 oleh Pemerintah RI yang kala itu bernama Universiteit Negeri Gadjah Mada. Dahulu, nama FKH disebut Pendidikan Kedokteran Hewan Tinggi (PKHT) berkedudukan di Klaten yang merupakan kelas paralel dengan PKHT di Bogor dan mahasiswanya masih tercatat 12 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan waktu, kini orientasi FKH UGM menuju Fakultas berkelas internasional serta berperan serta dalam kegiatan riset dan pengabdian masyarakat menghadapi mewabahnya penyakit hewan lintas batas yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti AI. Kerjasama dengan luar negeri masih terkonsentrasi pada MoU yang telah terjalin dengan delapan Universitas di Queensland, Jepang, Australia, Malaysia, Korea, Jerman dan RRC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tataran internasional disepakati bahwa hampir sebagian besar negara berkembang termasuk Indonesia, perlu memperbaiki sistem pendidikan Kedokteran Hewannya. Oleh karenanya, OIE menyarankan agar negara berkembang melakukan refokus kurikulum dan perbaikan standar kompetensi. Perguruan tinggi harus mengembangkan strategi reformasi untuk menyesuaikan dan mengemas kurikulumnya sedemikian rupa untuk mempertahankan kualitas pendidikan dan memperkuat praktek-praktek kesehatan hewan yang relevan dengan sistem budidaya ternak dan ekosistem hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks tren baru dan masa depan industri peternakan, dibutuhkan kurikulum yang lebih terfokus pada kemampuan praktek dan mengembangkannya ke bidang-bidang surveilans, epidemiologi, kesehatan, produksi, manajemen ekonomi dan bisnis. Oleh sebab itu, paradigma pembelajaran SCL (Student Centered Learning) dengan PBL (Problem Based Learning) mulai dilaksanakan tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Tahun Akademik 2010/2011, FKH UGM mengelola 1085 mahasiswa, terbagi atas S-1 reguler 670 orang, PPDH 348 orang, S2 sebanyak 81 orang (2 orang dari Libya), S3 sebanyak 36 orang (1 orang dari Irak) dan S1 swadaya 43 orang. Tiap tahun peminat pendaftar mengalami peningkatan. Tahun ajaran 2010/2011, jumlah peminat 2031 orang dan diterima 214 orang, sedang yang mendaftar ulang 197 orang (92 %). Dari jumlah ini, sebanyak 172 orang memilih FKH UGM sebagai pilihan pertama. Yang sungguh membanggakan, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada wisuda terakhir (Agustus 2010) rata-rata mencapai 3,02 (tertinggi 3,90) dan lulusan tercepat 4 tahun 1 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan tidak akan berhasil jika kualitas dosen tidak berkualitas. Sampai akhir Juli 2010, FKH UGM memiliki 43 dosen (52,4 %) bergelar Doktor yang 11 orang di antaranya Guru Besar atau Profesor (13,4 %), bergelar S2 sebanyak 36 orang (43,9 %) yang 15 orang di antaranya mengikuti pendidikan S3 (18,3 %), bergelar profesi 3 orang (3,7 %) dan harus sudah menyelesaikan S2 pada tahun 2012 sesuai tuntutan UU Guru dan Dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga kependidikan sebagai salah satu pilar pendukung berlangsungnya proses pembelajaran dan pelayanan administrasi yang baik dan bermutu, terus ditingkatkan kualitasnya. Tahun 2010, FKH UGM tercatat memiliki tenaga kependidikan berstatus PNS sebanyak 92 orang dan 17 orang honorer SK Dekan. Tuntutan terhadap penyediaan tenaga pendidik dan kependidikan terutama untuk mendukung operasional laboratorium  yang akan didirikan dan pengembangan pelayanan Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi, yang disikapi dengan proses rekrutmen tenaga baru yang akan diselenggarakan bulan November 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pengembangan dan pemberdayaan Senat Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), sampai 31 Juli 2010 FKH UGM telah memfasilitasi terselenggaranya 97 program kerja yang mendapat dukungan dana dari fakultas dan iuran Persatuan Orang Tua Mahasiswa (POTMA) serta pihak lain yang tidak mengikat (sponsor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan untuk mahasiswa berprestasi, mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu terus diupayakan ketersediaannya melalui pendanaan UGM, fakultas dan sumber lain yang sesuai dengan misi pendidikan. Data mahasiswa FKH UGM yang mendapatkan beasiswa 267 orang (SPP/BOP), 149 orang (PPA), 14 orang (pegawai FKH UGM), 76 orang (BBM), 41 orang (Supersemar), 3 orang (Tanoto Foundation), 1 orang (PT BTN), 19 orang (Yayasan Karya Salemba Empat), 1 orang (Bank Mandiri), 1 orang (Dinas Pendidikan DIY) dan lain-lain. Di samping itu juga ada beasiswa Bantuan Khusus Mahasiswa bagi mahasiswa Sumatera Barat yang terkena musibah gempa pada tahun 2010, diberikan berupa pembebasan SPP dan BOP selama satu tahun untuk mahasiswa S1 dan keringanan biaya SPP 50 % untuk satu semester atau 25 % untuk satu semester berikutnya bagi mahasiswa pascasarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama nasional dengan Radio Republik Indonesia dalam bincang-bincang sore mewujudkan 53 episode mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat. Begitu juga kerja bareng dengan koperasi, Pemda Kalimantan Selatan, Riau, dan perusahaan swasta dalam bentuk program penelitian, pendidikan dan pemagangan telah menghasilkan kinerja positip. Fasilitasi proses rekrutmen lulusan oleh pengguna lulusan merupakan komitmen FKH UGM untuk memberikan pelayanan kepada lulusan agar memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keinginannya. Sampai saat ini, FKH UGM telah memfasilitasi 106 penawaran lowongan pekerjaan bagi lulusannya baik dari perusahaan swasta nasional, internasional, dinas pemerintah dan TNI/POLRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumnus FKH UGM tersebar hampir di seluruh propinsi yang ada di Indonesia dan luar negeri. Data dokter hewan praktisi alumnus di luar negeri yang bekerja di Malaysia 7 orang, Brunei Darusalam 4 orang, Vietnam 6 orang, AS 1 orang dan Afrika 1 orang. Peran alumnus untuk memberikan kontribusi terhadap kualitas lulusan dan pengembangan institusi serta dalam meningkatkan minat masyarakat untuk melanjutkan studi di FKH UGM sangatlah penting. Untuk itu FKH berupaya terus memperbaiki kualitas hubungan dan komunikasi dengan alumnus secara terus menerus lewat GAMAVET (Gadjah Mada Veterinarian) yang berdiri sejak Kongres PDHI di Lombok beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi merupakan RSH Pendidikan, unit pelayanan masyarakat dan RSH rujukan, yang dibuka 5 Agustus 2009. Hingga Agustus 2010 telah melaksanakan pelayanan sebanyak 3976 pasien dan 450 pasien rawat inap. Pasien terdiri atas anjing 1645 ekor, kucing 1768 ekor, kelinci 279 ekor, burung 90 ekor, kambing 4 ekor, sapi 14 ekor dan hewan lain (hamster, kura-kura, ayam, musang, monyet, ular, tupai, tokek, iguana) sebanyak 176 ekor. Pemasukan keuangan sampai akhir Agustus 2010 mencapai 547, 460 juta rupiah. Untuk melengkapi bacaan mendapat sumbangan 45 judul buku serta membangun Theatre Elisa Nugroho mendapat suntikan dana 225 juta dari drh. Elisa Nugroho. Di samping itu drh Ali Usman dari PT Biotek Saranatama menyumbangkan 200 juta rupiah untuk membangun ruang periksa VIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden RI pertama Ir. Sukarno pada saat meresmikan UGM, pernah berpesan: Kutitipkan Universitas ini sebagai pemersatu bangsa. Usia FKH UGM boleh saja tua, tetapi sikap dan watak para pendidik jangan terpecah-belah. Sangat disayangkan keberhasilan dan kebesaran FKH UGM tidak diikuti oleh kebesaran hati beberapa dosen. Terbukti dari pantauan Infovet pada acara Dies 64 tahun FKH UGM tidak diikuti oleh dosen senior termasuk beberapa Guru Besar yang menjadi kebanggaan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan para pakar ini mau bersatu-padu. Apakah mereka tidak sadar, bisa menjadi Dokter Hewan hingga menjadi dosen karena jasa FKH UGM? Di samping itu informasi atau undangan yang disampaikan kepada para alumnus tidak dikirim via surat ke masing-masing instansi melainkan hanya lewat SMS sehingga pesta akbar temu kangen alumnus yang seharusnya dihadiri lebih banyak tamu undangan menjadi kurang semarak. Mungkinkah GAMAVET bisa menjembatani semua ini? Tugas mulia bagi para civitas akademika termasuk para alumninya yang tergabung dalam GAMAVET untuk mempersatukan penyimpangan sesuai keinginan Sukarno. (red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-5783080783904960888?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/5783080783904960888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/delapan-windu-fkh-ugm-yogyakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5783080783904960888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5783080783904960888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/delapan-windu-fkh-ugm-yogyakarta.html' title='DELAPAN WINDU FKH UGM YOGYAKARTA'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO6DAiKlXJI/AAAAAAAAAiQ/fSmG-amwpRc/s72-c/Kampus-FKH-UGM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-3961283667388612239</id><published>2010-11-25T07:16:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T07:27:54.008-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>BAGI-BAGI TELUR DI PERINGATAN HARI TELUR SEDUNIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO5_6MNRqMI/AAAAAAAAAiI/ftzZ2opaicA/s1600/IMG_1906.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO5_6MNRqMI/AAAAAAAAAiI/ftzZ2opaicA/s400/IMG_1906.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543508829025708226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Asosiasi &lt;/span&gt;Perunggasan baik petelur maupun pedaging di bawah koordinasi Pusat Informasi dan Pasar (Pinsar) Unggas Nasional mengkampanyekan Hari Telur Sedunia yang jatuh pada 8 Oktober 2010 di Bundaran HI, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator kampanye Hari Telur Sedunia, Ricky Bangsaratu, yang dijumpai Infovet di lokasi kampanye, Jumat (8/10), mengatakan target acara tersebut lebih menekankan agar konsumsi telur meningkat dan mempersiapkan agenda bulanan yang direncanakan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan perunggasan nasional telah jauh beranjak. Tantangan yang dihadapi juga kian beragam dan kompleks. Sampai kini, sekalipun berbagai perkembangan telah berlangsung, namun tingkat konsumsi telur per kapita nasional belum juga mencapai 5 kg. Jauh dibandingkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disebabkan masih banyak anggota masyarakat kita yang belum memiliki kesadaran penuh akan pentingnya kandungan gizi asal telur bagi kesehatan, pertumbuhan, kecerdasan anak-anak dan keluarga, serta produktifitas. Di sisi lain, dari kalangan terdidik juga masih banyak persepsi yang keliru tentang telur. Kenyataan menunjukkan sebaliknya, rokok yang mengandung racun berbahaya, tingkat konsumsinya jauh lebih tinggi dibanding dengan konsumsi telur. Hal inilah yang melatarbelakangi dilakukannya kampanye gizi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 8 Oktober, adalah hari Telur Se-Dunia (World Egg Day). Salah satu momen terbaik bagi masyarakat perunggasan, untuk mengingatkan kembali kepada sesama insan perunggasan bahwa ada tugas besar tentang peningkatan konsumsi telur nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka adalah penting bagi segenap anggota Pinsar Unggas Nasional dan seluruh stakeholder perunggasan nasional untuk terus menyatu dan melakukan aksi Kampanye Gizi. Aksi-aksi yang menciptakan simpati dan mengedukasi masyarakat agar masyarakat semakin tercerahkan akan pentingnya nilai gizi dalam produk unggas, khususnya telur. Tidak saja bagi kesehatan keluarga, tetapi juga bagi masa depan anak bangsa,” ujar Ricky Bangsaratu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye gizi lewat aksi pembagian 12.000 butir telur rebus dilaksanakan di Bundaran Hotel Indonesia dan melibatkan publik figur yang identik dengan icon kesehatan, kekuatan dan prestasi. Diantaranya adalah Rikas (L-Men of the year 2010), Hadi Yulizar (Top 5 L-Men 2007), Kris T. Lalamentik (Runner Up L-Men 2006), Davi (Binaragawan Nasional) dan Nania (Indonesian Idol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kampanye Hari Telur Sedunia ini merupakan yang pertama di Indonesia. Acara ini diperingati dunia pada tiap Jumat kedua bulan Oktober,” kata Vinca Lestari Dharmawan, Ketua Bid. Layer Pinsar yang juga panitia kampanye. Dalam kesempatan tersebut, mereka mensosialisasikan manfaat telur sebagai makanan yang aman untuk dikonsumsi. Telur adalah sumber protein terbaik dan termurah untuk anak-anak hingga orangtua dan sarapan telur bisa melangsingkan.&lt;br /&gt;Selain itu, putih telur bisa meringankan demam berdarah dan telur kaya dengan kandungan protein, energy, folat, albumin, kolin, lecithin, iron, riboflavin, niacin, magnesium, potassium, natrium, lipid, vitamin A, lutein dan zeaxanthin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kampanye yang dilakukan sebanyak 120 orang tersebut merupakan anggota asosiasi perunggasan dari Jawa, Sumatera dan Bali. Setelah acara ini akan diadakan rapat evaluasi dan jika acara ini dinilai berhasil maka kampanye akan dilakukan setiap tahun dan bisa merangkul daerah lain,” kata Ricky menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain asosiasi peternak, kampanye ini juga mendapat dukungan dari perusahaan yang bergerak dibidang perunggasan diantaranya adalah perusahaan integrator perunggasan dan produsen/distributor obat hewan. Dengan semboyan “1 Telur Sehari Anda Pasti Sehat”, diharapkan di masa mendatang kegiatan kampanye yang berlangsung secara kontinyu dan terencana akan mampu meningkatkan konsumsi telur nasional. Tidak saja untuk meningkatkan konsumsi protein hewani yang mencerdaskan anak bangsa, namun juga untuk menggerakan ekonomi rakyat, kemandirian bangsa dan ketahanan pangan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lima Manfaat Terbaik dari Telur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 5 manfaat terbaik yang didapatkan dari mengkonsumsi telur yaitu sebagai nutrisi penting karena kaya akan vitamin, mencegah penyebaran Food-Borne Phatogen E Coli, Mencegah kadar kolesterol dalam darah, sangat baik untuk kesehatan mata dan memiliki protein yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telur adalah sumber protein yang relatif murah&lt;/span&gt;. Selain itu juga telur mengandung choline, zat yang diperlukan oleh tubuh supaya tetap sehat terutama untuk perkembangan otak dan memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nutrisi penting&lt;/span&gt;, telur mengandung berbagai nutrisi penting yaitu protein, vitamin A, D, E, dan B, fosfor dan zinc. Berkadar lemak dan kalori rendah. Satu butir telur hanya mengandung 80 kal. Inilah yang membuat telur sangat disarankan saat seseorang menjalani diet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mencegah penyebaran Food-Borne Pathogen, E Coli&lt;/span&gt;. Putih telur memiliki peran yang sangat penting mencegah penyebaran bakteri. Menurut penelitian oleh peneliti di Jepang, adalah zat peptide (yang ada ditelur) yang mengikat bakteri E.Coli dan mencegah untuk bisa menyebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mencegah kadar kolesterol dalam darah&lt;/span&gt;. Tidaklah benar jika ada yang berpendapat bahwa telur meningkatkan kadar kolesterol darah. Tetapi sebaliknya menurut penelitian di Universitas Harvard, tidak ada hubungan antara penyakit kardiovaskular dan makan telur. Telur hanya mengandung 5 gram lemak dan hanya terdiri dari lemak jenuh. Tanpa mengandung lemak tak jenuh, yang memicu kenaikan kolesterol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Baik bagi mata, pada telur terdapat Lutein dan Zeaxanthin&lt;/span&gt;. Dua zat ini membantu menjaga kesehatan mata dan melindungi mata dari efek ultraviolet  sinar matahari. Selain itu juga 2 zat ini mengurangi risiko terkenanya penyakit Age-related Macular Degeneration, salah satu penyebab kebutaan bagi orang yang berusia diatas 65 tahun. Juga sudah dibuktikan bahwa dengan memakan telur, dapat mengurangi risiko penyakit katarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebagai sumber protein tinggi.&lt;/span&gt; Seperti yang sering dikatakan orang tua dulu, kalau telur sumber protein dan karena itu telur digunakan sebagai standarisasi dari sumber protein yang lain. Protein berfungsi untuk memperbaiki organ tubuh. Otot, kulit, dan organ-organ tubuh semua tersusun dari protein. Protein sendiri terdiri dari 20 zat asam amino yang berbeda-beda, dan 9 di antaranya tidak diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Telur mengandung 9 zat penting dan asam amino, yang berfungsi meningkatkan kadar protein dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makan Telur Dapat Menurunkan Berat Badan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makan telur sangat mengenyangkan terlebih lagi semua kandungan protein dan zat gizi di dalamnya terpenuhi. Makan telur 1-2 butir tiap hari membuat orang gampang merasa kenyang sehingga bisa menurunkan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa pada tahun 1979, mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher bisa mengurangi berat badannya dalam jangka waktu singkat dengan mengonsumsi 28 butir telur dalam seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan sebutir telur tiap hari mencukupi kebutuhan 20 persen konsumsi harian manusia. Sehingga setelah makan telur orang tidak perlu lagi berlebihan mengonsumsi makanan lainnya.&lt;br /&gt;Sebuah tim peneliti yang melakukan penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa orang yang makan telur memiliki hampir semua zat gizi yang lebih tinggi daripada orang yang tak mengonsumsi telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manfaat kesehatan dari telur tampak sangat besar. Sehingga mungkin tidak berlebihan jika menyebutnya makanan super. Telur merupakan makanan yang paling bergizi dari semua makanan yang ada,” kata Dr Carrie Ruxton, seorang ahli diet independen dan penulis laporan, seperti dilansir dari Dailymail, Rabu (10/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur bisa dianggap ‘makanan super’ karena selain dapat meningkatkan kesehatan juga dapat melawan obesitas. Dan menurut ahli gizi, makan telur satu butir sehari dapat menurunkan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi yang dirilis ini akan dipublikasikan pada bulan Juni dalam jurnal Nutrition and Food Science. Studi ini meneliti 71 penelitian dan bahan referensi yang memeriksa komposisi gizi telur dan perannya sebagai makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti menemukan bahwa telur tidak hanya rendah kalori, tetapi juga merupakan sumber kaya protein dan dikemas dengan zat gizi yang penting bagi kesehatan, terutaman vitamin D, vitamin B12, selenium, dan kolin. Telur adalah makanan ideal pada setiap tahap kehidupan serta mudah dimasak dan menyenangkan untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah laporan juga menegaskan bahwa diantara makanan protein, telur mengandung campuran asam amino esensial terkaya. Ini sangat penting untuk anak-anak, remaja, dewasa muda karena keseimbangan yang tepat diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan. Dalam telur juga ditemukan antioksidan yang tinggi, yang dapat membantu mencegah penuaan terkait macular degeneration yang menyebabkan kebutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok tertentu yang mendapatkan manfaat dengan makan lebih banyak telur yaitu kaum muda, pecinta daging dan orang-orang yang menghindari susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan kunci adalah bahwa telur merupakan makanan penting sumber vitamin D dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan asupan harian vitamin D. Rendahnya kadar vitamin D dikaitkan dengan sejumlah kondisi medis seperti kerusakan tulang, kanker, penyakit jantung, multiple sclerosis, gangguan kekebalan tubuh dan masalah-masalah kesehatan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan terbaru yang didanai oleh British Egg Industry Council, mengatakan bahwa satu atau dua telur sehari tidak berpengaruh pada kolesterol total bagi kebanyakan orang. Menurut Dr Ruxton, ada manfaat gizi yang nyata bila makan telur tiap hari. Bukti menunjukkan bahwa telur dapat berguna untuk mengenyangkan, mengendalikan berat badan dan juga untuk kesehatan mata. (Red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-3961283667388612239?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/3961283667388612239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/bagi-bagi-telur-di-peringatan-hari.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3961283667388612239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3961283667388612239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/bagi-bagi-telur-di-peringatan-hari.html' title='BAGI-BAGI TELUR DI PERINGATAN HARI TELUR SEDUNIA'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO5_6MNRqMI/AAAAAAAAAiI/ftzZ2opaicA/s72-c/IMG_1906.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2505573149475009239</id><published>2010-11-25T06:54:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T07:16:04.122-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekbis'/><title type='text'>TATA RUANG DAN KOMUNITAS PETERNAKAN DI LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO59cQFv5KI/AAAAAAAAAiA/obKDxNvBl8Y/s1600/P5070089.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 227px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO59cQFv5KI/AAAAAAAAAiA/obKDxNvBl8Y/s320/P5070089.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543506115648545954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Peristiwa penolakan penduduk pemukiman sekitar peternakan terjadi di mana-mana, dan dalam laporan peristiwa ini juga terjadi di propinsi yang terletak di bagian paling selatan Pulau Sumatera, yaitu Propinsi Lampung. Bagaimana aktivis peternakan di Lampung menghadapi peristiwa ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Tata&lt;/span&gt; ruang dan komunitas peternakan di Propinsi Lampung mendapati peristiwa berupa kendala munculnya pemukiman di sekitar peternakan. “Padahal, dulu wilayah peternakan terbebas dari pemukiman,” ungkap Drh Slamet Riyadi salah seorang praktisi peternakan di Propinsi Lampung langsung kepada Infovet belum lama ini di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan banyaknya pemukiman penduduk di sekitar peternakan, kini peternakan mengalami banyak masalah sebagaimana terjadi di wilayah lain, yaitu, demontrasi penduduk menuntut supaya peternakan digusur,” ungkap Slamet Riyadi yang sudah sejak 1993 sudah bekerrja di Lampung sebagai manager peternakan di PT Wira Liki sampai 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal Pemerintah Daerah Propinsi pun mengkaji ulang tata ruang wilayah untuk komunitas peternakan. Lampung Barat selama ini merupakan daerah yang identik dengan komunitas peternakan ayam pedaging. Slamet Riyadi menjelaskan bahwa, “Pengembangan populasi ternak di Lampung terdiri atas berbagai jenis ternak, yaitu ternak besar sapi dan unggas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian Drh Slamet Riyadi yang pada 1995-2010 bekerja sebagai TS (Technical Service) hingga Kepala Cabang PT Agro Makmur Sentosa di Propinsi Lampung, berpendapat untuk penataan tata ruang wilayah ini tidak bisa mengandalkan hanya pemerintah sendiri. Masyarakat peternakan di situ pun dituntut untuk ikut aktif. Dengan demikian terdapatlah pengembangan khusus wilayah ini. Sebagai pengurus ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) Daerah Lampung, Drh Slamet Riyadi pun mengungkap, “ASOHI mendukung dengan ikut memberi masukan dan ikut serta dalam usaha  pengaturan tata wilayah ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hal penataan wilayah itu belum terwujud, dan menurut Drh Slamet Riyadi yang di ASOHI Lampung bekerja bersama Drh Urip Sutayo dan Drh Zulpida, penataan wilayah ini membutuhkan jangka waktu lama. Intinya, pihaknya berjuang keras dan menghindari agar peternakan jangan sampai tergusur. Dan tim dari ASOHI pun memberi pengertian supaya peternak aktif memberi saran kepada para masyarakat di sekitar. Jangan sampai dianaktirikan, sebagai sesama warga negara peternak mempunyai hak untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa masalah menyangkut tata ruang dan komunitas peternakan tersebut terjadi kecuali di komunitas peternakan Mako Agung yang merupakan komunitas peternakan ayam pedaging di Lampung Utara. “Di sini peternakan tidak terlalu menjadi masalah,” kata Drh Slamet Riyadi yang selulus dari FKH Unair Surabaya pada 1992 bekerja di CV Biovet. Berbeda dengan di komunitas lain yang mana apapun masalah dapat terjadi yaitu masalah polusi, bau, lalat, dan belum diterima oleh penduduk sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu di Lampung hewan-hewan ternak dibiarkan bebas berkeliaran, dan setelah beberapa tahun kemudian, mereka ditangkap dan dimasukkan kedalam kandang, dihitung jumlahnya dan diberi tanda pemilik pada tubuhnya, Direktur PT Akraman Kemuliaan di Lampung ini pun mengungkap daerah komunitas-komunitas peternakan yang ada saat ini di Propinsi Lampung antara lain komunitas peternakan Margo Agung di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, komunitas peternakan Pekalongan di Lampung Timur, komunitas Prokinal di Kotabumi Lampung Selatan dan komunitas peternakan Tanjung Bintang di Lampung Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan terus dilakukan, peternak kelinci di Lampung Barat kini mengembangkan kelinci anggora lantaran nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu kegiatan kontes ternak di kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan belum lama ini membuka pemetaan antara lain ternak yang dikembangkan di sini adalah sapi bali betina (bibit), sapi hasil inseminasi buatan/ IB (jantan) yaitu sapi sapi bali, sapi PO (peranakan ongole), sapi brangus, sapi brahman, sapi limousin dan sapi simental, serta sapi PO jantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1996 Infovet pernah menulis, dalam kasus pencemaran lingkungan oleh peternakan ayam, yang menjadi pemicu permasalahan sebenarnya akibat dari pemukiman yang terus berkembang. Pada awal pembangunan, peternakan (paling banyak terdengar bermasalah peternakan ayam) didirikan jauh dari pemukiman penduduk namun lama kelamaan di sekitar areal petemakan tersebut menjadi pemukiman. Hal tersebut menjadi-jadi karena perkembangan dan rencana tataruang yang tidak konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pertanian telah menyadari hal tersebut dengan mengeluarkan peraturan menteri melalui SK Mentan No. 237/1991 dan SK Mentan No. 752/1994, yang menyatakan bahwa usaha peternakan dengan populasi tertentu perlu dilengkapi dengan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Untuk usaha peternakan ayam ras pedaging, yaitu populasi lebih dari 15.000 ekor per siklus terletak dalam satu lokasi, sedangkan untuk ayam petelur, populasi lebih dari 10.000 ekor induk terletak dalam satu hamparan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya gesekan soal tata ruang peternakan dengan pemukiman penduduk ini masih terus terjadi. Juga di Lampung. Mari semua berusaha agar masalah seperti ini dapat segera teratasi. (Red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2505573149475009239?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2505573149475009239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/tata-ruang-dan-komunitas-peternakan-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2505573149475009239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2505573149475009239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/tata-ruang-dan-komunitas-peternakan-di.html' title='TATA RUANG DAN KOMUNITAS PETERNAKAN DI LAMPUNG'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO59cQFv5KI/AAAAAAAAAiA/obKDxNvBl8Y/s72-c/P5070089.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-937688174680556311</id><published>2010-11-25T06:48:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T06:54:05.615-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>SMK FARMING TLOGOWUNGU,PENYEDIA SDM PETERNAKAN DINI SELAIN SNAKMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO54dfbErtI/AAAAAAAAAh4/WXy3uJQlADE/s1600/P1160034.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO54dfbErtI/AAAAAAAAAh4/WXy3uJQlADE/s200/P1160034.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543500639386250962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Dalam&lt;/span&gt; sebuah peristiwa acara dokter hewan perunggasan di Jakarta, Infovet bertemu dengan kepala sekolah peternakan yang merupakan sekolah alternatif pencetak dini tenaga peternakan selain Snakma. Ia adalah Drh SS Ngestiningsih yang menjabat sebagai Kepala SMK Farming Tlogowungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Snakma (Sekolah Peternakan Menengah Atas) merupakan sekolah menengah peternakan di bawah Departemen Pertanian, maka SMK Farming Tlogowungu Pati Jawa Tengah merupakan bukti nyata kepedulian pengembangan peternakan sejak dini di bawah Departemen Pendidikan Nasional (dulu Depdikbud). Sebagaimana Snakma, dengan SMK Farming dicetak tenaga teknis peternakan siap pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMK Farming Tlogowungu merupakan penerima Indolivestock Award 2006 untuk kategori Pengembangan SDM. Prestasi lain adalah sebagai sekolah unggulan 2006 Jawa Tengah, Juara II Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Jateng 2007 dan Juara III tahun 2008 serta 2009.&lt;br /&gt;Drh SS Ngestiningsih mengatakan secara khusus kepada Infovet tentang adanya praktek kerja industri yang merupakan langkah pembiasaan siswa terhadap dunia kerja yang akan dihadapinya nanti. Umumnya praktek kerja industri dilakukan lebih cepat dan mudah dalam kerja di peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh yang telah berlangsung pembiasaan kerja di industri peternakan itu telah dilakukan di beberapa peternakan seperti peternakan mitra PT PKP Unit Kudus, PT Sari Niaga Pasifik Subang Jawa Barat, Kelompok Ternak Sapi Perah Jagan Margorejo Pati, PT Cemerlang Unggas Lestari dan Jonggo Farm Wedar Jaksa Pati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drh Ngestiningsih yang alumnus FKH IPB tahun 1988 ini mengaku telah memelihara fasilitas yang dimiliki untuk dipakai belajar siswa di SMK ini sejak 1990. Dalam mengelola SMK yang berdiri sejak 1987 dibawah asuhan Yayasan Pendidikan Kekeluargaan Gotong Royong ini ia dibantu oleh suaminya. Fasilitas yang dimiliki kini pun berupa unit produksi dan pelatihan ayam pedaging berkapasitas 20 ribu ekor, unit produksi dan pelatihan sapi, kambing etawa, ruang multimedia dan asrama siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu metode peningkatan kurikulum di SMK adalah ia dan suami rajin menghadiri acara-acara yang diselenggarakan kalangan peternakan dan kesehatan hewan yang dari situ dimasukkan kurikulum alternatif. Ngestiningsih mengaku kebutuhan tenaga peternakan lebih dari jumlah lulusan yang dihasilkan. Maka soal kualitas selalu diperhatikan sehingga untuk SMK ia selalu update informasi supaya para siswa dan lulusan SMK Farming bisa menjadi agen penyebar ilmu ke peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka itulah praktek kerja industri seperti yang diselenggarakan di PKP Region Jawa Tengah dilakukan sebaik-baiknya. “Supaya sama-sama diuntungkan,” kata Drh Ngestingingsih. Makin nyata di sini, metode pendidikan yang diterapkan adalah “bersekolah sambil bekerja” atau “learning by doing”, ditunjang sarana belajar dan praktek yang memadai, “Sehingga lulusan SMK Farming siap memasuki dunia kerja,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, lulusan-lulusan SMK Farming ada yang diterima di PT Medion Bandung sebagai asisten teknisi peternakan, operator industri dan bidang kerja sejenisnya. Ada pula yang diterima di PKP Unit Kudus sebagai operator peternakan ayam pedaging, di PT Sierad Produce sebagai penyuluh dan berbagai operator peternakan ayam. Selain itu beberapa juga diterima diberbagai perusahaan peternakan lain baik sebagai operator penggemukan sapi potong, operator toko daging, operator peternakan maupun penanggungjawab logistik dan sejenisnya.&lt;br /&gt;Drh Ngestiningsih pun menyampaikan setiap lulusan SLTP atau MTs dapat mendaftarkan di SMK Farming untuk mengikuti jalur keahlian dan ketrampilan bidang budidaya ternak di SMK Tlogo Wungu Pati Jawa Tengah yang punya kelas industri atau kelas wirausaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing lulusan berkompetensi sebagai operator peternakan ayam pedaging dan ayam petelur dengan sertifikat PT PKP, vaksinator, pengelola toko daging, pemotong ayam pada rumah potong ayam (RPA) dengan sertifikat MUI, juru timbang panen ayam pedaging, penenggungjawab logistik peternakan, pembuat pupuk organik, operator pembibitan atau penggemukan sapi, kambing dan domba, mengolah hasil ternak, mengolah pakan hijauan, dll.&lt;br /&gt;Kalangan peternakan dan kesehatan hewan pasti sadar betul tentang kebutuhan sangat penting terhadap tenaga teknis ini. (Red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-937688174680556311?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/937688174680556311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/smk-farming-tlogowungupenyedia-sdm.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/937688174680556311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/937688174680556311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/smk-farming-tlogowungupenyedia-sdm.html' title='SMK FARMING TLOGOWUNGU,PENYEDIA SDM PETERNAKAN DINI SELAIN SNAKMA'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TO54dfbErtI/AAAAAAAAAh4/WXy3uJQlADE/s72-c/P1160034.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-46177790007572783</id><published>2010-11-25T06:09:00.001-08:00</published><updated>2010-11-25T06:26:35.807-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>KEDAULATAN PANGAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Oleh: Drh H. Tjiptardjo P, SE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kebutuhan mendasar yang harus terjamin adalah ketersediaan bahan pangan, dalam tata ekonomi yang berdasarkan pasar bebas memang tidak tertutup adanya kebutuhan yang harus dipasok dari negara lain, namun demikian harus dapat dibatasi dan hal-hal yang bersifat strategis dapat dipenuhi sendiri dari sumber lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari analisis kelembagaan yang terkait dengan kecukupan pangan, ditataran global akan terjadi kecenderungan ketidakseimbangan laju penambahan penawaran dan permintaan, untuk itu harus diwaspadai dan dipersiapkan. Terkait dengan bahan pangan asal hewan maka Program Swasembada Daging Sapi 2014 merupakan upaya yang perlu penyesuaian agar dapat lebih efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada Seminar Nasional “Peluang dan Tantangan Investasi Peternakan Sapi dalam rangka Swasembada Daging Sapi 2014” yang diselenggarakan oleh ASOHI (Asoasiasi Obat Hewan Indonesia) paad akhir September 2010 di Jakarta, memang banyak hal yang perlu perbaikan untuk dapat mencapai sasaran terbaik.&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus dipertajam adalah efisiensi dari sumber dana dengan prioritas kegiatan yang terkait langsung dengan pencapaian program serta peran serta Pemerintah daerah yang perlu ditingkatkan. Tepat sekali ulasan dalam artikel harian Kompas tanggal 1 Oktober 2010 yangbertajuk “Program Belum Fokus, Pemda Tidak Mendukung Program Swasembada Daging Sapi”.&lt;br /&gt;Dalam peningkatan populasi sapi yang tidak boleh diabaikan adalah optimalisasi stock yang ada dengan meningkatkan produktivitasnya, melalui berbagai upaya yang tidak sulit dilaksanakan dengan biaya yang relatif tidak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang perlu menjadi prioritas adalah penyelamatan sapi betina produktif yang sampai saat ini laju pemotongannya masih tinggi, untuk itu perlu dukungan Pemerintah Daerah melalui pengawasan pada RPH (Rumah Potong Hewan). Selain itu juga diperlukan optimalisasi kondisi kesehatan reproduksi sehingga angka kelahiran bisa ditingkatkan, disamping perbaikan kondisi umum melalui pencegahan penyakit parasit khususnya cacing yang menghambat pertumbuhan dan pertambahan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan melalui penajaman program secara tepat, efisiensi dapat dilakukan dan efektivitas dapat ditingkatkan sehingga sasaran program dapat dicapai.&lt;/span&gt; (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-46177790007572783?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/46177790007572783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/kedaulatan-pangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/46177790007572783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/46177790007572783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/11/kedaulatan-pangan.html' title='KEDAULATAN PANGAN'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-1531161591943785047</id><published>2010-10-05T07:34:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T07:43:53.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekbis'/><title type='text'>5 STRATEGI DOKTER HEWAN HADAPI TUNTUTAN PERUNGGASAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKs5hT0GEeI/AAAAAAAAAhg/uqpUgorQwcI/s1600/Vaksinasi+semprot.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 268px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKs5hT0GEeI/AAAAAAAAAhg/uqpUgorQwcI/s200/Vaksinasi+semprot.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524572612317286882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;T&lt;/span&gt;untutan dunia perunggasan begitu banyak dan semakin bertambah, dimulai dari tuntutan keragaman sebagai tuntutan paling besar dari konsumen, tuntutan keamanan pangan, kekarantinaan, penanganan penyakit, disusul tuntutan-tuntutan yang lain. Diperlukan strategi menghadapi tuntutan itu. Apa saja 5 strategi yang ditawarkan Wakil Menteri Pertanian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompak, komunikatif, membangun jaringan kerja, dan membagi ilmu pengetahuan, dan pemetaan secara cepat adalah 5 strategi bisnis perunggasan yang diharapkan dimiliki dokter hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr Bayu Khrisnamurti&lt;/span&gt; dalam acara Lokakarya Perencanaan Pengembangan Perunggasan Nasional di Jakarta belum lama ini. Bayu mengungkap kecenderungan tuntutan dunia perunggasan berdampak besar dan menimbulkan harapan sangat besar pada profesi dokter hewan, Harapan itu adalah agar dokter hewan bisa berperan dan memenuhi esensinya sebagai profesi yang layak dan dibutuhkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keragaman sebagai tuntutan paling besar dari konsumen itu adalah semakin banyak jenis produk, semakin banyak kualitas, konsumen semakin banyak menuntut penghantaran atau pengemasan dengan contoh pengemasan nugget ayam dan sayap ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, “Keragaman adalah suatu yang tidak dapat dihindari,” kata Dr Bayu Khrisnamurti dalam acara yang diselenggarakan oleh USDA (United States Department of Agricultural), FAO (Food and Agricultural Organization), Kementerian Pertanian RI dan ADHPI (Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr Bayu Khrisnamurti, industri perunggasan tidak hanya menghasilkan produk secara utuh, namun juga memerlukan proses produksi dengan industri yang juga beragam.&lt;br /&gt;Tuntutan selanjutnya adalah keamanan pangan, di mana kalau produk sedemikian beradab dengan jenis berbeda-beda bisa dibayangkan intervensi yang berbeda. Di sini dalam proses produksinya, “Banyak momen yang harus dilewati, dan dengan sendirinya banyak ancaman keamanan produk,” kata Bayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan ancaman itu adalah penyakit bakteri, penyakit virus dan lain-lain penyakit serta ancaman yang sangat banyak sekali, yang mempengaruhi kepastian produk yang disajikan konsumen apakah sudah benar-benar aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kondisi di Indonesia juga ada tuntutan tambahan, yaitu soal kehalalan. “Contohnya chicken nugget, apakah pengamanan menunjukkan proses dalam chicken nugget halal?” tanya Bayu Khrisnamurti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun melontarkan pertanyaan selanjutnya tentang kepastian jaminan bukan hanya pada perusahaan-perusahaan tapi juga pada produk. Selama ini pertanyaan di negara maju yang banyak diajukan tentang suatu produk tertentu adalah, “Siapa yang membuat produk itu?” Menurut Bayu, pertanyaan ini sudah mulai berlaku di Indonesia. Misalnya pada bidang pertanian, karet yang dibeli berasal dari pohon yang mana? Lalu daging yang dibeli dari peternakan mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya Dr Bayu mengungkap kebutuhan dan tuntutan fungsi-fungsi kekarantinaan juga semakin ketat dan semakin efisien. “Tidak membuat biaya yang tinggi, proses kekarantinaan harus tegas, bagus, baik, efisien dan berbiaya murah,” tegasnya.&lt;br /&gt;Kecenderungan berikutnya adalah penanganan penyakit. “Kita harus dapat mendeteksi penyakit sedini dan seakurat mungkin, bahkan kalau perlu dengan pemeriksaan biomolekuler secepat mungkin dan diakhiri dengan mekanisme penjaminan seandal mungkin,” kata Dr Bayu Khrisnamurti.........(yonathan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Selengkapnya baca majalah Infovet edisi September 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-1531161591943785047?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/1531161591943785047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/5-strategi-dokter-hewan-hadapi-tuntutan.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1531161591943785047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1531161591943785047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/5-strategi-dokter-hewan-hadapi-tuntutan.html' title='5 STRATEGI DOKTER HEWAN HADAPI TUNTUTAN PERUNGGASAN'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKs5hT0GEeI/AAAAAAAAAhg/uqpUgorQwcI/s72-c/Vaksinasi+semprot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2954726181573525569</id><published>2010-10-05T07:27:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T07:29:58.538-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>DEKAN TERMUDA FAPET UNSOED DILANTIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKs2Ulo_rMI/AAAAAAAAAhY/BIcrSwQr_qs/s1600/Dekan+Fapet+Unsoed+baru.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 335px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKs2Ulo_rMI/AAAAAAAAAhY/BIcrSwQr_qs/s200/Dekan+Fapet+Unsoed+baru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524569095229385922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada 9 Agustus 2010 &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr Ir Akhmad Sodiq MSc Agr&lt;/span&gt; dilantik sebagai Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Jawa Tengah. Pada saat dilantik, ia baru menginjak usia 41 tahun dan menjadikannya sebagai dekan termuda sepanjang sejarah Fapet Unsoed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan dan Serah Terima Jabatan berlangsung  di Gedung Soemardjito Universitas Jenderal Soedirman. Akhmad Sodiq dilantik untuk masa jabatan antar waktu tahun 2008-2012 menggantikan Dekan sebelumnya Prof Dr Ir Mas Yedi Sumaryadi MS yang di tengah masa jabatannya terpilih menjadi Pembantu Rektor I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami dari Susiati SAg ini terpilih melalui paparan Program Kerja Calon Dekan Pengganti Antar Waktu Fakultas Peternakan Unsoed Masa Jabatan 2008-2012. Dalam paparannya, ia menjabarkan visi yang sangat sederhana namun tepat sasaran yaitu “Kebersamaan dan Silaturahim untuk Mewujudkan Kemajuan dan Kesejahteraan Fakultas Peternakan Unsoed”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dilantik juga sebagai Dekan Fakultas Pertanian Unsoed Dr Ir H Achmad Iqbal MSi periode 2010-2014, Prof Dr Hj Triani Hardiyati SU sebagai Direktur Program Pascasarjana periode 2010-2014. Drs Bambang Agus Pramuka MAcc Ak PhD sebagai Asisten Direktur I Program Pascasarjana, dan Dr Agus Suroso MS sebagai Asisten Direktur II Program Pascasarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pelantikan dihadiri oleh Anggota Senat Universitas, Jajaran Pejabat di Fakultas Pertanian dan Peternakan, Pejabat Struktural di lingkungan Unsoed, Dharma Wanita Persatuan Unsoed dan juga Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian. (sapt/red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2954726181573525569?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2954726181573525569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/dekan-termuda-fapet-unsoed-dilantik.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2954726181573525569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2954726181573525569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/dekan-termuda-fapet-unsoed-dilantik.html' title='DEKAN TERMUDA FAPET UNSOED DILANTIK'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKs2Ulo_rMI/AAAAAAAAAhY/BIcrSwQr_qs/s72-c/Dekan+Fapet+Unsoed+baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-3727977587432222973</id><published>2010-10-05T07:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T07:26:22.537-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liputan Khusus'/><title type='text'>KETIKA ADA RANAH SPESIALIS DI KALANGAN DRH KITA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKs1JtasuNI/AAAAAAAAAhQ/Vj_C2CuD2Kc/s1600/Dalam+pemeriksaan+di+lapangan+selalu+diupayakan+ada+petugas+kesehatan+hewan+%28dokter+hewan%29+dan+paramedic+veteriner+atau+petugas++berkompeten+dan+berwenang+dibawah+koordinasi+Drh.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 352px; height: 234px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKs1JtasuNI/AAAAAAAAAhQ/Vj_C2CuD2Kc/s200/Dalam+pemeriksaan+di+lapangan+selalu+diupayakan+ada+petugas+kesehatan+hewan+%28dokter+hewan%29+dan+paramedic+veteriner+atau+petugas++berkompeten+dan+berwenang+dibawah+koordinasi+Drh.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524567808826718418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Dokter hewan memisahkan diri dari rumpun pertanian? Mau jadi dokter hewan spesialis? Milikilah kompetensi, dan ikutlah bergabung dalam organisasi non teritorial sesuai dengan bidang spesialis itu. Ini pergulatan seru kalangan dokter hewan untuk meningkatkan kualitasnya yang berarti pergulatan besar kalangan peternakan dan kesehatan hewan secara umum untuk kebaikan bersama?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;P&lt;/span&gt;akar nutrisi perusahaan besar pakan ternak di Indonesia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr Drh Desianto Budi Utomo MSc &lt;/span&gt;selaku Bidang Ilmiah Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) mengungkap perkembangan terbaru Kodefikasi Program Studi Kedokteran Hewan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kodefikasi itu adalah, “Program Studi Kedokteran Hewan sebagai rumpun pengembangan ilmu tersendiri sebagaimana kecenderungan perkembangan sains, teknologi dan pendidikan tinggi kedokteran hewan di dunia. Ilmu Kedokteran Hewan tidak berada di bawah rumpun Pertanian, tetapi dalam rumpun Medis,” kata Desianto di depan peserta Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) ADHPI (Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia) sebagai ONT (Organisasi Non Teritorial) di bawah PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia), di Jakarta belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar dari kodefikasi itu disampaikan Dr Desianto bahwa, “Dokter (dr, drg, Drh) merupakan suatu profesi yang disebut profesi penyembuh atau the healing profession. Profesi kedokteran atau profesi medis dikenal sebagai profesi luhur selanjutnya harus menggali dasar-dasar berdirinya profesi ini agar memiliki pondasi yang kokoh dan dapat mempertahankan arah dan tujuannya yang mulia. Kedokteran hewan merupakan suatu ilmu yang termasuk dalam rumpun ilmu kedokteran karena secara hukum/legal menggunakan nama kedokteran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun, diuraikan Dr Desianto, Dokter Hewan mempunyai peran-peran khusus bagi masyarakat melalui dunia hewan (manusya mriga satwa sewaka) yang meliputi menjaga dan meningkatkan kesehatan hewan, produktifitas dan keadaan yang baik dari hewan-hewan yang dimanfaatkan manusia agar tidak membawa bahaya bagi manusia dan lingkungan. Lalu, menggunakan ilmu dan teknologi di bidang veteriner dalam layanan medik veteriner kepada masyarakat, bangsa dan negara secara kompeten dan profesional. Dan, mencegah terjadinya dan mengurangi terjadinya kesengsaraan atau teraniayanya hewan (kesejahteraan hewan) sebagai obyek profesi yang harus dilindungi dan dibela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengingat begitu besarnya tanggung jawab profesi dokter hewan, maka profesi dokter hewan haruslah memenuhi kompetensi dan standar yang diperlukan sesuai dengan sumpah dan kode etik dokter hewan dan juga mengacu kepada standar internasional,” sitir Dr Desianto Budi Utomo.&lt;br /&gt;Diuraikan, kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan etika, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk diakui mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, kompetensi medik veteriner adalah kecerdasan bertindak dan kemampuan mengambil keputusan di bidang medik veteriner dengan mengacu pada kaidah-kaidah dan perkembangan ilmu kedokteran hewan terkini; kepentingan tertinggi klien, pasien, masyarakat dan lingkungan, serta keluhuran sumpah/janji dan kode-etik profesi. “Begitulah, maka setiap tenaga kesehatan hewan harus memiliki standar kompetensi,” kata Dr Drh Desianto Budi Utomo MSc.&lt;br /&gt;Tenaga kesehatan yang dimaksud meliputi dokter hewan, dokter hewan spesialis,  diploma kesehatan hewan maupun lulusan pendidikan tinggi lainnya yang berbasis kesehatan hewan. Di sinilah menariknya, muncul istilah dokter hewan spesialis yang selama ini belum dikenal pada profesi kedokteran hewan. Selama ini lebih dikenal keahlian berdasar minat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Dr Desianto mengungkap, “Standar Kompetensi dokter hewan diperlukan untuk menentukan standar kemampuan minimal lulusan dokter hewan dalam rangka memberikan jaminan mutu pelayanan medis veteriner maupun memperkuat otoritas veteriner dokter hewan.”&lt;br /&gt;Standar kompetensi dokter hewan Indonesia sebagai standar normatif dirumuskan bahwa, tutur Desianto, “Dokter hewan harus memiliki wawasan etika veteriner dan pemahaman terhadap hakekat sumpah dan  kode etik profesi serta acuan dasar profesi kedokteran hewan;  memiliki wawasan di bidang sistem kesehatan hewan nasional dan legislasi veteriner; memiliki keterampilan melakukan tindakan medis yang lege-artis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, lanjut Dr Desianto tentang standar kompetensi itu, “Dokter hewan memiliki keterampilan dalam menangani sejumlah penyakit pada hewan besar, hewan kecil, unggas, hewan eksotik, satwa liar, satwa aquatik dan hewan laboratorium; memiliki keterampilan dalam melakukan diagnosis klinik, laboratorik, dan epidemiologik penyakit hewan; penyusunan nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik; pemeriksaan antemortem dan postmortem; pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi dan aplikasi teknologi reproduksi; pengawasan keamanan dan mutu pangan asal hewan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya masih tentang standar kompetensi itu, “Dokter hewan memiliki wawasan pengawasan dan pengendalian mutu  obat hewan dan bahan-bahan biologis, termasuk pemakaian dan peredarannya; pengukuran dan penyeliaan kesejahteraan hewan; memiliki keterampilan dalam komunikasi profesional; memiliki kemampuan manajemen pengendalian dan penolakan penyakit strategis dan zoonosis, pengamanan hayati hewan, serta pengendalian lingkungan; memiliki kapasitas dalam transaksi therapeutik, melakukan anamnese, rekam medik, persetujuan tindakan medik, penulisan resep, surat keterangan dokter, edukasi klien; memiliki dasar-dasar pengetahuan analisis ekonomi veteriner dan jiwa kewirausahaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Desianto pun mengungkap dokumen penting dokter hewan Indonesia itu bahwa, “Dokter hewan spesialis-1 (Sp 1) adalah seseorang yang memiliki gelar dokter hewan (Drh), menjadi anggota dan mendapat pengakuan dari ONT terkait, telah mengikuti dan lulus pendidikan spesialis yang diselenggarakan oleh PTKHI (Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan Indonesia) bersama-sama dengan ONT terkait, pendidikan spesialis (Sp 1), persyaratan pendidikan spesialis (Sp).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait ONT, Dr Desianto menyampaikan bahwa ONT adalah organisasi yang hanya beraktivitas ilmiah yang bermanfaat dan meningkatkan kompetensi anggotanya serta membuat aturan-aturan etikal ilmiah keprofesian sesuai kelompoknya dan ONT tidak dibenarkan melakukan advokasi kedudukan dan peran profesi maupun pendekatan-pendekatan keorganisasian kemasyarakatan secara sendiri, melainkan sebagai bagian dan atau bersama dengan PDHI (Pengurus Besar ataupun Cabang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persyaratan Drh spesialis tersebut, dipersyaratkan manajemen ONT sudah berjalan dengan baik. Dalam hal ini sudah ada kepengurusan, aktif, memiliki dewan pakar, memiliki tata aturan yang baku, ART dan lain-lain. Adapun, AD ONT adalah AD PDHI. Selanjutnya ONT dipersyaratkan sudah melakukan standarisasi kompetensi dalam bentuk pengakuan legal kompetensi  bagi anggotanya. “Pelaksanaannya tergantung dari ONT masing-masing,” tambah Desianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dari konsep yang ada, Desianto mengungkap spesialisasi yang diusulkan untuk dikembangkan di Indonesia antara lain kedokteran hewan kecil, kedokteran hewan laboratorium, kedokteran hewan besar, patologi veteriner, bedah veteriner, medik reproduksi, medik konservasi, radiologi veteriner, anestesiologi veteriner, parasitologi klinis, epidemiologi klinis,  patologi klinik, farmakologi dan farmasi veteriner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disampaikan Dr Drh Desianto Budi Utomo MSc diakui berdasar Anggaran Dasar (AD) PDHI, Anggaran Rumah Tangga (ART) PDHI dan Ketetapan Majelis Pendidikan Profesi Kedokteran Hewan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Nomor 01/MP2KH/PDHI/V/2009 tentang ketentuan pendidikan profesi dokter hewan, persyaratan substantif,  pendidikan berkelanjutan, spesialisasi profesi dan kodefikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran dalam konsep ini ADHPI belum termasuk dalam ONT yang membawahi spesialiasi dokter hewan perunggasan, maka Munaslub ADHPI itu memutuskan untuk memasukkan agenda ini pada Kongres PDHI Oktober mendatang di Semarang Jawa Tengah.&lt;br /&gt;Ini pergulatan seru kalangan dokter hewan untuk meningkatkan kualitasnya yang berarti pergulatan besar kalangan peternakan dan kesehatan hewan secara umum untuk kebaikan bersama? Semoga. (yonathan/red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-3727977587432222973?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/3727977587432222973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/ketika-ada-ranah-spesialis-di-kalangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3727977587432222973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3727977587432222973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/ketika-ada-ranah-spesialis-di-kalangan.html' title='KETIKA ADA RANAH SPESIALIS DI KALANGAN DRH KITA'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKs1JtasuNI/AAAAAAAAAhQ/Vj_C2CuD2Kc/s72-c/Dalam+pemeriksaan+di+lapangan+selalu+diupayakan+ada+petugas+kesehatan+hewan+%28dokter+hewan%29+dan+paramedic+veteriner+atau+petugas++berkompeten+dan+berwenang+dibawah+koordinasi+Drh.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2714229106793788852</id><published>2010-10-05T06:53:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T07:05:19.500-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Toto Winata, Menjadi Guru Besar ITB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKswe54_gaI/AAAAAAAAAhI/UaCSSMpHefo/s1600/Toto+Winata+rev.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 292px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKswe54_gaI/AAAAAAAAAhI/UaCSSMpHefo/s200/Toto+Winata+rev.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524562675394118050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;abtu, 7 Agustus 2010, menjadi hari yang membahagiakan bagi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Toto Winata&lt;/span&gt;. Beliau menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Dari Hamburan Atom hingga Material Semikonduktor” dalam sidang pleno terbuka di hadapan Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan bentuk pertanggungjawaban akademik beliau sebagai seorang Profesor dalam bidang Fisika Atom dan Material Elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kebanggaan bagi kita semua tentunya, mengingat gelar profesor ini merupakan gelar tertinggi di suatu akademisi. Terlebih lagi pria kelahiran Jakarta, 10 Desember 1963, turut berperan dalam mendukung gerak maju dunia perunggasan, yaitu sebagai Senior Manager Divisi  Enginering di Medion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah dan kontribusi Prof. Toto Winata memberikan sebuah bukti nyata bahwa Medion memiliki tenaga kerja yang handal dan profesional sehingga mampu menghasilkan produk-produk berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, kami menyampaikan selamat atas pengangkatan Prof. Toto Winata sebagai Guru Besar di ITB. Semoga karya-karya beliau dapat memajukan bangsa dan negara Indonesia. Selamat! (Red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2714229106793788852?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2714229106793788852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/toto-winata-menjadi-guru-besar-itb.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2714229106793788852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2714229106793788852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/toto-winata-menjadi-guru-besar-itb.html' title='Toto Winata, Menjadi Guru Besar ITB'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKswe54_gaI/AAAAAAAAAhI/UaCSSMpHefo/s72-c/Toto+Winata+rev.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-1197225489260548093</id><published>2010-10-05T06:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T06:53:00.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>MENGGIATKAN BISNIS AYAM KAMPUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKstkeT1KuI/AAAAAAAAAg4/qaUwyM0clSI/s1600/IMG_0974.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 302px; height: 202px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKstkeT1KuI/AAAAAAAAAg4/qaUwyM0clSI/s200/IMG_0974.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524559472534825698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;B&lt;/span&gt;ertempat di Club House Mahogany Residence, Cibubur, Citra Lestari Farm, peternakan dan pembibitan ayam kampung mengadakan pelatihan beternak dan bisnis ayam kampung. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (31 Juli dan 1 Agustus 2010) ini membeberkan berbagai materi terkait peternakan ayam kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang mengangkat tema Pelatihan Budi Daya dan Bisnis Ayam Kampung Unggulan ini diadakan sebagai tindak lanjut atas respon para pembaca buku yang ditulis oleh trainer sekaligus pemilik Citra Lestari Farm, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ir. Bambang Krista&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi yang diberikan mulai dari pengenalan jenis-jenis ayam kampung unggulan, baik ayam kampung murni maupun hasil persilangan, mengenal indukan dan pejantan unggul, serta syarat hidup ayam kampung. Dibahas juga mengenai berbagai perawatan ayam kampung seperti teknik pemberian pakan, pemeliharaan DOC, pemeliharaan ayam kampung petelur, dan pemeliharaan ayam kampung pedaging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, diberikan juga materi mengenai teknis penetasan telur ayam kampung. Materi ditutup dengan pembahasan mengenai panen dan teknik pemasaran telur maupun ayam kampung pedaging. Pada hari kedua, dilakukan kunjungan serta praktek lapang ke peternakan yang berlokasi di daerah Setu, Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemaparannya, Bambang Krista mengatakan bahwa modal utama menjadi peternak ayam kampung yang sukses adalah menyenangi usaha peternakan yang akan atau sedang dijalankan. Sehingga, melakukannya dengan sungguh-sungguh dan tidak menyerah menghadapi kendala yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peternak yang baik juga harus memberikan yang terbaik bagi ayam-ayamnya. Karena ayam tidak pernah berbohong. Jika diberikan yang terbaik, maka mereka juga akan memberikan hasil terbaik,” jelas Bambang yang juga aktif sebagai pengurus Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI) ini. (all)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-1197225489260548093?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/1197225489260548093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/menggiatkan-bisnis-ayam-kampung.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1197225489260548093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1197225489260548093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/menggiatkan-bisnis-ayam-kampung.html' title='MENGGIATKAN BISNIS AYAM KAMPUNG'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKstkeT1KuI/AAAAAAAAAg4/qaUwyM0clSI/s72-c/IMG_0974.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2163185479151865610</id><published>2010-10-05T06:37:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T06:44:26.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Redaksi'/><title type='text'>Hadirnya FORMAT - Forum Media Peternakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKsrdjpN_aI/AAAAAAAAAgw/M5Fne78jQlw/s1600/P8270055.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 266px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKsrdjpN_aI/AAAAAAAAAgw/M5Fne78jQlw/s200/P8270055.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524557154684370338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;ebagaimana tahun-tahun yang lalu, di bulan puasa tahun ini kami meng-agendakan acara buka bersama seluruh karyawan. Namun kali ini acara buka puasa bersama terasa lebih istimewa, karena bukan hanya dihadiri oleh Infovet melainkan juga perwakilan media lingkup peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara buka puasa bersama berlangsung Jumat 27 Agustus 2010 di Restoran Omah Pincuk, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sambil menunggu waktu berbuka, mulai jam 16 berkumpullah perwakilan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Majalah Poultry Indonesia&lt;/span&gt; (Sutikno Wirawan Sigit dan Yetti Liza), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trobos &lt;/span&gt;(Rudy Alamsyah), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sinar Tani&lt;/span&gt; (Mubardjo RS), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agrina &lt;/span&gt;(Tri Mardi)  dan tentu saja &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Infovet&lt;/span&gt; selaku tuan Rumah (Bambang Suharno, Wawan Kurniawan dan Aliyus Maika Putra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan yang berlangsung akrab ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya yang berlangsung hari Jumat 18 Juni 2010 dimana tuan rumahnya waktu itu adalah Sinar Tani. Apa gerangan yang membuat pertemuan ini layak kami tulis di ruang redaksi ini? Tentunya disamping karena yang bertemu adalah para pimpinan masing-masing media, juga karena pertemuan ini membidani sebuah organisasi yang bernama Forum Media Peternakan, disingkat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FORMAT&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan pada tanggal 18 Juni tersebut telah menyepakati terbentuknya organisasi Media Peternakan dengan Ketua Umum Bambang Suharno, wakil ketua Rudy Alamsyah, sekretaris Jenderal Ika Rahayu, Bendahara Yetti Liza, serta penasehat Sutikno Wirawan Sigit dan Mubardjo RS. Namun pada waktu itu belum menyepakati nama resmi beserta singkatannya.&lt;br /&gt;Pada pertemuan  27 Agustus ini disepakati nama resmi Forum Media Peternakan, dengan singkatan FORMAT. Disepakati pula bahwa tanggal 27 Agustus adalah hari lahir FORMAT. Selain itu Rapat menyepakati tambahan pengurus, diantaranya Tjiptardjo sebagai penasehat dan Wawan Kurniawan sebagai wakil Sekjen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa tujuan berdirinya Format adalah meningkatkan profesionalisme manajemen jurnalistik dan bisnis bidang media, menjadikan media peternakan  dapat lebih berkontribusi positif dalam pengembangan usaha bidang peternakan dan kesehatan hewan, memfasilitasi kegiatan stakeholder dalam memajukan peternakan dan kesehatan hewan, menjembatani  komunikasi antara stakeholder peternakan dan kesehatan hewan dalam melakukan diskusi dan kajian isu-isu terkini yang sedang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal lain dibahas diantaranya agenda kegiatan FORMAT 2010 pasca lebaran, iuran anggota, rencana pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi, alamat sekretariat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 17.30 acara rapat Format selesai dan bergabunglah seluruh karyawan Infovet untuk berbuka puasa bersama. Pimpinan Umum Infovet Drh Tjiptardjo yang hadir untuk menutup acara rapat menyambut baik terbentuknya organisasi ini dan bersedia menjadi penasehat bersama senior lainnya yaitu Mubardjo dan Sutikno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur alhamdulilah, semua acara baik rapat maupun buka puasa bersama berlangsung lancar dan penuh nuansa persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya keberadaan FORMAT yang lahir di bulan suci Ramadhan dapat membawa kebaikan bagi pengembangan peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Bathin, taqobbalallahu minna wa minkum, ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin. Artinya semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda. Dan semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang). *** Red&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2163185479151865610?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2163185479151865610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/hadirnya-format-forum-media-peternakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2163185479151865610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2163185479151865610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/10/hadirnya-format-forum-media-peternakan.html' title='Hadirnya FORMAT - Forum Media Peternakan'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TKsrdjpN_aI/AAAAAAAAAgw/M5Fne78jQlw/s72-c/P8270055.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-3702528740810338012</id><published>2010-08-18T01:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-18T01:41:46.294-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Adhpi Punya Pengurus Baru 2010-2015</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGucmobmz1I/AAAAAAAAAgY/4jtHVXzOah4/s1600/IMG_5095+%28Custom%29.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGucmobmz1I/AAAAAAAAAgY/4jtHVXzOah4/s320/IMG_5095+%28Custom%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506667156892733266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;elaku Ketua Umum ADHPI (Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia) periode 2005-2010, Prof Charles Ranggatabbu MSc PhD mengungkap tentang peran ADHPI dalam konstelasi peternakan dan kesehatan hewan unggas. Dalam berbagai kesempatan berkomunikasi dengan dokter hewan luar negeri, Prof Charles mengungkap keberadaan ADHPI dan setidaknya ada 800 dokter hewan yang ahli perunggasan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak peluang kerjasama guna memajukan peternakan perunggasan, contoh terkini adalah kepedulian PBB dengan Badan Dunia bidang pertanian FAO yang membiayai ADHPI mengumpulkan lebih dari 100 dokter hewan perunggasan dari seluruh wilayah Indonesia untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) guna reorganisasi dan pemilihan kepengurusan ADHPI periode 2010-2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertanggungjawaban pada Munaslub ini, Prof Charles selaku Ketua Umum ADHPI periode 2005-2010 memaparkan berbagai kiprah ADHPI dalam berbagai peristiwa penting di tanah air Indonesia. Sebagai contoh, dipaparkannya, dalam wabah flu burung 2003 ADHPI sudah  dihargai oleh pemerintah sebagai pendukung pengendalian AI. Anggota yang tergabung dalam Korwil daerah pun menyelenggarakan sosialiasi ke masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengurus ADHPI dengan integritasnya tak segan turut mengibarkan ‘bendera’ ADHPI meski mungkin acara itu tidak diselenggarakan secara langsung oleh ADHPI. Kegiatan yang dilakukan anggota dengan membawa nama ADHPI di dalam dan luar negeri itu seperti seminar dan workshop di berbagai tempat. Hal ini menjadi tanda betapa keberadaan ADHPI telah menyatu dalam diri pengurus mengingat peran penting yang dapat diemban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munaslub yang diselenggarakan pada Selasa 6 Juli 2010 di Jakarta sebelum acara Lokakarya Menuju Industri Perunggasan yang Berdayasaing Tinggi dan Sehat oleh FAO dan USDA itu berhasil memilih 7 (tujuh) orang formatur pengurus ADHPI periode 2010-2015. Mereka adalah Drh Taufik Junaedi, Drh Wahyu Suhadji, Drh Dedy Kusmanagandi MBA MM, Drh Joko Suseno, Drh Heru Achwan, Drh Iswandari serta Ketua Umum dan Sekjen ADHPI periode 2005-2010 Prof Charles Ranggatabbu MSc PhD dan Drh Hari Wibowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh formatur ini akan memilih ketua dan sekjen baru yang akan menentukan pengurus baru dan menyusun program ADHPI selanjutnya setelah laporan pertanggungjawaban Ketua Umum ADHPI periode 2005-2010 tadi diterima secara aklamasi oleh forum. Para dokter hewan dari berbagai daerah baik yang menjadi pengurus atau bukan pengurus ADHPI 2005-2010 pun mengutarakan pendapat masing-masing terkait organisasi ADHPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak peserta Munaslub yang pada periode 2005-2010 tidak terdaftar sebagai anggota namun dilibatkan dalam acara ini. Hal ini merupakan wujud kepedulian dokter hewan Indonesia terhadap perkembangan dunia perunggasan. Wujud kepedulian tersebut setidaknya dapat difasilitasi dalam organisasi ADHPI. Secara kelembagaan sendiri, ADHPI merupakan Organisasi Non Teritorial dalam organisasi induk PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan posisi ini maka dalam kegiatannya ADHPI tidak terlepas dari aturan main yang berlaku di PDHI. Untuk Anggaran Dasar, ADHPI menggunakan Anggaran Dasar PDHI, meski sesungguhnya AD ADHPI pernah dibuat sendiri pada Munas pertama saat pendiriannya di Yogyakarta pada 2005. Sedangkan untuk Anggaran Rumah Tangga, ADHPI menggunakan ART sendiri yang membedakannya dengan ONT lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Majelis Pendidikan dan Profesi Kedokteran Hewan (MP2KH) PDHI yang juga salah seorang pengurus ADHPI 2005-2010 Dr Drh Desianto Budi Utomo dalam sosialiasi hasil Mukernas PDHI tentang ONT memaparkan tentang ONT PDHI tersebut. Dengan aturan yang dimaktub dalam Hasil Mukernas ADHPI, ONT ADHPI ini mempunyai persimpangan jalan yang dirasakan oleh sebagian besar anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persimpangan jalan ini adalah apakah ADHPI akan dibawa ke arah sains atau ke arah kepentingan bisnis. Salah satu pendapat misalnya datang dari Drh Wahyu Suhadji Pengurus ADHPI dan juga Pengurus PDHI dari Makassar. Menurutnya yang juga Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perunggasan (FKMP) Sulsel, ADHPI tidak serta merta hanya bicara sains. Kalau menekankan kegiatan pada bidang sains, menurut Wahyu, sudah ada yang mengerjakan.&lt;br /&gt;Menurutnya peran yang diharapkan untuk ADHPI adalah peran edukasi, peran advokasi, dan peran mengkritisi. “ADHPI harus menjadi garda terdepan untuk advokasi,” katanya.&lt;br /&gt;Contoh pendapat lain datang dari Pakar Patologi FKH IPB Bogor Drh Hernomoadi Huminto MS yang menjadi peserta Munaslub. Ia berpendapat bahwa dari Munaslub itu terasa ada perbedaan dalam pengambilan kebijakan di ADHPI. Bila pendekatan pengambilan kebijakannya berangkat dari sisi ekonomi bisnis, menurutnya tidak mudah. Namun bila pengambilan kebijakan berangkat dari sisi dokter hewan, menurutnya cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi yang mengurus dunia perunggasan memang begitu banyak baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebutlah sudah ada GPPU (Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas) PPUI (Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia), PPUN (Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara), ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia), GPMT (Gabungan Perusahaan Makanan Ternak), Pinsar UN (Pusat Informasi Pasar Unggas Nasional), Forum Komunikasi Masyarakat Perunggasan (FKMP) Sulsel, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran keilmuan dokter hewan perunggasan pada organisasi-organisasi ini tampak sudah menyatu dengan bidang keilmuan yang bukan semata kedokteran hewan, namun juga bisnis. Menurut Drh Hernomoadi, apa yang dituangkan Dr Desianto sebagai wakil dari PDHI sudah mengisyaratkan tentang landasan keilmuan kedokteran hewan yang perlu diperkuat di ADHPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguatan landasan keilmuan kedokteran hewan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai perangkat organisasi yang dapat mengerucut pada peningkatan kualitas dan kompetensi dokter hewan spesialis perunggasan, sebagaimana dokter hewan spesialis lain sesuai dengan pemaparan hasil Munas PDHI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, sesuai dengan yang diungkap dalam pertanggungjawaban Ketua Periode 2005-2010, ke depannya ADHPI mendapat tantangan program nasional kualitas perunggasan dan produk perunggasan. Mau ke mana ADHPI? Tentu semua optimis akan keberadaannya. (YR)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-3702528740810338012?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/3702528740810338012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/adhpi-punya-pengurus-baru-2010-2015.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3702528740810338012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3702528740810338012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/adhpi-punya-pengurus-baru-2010-2015.html' title='Adhpi Punya Pengurus Baru 2010-2015'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGucmobmz1I/AAAAAAAAAgY/4jtHVXzOah4/s72-c/IMG_5095+%28Custom%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-5291332590792121672</id><published>2010-08-18T01:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-18T01:23:57.949-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>Fenomena Meningkatnya Kasus Necrotic Enteritis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;N&lt;/span&gt;ecrotic Enteritis (NE) merupakan jenis penyakit yang belakangan ini fenomenanya cenderung mengalami peningkatan kasus cukup signifikan dilapangan. Kasus NE tercatat banyak menimbulkan permasalahan pada peternakan ayam broiler modern, namun demikian cukup banyak juga dilaporkan terjadi pada peternakan ayam petelur komersial serta breeder (peternakan ayam pembibitan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus NE secara langsung menyebabkan gangguan fungsi sistem pencernaan, sehingga dinilai sangat merugikan secara ekonomis berkenaan dengan gangguan efesiensi pakan (FCR yang meningkat cukup signifikan) dan gangguan pertumbuhan serta sejumlah kematian. Dari sisi biaya yang harus dikeluarkan oleh peternak ayam broiler untuk pengobatan terhadap NE, untuk setiap ekor ayamnya dapat mencapai antara Rp 400 – 500 tergantung derajat keparahan penyakit, lama waktu pengobatan serta umur ayam saat dilakukan pengobatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Necrotic Enteritis merupakan salah satu penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri jenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Clostridium perfringens&lt;/span&gt;, dimana tergolong bakteri gram-positif, bersifat anaerobic, umum dapat ditemukan di tanah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;litter&lt;/span&gt;, debu dan pada level yang rendah ditemukan dalam usus ayam sehat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Clostridium perfringens&lt;/span&gt; hanya akan menyebabkan NE bila karena kondisi yang mendukung dalam saluran pencernaan ayam, bakteri tersebut berubah sifat dari type yang tidak memproduksi toksin menjadi type yang mampu memproduksi toksin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Beberapa type Clostridium perfringens &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat lima type dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Clostridium perfringens&lt;/span&gt; (A, B, C, D and E) dimana mampu memproduksi sejumlah toksin seperti toksin: alpha, beta, epsilon, iota and toksin CPE. Alpha toksin dan enzim phospholipase C diyakini sebagai kunci penyebab terjadinya NE. Namun demikian dari studi yang dilakukan oleh pada ahli belakangan ini, isolat dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Clostridium perfringens&lt;/span&gt; yang tidak memproduksi alpha toksin tetap dapat menimbulkan terjadinya NE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, toksin yang disebut NetB belakangan ini diidentifikasi dapat menyebabkan terjadinya NE yang disebabkan oleh salah satu isolat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Clostridium perfringens&lt;/span&gt; (Anthony Keyburn, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;CSIRO Livestock Industries Researchers&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usus dari ayam yang terinfeksi Clostridium perferingens menjadi rapuh dan menggelembung disertai adanya timbunan gas dan lesi-lesi bersifat nekrosis yang menyebar cukup luas disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh Clostridium perfringens tersebut. Pada kejadian yang bersifat akut, sering kali adanya kematian pada ayam yang terinfeksi tidak disertai adanya gejala klinis. Namun demikian pada bentuk yang subklinis, lebih banyak menimbulkan kerugian secara ekonomis berupa gangguan pertumbuhan dan problem efesiensi pakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Gejala klinis dan lesi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala awal dari ayam yang mengalami infeksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Clostridium perfringens&lt;/span&gt; penyebab NE serikali nampak ayam mengalami diare dengan kotoran agak encer warna merah kecoklatan (seperti warna buah pepaya) disertai dengan cairan asam urat yang keluar bersama feces dan terkadang fecesnya bercampur dengan sejumlah material pakan yang tidak tercerna secara sempurna. Akibat terjadinya diare, litter nampak cepat basah  dan cemaran ammonia jadi meningkat cukup tajam ada dalam kandang, sehingga dapat memperparah kondisi sakit dari ayam dan meningkatnya jumlah kematian. Pada ayam broiler, seringkali kasus NE dapat diamati cukup jelas saat memasuki umur 3 (tiga) minggu keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pertumbuhan (pertumbuhan melambat) dan problem efisiensi pakan (FCR jadi membengkak) disebabkan karena rusaknya dinding usus oleh toksin yang dihasilkan oleh infeksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Clostridium perfringens&lt;/span&gt;, dimana terjadi gangguan penyerapan nutrisi pakan oleh dinding usus. Contoh gambar dibawah menunjukkan tingkatan derajat lesi disebabkan oleh paparan Alpha toksin yang dihasilkan oleh infeksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Clostridium perfringens&lt;/span&gt; (derajat lesi dari tingkat 1 – 4), dimana semakin berat derajat lesinya, maka semakin berkurang nutrisi yang mampu diserap oleh dinding usus, sehingga sangat berdampak pada gangguan pertumbuhan dan membengkaknya FCR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus kasus NE yang bersifat sporadik seringkali dapat terjadi pada peternakan ayam, baik pada peternakan ayam broiler (pedaging), petelur komersial maupun breeder, dapat terjadi bila mana tidak digunakannya antibiotika yang berfungsi sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;growth promoters&lt;/span&gt; atau problem infeksi oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Emeria spp&lt;/span&gt;. penyebab Koksidiosis tidak terkontrol dengan maksimal, praktik manajemen pemeliharaan ayam dibawah standar (tidak sesuai dengan keinginan ayam modern), serta pakan dengan kandungan NSP (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Non Starch Polisacharida&lt;/span&gt; = Karbohidrat bukan Pati) yang cukup tinggi dan sumber protein asal hewani yang cukup tinggi kandungannya dalam sediaan pakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Faktor Predisposisi teradinya Necrotic Enteritis serta Manajemen penanggulangan terhadap Necrotic Enteritis Disajikan secara khusus dan lengkap oleh Drh. Wayan Wiryawan Technical Advisor, Malindo Group pada majalah infovet edisi 193/Agustus 2010, info pemesanan dan berlangganan &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-5291332590792121672?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/5291332590792121672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/fenomena-meningkatnya-kasus-necrotic.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5291332590792121672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5291332590792121672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/fenomena-meningkatnya-kasus-necrotic.html' title='Fenomena Meningkatnya Kasus Necrotic Enteritis'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-4535197018409738164</id><published>2010-08-18T01:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-18T01:07:59.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>CLOSED HOUSE, CARA MODERN TINGKATKAN PRODUKSI BROILER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGuUbF_8khI/AAAAAAAAAgQ/GBJY6crDe5g/s1600/S6300686+%28Custom%29.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGuUbF_8khI/AAAAAAAAAgQ/GBJY6crDe5g/s320/S6300686+%28Custom%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506658162578330130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;A&lt;/span&gt;yam pedaging atau broiler lebih bagus hasil produksinya pada kandang sistem closed house daripada ayam petelur dengan sistem sama. Peningkatan teknologi secara menyeluruh berdampak besar bagi peningkatan produksi. Tidak ada kata tidak untuk penggunaan sistem closed house buat pemeliharaan ayam pedaging dengan hasil terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah suatu cara modern untuk meningkatkan produksi ayam pedaging secara signifikan. Degan cara ini tidak ada gangguan pemeliharaan ayam pedaging karena lingkungan lebih baik, tempat pemeliharaan lebih hemat, kualitas ayam lebih baik, angka kematian rendah, kondisi pertumbuhan ayam merata, dan penampilan ayam yang dihasilkan baik secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini adalah cara yang sudah dikenal masyarakat perunggasan Indonesia dalam dekade ini, dan kali ini ditegaskan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sales Area Manager&lt;/span&gt; PT Sierad Industry &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dhanang Purwantoro ST.&lt;/span&gt; Tak lain tak bukan, cara ini adalah sistem kandang tertutup atau lebih dikenal dengan closed house yang ternyata lebih banyak digunakan untuk pemeliharaan ayam pedaging dibanding untuk pemeliharaan ayam petelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dan mengapa penerapan kandang tertutup lebih banyak khusus pada pemeliharaan ayam pedaging? Menurut Dhanang, secara penelitian, efek kandang tertutup untuk ayam pedaging menghasilkan perbedaan mencolok dibanding kandang postal dan kandang terbuka.&lt;br /&gt;“Keberadaan, fungsi dan manfaat closed house pada prinsipnya tidak peduli kondisi daerah. Pada keadaan lingkungan daerah apapun, secara fleksibel kondisinya dapat diadaptasi oleh kandang tertutup,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, untuk pemeliharaan ayam petelur penggunaan kandang tertutup masih diteliti efektivitasnya. Secara keseluruhan, sedikit atau kurang dilakukan penelitian oleh berbagai pihak tentang dampak penggunaan kandang tertutup terhadap pemeliharaan ayam petelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efektivitas pemeliharaan ayam petelur pada dasarnya tergantung produksi telur. Berdasar penelitian di Bali, Malang dan Tuban, penggunaan kandang tertutup untuk ayam petelur tetap berdampak pada pertumbuhan tubuh ayam, kurang berpengaruh untuk peningkatan produksi telur. Dari sedikit penelitian yang ada itu, hasilnya memang, “Ada perbedaan tapi belum signifikan, berbeda dengan untuk ayam pedaging yang hasilnya sangat signifikan atau berbeda nyata,” tegas Dhanang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dhanang Purwantoro, dengan kandang tertutup peternak bisa mengantisipasi segala musim. “Perbedaan musim panas dan musim penghujan dapat diatasi dengan penggunaan kandang closed house,” katanya. Dengan kandang tertutup, kondisi lingkungan bisa diantisipasi dengan baik. Bilamana suhu tidak panas, kondisi ayam tidak bermasalah, open house baik, closed house pun baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berbeda dengan pemakaian kandang terbuka atau open house. Pada daerah panas seperti di Tuban Jawa Timur yang kondisi suhunya cenderung tinggi pada musim panas, pengaruh suhu panas sangat terasa. Kecenderungan suhu pada saat ini sebesar 32, 34, 37 derajat Celsius. Pada suhu lingkungan setinggi ini, ayam susah untuk berproduksi maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya pada musim banyak hujan, kelembaban sangat tinggi. Kondisi lingkungan memang antara lain mempengaruhi keberadaan lalat dan lain-lain. Pada peternakan open house kondisi berpengaruh buruk seperti ini sangat terasakan. Sebaliknya, dapat dikurangi dengan pemakaian kandang tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penggunaan closed house tetap efisien untuk menghadapi kondisi lingkungan ini,” ujar Dhanang. Memang pengaruh musim masih ada namun dapat dikata sedikit. Adapun kelembaban udara susah dikendalikan, namun demikian lebih banyak keunggulan kandang tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kandang tertutup yang paling susah mengendalikan kelembaban ini lantaran pengaruh udara luar yang basah, di mana hujan terjadi secara terus-menerus baik siang maupun malam. Untuk menetralisir hal ini bagi kondisi dalam ruang, dibutuhkan heater atau pemanas ruangan untuk kandang tertutup.....................(YR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Selengkapnya mengenai materi pembahasan diatas silahkan baca majalah infovet edisi 193/Agustus 2010, info pemesanan dan berlangganan &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-4535197018409738164?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/4535197018409738164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/closed-house-cara-modern-tingkatkan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4535197018409738164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4535197018409738164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/closed-house-cara-modern-tingkatkan.html' title='CLOSED HOUSE, CARA MODERN TINGKATKAN PRODUKSI BROILER'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGuUbF_8khI/AAAAAAAAAgQ/GBJY6crDe5g/s72-c/S6300686+%28Custom%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-1250178242554817599</id><published>2010-08-17T23:56:00.000-07:00</published><updated>2010-08-18T00:37:41.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>Broiler kian BERUBAH, bagaimana Manajemennya???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGuLuEi-WkI/AAAAAAAAAgI/zJ9fvIP_Um0/s1600/P1160060+%28Custom%29.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGuLuEi-WkI/AAAAAAAAAgI/zJ9fvIP_Um0/s320/P1160060+%28Custom%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506648593001241154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;ecara nyata sifat ayam pedaging menurun atau berubah. Kondisi ideal atau keadaan yang tanpa kendala merupakan hal yang tidak mudah ditemui. Maka banyak faktor yang harus diperhatikan agar pertumbuhan ayam pedaging optimal. Tidak bisa dengan memakai manajemen peternak masa sebelumnya, manajemen di kandang menuntut peternak selalu menemukan hal yang baru dan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Technical Support di Tim Marketing PT Sierad Produce Tbk Sidoarjo &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drh Mulyanto&lt;/span&gt; menyatakan penampilan ayam pedaging sudah berubah seiring dengan kemajuan rekayasa genetika yang diterapkan untuk mencipta bibit ayam pedaging unggul. Pendeknya, ayam pedaging modern telah menjadi hasil rekayasa genetika dengan tingkat pertumbuhan tubuh yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun sifat ayam pedaging terus menyesuaikan perubahan ini. Guna mengoptimalkan kemampuan produksi ayam pedaging ini, sayangnya telah mengorbankan bagian lain, seperti sistem kekebalan tubuh. “Sistem imunologi akan dikorbankan,” kata Drh Mulyanto yang alumnus FKH Unair ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;PETERNAK HARUS ‘IMPROVE’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peternak harus selalu ‘improve’, menyesuaikan dan sampai mendapatkan kecocokan dengan kondisi terbaru,” ujar Drh Mulyanto. Kalau perusahaan pembibitan menetapkan standar-standar tertentu dalam pemeliharaan ayam sesuai dengan masa-masa hidupnya seperti awal pemeliharaan, masa pertumbuhan dan masa panen, penerapan di lapangan, “Lebih membutuhkan kemampuan manajerial dari peternak,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik pada aplikasi di lapangan ini berarti peternak lebih disiplin. Di sisi lain hal ini butuh biaya yang berarti segala penyesuaian di lapangan butuh dana tambahan. Soal penyesuaian di lapangan ini, di antaranya adalah kondisi kandang dan lingkungan kandang yang berpengaruh sebesar 70 persen bagi keseluruhan pemeliharaan hingga produksi atau panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan cara ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;improve&lt;/span&gt;’ yang berarti memperbaiki, memajukan, mengembangkan, memanfaatkan semua hal yang baik guna perbaikan dan pengembangan seperti yang demikian, peternak dapat mengimbangi upaya-upaya perbaikan genetik ayam pedaging yang telah dilakukan para ahli guna menghasilkan produksi terbaik. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;(selengkapnya baca majalah infovet edisi 193/Agustus 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING DARI A-Z&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sekarang genetik ayam pedaging dipaksa harus tumbuh sesuai dengan keinginan peternak, mau tak mau kita jangan memberi fasilitas yang tidak memadai. Fasilitas harus memadai, antara lain, bibit sudah bagus, pakan harus bagus, dan manajemen juga harus bagus. Semua merupakan benang merah tebal, yang patut dipegang keteguhannya dalam manajemen pemeliharaan ayam pedaging dari A-Z.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drh A Syaiful Hadi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Research &amp;amp; Development&lt;/span&gt; PT Sierad Produce Tbk Sidoarjo yang menegaskan kembali tentang kondisi terkini ayam pedaging. Menurutnya, ayam pedaging modern mengalami perkembangan yang sangat signifikan dibanding masa sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah salah satu tolok ukurnya adalah angka konversi pakan (FCR, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Feed Conversion Rate&lt;/span&gt;) alias angka daya kecernaan pakan. Diungkap oleh Drh Syaiful Hadi, FCR ayam pedaging yang dulu 2,2 kemudian menjadi 2,1, selanjutnya menjadi 1,9 bahkan saat ini mencapai 1,7. Perkembangan yang sangat drastis di bidang angka kecernakan pakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan ayam pedaging yang berkembang dengan cepat sendiri memang selalu membutuhkan kecukupan zat gizi. Namun sebaliknya, bila zat gizi untuk pembentukan otot dan tulang tidak terpenuhi niscaya akan muncul gejala-gejala kelumpuhan. Maka, perubahan angka kecukupan beberapa mineral dan vitamin selalu mesti diperhatikan. Tak mengherankan, perusahaan pembibitan selalu membuat pencatatan pemberian pakan dan hasilnya pada penampilan ayam, untuk perbandingan penampilan ayam dengan standar penampilan ayam pedaging yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen pemeliharaan ayam pedaging dari A-Z berarti manajemen pemeliharaan dari masa DOC dalam pemanasan atau pengindukan buatan sampai masa panen. “Sebaik-baiknya kualitas DOC maupun pakan jika tidak disertai dengan manajemen pemeliharaan yang baik maka penampilan yang dicapai akan tidak optimal dan maksimal,” tegas Drh A Syaiful Hadi.&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(selengkapnya baca majalah infovet edisi 193/Agustus 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BERHASIL DI PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING DENGAN STRATEGI 4-4-3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat kunci sukses yang dimaksud adalah indikator bagi indeks prestasi pemeliharaan ayam pedaging yang baik yaitu bila angka konversi pakan (FCR) rendah, berat badan bagus, umur panen pendek, dan kematian kecil. Sementara 4 elemen strategis itu adalah bibit DOC (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day Old Chicken&lt;/span&gt;) yang baik, pola manajemen yang terukur dan teratur, pola pakan yang baik, dan program medikasi yang produktif. Ditambah lagi perhatian ekstra untuk 3 fase kritis kehidupan broiler yaitu fase saat ayam umur 0-12 hari, 12-21 hari dan 21 hari sampai panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diungkapkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aria Bimateja SPt&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sales Supervisor&lt;/span&gt; PT Sierad Produce Area Pare Kediri Jawa Timur saat ditemui Infovet disela customer gathering Sierad di Blitar.&lt;br /&gt;Menurut Bima, demikian ia akrab disapa, kunci utama kesuksesan peternakan ayam pedaging ditunjukkan oleh kesuksesan di Indeks Prestasi atau Indeks Penampilan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Index Performance&lt;/span&gt;, IP). IP yang baik ini ditunjukkan oleh 4 indikator sebagai tolok ukur kesuksesan. 4 indikator bagi IP yang baik adalah bila angka konversi pakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Feed Conversion Ratio&lt;/span&gt;, FCR) rendah, berat badan bagus, umur panen pendek, dan kematian kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana mencapai 4 hal indikator itu semua secara baik? Dibutuhkan 4 elemen strategis,” ujar pria kelahiran 15 Desember 1980 ini. Menurutnya 4 elemen yang strategis itu adalah bibit DOC yang baik, pola manajemen yang terukur dan teratur, pola pakan yang baik, dan program medikasi yang produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aria Bimateja SPt memberi jaminan bila 4 elemen strategis tersebut dipenuhi secara disiplin, niscaya masalah penyakit ini dapat dieliminir, tertanggulangi dan dicegah. Dan lebih dari itu, 4 kunci sukses pemeliharaan ayam pedaging dapat dipenuhi guna produksi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Selengkapnya mengenai materi pembahasan diatas silahkan baca majalah infovet edisi 193/Agustus 2010, info pemesanan dan berlangganan &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-1250178242554817599?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/1250178242554817599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/broiler-kian-berubah-bagaimana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1250178242554817599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1250178242554817599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/broiler-kian-berubah-bagaimana.html' title='Broiler kian BERUBAH, bagaimana Manajemennya???'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGuLuEi-WkI/AAAAAAAAAgI/zJ9fvIP_Um0/s72-c/P1160060+%28Custom%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-662163661717522698</id><published>2010-08-17T23:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T23:56:01.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Redaksi'/><title type='text'>Ajang Silaturahmi di INDOLIVESTOCK 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGuDwBwyVkI/AAAAAAAAAgA/0P0Auf3zbzo/s1600/IMG_0515+%28Custom%29.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 228px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGuDwBwyVkI/AAAAAAAAAgA/0P0Auf3zbzo/s320/IMG_0515+%28Custom%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506639830520583746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;I&lt;/span&gt;ndolivestock Expo &amp;amp; Forum bisa dikatakan telah menjadi ajang silaturahmi masyarakat peternakan terbesar di Indonesia. Hal ini sangat terasa dari perbincangan antar pengunjung baik di stand pameran, di area seminar maupun area lainnya. Banyak pengunjung yang sudah lama tidak bertemu dengan koleganya, dapat menjalin kembali silaturahmi dalam momen akbar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan Infovet. Sebagaimana Indolivestock Expo yang lalu dalam Indolivestock kali ini kami mengundang wartawan Infovet daerah yaitu Drh Untung Satriyo (Yogya), Drh Yonathan Rahardjo (Surabaya), Drh Masdjoko Rudiyanto MS (Bali), Sadarman, Spt, MSi. (Pekanbaru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengundang mereka ke arena Indolivestock, para wartawan daerah berkesempatan untuk melihat perkembangan dunia peternakan dan kesehatan hewan, sekaligus dapat bersilaturahmi dengan tim Infovet di Pusat. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan peliputan khusus dari stand ke stand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun berbagi tugas kegiatan. Ada yang melakukan liputan ke stand, liputan seminar, dan menjadi pemandu stand. Tak lupa setiap malam melakukan koordinasi sejauh mana rencana kegiatan yang telah disusun terealisasi. Hasil dari semua itu adalah artikel liputan khusus yang dapat anda simak dalam edisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pameran kali ini stand Infovet dan ASOHI digabung dalam satu unit stand. Dengan penggabungan ini stand menjadi lebih luas dan relatif lebih megah dibanding pameran sebelumnya. Selain itu para pengunjung juga dapat menikmati ”sajian” stand yang antara lain menampilkan tampilan data bisnis peternakan dan obat hewan, buku-buku terbitan Gita Pustaka, informasi kegiatan seminar dan training, serta informasi berlangganan majalah Infovet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi data bisnis peternakan dan obat hewan tampak sangat diminati para pengunjung dari kalangan pemerintah dan pebisnis. Beberapa pengunjung dari luar negeri sengaja memotret tampilan data tersebut untuk oleh-oleh ke negaranya. Bahkan Menteri Pertanian Ir Suswono seusai membuka acara Indolivestock Expo berkunjung cukup lama di stand kami ketika ditunjukkan data ekspor obat hewan yang terus menerus meningkat dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungan ke stand tersebut Menteri Pertanian memberikan apresiasi khusus kepada ASOHI khususnya ke eksportir obat hewan melalui Ketua Umum ASOHI Drh Rakhmat Nuriyanto yang menyambut hangat kehadiran Mentan di stand kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, Indolivestock Expo bukan saja meningkatkan silaturahmi di antara kami, melainkan juga silaturahmi antara kami dengan Menteri Pertanian serta tokoh-tokoh peternakan dan kesehatan hewan lainnya. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-662163661717522698?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/662163661717522698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/ajang-silaturahmi-di-indolivestock-2010.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/662163661717522698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/662163661717522698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/08/ajang-silaturahmi-di-indolivestock-2010.html' title='Ajang Silaturahmi di INDOLIVESTOCK 2010'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TGuDwBwyVkI/AAAAAAAAAgA/0P0Auf3zbzo/s72-c/IMG_0515+%28Custom%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-8353873666281270862</id><published>2010-07-25T23:20:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T23:28:01.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Mahasiswa FKH UGM Ingatkan Bahaya Global Warming</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TE0qy_Xvw9I/AAAAAAAAAf4/d-L4V0lWIrc/s1600/Seminar+Global+warming.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TE0qy_Xvw9I/AAAAAAAAAf4/d-L4V0lWIrc/s320/Seminar+Global+warming.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498097775582102482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;M&lt;/span&gt;asalah lingkungan sudah selayaknya menjadi sorotan berbagai macam pihak, bukan hanya beberapa kalangan atau lembaga yang bergerak dalam konservasi tetapi juga untuk semua lapisan masyarakat termasuk calon dokter hewan, hal itu mencuat dalam Seminar Nasional Global Warming yang diselenggarakan oleh BEM FKH UGM Yogyakarta pada Minggu 18 April 2010. Tema yang diangkat adalah dampak perubahan iklim terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diketahui bersama perubahan iklim merupakan salah satu masalah lingkungan yang dihadapi pada saat ini dan perubahan lingkungan ini tentunya juga berimbas pada kesehatan masyarakat baik dalam segi kedokteran maupun kedokteran hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa ambil beberapa kasus yang telah terjadi pada masyarakat pada saat ini, di DKI Jakarta hampir setiap tahun mengalami banjir, dan dikarenakan adanya perubahan iklim hal ini berdampak signifikan terhadap frekuensi volume air bah yang semakin lama terus meningkat. Selain itu dampak  kesehatan yang lain juga timbul akibat bencana banjir, misalnya munculnya kasus leptospirosis yang merupakan salah satu penyakit zoonosis (dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya) dan berakibat buruk pada kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua panitia seminar Muhamad Atma Setyadi mengatakan, “Kami mengadakan acara ini untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan mahasiswa tentang masalah lingkungan yang juga berefek pada masalah kesehatan masyarakat dan juga berpengaruh pada kesehatan hewan dan patut menjadi perhatian bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi awal acara ditayangkan video dari Green Peace Indonesia tentang dampak global warming terhadap lingkungan yang dilanjutkan dengan pemberian materi dari Kementrian Lingkungan Hidup Ir. Sri Hudyastuti.&lt;br /&gt;Sementara dr.Abidinsyah Siregar mewakili Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan materi tentang aspek kesehatan masyarakat dan disambung penyampaian oleh DR.Drh. Widagdo SN, M.P yang merupakan dosen dari Bagian kesmavet tanteng aspek kesehatan masyarakat veteriner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar juga diramaikan dengan aksi teatrikal yang persembahkan oleh VENA FKH UGM. Aksi ini membawa pesan bahwa semua lapisan masyarakat selayaknya juga turut menjaga lingkungan dengan baik dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Acara diakhiri dengan penanaman pohon di lingkungan FKH UGM secara simbolis oleh Ir. Sri Hudyastuti dan pembagian bibit pohon kepada peserta. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa dari beberapa universitas diantaranya adalah UII, UPN dan UNY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa peserta, seminar ini merupakan acara yang baik untuk mahasiswa dan secara keseluruhan esensi yang ditampilkan dapat diterima dengan baik. Eka Yanuarti dan Annisa Ullyanni perwakilan peserta mengatakan, “Menurut kami seminar global warming merupakan ajang yang bagus untuk mahasiswa, karena dengan adanya kegiatan semacam ini kita lebih bisa mengerti tentang masalah peubahan iklim dan dampaknya terhadap masyarakat, secara global acara ini sangat bagus karena banyak dihadiri oleh peserta yang berasal dari luar FKH UGM.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya kegiatan ini dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan dapat lebih banyak menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga bumi ini dari pemanasan global.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; (red)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-8353873666281270862?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/8353873666281270862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/07/mahasiswa-fkh-ugm-ingatkan-bahaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8353873666281270862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8353873666281270862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/07/mahasiswa-fkh-ugm-ingatkan-bahaya.html' title='Mahasiswa FKH UGM Ingatkan Bahaya Global Warming'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TE0qy_Xvw9I/AAAAAAAAAf4/d-L4V0lWIrc/s72-c/Seminar+Global+warming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-6930439097677034741</id><published>2010-07-25T22:37:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T23:03:24.060-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>ALAT PEMANAS,BERMACAM-MACAM TAPI SATU TUJUAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TE0kc-Z99zI/AAAAAAAAAfo/ReUPrfn9nOI/s1600/image.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TE0kc-Z99zI/AAAAAAAAAfo/ReUPrfn9nOI/s320/image.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498090800296097586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kondisi ayam pun selalu segar. Tentu saja mesti dilengkapi dengan semua kebutuhan yang lain, tak terkecuali dan teristimewa dalam konteks ini: pemanas yang meski berbeda-beda wujudnya tetap bertujuan sama dalam sistem brooding alias sistem pengindukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;P&lt;/span&gt;emakaian minyak tanah sebagai bahan bakar pemanas untuk sistem pengindukan alias brooding pernah mendominasi kurang lebih 75 persen peternak di Indonesia. Sangat masuk akal, lantaran harga minyak saat disubsidi sangat murah dan mudah didapat. Investasi peralatannya pun relatif murah, oleh sebab pemakaiannya cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu pun banyak usaha skala industri rumah tangga yang memproduksi alat pemanas berbahan bakar minyak tanah sebagai sarana penunjang produksi peternakan. Namun saat ini, keberadaan minyak tanah susah didapat oleh para peternak yang sangat membutuhkan bahan bakar untuk pemanas dan pengindukan anak ayamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk lebih praktisnya, saat ini, “Banyak peternak menggunakan gas elpiji (LPG),” kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drh Setyono Al Yoyok&lt;/span&gt; pemilik Pakarvet Citra Agrindo Malang perusahaan yang bergerak di bidang peternakan, obat-obatan dan bisnis alat-alat umum untuk peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lebih praktis, papar Drh Yoyok (nama akrabnya), “Elpiji juga mempunyai keunggulan-keunggulan umum. Keunggulan itu antara lain dengan elpiji suhu lebih terkontrol, selain itu elpiji juga mudah diperoleh. Dibanding minyak tanah, elpiji lebih bagus, lantaran elpiji tidak banyak menyebabkan polusi udara dibanding minyak tanah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, hampir semua breeding farm menggunakan bahan bakar gas sebagai pemanas untuk brooding. Paling mudah digunakan, sebagian besar peternak ayam petelur  skala menengah dan besar meyakini bahwa gas paling aman digunakan sebagai pemanas brooding. Pemakaian gas untuk brooding memudahkan pengoperasian, pengaturan suhu, penyalaan dan pematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sumber bahan bakar untuk brooding. Sementara untuk alat pemanasnya sendiri, dari bermacam-macam brooder, yang paling disukai dan dianggap terbaik oleh peternak adalah Gasolec yang di antaranya dipasarkan oleh Medion, Agrinusa Jaya Sentosa, dan Mensana Aneka Satwa, selain dari yang terbanyak selama ini didatangkan secara impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beredar secara umum di kalangan peternak, bahwa gasolec adalah alat penghangat DOC dengan bahan bakar gas elpiji. Ada yang bisa menghangatkan 800- 1000 ekor DOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut banyak peternak, gasolec merupakan brooder yang paling mudah digunakan. Menjadi rahasia umum, hampir semua breeding farm menggunakan gasolec yang berbahan bakar gas sebagai pemanas untuk brooding. Adapun, gasolec juga diyakini oleh peternak skala menengah dan besar sebagai pemanas gas paling aman dibanding dengan pemanas dengan bahan bakar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemakaian gasolec memudahkan dalam pengoperasian, pengaturan suhu, penyalaan dan mematikannya,” kata peternak. Selain itu juga dikenal adanya kanopi yang  terbuat dari seng dengan diameter 120 cm digunakan untuk lebih mengoptimalkan kerja dari gasolec.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula taktik peternak di lapangan peternakan untuk menghasilkan pemanasan yang terbaik dengan modifikasi. Yang ini, “Untuk efisiensi dan lebih irit,” kata Drh Setyono Al Yoyok. Modifikasi ini wujudnya adalah kombinasi menggunakan elpiji dan juga memakai kanopi sebagai alat pemanasnya. Bagusnya alat semacam ini, menurut Drh Yoyok adalah ada regulatornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghangat DOC berbahan bakar gas elpiji ini, di antaranya sudah dilengkapi kanopi berdiameter 100 cm, 2 meter slang, 1 buah regulator dan 2 buah klem slang yang bisa dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada pula penghangat DOC dengan bahan bakar batu bara, dilengkapi dengan kanopi salah satunya berberdiameter 100 cm. Penghangat DOC ini di antaranya bisa menghangatkan 500 ekor DOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Briket batubara sendiri merupakan bahan bakar padat berbentuk dan berukuran tertentu yang tersusun dari partikel batubara yang kokas maupun semikokas halus yang telah diproses dan diolah dengan daya tekan tertentu agar lebih mudah dimanfaatkan. Banyak pula peternak skala menengah dan besar menggunakan briket batubara sebagai pengganti minyak tanah dan gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghangat DOC dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah tak ketinggalan. Yang unik, penghangat ini di antaranya sudah dilengkapi dengan kanopi berdiameter 100 cm dan bisa dipakai untuk 500 DOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui oleh alumnus FKH Unair ini, alat pemanas untuk brooder memang bervariasi. Begitulah variasinya, ada yang berupa kompor biasa, ada yang berbahan bakar gas elpiji, ada yang memakai bahan bakar arang, batubara, dan lain-lain. Semua ini lantaran, “Tingkatan peternak juga bermacam-macam,” kata Drh Yoyok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, bagi peternak besar dan peternak sedang, brooding yang digunakan biasanya adalah gasolec. Adapun, peternak kecil yang kebanyakan merupakan peternak ayam pedaging, biasanya memanfaatkan sumber panas apapun yang ada termasuk kompor, arang, maupun kayu bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Selain Alat Pemanas Juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Harus Bagus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dengan terpenuhinya sumber bahan bakar pemanas itu maka faktor-faktor yang lain di dalam masa brooding alias pemanasan pengindukan itu juga harus bagus. Faktor-faktor itu antara lain masalah layar, litter, dan air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun masalah-masalah dalam brooding menurut Setyono Al Yoyok juga dapat terjadi. Menurutnya, kegagalan brooding dapat menyebabkan timbulnya penyakit Kolibasilosis yang biasanya muncul pada, “Ayam usia mau panen,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan sistem pengindukan dan pemanasan ini jelas merugikan secara ekonomi. Bahkan akibat serangan kuman itu dapat pula memunculkan penyakit dengan gejala utama ayam ngorok. Penyakit itu, apalagi kalau bukan CRD (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chronic Respiratory Disease&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari banyak kasus penyakit yang muncul akibat kegagalan brooding itu, Drh Yoyok mengungkap bahwa yang paling dominan adalah Kolibasilosis. Secara berurut sebab akibatnya, ayam yang terserang penyakit ini dimulai dengan serangan-serangan fisik ayam kembung lantaran suhu dan tubuh terlalu dingin, temperatur brooding tidak sesuai dengan kebutuhan DOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ayam yang demikian dapat berlanjut ayam mengalami asites. Kondisi buruk ini diperparah lagi dengan penyebaran kuman Koli di dalam air minum. Bilamana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Escherechia coli &lt;/span&gt;ini masuk dan terus berkembang biak, sedangkan kondisi ayam buruk, tingginya kasus serangan Kolibasilosis pun tak terbendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kata Drh Setyono Al Yoyok, “Kalau brooding bagus, kasus Kolibasilosis minim.” Dan, lanjutnya, “Supaya pemanas pengindukan ini bagus, maka ada kondisi yang harus kita persiapkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter hewan yang berpengalaman di banyak tempat peternakan baik di sektor produksi maupun sarana produksi ini pun mengungkap persiapan yang diperlukan itu antara lain manajemen pemilihan waktu DOC. “Layar kandang harus diperhatikan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan di daerah Malang, sistem brooding yang diterapkan ada yang memakai sistem brooding termos. Dengan sistem ini tempat brooding bisa di bawah juga bisa di atas. Kandang dengan sistem ini, layar tertutup atau terbuka bisa separuhnya. Sementara yang separuh lagi juga bisa dibuka atau ditutup. Jadi, “Ada dobel layar,” ucap Yoyok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengaturan layar itu, brooding bisa disekat sesuai dengan kebutuhan. Adapun jumlah tempat makan atau tempat minum pun mesti diatur, supaya, “Saat DOC makan dan minum, tidak berebut,” kata Drh Yoyok. Ia pun menambahkan untuk pakan pemberiannya sedikit demi sedikit, dengan tujuan pakan tidak tumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak tumpahnya pakan, dan ayam memakan secara bertahap akan memberi rangsangan nafsu makan, sehingga konversi pakan (FCR) pun akan menjadi yang terbaik. Kondisi ayam pun selalu segar. Tentu saja mesti dilengkapi dengan semua kebutuhan yang lain tersebut, tak terkecuali dan teristimewa dalam konteks ini: pemanas yang meski berbeda-beda wujudnya tetap bertujuan sama dalam sistem brooding alias sistem pengindukan. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(red)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-6930439097677034741?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/6930439097677034741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/07/alat-pemanasbermacam-macam-tapi-satu.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6930439097677034741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6930439097677034741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/07/alat-pemanasbermacam-macam-tapi-satu.html' title='ALAT PEMANAS,BERMACAM-MACAM TAPI SATU TUJUAN'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TE0kc-Z99zI/AAAAAAAAAfo/ReUPrfn9nOI/s72-c/image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-428567548711402277</id><published>2010-05-28T21:06:00.001-07:00</published><updated>2010-05-28T21:08:03.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Wabah Rabies Mengilhami Ogoh-Ogoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACS8UlIurI/AAAAAAAAAfY/Kao3JmpnrFM/s1600/OGOH+RABIES+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACS8UlIurI/AAAAAAAAAfY/Kao3JmpnrFM/s200/OGOH+RABIES+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476538711896799922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ali sebagai daerah tujuan wisata sangat sarat akan budayanya. Tiada hari tanpa upacara, bahkan Bali itu sendiri diakronimkan sebagai propinsi banyak libur. Ini tidak bisa dipungkiri lagi, karena di dalam penanggalan yang khusus diterbitkan di Bali banyak ditemukan hari libur yang dikaitkan dengan keagamaan dan budaya, misal Hari Raya Galungan dan Kuningan, Hari Raya Saraswati, Tumpek kandang, Tumpek landep, Tumpek uduh, Pagerwesi, Sugihan Jawa, Sugihan Bali, dan lain-lain. Walaupun banyak libur masyarakat Bali tidak pernah kekurangan materi dan rejeki senantiasa ada, disukai wisatawan asing dan domestik, hidup rukun dan guyub sesama umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hari penting di Bali dan tidak ada duanya di dunia adalah peringatan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Çaka 1932. Umat Hindu diharapkan tidak makan dan minum (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan) dan tidak melakukan kegiatan bekerja (amati karya) selama 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Hari Raya Nyepi tersebut, Bali bagaikan kota mati, gelap-gulita tanpa penerangan, tidak boleh ada orang bepergian, tanpa listrik bahkan siaran TV dimatikan. Walaupun begitu, saat malam menjelang Nyepi, jalanan di Bali sangat ramai dipadati orang, karena ada pawai ogoh-ogoh atau sering disebut sebagai malam pengrupukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ogoh-ogoh bagi masyarakat Hindu merupakan simbolis dari peperangan antara nafsu baik (dharma) melawan nafsu buruk (adharma) yang akhirnya dimenangkan oleh nafsu baik dengan diakhiri pembakaran ogoh-ogoh pasca diarak keliling kota atau kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan ogoh-ogoh butuh kocek cukup banyak bahkan sampai puluhan juta rupiah. Salah satu ogoh-ogoh yang disajikan masyarakat Hindu mengambil tema rabies yang penampilannya sangat menggelitik. Sungguh ironis Bali-ku, masuknya wabah rabies akibat ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Belum ada kepastian dari mana sumber rabies tersebut, apakah dibawa dari anjing ras pengidap yang berasal dari daerah rabies (NTT dan Jawa Barat) atau anjing yang dibawa oleh para nelayan Sulawesi berfungsi sebagai alarm dog. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(mas djoko)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-428567548711402277?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/428567548711402277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/05/wabah-rabies-mengilhami-ogoh-ogoh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/428567548711402277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/428567548711402277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/05/wabah-rabies-mengilhami-ogoh-ogoh.html' title='Wabah Rabies Mengilhami Ogoh-Ogoh'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACS8UlIurI/AAAAAAAAAfY/Kao3JmpnrFM/s72-c/OGOH+RABIES+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-5334302317849748848</id><published>2010-05-28T20:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T21:02:27.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Meeting Nasional 2010 PT Medion</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACRt_Fn84I/AAAAAAAAAfQ/I_wBL1zmswc/s1600/foto+MeetNas+Lampung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACRt_Fn84I/AAAAAAAAAfQ/I_wBL1zmswc/s200/foto+MeetNas+Lampung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476537366097687426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ada tanggal 25 – 27 Februari 2010, PT Medion mengadakan Meeting Nasional 2010 yang bertempat di Hotel Amalia dan Hotel Grande, Bandar Lampung.&lt;br /&gt;Meeting Nasional rutin diadakan tiap tahun dan diikuti oleh seluruh team marketing dari seluruh cabang di Indonesia. Presiden Direktur PT Medion, Jonas Jahja beserta istri, Amalia Jonas, juga hadir dalam pelaksanaan Meeting Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meeting yang bertemakan Perusahaan Indonesia yang Inovatif dan Berkualitas ini, memiliki tujuan utama yaitu evaluasi pencapaian target penjualan tahun 2009 dan penetapan target penjualan di tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara meeting tersebut perusahaan juga meningkatkan kompetensi team marketing dengan berbagai pelatihan. Drh. I Wayan Teguh Wibawan – dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB menjadi salah satu pembicara dalam acara pelatihan tersebut. Beliau menyampaikan topik differential diagnosa ND, IB dan AI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelas yang berbeda Bpk. Tony Unandar – Konsultan Teknis Peternakan menyampaikan topik yang sama dilengkapi dengan training management farm layer. Pelatihan lainnya yang tak kalah menariknya adalah pelatihan uji serologis dan biosekuriti yang disampaikan oleh Ibu Melina Jonas dan Drh. Budi Purwanto, Team Management PT Medion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam kedua, Acara Penghargaan Prestasi dan Anugerah Bakti turut mewarnai rangkaian acara Meeting Nasional ini. Dimeriahkan oleh penampilan para peserta meeting dengan berbagai kesenian membuat suasana malam itu bertambah meriah. Sebelum kembali ke  wilayah kerja masing-masing, panitia mengajak peserta berwisata ke Pantai Mutun untuk relaksasi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengikuti acara ini, diharapkan team marketing akan lebih kompeten dan bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Sukses Medion!. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Inf)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-5334302317849748848?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/5334302317849748848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/05/meeting-nasional-2010-pt-medion.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5334302317849748848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5334302317849748848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/05/meeting-nasional-2010-pt-medion.html' title='Meeting Nasional 2010 PT Medion'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACRt_Fn84I/AAAAAAAAAfQ/I_wBL1zmswc/s72-c/foto+MeetNas+Lampung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-3551164403565370715</id><published>2010-05-28T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T20:57:30.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Unjuk Rasa Pedagang Ayam Menolak Berlakunya Perda No. Tahun 2007</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACQVt3SYaI/AAAAAAAAAfI/59yC27eSgas/s1600/demo+perda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 207px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACQVt3SYaI/AAAAAAAAAfI/59yC27eSgas/s320/demo+perda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476535849645662626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;iang itu sekitar 2.000 pedagang ayam dan mahasiswa memblokir Jalan Kebon Sirih dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Mereka menuntut pembatalan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2007 mengenai peredaran unggas di Jakarta serta melempari Kantor DPRD dengan bangkai ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang ayam dari berbagai wilayah berkumpul di depan Kantor DPRD di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (23/3), untuk menuntut DPRD agar serius dalam meminta penundaan relokasi tempat pemotongan ayam yang tersebar di berbagai lokasi. Sebelumnya, DPRD mengirimkan surat penundaan relokasi, tetapi diabaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ada anggota DPRD yang menemui para pengunjuk rasa, massa mulai marah dan memblokir jalan. Mereka juga memotong ayam dan melemparkan beberapa bangkai ayam ke dalam halaman kantor itu. Alhasil kemacetan parah terjadi di Jalan Kebon Sirih karena pemblokiran jalan. Lalu lintas dialihkan melalui Jalan Sabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa akhirnya pindah ke depan Balaikota DKI dan memblokir Jalan Medan Merdeka Selatan. Mereka kembali menuntut pembatalan revisi atau pembatalan Perda No 4/2007. Perda itu mewajibkan semua penampung dan pemotong ayam masuk ke lima rumah potong ayam (RPA) yang disiapkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuryono, salah satu pedagang ayam, mengatakan, relokasi itu akan mematikan banyak usaha pemotongan ayam tradisional. Pedagang ayam Kalideres khawatir pemusatan RPA akan meningkatkan biaya dan berdampak pada mahalnya harga jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perlu tambahan biaya untuk membayar angkutan ayam dari RPA ke pasar tempat saya berjualan. Modal yang keluar juga lebih besar karena saya harus beli es batu dan tempat khusus untuk mewadahi ayam. Tambahan biaya itu akan membuat harga jual ayam lebih mahal sampai Rp 2.000 per ekor,” kata Wuryono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Balaikota DKI Jakarta, perwakilan pengunjuk rasa diterima Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian Mara Oloan Siregar serta Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Edy Setiarto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kedua pejabat itu, Ketua Perhimpunan Pedagang Unggas Jakarta Siti Maryam meminta perda peredaran unggas direvisi dan jaminan tidak ada razia penampungan dan pemotongan ayam tradisional. Para pedagang juga akan mogok berjualan pada 23-25 Maret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mara Oloan mengatakan, selain mencegah penyebaran virus flu burung, pemusatan RPA juga dapat untuk mengatasi isu penggunaan formalin dan penjualan ayam bangkai atau mati kemarin (tiren). Semua penampung dan pemotong ayam juga akan diberi tempat di RPA. Dengan demikian, tidak ada pedagang ayam yang kehilangan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada massa pengunjuk rasa, Edy Setiarto mengatakan, pemerintah menjamin tidak akan ada razia besar-besaran terhadap pemotongan ayam tradisional pada 24 April. Pihaknya akan memperluas dan memperbaiki sosialisasi mengenai relokasi tempat pemotongan ayam tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita datang ke sini untuk menolak Perda Nomor 4 tahun 2007 dan rencana relokasi rumah pemotongan ayam oleh Pemprov DKI,” kata perwakilan Asosiasi Pedagang Unggas asal Jakarta Barat Yadianto saat berorasi di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pedagang ayam dari Cempaka Putih Sofyan Sofwan mengatakan bahwa aturan relokasi RPA ke lima tempat resmi yang ditunjuk Pemprov DKI itu akan mematikan banyak pedagang ayam kecil yang ada di Jakarta. Salah satu alasannya adalah bahwa untuk melakukan pemotongan di RPA resmi misalnya di Rawakepiting, dibutuhkan jumlah ayam minimal 500 ekor untuk bisa “booking” (memesan tempat) pemotongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap potong dipungut 75 perak. Kalau jumlahnya kurang harus berkelompok, padahal kami adalah pedagang kecil,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para pedagang disebutnya hidup dari pesanan ayam potong yang unik atau khusus dari para pelanggannya. Sofyan mencontohkan ada perbedaan dari pemesanan ayam potong, sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau orang Medan, mereka minta darahnya juga. Setelah dipotong kemudian dikasih jeruk untuk melihat kualitas ayam. Sedangkan pelanggan dari etnis China minta darah untuk sesaji,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemesanan yang unik itu maka jika pemotongan dilakukan di RPA resmi dikhawatirkan para pedagang itu akan kehilangan pelanggan mereka. Selain itu, penerapan Perda itu juga dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang lebih luas kepada pemasok ayam dari daerah-daerah luas Jakarta seperti Cilacap, Yogyakarta, Indramayu dan daerah pinggiran Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan antisipasi terhadap ancaman virus H5NI (flu burung) di wilayahnya dengan menerapkan Perda Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas di Ibukota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perda tersebut, pada April 2010 mendatang seluruh pemotongan ayam yang ada di Jakarta akan direlokasi ke lima RPA resmi di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Hal itu dimaksudkan agar tidak ada lagi tempat pemotongan dan penampungan ayam di pemukiman penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima RPA resmi itu masing-masing adalah RPA Rawakepiting di Kawasan Industri Pulogadung, RPA Pulogadung di Jl Palad, RPA Cakung di Jl Penggilingan (Jakarta Timur), RPA Kebun Bibit, di Petukanganutara, Jakarta Selatan dan RPA Ekadharma di Jl Ekadharma, Srengseng, Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Relokasi Pedagang Ayam Ditunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya perjuangan para pedagang dan pengusaha ayam yang beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menuntut penolakan relokasi sempat mendapat angin segar. Ya, setidaknya hal tersebut tercermin dari sikap DPRD DKI Jakarta yang merekomendasikan untuk menunda pelaksanaan relokasi hingga September mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pelaksanaan relokasi pedagang ayam di pasar-pasar tradisional dan pemukiman seyogyanya akan dilakukan pada April. Penundaan relokasi bertujuan memberikan waktu kepada DPRD bersama eksekutif dan perhimpunan pedagang ayam serta pakar perunggasan untuk bertemu menelaah dan mengkaji pasal-pasal dalam Perda No 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas serta Pergub No 1909 Tahun 2009 tentang Lokasi Penampungan dan Pemotongan Unggas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi tersebut muncul saat pertemuan antara Komisi B DPRD DKI Jakarta dengan Himpunan Pedagang Unggas Jakarta bersama Kepala Dinas kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Edy Setiarso, di ruang rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (15/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir terjadi kericuhan saat pertemuan tersebut berlangsung lantaran pedagang ayam merasa tidak puas dengan keputusan Komisi B untuk memberikan surat jaminan keamanan bagi para pedagang agar tidak mengalami intimidasi dari berbagai pihak. Beberapa pedagang berebutan menginterupsi Ketua Komisi B, Selamat Nurdin, yang akan menutup jalannya pertemuan. Namun, suasana tegang mencair setelah Selamat Nurdin memberikan kesempatan lima pedagang berbicara menyampaikan aspirasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Nurdin menegaskan, Komisi B telah melayangkan surat rekomendasi tentang penundaan pelaksanaan relokasi pedagang ayam pada April mendatang serta akan melakukan telaah dan kajian terhadap isi Perda No 4/2007 dan Pergub No 1909 tahun 2009 kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Ferial Sofyan. Alasan penundaan relokasi dikarenakan aspirasi dari pedagang. Selain itu dari hasil pantauan persiapan di lapangan, lima rumah pemotongan ayam resmi belum maksimal atau belum siap seratus persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kita surati Ketua DPRD agar segera menyurati Gubernur untuk menunda enam bulan sampai menunggu analisa konten Perda dan Pergub bersama denga para pakar perunggasan dan perwakilan pedagang ayam,” ujar Selamat Nurdin, di ruang rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (15/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa konten Perda dan Pergub ini dilakukan karena kedua peraturan tersebut tidak bisa dibatalkan dengan tiba-tiba, melainkan harus ada mekanisme yang harus dilalui terlebih dahulu. Misalnya melalui penelahaan dan pengkajian secara objektif dari sisi sosial dan ekonomi. Jika ternyata tidak signifikan pelaksanaan relokasi, maka Perda harus diubah dan Pergub No 1909 tahun 2009 bisa batal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menegaskan Perda No 4 tahun 2007 merupakan produk hasil kerja sama antara dewan dan pemprov, sehingga penyelesaian permasalahan ini tidak hanya dapat diselesaikan ditangan Pemprov DKI saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Edy Setiarto mengajak kepada seluruh pedagang ayam untuk bertemu dan membahas pelaksanaan Perda dan Pergub tersebut. Menurutnya, relokasi menguntungkan baik dari faktor unggas, pengusaha atau pemotong ayam, konsumen, dan lingkugan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rencana ini sudah dipertimbangkan dengan matang supaya tidak saling membunuh. Makanya pedagang ayam akan disatukan dan dibina. Relokasi justru mengangkat pengusaha dan lingkungan sekitar begitu juga dengan kualitas ayam,” kata Edy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ketua Himpunan Pedagang Unggas Jakarta, Siti Maryam, mengatakan, relokasi pedagang ayam akan menambah biaya usaha, karena harus membeli tambahan alat pendingin, tenaga ekspedisi, dan tenaga packing (kemas). Dikhawatirkan dengan adanya relokasi, puluhan ribu pedagang ayam beserta dengan karyawannya akan mengalami penutupan usaha, akibatnya menambah jumlah pengangguran di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dia mengajukan pasal-pasal yang harus direvisi dalam Perda No 4 Tahun 2007 yakni pasal 2 tentang kondisi kandang harus berjarak 25 meter dari pemukiman. “Peraturan itu hanya berfungsi kepada peternakan ayam bukan untuk pedagang ayam. Karena biasanya ayam di pasar akan habis dalam dua hari,” ungkap Siti. Selain itu, pasal 3 tentang tindakan penutupan dan penyitaan unggas pangan, kemudian pasal 6 dan 7 serta pasal 13 dan 14 tentang sanksi berupa denda dan kurungan juga dinilai terlalu berat oleh para pedagang dan perlu dilakukan revisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri kembali menegaskan rencana penundaan penertiban tempat penampungan dan pemotongan unggas di luar ketentuan pemerintah. Razia ini tadinya akan dilaksanakan pada 24 April 2010 sebagai aplikasi Perda Nomor 4 Tahun 2007 tentang pengendalian pemeliharaan dan peredaran unggas dan Keputusan Gubernur Nomor 1909 Tahun 2009 tentang lokasi penampungan dan pemotongan unggas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum tercipta win-win solution (dengan pedagang), pada 24 April tidak akan dipaksa dan dijamin tidak ada eksekusi pedagang ayam,” kata Asisten Perekonomian dan Administrasi DKI Jakarta Mara Oloan Siregar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edy Setiarto menambahkan pada 24 April para pedagang diminta tetap melakukan aktivitas seperti biasa sambil menunggu tuntasnya diskusi mengenai perunggasan antara DPRD, Pemprov, dan perwakilan pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Komisi B DPRD DKI Jakarta merekomendasikan kepada Pemprov DKI untuk menunda pemberlakuan Perda Nomor 4 Tahun 2007 dan Keputusan Gubernur Nomor 1909.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama penundaan, pemerintah diminta menelaah kembali semua dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh perda terhadap para pedagang dan pemotong unggas. “Kami minta waktu enam bulan, dari April hingga September untuk mengkaji perda, yang salah satunya mendatangkan ahli untuk melakukan analisis obyektif,” kata Ketua Komisi B Selamat Nurdin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mogok berjualan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aksi mogok berjualan yang diterapkan pedagang ayam juga terlihat dampaknya. Puluhan los pedagang ayam di Pasar Grogol dan Cengkareng, Jakarta Barat, serta Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, kosong. Di Pasar Grogol, dari 50 pedagang ayam, hanya satu pedagang yang tetap berjualan. Di Pasar Cengkareng, semua los pedagang ayam dan pedagang ayam goreng tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamun, pedagang ayam di Pasar Cengkareng, mengatakan, mereka mogok berjualan sebagai bentuk protes dengan rencana pemusatan RPA. Pemogokan itu membuat para konsumen ayam kebingungan mencari daging ayam. Eko (36), pedagang kaki lima di Grogol, mengaku mendatangi Pasar Grogol dan Cengkareng, tetapi sama sekali tidak mendapatkan ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pasar Jatinegara, para pedagang ayam meminta pemerintah mengajari mereka untuk menciptakan RPA kecil yang sesuai standar kesehatan. Fahrur Rozi, pedagang ayam, mengatakan, mereka akan patuh jika pemerintah membina dan memberi standar RPA yang steril. Mereka juga mau membayar retribusi yang masuk akal asalkan diizinkan mempunyai RPA yang dekat dengan pasar tempat mereka berjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ihsan, pedagang ayam di Petak Sembilan, Jakarta Barat, jarak RPA yang dekat dengan pasar dibutuhkan untuk mengurangi biaya angkut. Selain itu, kedekatan RPA dan pasar juga dibutuhkan agar tidak banyak waktu terbuang untuk pengangkutan sehingga daging ayam tetap segar saat dijual. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(wan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-3551164403565370715?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/3551164403565370715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/05/unjuk-rasa-pedagang-ayam-menolak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3551164403565370715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3551164403565370715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/05/unjuk-rasa-pedagang-ayam-menolak.html' title='Unjuk Rasa Pedagang Ayam Menolak Berlakunya Perda No. Tahun 2007'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACQVt3SYaI/AAAAAAAAAfI/59yC27eSgas/s72-c/demo+perda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-6278775384948193558</id><published>2010-05-28T20:33:00.001-07:00</published><updated>2010-05-28T20:35:37.660-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Swasembada Daging: Obsesi Atau Kebutuhan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACLLlltd0I/AAAAAAAAAfA/tKHunqv4J3k/s1600/P3120049.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACLLlltd0I/AAAAAAAAAfA/tKHunqv4J3k/s200/P3120049.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476530178067625794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;A&lt;/span&gt;da 15 komoditi yang menjadi katalis bagi pengembangan dunia agribisnis di Indonesia diantaranya beras, kedelai, jagung, gula, kopi, kakao, sapi, ayam, tuna, udang, mangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perlu harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan. Roadmap perlu terintegrasi dari hulu hingga hilir hingga produk-produk pertanian kita memiliki nilai tambah. Terkait sapi dan daging, Indonesia pernah mencapai prestasi mengekspor daging ke Hongkong. Strategi ke depan bagaimana swasembada daging dengan peningkatan populasi sapi potong dan sapi perah. Penting pula bagi kita bagaimana cara meningkatkan kemampuan meningkatkan populasi. Untuk itu butuh kebijakan yang efektif agar kendala-kendala seperti industri pembibitan, industri pemotongan dan industri pengolahan daging serta berbagai industri sampingannya,” demikian dikatakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Juan Permata Adoe &lt;/span&gt;(KIBIF) saat talkshow Swasembada Daging: Obsesi atau Kebutuhan? yang digelar dalam rangkaian Agrinex 2010 di Jakarta Convention Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;irjen Peternakan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tjepy D Sudjana&lt;/span&gt; yang berkesempatan hadir pada saat itu menegaskan sebenarnya kita optimis swasembada daging. Potensi kita cukup besar untuk itu. Dicontohkannya, lahan-lahan kita untuk mendukung budidaya sapi sangat besar.  Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi kondusif bagi peternak sapi di Indonesia untuk maju dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yudi Guntoro Noor&lt;/span&gt; (Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia/ISPI) mengatakan dibanding ternak ruminansianya lainnya, sapi merupakan ternak yang siklusnya panjang. “Jika hari ini kita makan sop buntut, maka tiga tahun setelahnya baru bisa dihasilkan sapi penggantinya,” tandasnya. Menurutnya, selain peternak, bibit ternak dan teknologi pakan merupakan hal-hal penting dalam pewujudan swasembada sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peserta talkshow asal Banyumas, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sukirno &lt;/span&gt;menyoroti tentang limbah/kotoran sapi yang selama ini belum banyak dimanfaatkan untuk pupuk. Ia mengisahkan pengalamannya dalam mengolah limbah sapi dengan menggunakan mikroba menghasilkan produk yang dibranded-nya sebagai “Pusaka Alam” sebagai cairan nutrisi untuk tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Peternak Sapi Indonesia pun turut memberikan masukan-masukan berharga dalam pengembangan sapi di Indonesia, serta mengharapkan dukungan pemerintah bagi peternak-peternak sapi di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandu oleh Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Dr. Luki Abdullah, talkshow ini berjalan sangat menarik. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme peserta untuk berdiskusi tentang topik peternakan ini. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(wan/ipb)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-6278775384948193558?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/6278775384948193558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/05/swasembada-daging-obsesi-atau-kebutuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6278775384948193558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6278775384948193558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/05/swasembada-daging-obsesi-atau-kebutuhan.html' title='Swasembada Daging: Obsesi Atau Kebutuhan?'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/TACLLlltd0I/AAAAAAAAAfA/tKHunqv4J3k/s72-c/P3120049.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-4321534071886514111</id><published>2010-04-28T22:39:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T22:47:36.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>PERLUKAH KOMISI NASIONAL ZOONOSIS ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S9kcaPncClI/AAAAAAAAAe4/XZC2AHmDRGA/s1600/P3110240+hpf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 121px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S9kcaPncClI/AAAAAAAAAe4/XZC2AHmDRGA/s200/P3110240+hpf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465430859984931410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;oleh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Drh Abadi Soetisna MSi,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketua Dewan Kode Etik ASOHI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Terdengar&lt;/span&gt; kabar bahwa Komisi Nasional (Komnas) Flu Burung akan berakhir masa kerjanya pada 13 Maret 2010 atau dengan kata lain akan di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stamping out&lt;/span&gt;. Salah satu alasan dibentuknya Komnas Flu Burung adalah untuk mengatasi segala permasalahan flu burung dan alhamdulillah sampai sekarang flu burung masih ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu burung adalah salah satu penyakit zoonosis. Penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menyerang hewan dan manusia. Artinya penyakit tersebut dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya dari manusia ke hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit zoonosis ini dapat disebabkan oleh virus misalnya Rabies, Avian Influenza (AI); dan bakteri misalnya Anthrax, Tuberculosis (TBC). Hewan yang diserang Rabies diantaranya anjing, kucing, kelelawar, dll. Hewan yang diserang AI diantaranya adalah unggas. Hewan yang diserang Anthrax diantaranya adalah mamalia seperti kuda, sapi, kambing, dll. Sementara hewan yang terserang TBC contohnya adalah sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya telah dikemukakan bahwa jika Komnas Flu Burung diakhiri padahal A I masih banyak di Indonesia maka bagaimana kalau Komnas Flu Burung ini dilanjutkan atau ditingkatkan kapasitasnya menjadi Komisi Nasional Zoonosis yang aspeknya lebih luas dan penting bagi nasional dan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu dalam Komnas Zoonosis yang akan dibuat ini perlu mengkaji dengan baik agar “kegagalan/kesalahan” yang dibuat pada Komnas Flu Burung tidak terulang lagi. Jadi diperlukan penyempurnaan organisasi kelembagaan. Untuk itu persiapannya harus mantap, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perlu jejaring (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt;) yang baik antar lembaga terkait, misalnya antar lembaga pemerintah seperti Kementrian Kesehatan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;public health&lt;/span&gt;, Kementrian Pertanian sebagai aspek kesehatan hewan dan Kementerian Perhubungan sebagai aspek transportasi. Dukungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking &lt;/span&gt;juga harus kuat diantara stakeholder seperti pemerintah, RS Umum, perusahaan swasta, asosiasi peternak, asosiasi obat hewan, organisasi profesi seperti IDI, PDHI, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana birokrasinya? Hubungan yang harmonis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus baik, jangan sampai akibat otonomi daerah peraturan pemerintah pusat tidak berlaku di daerah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah sumber daya manusia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;manpower&lt;/span&gt;), harus dipilih “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the right man on the right place&lt;/span&gt;” . Jadi pejabat atau petugas yang memegang wewenang haruslah dipilih orang yang sesuai dengan kepakarannya, akuntabilitas, dan dedikasinya bukan atas dasar pertemanan atau politik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian diperlukan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bridging&lt;/span&gt;” atau penjembatani antara Pemerintah-Rakyat-Swasta. Orang ini haruslah yang mumpuni bukan sekadar mankus – ‘manusia rakus’.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebijakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Policy&lt;/span&gt;) yang digariskan oleh Pemerintah harus jelas dan tegas! Tujuannya apa, TORnya bagaimana, kemudian institusi yang dibuat sampai sejauh mana independensinya tapi jangan kebablasan terlalu merdeka. Buat alur kerja, hak dan kewajiban setiap kompartemen. Siapa bertanggung jawab terhadap apa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendanaan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Finance&lt;/span&gt;), memang uang bukan segalanya, tapi tanpa uang sulit untuk berbuat. Diperlukan kajian strategis berapa banyak anggaran yang diperlukan. Kemudian berapa banyak anggaran yang dapat disediakan, siapa yang mendanai. Bagaimana cara penggunaannya supaya tidak terjadi kebocoran pendanaan. Bagaimana carapertanggungjawaban penggunaan keuangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pencatatan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Recording&lt;/span&gt;), yang perlu ditata yaitu database yang meliputi data populasi hewan (sensus hewan), data populasi manusia, peta penyakit, daerah endemik, sistem transportasi, dll. Database ini pula sebagai landasan pijakan sebelum bertindak untuk mencapai tujuan. Upaya penanggulangan mau dimulai dari mana dari aspek manusianya atau hewannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem informasi, sangat penting karena kesenjangan informasi antara Pemerintah, Swasta dan Rakyat dapat menimbulkan penafsiran yang salah, kecurigaan dan sebagainya. Jangan menyepelekan penyakit, tetapi jangan menakut-nakuti. Perlu ditanamkan kewaspadaan rakyat terhadap penyakit, penyebabnya, cara mencegahnya, dll. Kepentingan informasi berkaitan dengan database misalnya penyakit apa saja. Yang sudah ada di Indonesia, didaerah mana, SOP pemberantasan, institusi yang berhak men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;declare &lt;/span&gt;menyatakan bahwa ada/tidaknya penyakit zoonosis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu dilakukan dH-akukan pelatihan dan penyuluhan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;continuing sustainable education&lt;/span&gt;) sehingga rakyat tidak lengah terhadap penyakit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tim evaluasi dan pengawasan supaya segala tindakan dapat ditelusuri dan dapat diantisipasi kesalahannya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya Komisi Nasional Zoonosis ini akan lebih baik bila dikoordinasikan oleh Menkokesra yang notebene membawahi Menkes, Mentan, dll. Tetapi perlu diingatkan bahwa posisi Ketua, Wakil Ketua dan Sekjen haruslah dari kalangan Dokter Hewan yang berlatar belakang keahlian Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet). Sedangkan dari pihak Depkes harus ada dokter manusia yang berlatarbelakang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;publichealth&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan lupa diperlukan ahli farmakologi veteriner dan ahli farmakologi manusia untuk menentukan obat dan vaksin yang diperlukan untuk menghilangkan atau membebaskan Indonesia dari penyakit zoonosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa perlu juga disana ahli ilmu epidemiologi baik epidemiologi penyakit hewan maupun penyakit manusia dan dokter praktisi baik hewan maupun manusia. Diharapkan sekali Komisi ini jauh dari hiruk pikuk politik, sehingga kinerjanya benar-benar profesional, berdedikasi untuk membebaskan Indonesia tercinta dari penyakit zoonosis yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Komnas Zoonosis ini banyak berguna bagi rakyat dan bangsa Indonesia bukan sekadar lembaga pemborosan uang negara.&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(red)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-4321534071886514111?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/4321534071886514111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/perlukah-komisi-nasional-zoonosis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4321534071886514111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4321534071886514111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/perlukah-komisi-nasional-zoonosis.html' title='PERLUKAH KOMISI NASIONAL ZOONOSIS ?'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S9kcaPncClI/AAAAAAAAAe4/XZC2AHmDRGA/s72-c/P3110240+hpf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2272925117579105579</id><published>2010-04-27T00:09:00.001-07:00</published><updated>2010-04-27T00:11:16.145-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Redaksi'/><title type='text'>Kunjungan Para Tokoh Senior</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S9aN2r3JBUI/AAAAAAAAAeg/i0u5QliVLcw/s1600/IMG_0223.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S9aN2r3JBUI/AAAAAAAAAeg/i0u5QliVLcw/s200/IMG_0223.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464711168487130434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Dalam&lt;/span&gt; beberapa hari berturut-turut di bulan Maret ini Infovet kedatangan tamu-tamu terhormat, antara lain Dr. drh Soehadji, Dr. Drh Sofjan Sudardjat, Pramu Suroprawiro, serta Drh Abadi Sutisna Msi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sebut tamu terhormat karena keempat tokoh ini bisa kita katakan sebagai simbol manusia sukses sekaligus manusia langka. Soehadji adalah manusia langka karena karirnya dimulai dari pedalaman Kaltim di tahun 1960an kemudian menanjak terus dengan cemerlang hingga mencapai posisi nomor satu di Ditjen Peternakan selama 8 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr drh Sofjan Sudarjat, MS  adalah yuniornya yang sekaligus penerusnya. Dia dijuluki sebagai Dirjen Peternakan satu abad, yaitu menjadi Dirjen di abad 20 dan berakhir di abad 21. Ia menjadi Dirjen di masa Presiden Habibie, kemudian Gusdur, hingga Megawati. Pada saat yang sama ia menjadi Dirjen sejak Menteri Pertanian Prakosa, Soleh Solahudin, hingga Bungaran Saragih. Biasanya satu Menteri gonta-ganti Dirjen, Sofjan justru sebaliknya, satu Dirjen gonta ganti Menteri, bahkan gonta ganti presiden. Begitulah kami sering berkelakar penuh kebanggaan. Soehadji dan Sofjan Sudardjat adalah dua di antara lima pendiri ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Pramu Suroprawiro? Ia manusia langka bukan saja karena otodidak, melainkan karena kegigihannya menjadi pengusaha di daerah. Di usianya yang sudah 78 tahun, ia masih mampu menyetir mobil sendiri dan senang bersilaturahmi ke sahabat-sahabatnya, termasuk di Infovet. Dia mengaku pengusaha kuni alias jadul. Justru ini yang menarik. Ia adalah perintis pembibitan ayam ras, pendiri GPPU (Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas), juga pernah menjadi pegawai pemda DKI dan merintis perusahaan pembibitan ayam milik Pemda jaman Gubernur DKI Ali sadikin.  Saat ini Pramu memiliki perusahaan pembibitan unggas milik sendiri di Sulawesi Utara. Hampir Setiap kali pulang ke Jakarta menyempatkan silaturahmi ke Infovet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Abadi Sutisna yang juga sering menulis di Infovet, bukan sekedar ahli farmakologi veteriner, melainkan juga seorang yang dijuluki jembatan komunikasi ASOHI-Pemerintah. Ia paham berbicara sebagai ASOHI sekaligus memahami pola pikir birokrasi. Tulisannya di Infovet selalu menjadi rujukan kalangan peternak dan pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa mereka di Infovet bulan Maret ini? Tidak ada apa-apa. Justru inilah kebanggaan kami, mereka hadir semata sebagai silaturahmi, sesuatu yang patut dicontoh generasi muda. Uniknya, mereka hadir di hari yang hampir bersamaan. Di usianya yang tidak lagi muda, tak tampak tanda-tanda semangatnya menua. Mereka teladan bagi kita kadang lupa semangat mengabdi dan semangat silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tentu bangga memiliki tamu istimewa. Mereka datang tanpa membuat janji, dan mereka juga tidak kecewa jikalau di kantor hanya ada staf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Bapak-Bapak, engkau telah memotivasi kami akan arti dedikasi.(red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2272925117579105579?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2272925117579105579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/kunjungan-para-tokoh-senior.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2272925117579105579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2272925117579105579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/kunjungan-para-tokoh-senior.html' title='Kunjungan Para Tokoh Senior'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S9aN2r3JBUI/AAAAAAAAAeg/i0u5QliVLcw/s72-c/IMG_0223.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-7058815106147965157</id><published>2010-04-12T18:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T18:59:45.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Aksi Dukung Swasembada Daging Sapi 2014 Lewat Radio dan Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S8PPQR15ekI/AAAAAAAAAeQ/2-5UfePVmaI/s1600/Untung+on+RRI+Jogja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S8PPQR15ekI/AAAAAAAAAeQ/2-5UfePVmaI/s320/Untung+on+RRI+Jogja.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459435051877497410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Drh Untung Satriyo saat on air dialog interaktif di RRI Yogyakarta &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;dengan tema peran dokter hewan dalam mendukung target swasembada daging sapi 2014.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;T&lt;/span&gt;epat satu jam penuh acara on air di RRI Yogyakarta dengan Tema ”Peran Dokter Hewan Mendukung Target Swasembada Daging Sapi 2014” disiarkan. Siaran langsung yang digelar Minggu, 7 Februrari 2010 dari jam 4-5 sore hari itu berjalan atas kerjasama antara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan RRI Stasiun Yogayakarta. Menghadirkan pembicara dokter hewan pengamat dan praktisi yang sangat berpengalaman yaitu Drh Untung Satriyo. Acara rutin yang sudah berlangsung hampir 4 tahun itu, ternyata memang sudah banyak penggemarnya dan mengena di hati pendengar setianya yaitu para petani, akademisi dan praktisi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukti nyatanya, yaitu adanya dialog interaktif di studio maupun melalui saluran telepon. Dari catatan Infovet setidaknya ada lebih 10 penanya via telepon berkaitan dengan pembangunan industri peternakan dan hal lain yang terkait. Bahkan salah seorang penanya yang merupakan pensiunan Dokter dari sebuah rumah sakit, nampak sudah sangat akrab sekali dengan sang penyiar. Artinya ada penggemar fanatik terhadap acara itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lepas dari kontribusi acara itu signifikan atau tidak terhadap pembangunan industri peternakan domestik, namun setidaknya mampu menggelorakan semangat nasionalisme untuk kembali mencintai aneka produk dalam negeri. Hal ini terbukti dari pertanyaan dan opini pendengar akan pentingnya menggiatkan peternakan di Indonesia. Semangat itu jelas sekali terpapar dari inti dan esensi para pendengar untuk tidak menolak produk luar namun tetap mengedepankan untuk lebih mengkonsumsi hasil dan produk dari negeri sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan ada seorang penanya yang ingin tahu apakah ada program kawin suntik/inseminasi buatan dengan hasil kembar? Juga ada penanya lain yang berharap banyak adanya bantuan teknis atas usaha yang sudah dilakukan. Jadi tidak sekadar mengudara akan tetapi ditindaklanjuti dengan pembinaan di lapangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;”Saya Sugiyanto peternak dari desa Gamping Sleman dengan jumlah sapi sekitar 50 ekor, bagaimana agar usaha saya tersebut mampu meningkat baik populasi maupun produktiftasnya? Bagaimana dan apa yang harus saya lakukan dalam memilih bibit sapi yang baik agar usaha saya memberi keuntungan yang berlipat,” tanya salah seorang pendengar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Usai acara itu kemudian pengisi acara yang juga Wartawan Infovet itu, memposting kegiatannya di akun &lt;i&gt;facebook&lt;/i&gt;-nya. Banyak tanggapan dari situs jejaring sosial yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia itu tentang langkah dan cara yang harus dilakukan pemerintah dan stake holder di Indonesia untuk mencapai target swasembada daging. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak sedikit yang memberikan dukungan pada program pemerintah itu, dalam rangka untuk mensejahterakan rakyatnya itu. Namun demikian ada juga yang merasa pesimistis atas keinginan besar pemegang kebijakan peternakan. Untuk yang berada di kubu ini, para &lt;i&gt;facebooker &lt;/i&gt;merasa bahwa target itu terlalu muluk dan sulit untuk dicapai dalam kurun waktu seperti yang ditargetkan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satunya, Antony Wong dari Kroya Jawa Tengah Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM yang mengungkapkan pendapatnya ”Saya punya prediksi bakalan mundur, kan kita republik undur-undur seperti guyonan almarhum Kiai Maksum”. Hampir senada diatas sejawat Drh Yonathan Raharjo dari Surabaya menulis ”Jadi tahun inikah....? Kalau diundur akan tetap sesuai jadwal pengunduran...?”. Hal yang nyaris sama juga diungkapkan oleh Drh Marjuan Ismail praktisi peternakan dari Tangerang Banten ”Swasembada.....? Hati-hati dengan istilah ini, swasembada beras katanya tetapi kenyataannya.... laporan ABS (Asal Bapak Senang) diam-diam impor beras... kalau tidak kita bisa mati kelaparan. Kalau di tanya alasannya sih untuk jaga-jaga”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan para &lt;i&gt;facebooker &lt;/i&gt;yang berada pada kubu optimistis, umumnya berpendapat bahwa target untuk mandiri mencukupi kebutuhan daging di dalam negeri harus diupayakan secara bersama sama. Ini bukan semata sebuah target mimpi dan hanya menjadi beban pemerintah, namun juga menjadi beban bersama, ujar beberapa &lt;i&gt;facebooker &lt;/i&gt;terutama sekali pada era perdagangan bebas China ASEAN (CAFTA) saat ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yoga Nugroho S.Pt  seorang alumnus Fakultas Peternakan Undip Semarang, berpendapat bahwa hal itu harus diupayakan secara bersama sama. ”Yang jelas, butuh kerja keras dari semua pihak, biar gak mundur lagi pemerintah pusat harus alokasi dana lebih untuk mewujudkan swasembada daging.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian juga Ir Chystianto Purnomo, asisten Produser Liputan 6 SCTV mengungkapkan secara panjang akan pendapatnya. ”Soal swasembada, apapun komoditinya, sebenarnya bisa dilakukan....tergantung ada tidaknya &lt;i&gt;goodwill &lt;/i&gt;dari pemerintah....Negeri ini subur kok...ketersediaan pakan hijau melimpah...masalahnya, bagaimana kita mengolah dan menggarapnya....NTT, menanti untuk digarap serius....juga Papua....Indonesia tak hanya Jawa lho...banyak daerah yg berpontensi unttuk mengembangkan sapi...domba...kambing...atau unggas...untuk mensukseskan program swasembada daging sapi 2014...Bisa? Ya bisa lah....di mulai dari sekarang.... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian juga Fuji KD S.Pt dan Drh Teguh Budi Wibowo bahwa hal itu pasti akan tercapai, jika ada kemauan dan langkah nyata. Fuji menulis ”Jika ada kemauan keras dari semua pihak. Mudah-mudahan Indonesia bisa sukses swasembada daging...” sedangkan Praktisi usaha perdagangan ternak Sapi dari Bandung Drh Teguh BW menulis,”Salut!!! Ayo kita pikirkan dan lakukan dengan memberi dukungan secara bersama sama”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan pemikiran lain datang Ketua ASOHI Kalimantan Timur Drh Sumarsongko “Ambil hikmah semangatnya aja, semoga betina produktif tidak banyak dipotong, Kualitas pakan bagus (ditingkatkan) sehingga lebih produktif, di daerah yang mudah terjangkau (sebaiknya) memakai IB (Inseminasi Buatan) agar kualitas genetik naik, tetapi sebaiknya dengan rekayasa genetik yang halal. Selain itu perlu diversifikasi produk pangan hewan lainnya, misal digalakkan makan biawak, dll hahaha......,” selorohnya bercanda&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agus Solikhin dari UD Lisan Mulia Solo ”Swasembada daging sangat diperlukan guna meningkatkan konsumsi protein hewani hingga tercukupi, sehingga taraf kesehatan masyarakat meningkat. kecerdasan anak juga meningkat”.  F. Adi Purnama menulis bahwa “Indonesia pasti sukses berswasembada kambing eh daging he...he..he..”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari Makassar Sulawesi Selatan Drh Hj Tjitjik Suleman istri almarhum Drh Isep Suleman (Kepala BBV Maros) dan Drh Maryono juga dari Makassar mengungkapkan pendapatnya melalui situs jejaring sosial &lt;i&gt;facebook&lt;/i&gt;, ”&lt;i&gt;Ndase &lt;/i&gt;memang makin keras aja ya pak.....&lt;i&gt;nangkene&lt;/i&gt; memang &lt;i&gt;akeh &lt;/i&gt;istilah &lt;i&gt;muluk-muluk&lt;/i&gt;...tapi kurang dalam realisasi...&lt;i&gt;embuh ra’ weruh&lt;/i&gt; (Makin keras kepala saja. Disini memang banyak istilah tinggi tetapi kurang direalisasikan..entah lah...)”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lain lagi dengan Drh Zulmanery Manir MM Dosen Manajemen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan perlunya kewaspadaan semua pihak. ”Waspadai impor hewan ternak dari daerah PMK, Sapi Gila, dan penyakit menular yg belum ada di Indonesia. Jangan asal dapat tender dan untung besar, mengorbankan anak cucu sapi yang akan datang dan anak cucu kita juga toh,...termasuk dokter hewannya bisa gila kalau disuruh bunuhin sapi-sapi yang berpenyakit zoonosis,.....kalau hewan nya pada sehat, drh nya bisa bisnis peternakan dari hulu sampai hilir toh &lt;i&gt;wkwkwkwk&lt;/i&gt;....,” demikian urai Ibu dosen kelahiran Solok Sumatera Barat  43 tahun lalu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ir Busron Arief Sudjono peternak sapi potong dari Bantul mengungkapkan pendapatnya  bahwa ”Untuk menambah populasi sapi, BET (Balai Embrio Transfer) Cipelang dimaksimalkan fungsinya. Perbanyak program twin/bunting kembar dan sapi eks impor harus digemukkan dahulu jangan langsung dipotong.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karyawan Pemda Provinsi Lampung Banggaka Roslamet SH menulis “Rasa-rasanya aku di Lampung tidak pernah menjumpai daging impor..Jadi Lampung artinya secara geografis sudah swasembada ya dibanding Jawa. Lagian harga daging ayam murah sekali lho..kita substitusi aja dengan daging ayam kalau daging sapi mahal. Jika gizinya sama dengan daging sapi lho….”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian Drh Nanang Purus Sebendro menuliskan opininya bahwa ”Swasembada daging....?? Sepertinya belum bisa dicapai dalam waktu dekat..Bahkan 2014 juga belum bisa..Bukan pesimis, tetapi realistis saja. Maka saran saya kita benahi data populasi, dan asumsi yg digunakan tentang produktifitas ternak kita, perlu direvisi juga. Dan masih banyak lagi pekerjaan rumah kita.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan Wawan Kurniawan, SPt yang juga Redaktur Infovet berpendapat dengan adanya dialog interaktif di radio nasional dan diskusi via facebook ini, ”Semoga memotivasi semua pihak yang kompeten untuk mensukseskan program swasembada daging 2014. Khususnya dengan semakin memperbanyak angka kelahiran sapi yang bisa lewat kawin alam atau IB. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang birokrat dari Kabupaten Magelang Jawa Tengah yaitu Drh Hariyanto (Dinas Peternakan)menyatakan ”Kalau rakyat dilarang makan daging, nanti akan juga tercapai swasembada daging”. Dan pendapat yang rada mirip dari Ir B Suharno Jakarta ”Kalau ayam melimpah dan murah, sementara daging sapi makin mahal, kebutuhan daging sapi menurun, alias swasembada segera tercapai dengan sendirinya. Mungkin begitu ya strateginya? Hehehe...”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Drh Mohamad Mamnun dari Yogyakarta berpendapat lebih frontal, “Swasembada selama 6 bulan sangat bisa...!!!Caranya: potong semua populasi sapi dan kambing....Sehingga tidak akan ada impor daging…Tetapi akibatnya populasi akan habis …lalu...bulan-bulan berikut buat kebijakan impor lagi yang lebih banyak”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lain lagi suara dari Merauke tanah Papua yaitu Drh Pujiono Slamet, “Indonesia masuk efektif ACFTA akan babak belur jika gagal swasembada! Komoditas halal dan haram memang penting tetapi fakta daging India, USA dan Australia juga bisa masuk legal....Artinya legalitas halal bukan masalah dan kendala bagi produsen daging China maupun Negara-negara ASEAN lainnya.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ternyata kemajuan teknologi informasi dapat pula menyerap aspirasi opini dan gagasan penting untuk suatu tujuan yang mulia. Facebook seperti pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan untuk keperluan baik, sudah pasti hasilnya baik. Sebaliknya jika disalahgunakan bisa untuk bisnis narkoba ataupun penculikan dan pelacuran ABG, seperti kasus di Surabaya dan beberapa kota besar di Indonesia belum lama ini. &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;(iyo)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-7058815106147965157?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/7058815106147965157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/aksi-dukung-swasembada-daging-sapi-2014.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/7058815106147965157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/7058815106147965157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/aksi-dukung-swasembada-daging-sapi-2014.html' title='Aksi Dukung Swasembada Daging Sapi 2014 Lewat Radio dan Facebook'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S8PPQR15ekI/AAAAAAAAAeQ/2-5UfePVmaI/s72-c/Untung+on+RRI+Jogja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2011760530343011823</id><published>2010-04-08T00:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T00:53:44.972-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Iptek'/><title type='text'>DKI Jakarta Waspada Rabies, Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Penular</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72LM3ZnAZI/AAAAAAAAAeA/GyOCJu-7agU/s1600/Rudewi+Pasfoto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72LM3ZnAZI/AAAAAAAAAeA/GyOCJu-7agU/s200/Rudewi+Pasfoto.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457671376588964242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Drh Rudewi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Medik Veteriner Madya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;B&lt;/span&gt;erjangkitnya wabah rabies di beberapa Kabupaten di Propinsi Banten baru-baru ini telah memberikan kekhawatiran penularan kepada propinsi di sekitarnya. Rabies dinyatakan telah berjangkit di Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Cianjur dan Kota Sukabumi Propinsi Jawa Barat serta Kabupaten Lebak Propinsi Banten sesuai Kepmentan No.3600/Kpts/PD.640/10/2009. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sementara itu Propinsi DKI Jakarta yang dinyatakan bebas Rabies sejak tanggal 6 Oktober 2004 berdasarkan Kepmentan No.566/Kpts /PD.640/10/2004 semakin menguatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit yang dapat menular ke manusia ini. Sebelumnya status nol kasus rabies ini terus dipertahankan selama kurang lebih 9 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Peningkatan kewaspadaan dilakukan melalui pengetatan pengawasan lalu lintas hewan penular rabies, pasalnya DKI Jakarta saat ini telah dikepung oleh daerah penyangga (immune belt) yaitu daerah yang berbatasan langsung dengan daerah tertular. Pengawasan terhadap hewan rentan rabies, serta pencegahan dan penanggulangannya ini pun telah diatur dalam Perda DKI No. 11 Tahun 1995.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Rabies atau penyakit Anjing Gila adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus, bersifat akut karena menyerang susunan syaraf pusat pada hewan berdarah panas maupun manusia yang menderita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Rabies sangat ditakuti karena bersifat zoonosis dan merupakan penyakit yang sangat berbahaya apabila gejala klinis yang timbul selalu diikuti dengan kematian baik pada hewan maupun manusia dan sampai saat ini belum ada obatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Semua hewan berdarah panas dapat menularkan rabies. Anjing, kucing dan kera termasuk hewan yang sangat berpotensi dalam menularkan rabies dan lebih dari 90 % kasus rabies di Indonesia ditularkan oleh anjing, sehingga anjing menjadi obyek utama dalam pemberantasan rabies. Virus rabies masuk kedalam tubuh manusia atau hewan melalui luka akibat gigitan hewan penderita rabies maupun luka yang terkena air liur hewan atau manusia penderita rabies. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ada 2 macam gejala rabies yaitu Rabies ganas dan Rabies tenang. Rabies ganas ditandai dengan hewan menjadi ganas menyerang atau menggigit apa saja, ekor dilengkungkan di bawah perut diantara dua kaki, tidak menurut lagi pada perintah pemilik, air liur keluar berlebihan, kejang-kejang kemudian lumpuh dan biasanya hewan mati setelah 4-7 hari sejak timbul gejala atau paling lama 12 hari setelah penggigitan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sedangkan untuk rabies tenang ditandai dengan hewan menjadi suka bersembunyi ditempat gelap dan sejuk, tidak mampu menelan, mulut terbuka dan air liur keluar berlebihan, kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tak terlihat, kelumpuhan serta kematian dapat terjadi dalam waktu singkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Pencegahan dan Kewaspadaan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pemilik atau pemelihara hewan penular rabies wajib untuk memelihara hewan yang sudah tertular rabies di dalam rumah atau pekarangan rumah. Bila rumah tidak dipagar maka anjing harus dirantai kurang lebih 2 meter. Apabila dibawa keluar rumah, anjing harus dilengkapi dengan pengaman (dibrongsong). Pemberian vaksinasi anti rabies pada anjing, kucing dan kera peliharaan juga merupakan suatu kewajiban, vaksinasi pun dilakukan secara teratur setiap tahun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Selain itu masyarakat juga harus aktif dalam melaporkan setiap kasus penggigitan hewan penular rabies kepada manusia. Hewan penular rabies yang menggigit dilaporkan dan dibawa ke Rumah Observasi Rabies, Balai Kesehatan Hewan &amp;amp; Ikan di Ragunan. Sementara manusia yang digigit dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tindakan observasi akan dilakukan terhadap hewan penular rabies yang telah menggigit manusia di Rumah Observasi Rabies Dinas Kelautan dan Pertanian Propinsi DKI Jakarta selama 14 hari. Jika mengalami kematian pada saat masa observasi maka kepala anjing tersebut dikirim ke laboratorium untuk kepastian diagnosa penyebab kematian. Namun apabila dalam masa observasi hewan tetap hidup maka hewan segera divaksin anti rabies dan dikembalikan kepada pemilik atau dieliminasi bila tidak ada pemilik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Petugas maupun masyarakat juga secara rutin melakukan penangkapan hewan penular rabies yang berkeliaran ditempat umum yang selanjutnya dilakukan eliminasi. Sementara itu setiap pemilik atau pemelihara hewan penular rabies dilarang untuk menelantarkan hewan penular rabies serta membiarkan hewan penular rabies berkeliaran di luar pekarangan rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pengawasan lalu lintas terhadap setiap pemasukan dan pengeluaran hewan penular rabies dari dan ke DKI Jakarta, harus mendapatkan rekomendasi atau izin dari Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk dan disertai dengan surat Kesehatan Hewan dan Surat Keterangan Vaksinasi Rabies serta syarat lain yang ditetapkan oleh Gubernur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Syarat-syarat pemasukan meliputi beberapa hal yaitu harus melalui tempat pemasukan, mempunyai surat Keterangan Kesehatan atau Health Certificate yang berisi antara lain keterangan tidak menunjukkan gejala klinis rabies dalam waktu kurang dari 48 jam sebelum diberangkatkan yang diterbitkan oleh Dokter Hewan berwenang atau Dokter Hewan Prakahtek.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Selain itu juga harus mempunyai Surat Keterangan Identitas (Paspor) yang berisi antara lain telah berada atau dipelihara sekurang-kurangnya 6 bulan di negara atau wilayah/daerah asal sebelum diberangkatkan dan hewan sekurang-kurangnya telah  berumur 6 bulan serta tidak dalam keadaan bunting 6 minggu atau lebih dan atau hewan tersebut tidak sedang menyusui saat diberangkatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Apabila diberangkatkan melalui darat tidak boleh melalui wilayah atau daerah tertular. Dan apabila dalam perjalanan harus transit maka harus memenuhi ketentuan yang berlaku di bidang Karantina Hewan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Bagaimana Menangani Kasus Gigitan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pertolongan pertama pada penderita gigitan adalah dengan mencuci luka gigitan secepatnya dengan sabun detergen selama 5-10 menit di bawah air yang mengalir, dikeringkan dan diberi yodium tinctura atau alkohol 70% setelah itu segera pergi ke “RABIES CENTER” yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;RSUD TARAKAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Jl. Kyai Caringin No. 7 Jakarta Pusat.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Telp. 021-3503150&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;RUMAH SAKIT PUSAT INFEKSI PROF. DR. SULIANTI SAROSO&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Jl. Sunter Baru Permai, Jakarta Utara . &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Telp. 021-6506559&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dinas Kelautan dan Pertanian Propinsi DKI Jakarta, Bidang Peternakan yang beralamat di Jl. Gunung Sahari Raya No. 11, Jakarta Pusat Telp  (021)6285484. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2011760530343011823?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2011760530343011823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/dki-jakarta-waspada-rabies-perketat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2011760530343011823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2011760530343011823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/dki-jakarta-waspada-rabies-perketat.html' title='DKI Jakarta Waspada Rabies, Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Penular'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72LM3ZnAZI/AAAAAAAAAeA/GyOCJu-7agU/s72-c/Rudewi+Pasfoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-4420836393424768235</id><published>2010-04-08T00:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T00:42:10.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Tantangan Dokter Hewan dan Ruang Bagi Tegaknya Otoritas Veteriner</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72Ir61EWlI/AAAAAAAAAd4/zTCEzkLaQpg/s1600/Wiwiek+02.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72Ir61EWlI/AAAAAAAAAd4/zTCEzkLaQpg/s200/Wiwiek+02.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457668611550501458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;B&lt;/span&gt;ertempat di Ruang Kutilang Wisma Kagama UGM Yogyakarta, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia mengadakan pertemuan dan konsolidasi organisasi. Ketua PB PDHI Drh Wiwik Bagja menjelaskan tentang situasi terkini organisasi dan mengkritisi UU No 18 tahun 2009. Acara tunggal yang diikuti oleh seluruh pengurus PDHI se-Propinsi Daerah Istimewa Yogyakara dan utusan dari berbagai Instansi kompeten daerah maupun pusat yang ada di daerah itu, berlangsung 11 Februari 2010. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Wiwik, dengan secara efektifnya ditandatangani AFAS yaitu suatu pakta persetujuan bersama negara ASEAN untuk layanan kesehatan hewan pada Mei 2009, maka profesi Dokter Hewan di negara ASEAN dapat secara bebas melakukan pelayanannya. Sebuah harapan besar sekaligus tantangan yang tidak ringan bagi praktisi di tanah air. Problema klasik dan paling krusial/mendasar di tanah air saja masih sangat banyak yang berkaitan dengan pelaksanaan profesi itu, maka tentu saja akan semakin menambah beban berat bagi organisasi sekaligus para praktisi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih lanjut, Wiwik memaparkan problema tentang Otoritas Veteriner di Indonesia yang belum juga mendapatkan solusi dan bentuk organisasi fungsional oleh karena salah satunya warisan penjajah/kolonialisme Belanda. Menurutnya, di negara-negara bekas jajahan Ingris, umumnya otoritas veteriner sudah ada dan fungsional. Contoh terdekat adalah Malaysia dan Singapura. Sedangkan Indonesia yang merupakan bekas kolonial Belanda perangkat perundangan sama sekali tidak ada. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;”Jika kita berbicara tentang realita lulusan Fakultas Ekonomi ada Kementerian Keuangan, Pertanian ada Kementerian Pertanian, Kehutanan (Kemenhut), Kedokteran (Kemenkes), Hukum (Kemenhukham), Tehnik (PU), Perikanan (Kemenperiklut), dlll masih banyak lagi,” ujarnya. Lalu dimana profesi Dokter Hewan ada lembaga yang menaunginya? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama ini memang ada asumsi yang salah di benak sebagian besar ahli tata negara dan pakar politik. Menempatkan profesi kedokteran hewan itu hanya sebagai bagian dari pertanian. Oleh karena itu struktur organisasi negara yang dibentuk sama sekali tidak mengakomodasi secara maksimal peran dan fungsi kedokteran hewan. Padahal, profesi itu tidak hanya yang terkait dengan kesehatan hewan semata, namun erat sekali berhubungan kesejahteraan masyarakatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekadar mengambil contoh tentang kasus Penyakit Flu Burung dan Flu Babi juga Rabies, sudah pasti mengancam keselamatan, kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Juga tidak kalah pentingya dengan ketersedian bahan pangan hewani yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Oleh karena itu jika eksistensi profesi terus termarginalkan, maka peran dan fungsinya juga tidak akan optimal. Desakan dan urgensi Otoritas Veteriner bukanlah hanya terkait dengan kekuasan dan jabatan namun lebih lebih luas lagi jangkauan pemikirannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian ketika dimintai pendapatnya oleh Infovet tentang problema klasik para tenaga kesehatan hewan lapangan yang illegal, Wiwik menjelaskan singkat namun proporsional. Jika mengacu pada pasal 47 UU No 18 Th 2009 bahwa tenaga kesehatan hewan adalah dokter hewan dan paramedik. Wewenang dan Hak untuk melakukan diagnosa penyakit serta pengobatan atas hewan/ternak yang sakit hanya dimiliki oleh Dokter Hewan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;”Namun demikian, tenaga paramedik dapat melakukan bantuan jika diminta dan dibawah pengawasan dokter hewan. Hak mutlak untuk melakukan pengobatan dengan obat hewan keras dan injeksi/parenteral juga hanya dimiliki oleh dokter hewan dan tidak ada profesi lainnya yang bisa menggantikan,” jelas Wiwik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan sekretaris PDHI Cabang Yogyakarta, Dr Drh Dody Yudhabuntara usai acara tersebut menitipkan pesan ke Infovet untuk disampaikan ke publik akan adanya rencana kegiatan Bakti Sosial Masyarakat dan Peternak. Lokasi ada di daerah pegunungan tandus tepatnya desa Wukirharjo di sisi kiri lokasi Candi Prambanan Sleman Yogyakarta.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kegiatan itu diselenggrakan oleh PDHI Cabang Yogyakarta dan Perhimpunan Istri Dokter Hewan Indonesia (PIDHI). Menurut Dody bahwa bakti sosial masyarakat ditangani oleh PIDHI sedangkan terhadap sasaran peternak oleh PDHI.. Selamat dan sukses ....(iyo) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-4420836393424768235?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/4420836393424768235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/tantangan-dokter-hewan-dan-ruang-bagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4420836393424768235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4420836393424768235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/tantangan-dokter-hewan-dan-ruang-bagi.html' title='Tantangan Dokter Hewan dan Ruang Bagi Tegaknya Otoritas Veteriner'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72Ir61EWlI/AAAAAAAAAd4/zTCEzkLaQpg/s72-c/Wiwiek+02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-4207418657334166157</id><published>2010-04-08T00:28:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T00:33:40.600-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Menteri Pertanian Siap Buka Munas VI ASOHI Mei 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72Gt6W1GmI/AAAAAAAAAdo/A_1GEDOUAIw/s1600/P2090044.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72Gt6W1GmI/AAAAAAAAAdo/A_1GEDOUAIw/s200/P2090044.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457666446760155746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;M&lt;/span&gt;enteri Pertanian RI Ir. Suswono menyatakan kesediaannya untuk membuka acara Munas VI ASOHI yang akan berlangsung 20 Mei 2010 di Jakarta. Pernyataan itu disampaikan Mentan ketika menerima kunjungan Pengurus ASOHI di ruang kerjanya Selasa, 9 Februari 2010.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Delegasi ASOHI dipimpin oleh Ketua Umum ASOHI Gani Haryanto, disertai pengurus tingkat nasional ASOHI yaitu Drh Tjiptardjo SE (sekjen), Drh Syahrony Djaidi (Bidang Luar Negeri), Drh Albert B Winata (Bidang Pengawasan Peredaran Obat Hewan), Drh Suhandri (Bidang hubungan Antar Lembaga), Drh Rakhmat Nuriyanto (Bidang Organisasi), Drh Abadi Sutisna (Ketua Dewan Kode Etik), dan Ir Bambang Suharno (Sekretaris Eksekutif). Sedangkan Menteri Pertanian didampingi oleh Dirjen Peternakan Prof Dr Tjeppy D Sudjana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kesempatan itu selain menyampaikan rencana Munas, Ketua Umum ASOHI juga mengutarakan beberapa peran ASOHI dalam pembangunan kesehatan hewan dan peternakan serta beberapa gagasan solusi atas permasalahan di bidang kesehatan hewan dan peternakan. Diantaranya masalah pengendalian AI, pemenuhan kebutuhan obat hewan, pemberlakuan Perda DKI No. 4 tahun 2007 tentang pelarangan masuknya ayam hidup mulai April 2010, Permentan No. 20 tentang izin impor ayam utuh. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gani Haryanto juga menyampaikan bahwa kebutuhan obat hewan di Indonesia dipenuhi baik dari produksi dalam negeri maupun impor. Bahkan beberapa jenis obat hewan yang diproduksi di dalam negeri juga telah di ekspor. Nilai ekspor obat hewan tersebut cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Untuk itu diperlukan pembinaan serta penciptaan iklim yang kondusif bagi perkembangan industri obat hewan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelumnya Gani juga menjelaskan secara singkat kepada Mentan yang baru dilantik 22 Oktober 2009 silam mengenai ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) yang merupakan organisasi yang mewadahi seluruh kegiatan usaha di bidang obat hewan yang terdiri dari Produsen, Importir, Eksportir, Distributor dan Pengecer Obat Hewan diseluruh Indonesia yang didirikan pada bulan Oktober 1979.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Dalam perjalanannya bagi penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat, ASOHI merupakan mitra Pemerintah yang selalu mendukung program pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan,” ujar Gani.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gani menerangkan, ASOHI telah berperan serta dalam pengendalian penyakit hewan dalam bentuk penyediaan sumber daya manusia, berupa tenaga teknis dokter hewan sebagai Technical Veterinary Services perusahaan obat hewan yang bertugas memberikan informasi, bimbingan teknis dan pelayanan bagi peternak di seluruh Indonesia. Disamping itu juga sebagai penyedia berbagai jenis obat hewan yang diperlukan, baik sebagai sarana pencegahan, biosekuriti maupun pengobatan penyakit hewan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih lanjut, kata Gani, ASOHI juga telah menyelenggarakan Seminar Nasional Perunggasan yang ke-5 pada 27 Oktober 2009 silam. Seminar ini dihadiri oleh seluruh pelaku bisnis perunggasan dengan narasumber baik dari asosiasi lingkup perunggasan maupun dari luar yang dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan industri perunggasan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seminar ini merekomendasikan beberapa hal penting diantaranya adalah menyikapi Permentan No. 20 th. 2009 yang memperbolehkan impor ayam utuh. Kebijakan ini perlu disikapi dengan hati-hati karena kemungkinan akan menyebabkan industri perunggasan tidak dapat tumbuh seperti yang diharapkan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal lain adalah mengenai Perda DKI No. 4 th. 2007 yang menyatakan bahwa mulai bulan April 2010 ayam hidup tidak diperbolehkan lagi masuk DKI Jakarta. Untuk ini sesuai dengan rekomendasi seminar perunggasan, ASOHI telah melakukan koordinasi dengan Pemda DKI dan Asosiasi-asosiasi lingkup perunggasan dan dari pertemuan tersebut telah dibentuk Tim yang menyiapkan agar implementasi Perda ini dapat terlaksana dengan baik dilapangan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara dengan telah terbitnya Undang-undang No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dimana dicantumkan adanya Sanksi bagi pelanggaran dalam perbuatan, penyediaan, peredaran dan pemakai obat hewan ilegal, ASOHI mengharapkan agar tindakan hukum bagi pengedar obat hewan ilegal dapat dilaksanakan lebih efektif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Peredaran obat hewan ilegal, terutama obat yang belum mempunyai nomor registrasi sangat merugikan baik dari aspek ekonomi maupun teknis bagi pengendalian penyakit hewan,” tutur Gani.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk menindak lanjuti terbitnya Undang Undang No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan diperlukan peraturan pelaksanaannya. ASOHI bersedia untuk berperan serta menyampaikan masukan-masukan bagi penyusunan Peraturan Pemerintah yang terkait dengan obat hewan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada prinsipnya Mentan menyambut baik gagasan-gagasan maupun informasi yang disampaikan pengurus ASOHI. Namun Mentan Suswono menanggapi beberapa hal diantaranya tentang Permentan No. 20 Tahun 2009 yang memperbolehkan impor unggas utuh yang menjadi kekhawatiran masyarakat perunggasan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Suswono impor yang dibuka adalah khusus untuk produk unggas yang memang pasokan dalam negeri masih kekurangan seperti daging itik peking, kalkun dan lain-lain. Sementara untuk ayam broiler yang selama ini sudah swasembada tetap tidak diperbolehkan impor, jadi peternak tidak usah khawatir. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara untuk persiapan pemberlakuan Perda DKI No. 4 tahun 2007, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemda-pemda di sekitar Jakarta khususnya dalam persiapan kapasitas RPA/RPU. Terlebih penataan pasar unggas dan menjaga kestabilan harga unggas di DKI dan sekitarnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;”Jangan sampai ada gap harga ayam yang tinggi antara Jakarta dan luar Jakarta karena pasokan ayam yang melimpah di luar Jakarta, sementara suplai ayam di Jakarta seret akibat kapasitas RPA yang terbatas,” terang Mentan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terkait dengan penyusunan Peraturan Pemerintah pendukung UU No. 18 Tahun 2009, Deptan sendiri masih menunda pembahasannya sampai  gugatan judicial review yang dilayangkan sejumlah pihak ke Mahkamah Konstitusi menghasilkan keputusan tetap. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kesempatan tersebutpun Mentan langsung menyanggupi untuk membuka Munas VI ASOHI yang akan berlangsung 20 Mei 2010 di Jakarta dengan catatan tidak ada tugas khusus dari Presiden RI. (bams/wan)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-4207418657334166157?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/4207418657334166157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/menteri-pertanian-siap-buka-munas-vi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4207418657334166157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4207418657334166157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/menteri-pertanian-siap-buka-munas-vi.html' title='Menteri Pertanian Siap Buka Munas VI ASOHI Mei 2010'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72Gt6W1GmI/AAAAAAAAAdo/A_1GEDOUAIw/s72-c/P2090044.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-5457712665106454334</id><published>2010-04-08T00:06:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T00:28:26.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>ULASAN LENGKAP FAKTOR PENDUKUNG TURUNNYA PRODUKSI TELUR, SERTA TIPS MENGATASINYA.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72Ecw1qroI/AAAAAAAAAdY/0FIPfur8pbg/s1600/P5220020.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72Ecw1qroI/AAAAAAAAAdY/0FIPfur8pbg/s200/P5220020.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457663953124109954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;“Faktor-faktor itu adalah faktor kepekaan ayam (ayam ‘moderen’ relatif lebih peka terhadap pengaruh eksternal), faktor lingkungan (iklim/cuaca), faktor bibit penyakit (patogenitas mikroorganisme) dan faktor tatalaksana/manajemen pemeliharaan ayam.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;F&lt;/span&gt;aktor pendukung munculnya kasus penurunan produksi telur adalah manajemen health control alias manajemen kontrol kesehatan yang tidak tepat. Demikian Direktur CV Bintang Mandiri Tasikmalaya Jawa Barat Drh Teguh Budi Wibowo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam hal &lt;i&gt;manajemen health control&lt;/i&gt; alias manajemen kontrol kesehatan yang tidak tepat ini, kata alumnus FKH UGM ini, “Biosecurity kurang sempurna, kurang akuratnya program vaksin dan atau penggunaan dan aplikasi vaksin yang tidak tepat, baik pemilihan jenis vaksin maupun penetapan jadwalnya, sanitasi kandang dan lingkungan kurang baik, serta faktor pakan baik mutu maupun komposisinya, tingkat stres di kandang, ventilasi dan lain-lain.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stres dapat menyebabkan turunnya produksi telur. Stres yang biasa terjadi meliputi kedinginan, kepanasan, penangkapan dan pemindahan ayam, parasit, dan ketakutan. Kedinginan adalah stres yang paling sering terjadi selama musim penghujan yang banyak terdapat angin dan hujan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kondisi ini biasanya kandang ditutup, ventilasi jelak, sehingga menyebabkan tingginya kadar amonia, lembab dan ayam tidak dapat bertahan. Pada kondisi ini juga kondisi lain yang menyebabkan kurangnya lama penyinaran dapat berakibat tidak terangsangnya hormon reproduksi agar ayam mulai bertelur. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebaliknya kepanasan adalah stres akibat cuaca panas, ayam akan lebih banyak minum dan mengurangi konsumsi ransum sehingga kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi. Kondisi ini dapat menyebabkan produksi telur turun karena kebutuhan energi dan protein harian tidak tercukupi. Suhu terlalu panas akan mengurangi konsumsi nutrisi dari ransum yang diperlukan untuk pembentukan telur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kondisi lingkungan panas, fisiologi tubuh ayam akan mengubah prioritasnya dari semula untuk produksi telur menjadi untuk bertahan hidup. Sementara penangkapan dan pemindahan serta populasi yang terlalu padat yang meningkatkan kanibalisme juga menyebabkan stres pada ayam. Stres ketakutan pun dapat terjadi akibat suara ribut orang-orang dan suara kendaraan di sekitar kandang untuk mencegah ayam ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara praktis, pentingnya biosecurity pun diungkap oleh peternak pemilik Eden Farm di Segitiga Emas Jakarta dan Jawa Barat Ricky Bangsaratoe. “Faktor penting penyebab dan pendukung muculnya penyakit itu adalah kurang bersihnya kandang ternak dan kurang terpeliharanya lalu lintas lingkungan kandang,” katanya mengungkap salah satu wujud masalah penting dari penerapan biosecurity yang mempengaruhi penurunan produksi telur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Direktur PT Agrotech Veterindo Jaya di Jakarta Drh Budi Cahyono Wilogo juga menekankan tentang biosecurity ini sebagai faktor penting yang harus diperhatikan, lantaran biosecurity yang kurang baik merupakan faktor pendukung utama munculnya kasus penurunan produksi telur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Biosecurity merupakan benteng pertahanan untuk mencegah penyakit,” kata Drh yang juga alumnus FKH UGM ini seraya menambahkan perlakuan vaksinasi yang tidak rutin dan ketat sesuai program dan anjuran juga dapat menjadi faktor pendukung munculnya penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Drh Budi Cahyono juga mengingatkan faktor yang kelihatannya sederhana namun sesungguhnya sangat penting. “Apakah peternak masih rajin memberikan obat cacing kepada ayam-ayamnya?” tanya dia seraya menambahkan untuk pembuktian tentang faktor ini sesungguhnya juga sangat sederhana. Tinggal mengambil feses untuk diperiksa telur cacingnya di bawah mikroskop, akan ketahuan apakah masalah cacing sudah terbebaskan dari peternakan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cacing beserta parasit parasit eksternal dan internal lain memang dapat mengganggu ayam dan produksinya. Adanya cacing pada alat pencernaan akan mengganggu asupan pakan. Padahal yang dibutuhkan untuk produksi telur yang bagus adalah asupan pakan yang bagus, tercukupi secara seimbang kebutuhan karbohidrat, protein, lemak dan lain-lain. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama usus dapat menyerap sari makanan yang ada tersebut, produksi telur pun akan menjadi optimal. “Namun jika fili fili usus terganggu atau rusak, bagaimana bisa menyerap sari-sari makanan ini?” tanya Drh Budi Cahyono Wilogo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih lanjut mengenai topik-topik pembahasan seperti:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;AIR SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG NAIK-TURUNNYA PRODUKSI TELUR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada kaitan erat antara naik turunnya produksi telur dengan kualitas air. Ada penekanan perlakuan di peternakan terhadap mutu air ini agak ternak berproduksi optimal dan maksimal dan tidak ambruk sakit. Bagaimana menjelaskan hal ini? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;MENGAPA PRODUKSI TELUR TURUN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara garis besar dapat terjadi akibat kegagalan manajemen, fluktuasi kandungan nutrisi pakan dan adanya kasus penyakit. rangkuman wawancara dengan drh. I Wayan Seputra, Sales Supervisor PT SHS International Cabang Bali. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;INFECTIOUS BRONCHITIS SALAH SATU ANCAMAN TETAP PENYEBAB GANGGUAN PRODUKSI PADA AYAM PETELUR &lt;/span&gt;menurut Drh. Wayan Wiryawan Technical Advisor - Malindo Group&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selanjutnya tanggapan mengenai &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;produksi yang merosot bukan monopoli dari penyakit infeksius&lt;/span&gt; hasil wawancara dari para praktisi perunggasan di Purwokerto, Pontianak dan Semarang &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;TIPS AHLI ATASI TURUNNYA PRODUKSI TELUR&lt;/span&gt; dari Dr Drh Lies Parede Hernomoadi MSc dari Balai Besar Penelitian Veteriner dan Drh Hernomoadi Huminto MS dari FKH IPB Bogor  berlatar penjelasan ilmiah yang kuat. Bila sudah ditemukan penyebab utama, antisipasi permasalahan untuk siklus pemeliharaan berikut. Bila infeksius oleh virus, program vaksinasi harus ditinjau ulang, disertai perbaikan manajemen. Bila produksi mulai membaik, perlu penambahan suplemen atau asam amino esensial dan vitamin. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk selengkapnya silahkan baca majalah Infovet edisi 188/Maret 2010. pemesanan maupun info berlangganan silahkan &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;klik sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-5457712665106454334?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/5457712665106454334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/ulasan-lengkap-faktor-pendukung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5457712665106454334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5457712665106454334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/ulasan-lengkap-faktor-pendukung.html' title='ULASAN LENGKAP FAKTOR PENDUKUNG TURUNNYA PRODUKSI TELUR, SERTA TIPS MENGATASINYA.'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S72Ecw1qroI/AAAAAAAAAdY/0FIPfur8pbg/s72-c/P5220020.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-8032020807111116214</id><published>2010-04-08T00:00:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T00:03:01.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>FAKTOR PENTING MENGATASI TURUNNYA PRODUKSI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S71_ZN0-FfI/AAAAAAAAAdQ/c97XeVXScOg/s1600/PB210116.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S71_ZN0-FfI/AAAAAAAAAdQ/c97XeVXScOg/s200/PB210116.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457658394628199922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Selaras dengan aktivitas sepanjang hari yang dilakukan setiap hari mulai dari sebelum datangnya bibit sampai masa panen, diharapkan tindakan pencegahan itu dapat menjaga produksi telur terus mengalir dan rejeki pun senantiasa tercurah melalui usaha peternakan ayam petelur. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;&lt;b&gt;Drh Heri Setiawan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; dari PT Wonokoyo Jaya Corporindo Surabaya Jawa Timur mengungkap faktor penting untuk mengatasi penyebab turunnya produksi telur adalah menjaga/mempertahankan harmonisasi antara daya tahan tubuh ayam; pengontrolan lingkungan dan mikroorganisme.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Daya tahan tubuh ayam harus optimal melalui program kesehatan yang baik dan        benar,” kata alumnus FKH Unair ini seraya memaparkan program kesehatan yang baik dan benar itu meliputi vaksinasi, gisi/nutrisi seimbang dan sesuai kebutuhan ayam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Adapun, lanjut Drh Heri, “Pengontrolan lingkungan harus ketat melalui biosekuriti yang tepat dan akurat. Lalu perkandangan juga harus memenuhi syarat.” Sementara pengendalian mikroorganisme patogen harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan melalui proses desinfeksi dan sanitasi yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Senada dengan hal itu, Drh Teguh Budi Wibowo dari CV Bintang Mandiri Tasikmalaya Jawa Barat mengatakan, faktor penting mengatasi penyakit penurun produksi telur yaitu, “Tingkatkan biosekuriti, tingkatkan sanitasi kandang dan lingkungan, kurangi stres di kandang seminimal mungkin.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, tambah alumnus FKH UGM ini, harus dilakukan penerapan program vaksinasi, pemilihan jenis vaksin dan aplikasi serta jadwal yang tepat. Faktor pakan pun harus cukup secara kuantitas maupun kualitas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepakat dengan hal itu, Drh Andy Tristijanto dari PT Sierad Produce Jawa Timur mengatakan cara mengatasi penyakit penurun produksi telur itu, “Yang pasti biosekuriti termasuk kebersihan kandang, program kesehatan. Juga manajemen terutama sistem pakan, ventilasi/sirkulasi udara.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Peternak Ricky Bangsaratoe dari Eden Farm pun menambahkan faktor penting untuk mengatasi penyakit penurun produksi telur itu adalah, “Dengan cara kebersihan kandang harus selalu terpelihara, dijaga lalu lintas hilir mudik kendaraan, hewan dan semua yang ada di sekitar kandang,” tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sama dengan yang dilakukan Eden Farm di wilayah barat pulau Jawa, pada peternakan ayam petelur Supardi Farm di Jawa Timur pun dilakukan sanitasi kandang dan peralatan peternakan untuk pencegahan penyakit. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada peternakan di Desa Kiringan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur ini, kandang dicuci dan disemprot dengan desinfektan untuk mencegah dan membunuh bakteri dan berbagai organisme lain; serta mencegah keluar masuknya hewan lain dan vektor penyebab penyakit seperti lalat dan tikus ke lingkungan peternakan. Obat pembunuh lalat pun digunakan untuk mengusir lalat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kegiatan di Supardi farm dilaporkan oleh Ristina Windawati dari Madiun kepada Program Studi Diploma Tiga Kesehatan Ternak FKH Unair Surabaya. Di sini, katanya, “Dilakukan perbaikan sanitasi air minum dengan dua kali sehari membersihkan tempat minum sebelum diberi air yang baru.” Seminggu sekali tempat minum pun diberi disvektor 25 ml tiap 10 liter selama paling tidak 30 menit. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Pencegahan yang lebih dini dengan penerapan manajemen peternakan yang dikelola dengan baik meliputi pakan, perkandangan, kontrol kesehatan, sehingga tercipta suasana yang nyaman bagi ayam,” ujar Ristina Windawati yang pernah mengalami langsung kegiatan di peternakan Supardi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehari-hari, kegiatan di peternakan ini dimulai pada pukul 6 pagi dengan memberi pakan ayam sampai pukul 7 pagi. Selanjutnya pada pukul 7 sampai pukul 8.30 anak kandang membersihkan tempat minum dan kandang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selanjutnya pengumpulan telur dilakukan pada pukul 8.30 sampai pukul 9.15. Telur diambil dari tempat telur di baterai, dikumpulkan atau dipanen dengan egg tray langsung ditimbang kemudian dibawa ke tempat penyimpanan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tibalah saatnya karyawan untuk makan pagi pada pukul 9.15 sampai pukul 9.45. Setelah itu pada pukul 9.45 sampai 10.45 telur yang tertata di egg tray tadi langsung dipindahkan ke kotak kayu yang di dalamnya ditaruh jerami untuk mencegah telur pecah juga saat dipasarkan. Saat pemindahan itu juga dipisahkan antara telur yang normal dengan yang pecah, retak dan tidak normal bentuknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian pada pk 10.45 sampai pukul 11.30 anak kandang meratakan pakan dan membersihkan alat-alat kandang, disusul waktu istirahat sampai pukul 13.00. Berikutnya dilanjutkan pemberian pakan lagi sampai pukul 14.00. Disusul lagi pembersihan tempat minum dan sekitar kandang sampai pukul 14.30.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada saat pukul 14.30 inilah dilakukan lagi pengambilan telur dari baterai ke eggtrai kemudian dimasukkan ke kotak telur sampai pukul 15.30. Akhirnya pada pukul 15.30 ini anak kandang kembali meratakan pakan dan pembersihan alat-alat kandang sampai pukul 16.00, lalu pulang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berlanjut kegiatan petang, malam, sampai pagi yang merupakan kegiatan bagi penjagaan yang tidak membutuhkan aktivitas yang langsung dilakukan seperti pada pagi sampai sore tadi. Tentu saja penjagaan ini dengan kewaspadaan terhadap hal-hal tak diinginkan terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari kegiatan sehari-hari peternakan ayam petelur Supardi Farm ini, terlihat dan terasa, betapa ketat kegiatan untuk memproduksi telur ayam. Apalagi bila berbagai gangguan dan penyakit bisa saja terjadi pada peternakan yang kegiatannya membutuhkan dedikasi ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selaras dengan aktivitas sepanjang hari yang dilakukan setiap hari mulai dari sebelum datangnya bibit sampai masa panen, diharapkan tindakan pencegahan itu dapat menjaga produksi telur tidak jatuh alias turun. Namun, produksi terus lancar mengalir dan rejeki pun senantiasa tercurah melalui usaha peternakan ayam petelur. (Yonathan Rahardjo)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Contoh kasus penurunan produksi telur terjadi di peternakan ayam petelur, pencegahan dan pengobatan diulas secara lengkap pada majalah infovet edisi 188/ Maret 2010. untuk pemesanan dan info berlangganan silahkan &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-8032020807111116214?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/8032020807111116214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/faktor-penting-mengatasi-turunnya.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8032020807111116214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8032020807111116214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/faktor-penting-mengatasi-turunnya.html' title='FAKTOR PENTING MENGATASI TURUNNYA PRODUKSI'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S71_ZN0-FfI/AAAAAAAAAdQ/c97XeVXScOg/s72-c/PB210116.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-1855472403465887819</id><published>2010-04-07T23:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T23:51:21.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>PENYEBAB UTAMA TURUNNYA PRODUKSI TELUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S718byOJzqI/AAAAAAAAAdI/I6txghuaqQ4/s1600/PB210088.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S718byOJzqI/AAAAAAAAAdI/I6txghuaqQ4/s200/PB210088.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457655140222357154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Bukankah semua penyakit dapat menyebabkan turunnya produksi telur? Soal penyebab utamanya, tentu saja berdasar kenyataan lapangan. Ternyata memang ada penyebab turunnya produksi telur yang bersifat infeksius, dan ada pula penyebab yang bersifat non infeksius.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Y&lt;/span&gt;ang sekarang sedang ‘&lt;i&gt;nge-trend&lt;/i&gt;’, penyakit utama penyebab turunnya produksi telur ayam layer, “Adalah AI dan ND,” ungkap peternak ayam petelur di daerah elit segitiga emas Pondok Indah-Bintaro-Bumi Serpong Damai Tangerang dan Jakarta Ricky Bangsaratoe. Terhadap AI (Avian Influenza) dan ND (New Castle Disease) ini, peternak sudah sangat familiar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara itu Drh Ratriastuti Koordinator Produksi dan Laboratorium Unit Barat (Jawa Barat, Banten, Lampung dan Sumatra Barat) PT Primatama Karyapersada (PKP) Layer mengungkap kasus pada banyak peternakan yang dijumpai adalah ND, IB (&lt;i&gt;Infectious Bronchitis&lt;/i&gt;), juga Coryza. “Kemungkinan AI juga ada tapi belum dikonfirmasi laboratorium,” katanya seraya ada juga yang dicurigai ke AE (&lt;i&gt;Avian Enchephalomyelitis&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua kasus itu menurut Drh Ratri menyebabkan penurunan produksi telur, bahkan ada yang sampai 20-30 persen. Manifestasi yang dijumpai bermacam-macam, seperti ada yang kerabang telurnya lembek, tidak bulat telur, pucat, pipih, mudah pecah, albumin bagian luar dan dalam sangat encer dan lain-lain. Dari semua kasus yang dijumpai ia mengaku angka kematian sudah jarang ada. Namun, “Penurunan produksi telur itu pasti,” katanya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ratriastuti menambahkan terhadap penyakit yang menyebabkan turunnya produksi telur itu diagnosa sering dikacaukan oleh begitu banyak persamaan manifestasi antara satu penyakit dengan penyakit lain. Pemeriksaan laboratorium, termasuk dengan titer antibodi, di sini pun mengambil peran dalam pemastian diagnosa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ditambahkan oleh Senior Manager Animal Health Kemitraan Jawa Timur PT Sierad Produce Drh Andy Tristijanto, penyebab turunnya produksi telur layer memang banyak. Penyakit-penyakit itu mulai dari penyakit viral (AI, IB, ND, EDS), penyakit bakterial (CRD) bahkan bisa mikotoksin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian Direktur CV Bintang Mandiri Tasikmalaya Drh Teguh Budi Wibowo pun mengungkap beberapa penyakit yang dapat menurunkan produksi telur biasanya disebabkan oleh virus yaitu New Castle Disease, Avian Influenza, Infectious Bronchitis, Egg Drop Syndrome, dan lain lain. Katanya, “Faktor penyebab seperti ini dalam bahasa kedokteran hewan biasa disebut causa prima-nya adalah virus.” &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Adapun sesungguhnya, hampir semua penyakit unggas khususnya ayam petelur, akan berpengaruh pada produksi telur. “Tapi di sini ada perbedaan persentase dan signifikansi yang besar,” kata seorang narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Senada dengan pendapat itu, Drh Surya Al Qamar dari FKH Unsyiah Banda Aceh mengatakan, sebenarnya hampir semua penyakit unggas menyebabkan penurunan produksi. Karena, ujarnya, “Ayam menjadi stres dan keseimbangan fisiologisnya terganggu termasuk keseimbangan dan pengaturan fungsi bertelur.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Drh Surya menegaskan, untuk ayam petelur diperhatikan 2 masalah utama yaitu penyakit (infeksi atau non-infeksi) dan juga penurunan produksi karena malnutrisi (termasuk kesalahan pengaturan asupan gizi).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal yang sama juga diamini oleh Drh Heri Setiawan dari PT Wonokoyo Jaya Corporindo Surabaya Jawa Timur. “Penyebab utama turunnya produksi telur ayam petelur terbagi menjadi dua, yakni faktor infeksius (penyakit menular: AI, ND, IB, EDS’76, Fowl Cholera, CRD, Ascariasis dan lain-lain) dan faktor non infeksius (defisiensi vitamin, asam amino, mineral, intoksikasi, Aflatoksikosis dan lain-lain),” paparnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu, persentase dan signifikansi berbagai penyakit hendaknya dilihat sesuai dengan kenyataan lapangan. Ternyata penyakit penyebab turunnya produksi telur memang banyak. Meski, “Kalau dirunut dari nama penyakit ya tentunya EDS (&lt;i&gt;Egg Drops Syndrom&lt;/i&gt;). Namanya saja sudah jelas,” kata narasumber lain yang tidak mau disebutkan namanya itu seraya berharap hal ini jangan dilihat dari aspek perdagangan obat hewan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut narasumber ini, ada juga penyakit lain yang juga dapat menyebabkan turunnya produksi telur, misal penyakit yang khusus menyerang organ reproduksi ayam. Gangguan nutrisi juga berperan dalam produktivitas telur. Namun, katanya, “Gangguan nutrisi sebetulnya bukanlah penyakit, namun dapat memunculkan penyakit.” (Yonathan Rahardjo)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ulasan mengenai topik ini berlanjut ke pembahasan mengenai Penyakit, Biang dan Gejalanya serta bukti dan fakta lapangan dari narasumber diatas. selengkapnya dapat dibaca pada majalah Infovet edisi 188/Maret 2010. untuk pemesanan dan Informasi berlangganan silahkan&lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-1855472403465887819?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/1855472403465887819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/penyebab-utama-turunnya-produksi-telur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1855472403465887819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1855472403465887819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/penyebab-utama-turunnya-produksi-telur.html' title='PENYEBAB UTAMA TURUNNYA PRODUKSI TELUR'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S718byOJzqI/AAAAAAAAAdI/I6txghuaqQ4/s72-c/PB210088.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-6737350829796212016</id><published>2010-04-07T23:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T23:31:13.107-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Redaksi'/><title type='text'>Menyatu Bersama Keluarga di Annual Meeting</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S713uyBkLZI/AAAAAAAAAdA/GzspZJE-QDQ/s1600/Annual+meeting+2010.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 337px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S713uyBkLZI/AAAAAAAAAdA/GzspZJE-QDQ/s400/Annual+meeting+2010.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457649969028935058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;S&lt;/span&gt;ejak beberapa tahun ini, &lt;b&gt;PT Gallus Indonesia Utama&lt;/b&gt; yang menaungi &lt;b&gt;Infovet&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Satwa&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Gita Pustaka&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Gita Organize&lt;/b&gt;r, &lt;b&gt;G-Multimedia&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Gita Consultant&lt;/b&gt;, setiap awal tahun menyelenggarakan &lt;i&gt;annual meeting&lt;/i&gt; yang juga sekaligus acara silaturahmi keluarga. Yang dimaksud keluarga di sini bukan hanya keluarga dalam arti karyawan perusahaan, melainkan benar-benar anggota keluarga dari karyawan, yaitu suami/istri dan putra-putri karyawan &lt;b&gt;PT Gallus.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Manajemen &lt;b&gt;PT Gallus&lt;/b&gt; menyadari, dukungan anggota keluarga sangat penting bagi kinerja karyawan yang artinya juga penting bagi kemajuan &lt;b&gt;PT Gallus&lt;/b&gt;. Itu sebabnya antar anggota keluarga juga perlu saling mengenal, saling berinteraksi, minimal setahun sekali, yaitu dalam &lt;i&gt;annual meeting&lt;/i&gt; tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagaimana yang kami singgung di rubrik ruang redaksi edisi Februari lalu, &lt;i&gt;annual meeting&lt;/i&gt; kali ini berbeda dari biasanya. Perbedaan ini antara lain dari segi lokasi acara, yang biasanya di Jakarta, kali ini di Bandung, tepatnya di Hotel Garden Permata. Perbedaan lainnya dari segi acara, kalau biasanya ketika karyawan mengadakan annual meeting, anggota keluarga mengadakan acara ramah tamah, kali ini anggota keluarga ada acara tersendiri yaitu tour ke lokasi wisata di wilayah Bandung. Alhasil selama 2 hari itu anggota keluarga karyawan menikmati acara rekreasi seputar kota Bandung. Sedangkan karyawan pada hari pertama mengadakan annual meeting dan baru pada hari kedua bergabung dengan anggota keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita bekerja adalah untuk keluarga. Sebaliknya karyawan dapat bekerja optimal dengan dukungan keluarga. Terima kasih buat keluarga besar &lt;b&gt;PT Gallus Indonesia Utama&lt;/b&gt;. Sampai ketemu di annual meeting tahun depan dengan suasana yang lebih baik lagi. (red)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-6737350829796212016?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/6737350829796212016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/menyatu-bersama-keluarga-di-annual.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6737350829796212016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6737350829796212016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/04/menyatu-bersama-keluarga-di-annual.html' title='Menyatu Bersama Keluarga di Annual Meeting'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S713uyBkLZI/AAAAAAAAAdA/GzspZJE-QDQ/s72-c/Annual+meeting+2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2123855463473000625</id><published>2010-03-29T22:41:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T22:44:03.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S7GPg_nG8pI/AAAAAAAAAco/O0zhwDrCgHk/s1600/indolivestocklogo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 169px; height: 86px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S7GPg_nG8pI/AAAAAAAAAco/O0zhwDrCgHk/s200/indolivestocklogo.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454298420716434066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(85, 85, 85); line-height: 14px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family:Optima, Lucida, 'MgOpen Cosmetica', 'Lucida Sans Unicode', sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 0in; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Indo Livestock&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12px; font-family:Arial, sans-serif;"&gt;merupakan pameran industri peternakan dan pakan ternak terbesar di Indonesia yang dipersembahkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian. Pameran ini digelar dua tahun sekali dan diikuti oleh peserta dan pegunjung dari dalam dan manca negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 0in; "&gt;&lt;span style="font-size: 12px; font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Pameran Indo Livestock merupakan ajang temu bisnis para pengusaha industri peternakan, kalangan ahli kesehatan hewan, peternak, pengelola pakan ternak, pemrosesan makanan, pemasok dan distributor. Selain itu diselanggarakan juga seminar, forum diskusi, paparan dan peragaan produk gratis yang dapat menambah wawasan di bidang peternakan, baik bidang kesehatan hewan maupun bidang lainnya yang terkait dengan kemajuan teknologi peternakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 0in; "&gt;&lt;span style="font-size: 12px; font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Jakarta kembali menjadi tuan rumah untuk pameran dan forum industri peternakan dan pakan ternak internasional terbesar di Indonesia-Indo Livestock 2010. Lebih dari 250 peserta dari 33 negara dan 10.000 pengunjung akan berkumpul di Jakarta Convention Center, Indonesia pada tanggal 6-8 Juli 2010.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 12px; font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Indo Livestock 2010 secara resmi didukung oleh Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian dan mendapat dukungan penuh dari organisasi-organisasi terkait di industri peternakan, termasuk media-media publikasi internasional seperti Asian Poultry, Internationals Hatchery Practice, Far Eastern Agriculture dan media-media publikasi nasional seperti Trobos, Infovet, Poultry Indonesia, Agrina dan Sinar Tani.&lt;/span&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 0in; "&gt;&lt;span style="font-size: 12px; font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Informasi lebih lanjut mengenai pameran &lt;a href="http://www.indolivestock.com/" style="text-decoration: none; color: rgb(44, 104, 166); "&gt;www.indolivestock.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2123855463473000625?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2123855463473000625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/03/indo-livestock-merupakan-pameran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2123855463473000625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2123855463473000625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/03/indo-livestock-merupakan-pameran.html' title=''/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S7GPg_nG8pI/AAAAAAAAAco/O0zhwDrCgHk/s72-c/indolivestocklogo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-6055526940533223867</id><published>2010-02-24T03:33:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T03:36:03.759-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Penghargaan Pahlawan Ketahanan Pangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UPAS_6r6I/AAAAAAAAAcg/73r1DFbukl4/s1600-h/Soeripto-Wapres1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UPAS_6r6I/AAAAAAAAAcg/73r1DFbukl4/s200/Soeripto-Wapres1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441772222521454498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;U&lt;/span&gt;ntuk menghargai komitmen dan motivasi yang tinggi dari para Gubernur, Bupati/ Walikota dan Pejabat Fungsional terhadap kinerja dan prestasi yang telah dicapai dalam Pembangunan Ketahanan Pangan maka Pemerintah memberikan penghargaan sebagaimana dituangkan dalam Keputusan Menteri Pertanian No. 3856/Kpts/Kp.450/11/2009.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seharusnya pemberian penghargaan ini dalam rangka Peringatan Hari Ketahanan Pangan Nasional dilakukan pada bulan Juli 2009, namun akhirnya dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2009, di dua tempat yaitu pada pagi hari di Istana Wakil Presiden dan pada siang hari dilakukan di Gedung A, Departemen Pertanian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para penerima penghargaan Ketahanan Pangan Nasional dari seluruh Indonesia berjumlah 164 orang. Penghargaan diberikan dalam 2 bentuk yaitu trophy dan sertifikat. Trophy diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diwakilkan oleh Prof Dr Boediono Wakil Presiden RI. Pemberian trophy dilakukan secara simbolis terhadap 26 orang penerima Penghargaan di Istana Wakil Presiden, Jakarta.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diantara orang-orang pilihan penerima trophy tersebut ada sosok yang akrab dikenal pembaca Infovet. Ia adalah  Prof Dr Drh Soeripto MVS dari Balai Besar Penelitian Veteriner. Prop. Jabar. Infovet mengenalnya sebagai penemu vaksin mutan MGTS-11 pemberantas CRD (chronic respiratory disease) atau penyakit pernapasan kronis pada unggas. Ulasannya yang disampaikan saat pengukuhan dirinya sebagai Profesor Riset Bidang Bateriologi Veteriner oleh Badan Litbang Pertanian di Bogor, (11/8) pernah dimuat Infovet edisi September 2009. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah pemberian trophy, Boediono berkenan memberikan sambutan mengenai pentingnya Ketahanan Pangan di Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Wapres dan Wakil Mentan Dr Bayu Krisnamurti.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang harinya kira-kira pukul 11.30 semua rombongan meninggalkan Istana Wakil Presiden dan bergerak menuju Gedung A, Departemen Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta. Kira-kira pukul 14.00 Menteri Pertanian yang diwakili oleh Wakil Menteri Pertanian Dr. Bayu Krisnamurti berkenan memberikan Penghargaan berupa Sertifikat kepada 164 orang yang telah ditetapkan sebagai penerima Penghargaan Ketahanan Pangan Nasional.&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF6666;"&gt; (wan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-6055526940533223867?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/6055526940533223867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/penghargaan-pahlawan-ketahanan-pangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6055526940533223867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/6055526940533223867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/penghargaan-pahlawan-ketahanan-pangan.html' title='Penghargaan Pahlawan Ketahanan Pangan'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UPAS_6r6I/AAAAAAAAAcg/73r1DFbukl4/s72-c/Soeripto-Wapres1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-3646183025121320946</id><published>2010-02-24T03:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T03:33:07.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekbis'/><title type='text'>April 2010, Pemotongan Unggas Hanya Boleh di Lima Lokasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UON1ehmoI/AAAAAAAAAcY/4UejitTat3o/s1600-h/P1010007.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 82px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UON1ehmoI/AAAAAAAAAcY/4UejitTat3o/s200/P1010007.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441771355603311234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;B&lt;/span&gt;anyak timbul pertanyaan dari peternak serta pelaku bisnis perunggasan mengenai sampai dimana keseriusan pemerintah DKI memberlakukan Perda DKI No. 4/2007, pasalnya sesuai hasil rekomendasi yang didapat dari seminar perunggasaan yang dilaksanakan oleh ASOHI beberapa waktu yang lalu mengharapkan pelaksanaan Perda ini harus dipersiapkan dengan matang, karena akan mempengaruhi kelancaran peredaran unggas untuk warga DKI. Diperkirakan apabila langsung diterapkan akan mengganggu stabilitas pasar unggas DKI karena sarana dan prasarananya belum siap.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta, Drh Rudewi yang dijumpai Infovet dikantornya (22/1), menyatakan Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian telah memberikan instruksi kepada Ka. Suku Dinas Peternakan dan Perikanan di daerah DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi kepada para penampung dan pemotong unggas mengenai batas akhir relokasi penampungan dan pemotongan unggas. “Sosialisasi dari dinas sudah gencar dilakukan sejak 6 bulan terakhir ini,” ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kesempatan lain, sejalan dengan pernyataan Rudewi, Kabid Kesehatan Hewan &amp;amp; Ikan Dinas Peternakan Kab. Bogor Drh Ramilah Erliani N, MM juga menyatakan Pemerintah DKI sudah cukup serius dengan hal ini dan Pemerintah Kab. Bogor juga telah membuat MoU antara Gubernur DKI, Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Banten untuk dapat sama-sama mempersiapkan diri. “Kami telah melakukan persiapan, sosialisasi dan simulasi sehingga saat pelaksanaan April nanti sudah tidak ada lagi gejolak pasar yang tidak kita inginkan,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ramilah melanjutkan, dari hasil diskusi yang dilakukan dengan pihak terkait, beberapa simulasi yang dilaksanakan meliputi pengawasan, penertiban serta persiapan infrastruktur yang ada termasuk jalan-jalan yang dilalui ke RPU tersebut. “Di pasar-pasar yang ada, sekitar 153 pasar termasuk PD Pasar Jaya, simulasi yang akan dilaksanakan adalah dengan menyediakan fasilitas dan sarana untuk mendukung terciptanya mata rantai dingin (red - distribusi unggas potong beku) dalam penjualan karkas,” paparnya di depan peternak yang hadir dalam pertemuan diskusi PPUN di Bogor, Kamis (14/1). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rudewi juga menambahkan sesuai Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No.1909/2009 Pemerintah DKI telah menetapkan 5 lokasi  penampungan dan pemotongan unggas, yaitu di daerah Pulogadung, Cakung, Rawa Kepiting, Petukangan Utara dan di daerah Jakarta Barat RPU Kartika Eka Darma (milik swasta). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Menurut informasi yang saya terima untuk yang di Rawa Kepiting sudah penuh. Bagi brooker yang ingin memasukan unggas ke tempat tersebut silahkan mendaftar ke pemerintah DKI dan pendaftaran pemotongan sudah dibuka dan akan berakhir pada tanggal 15 maret 2010,” himbau Ramilah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siapa yang wajib mendaftar ke RPU di DKI adalah pihak yang memasukan unggas ke DKI (brooker) dan yang melaksanakan pemotongan unggas disana. Karena pada pelaksanaan Perda DKI No. 4/2007 ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu pertama harus terdaftar dulu di 5 tempat RPU tadi, kedua harus mempunyai izin pemasukan unggas ke DKI atas rekomendasi dari dinas peternakan daerah asal, kemudian membawa sertifikat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dan surat jalan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk pemasukan karkas sendiri, izin pemasukan berlaku untuk 1 tahun dan harus berasal dari RPU yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV), untuk di Jawa Barat dikeluarkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat atas rekomendasi dari Dinas Peternakan Kabupaten dan kota setempat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Test Trial Operasi Transportasi Ayam Sehat (OTAS)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut informasi yang Infovet terima dari Rudewi, Kepala Dinas Kelautan Dan Pertanian, Drh Edy Setiarto MS telah membentuk dan menugaskan Tim Test Trial Operasi Transportasi Ayam Sehat (OTAS) di Jakarta Barat. Tim ini akan melaksanakan tugasnya pada minggu ketiga dan keempat di bulan Januari, Februari dan Maret .&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ramilah menambahkan bahwa pemerintah DKI akan melaksanakan penertiban unggas yang masuk ke DKI tanpa disertai SKKH dan surat jalan. Penertiban akan dilakukan dua kali dalam sebulan melibatkan instansi terkait seperti polisi, Dishub, Satpol PP dan petugas dari Dinas Pertanian dan Kelautan.&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF6666;"&gt;(all) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-3646183025121320946?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/3646183025121320946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/april-2010-pemotongan-unggas-hanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3646183025121320946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3646183025121320946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/april-2010-pemotongan-unggas-hanya.html' title='April 2010, Pemotongan Unggas Hanya Boleh di Lima Lokasi'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UON1ehmoI/AAAAAAAAAcY/4UejitTat3o/s72-c/P1010007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-920118153869113232</id><published>2010-02-24T03:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T03:29:14.263-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Tahun 2015, Industri Perikanan Indonesia Bisa Terbesar di Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UNcTgbbHI/AAAAAAAAAcQ/QKTdYey1ZuU/s1600-h/P1140014.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UNcTgbbHI/AAAAAAAAAcQ/QKTdYey1ZuU/s200/P1140014.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441770504670899314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;D&lt;/span&gt;engan tujuan untuk mengevaluasi dan menginventarisasi masalah mendasar bisnis perikanan pada saat ini, serta menjajaki dan memproyeksikan peluang perikanan 2010, majalah Trobos dan GPMT (Asosiasi Produsen Pakan Indonesia) Divisi Perikanan menggelar diskusi Outlook Perikanan 2010 pada 14 Januari 2010 lalu di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Outlook bertemakan “Industrialisasi Perikanan Menuju Ketahanan Pangan Nasional” menghadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Dr Ir Fadel Muhammad sebagai pembicara kunci.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam pembukaannya Fadel menegaskan bahwa dalam mewujudkan Indonesia sebagai penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar di dunia maka perlu membuat &lt;i&gt;grand strategy&lt;/i&gt; yaitu memperkuat kelembagaan dan SDM secara terintegrasi, mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan, meningkatkan produktivitas dan daya saing berbasis pengetahuan serta memperluas akses pasar domestik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk meningkatkan produksi untuk ekspor, tambah Fadel, akan dilakukan gerakan ekspansi perikanan budi daya di seluruh daerah yang dinilai layak. “Menjadi penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar di dunia pada 2015 adalah sebuah keniscayaan,” ungkapnya penuh semangat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Acara ini juga menghadirkan pembicara lain yaitu Direktur Usaha dan Investasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor PH Nikijuluw, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Dr Ir Made L Nurdjana dan Ketut Sugama dari Direktorat Pembenihan Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan. &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF6666;"&gt;(all)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-920118153869113232?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/920118153869113232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/tahun-2015-industri-perikanan-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/920118153869113232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/920118153869113232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/tahun-2015-industri-perikanan-indonesia.html' title='Tahun 2015, Industri Perikanan Indonesia Bisa Terbesar di Dunia'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UNcTgbbHI/AAAAAAAAAcQ/QKTdYey1ZuU/s72-c/P1140014.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-5715991830205366432</id><published>2010-02-24T03:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T03:25:18.012-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Memaknai Satu Abad Dokter Hewan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UMDOq4NGI/AAAAAAAAAcI/D8zTmIBNtnM/s1600-h/P1090038.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UMDOq4NGI/AAAAAAAAAcI/D8zTmIBNtnM/s200/P1090038.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441768974364193890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;agi itu, segenap dokter hewan dari golongan muda hingga yang sudah sepuh berkumpul secara serentak di Balai Kartini, Sabtu 9 Januari 2010. Kehadiran mereka tak lain adalah untuk turut bersuka cita merayakan 100 Tahun Kiprah Dokter Hewan Indonesia yang ditandai dengan peluncuran buku 100 Tahun Dokter Hewan Indonesia: Sejarah, Kiprah dan Tantangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Acara inipun bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang ke-57. Organisasi profesi dokter hewan ini telah terbentuk pada tanggal 9 Januari 1953, di Hotel Grand Lembang, Bandung. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Proses terbitnya buku ini setelah melalui serangkaian kegiatan pengumpulan data dan informasi secara intensif, penyusunan serta editing dalam waktu yang relatif singkat dari Tim Penyusun yang diketuai Drh Agus Suryanata. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buku yang dicetak dengan penampilan bagus ini terdiri dari 462 halaman dengan foto-foto berwarna, bersampulkan hard cover dengan jaket berwarna nuansa abu-abu dan biru bertuliskan angka 100 dalam gradasi warna merah putih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Disertakan pula dalam buku tersebut compact disc (CD) yang berisikan daftar nama dokter hewan alumni dari seluruh Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia serta alamat kelembagaan pemerintah dan organisasi terkait profesi dokter hewan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Substansi dalam buku tersebut adalah sejarah, bidang tugas dan tantangan profesi dokter hewan dimasa mendatang, yang dituangkan dalam 7 bab, yaitu: Pendahuluan, Sejarah Dokter Hewan Indonesia, Kiprah dan Tantangan Dokter Hewan Indonesia, Profil Dokter Hewan Berprestasi, Meretas Jalan Menuju Profil Dokter Hewan Universal, Mengenggam Masa Depan, dan Penutup. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Dihadiri Mentan dan Wakil Mentan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Peluncuran buku ini terselenggara dengan semarak dan dihadiri oleh para dokter hewan dari 14 cabang PDHI dan 9 organisasi non teritorial (ONT) yang didirikan berdasarkan bidang spesialisasi dari seluruh Indonesia. Hadir pula para sesepuh (Lansia Veteriner) baik dari Jakarta dan Bogor maupun luar kota, antara lain Drh Soebagio dari Surabaya yang saat ini tinggal di Jakarta, Prof Mustahdi dari Surabaya, Drh E Nugroho dari Semarang, dll. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dokter Hewan Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam memaknai HUT PDHI dan peluncuran buku 100 Tahun Dokter Hewan Indonesia, Drh Wiwiek Bagja Ketua Umum PB PDHI menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak dan mengingatkan tantangan ke depan yang harus dihadapi oleh profesi veteriner dalam mewujudkan pengabdian yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sambutan dan pembukaan disampaikan oleh Menteri Pertanian RI, yang dilanjutkan dengan tanggapan terhadap materi buku oleh tokoh-tokoh non dokter hewan, pembahasan buku oleh Tim Editor dan diakhiri dengan  doa syukur dan pemotongan tumpeng.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam menyemarakan acara telah didendangkan beberapa lagu oleh paduan suara Gita Klinika FKH IPB, Bogor. Selain itu juga ikut berpartisipasi  paduan suara ibu-ibu Lansia Veteriner, Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Tanggapan Terhadap Buku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada kesempatan pemberian tanggapan terhadap Buku 100 Tahun Dokter Hewan Indonesia disampaikan oleh tokoh-tokoh non Dokter Hewan yaitu DR. Bayu Krisnamurti, Ketua Komnas Flu Burung sekaligus juga Wakil Menteri Pertanian mengungkapkan bahwa aspek sejarah dan pengabdian dokter hewan telah secara lengkap ditulis dalam buku ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun demikian ikatan emosional ini hanya dapat dirasakan oleh kalangan internal para dokter hewan, bagi pembaca kalangan eksternal diperlukan  buku yang ditulis khusus dan bersifat informatif tentang peranan profesi veteriner yaitu penanganan penyakit hewan yang telah dilaksanakan selama 100 tahun ini dan buku khusus mengenai penyakit zoonosis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terkait dengan struktur organisasi yang dapat memberikan ruang gerak dan kewenangan bagi profesi veteriner diperlukan wadah bersifat nasional yang idealnya sebagai Badan Otoritas Veteriner, lintas departemen dan langsung di bawah Presiden, atau setidak-tidaknya setingkat Eselon I dalam Kementerian Pertanian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanggapan selanjutnya dari DR. Rachmat Pambudy, Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani dan Nelayan Indonesia (HKTI) berpendapat struktur organisasi profesi veteriner dalam Kementerian Pertanian memang seyogianya ditingkatkan setara dengan Direktorat Jenderal sehingga disamping adanya Direktorat Jenderal Peternakan juga diusulkan dibentuk Direktorat Jenderal Kesehatan Hewan atau Veteriner.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Pembahasan Buku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembahasan buku dilakukan oleh Tim Editor yaitu DR. Soehadji, Drh. Sri Dadi Wiryosuhanto dan DR. Sofyan Sudardjat. Acara pembahasan ini dipandu oleh Moderator dr. Lula Kamal, MSc, yang secara bergantian menggali informasi dari setiap anggota Tim Editor untuk menyampaikan kesan-kesan dan pendapatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;DR. Soehadji mengungkapkan bahwa dalam menyusun data serta informasi ibarat “puzzle” yang berserakan menjadi gambar mozaik-mozaik dan secara keseluruhan isi buku ini dapat dilihat secara harfiah dan maknawiah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Drh Sri Dadi menyampaikan latar belakang dalam penulisan aspek sejarah yang semula dimulai dari kurun waktu awal perkembangan kebudayaan di Nusantara diubah menjadi lebih pendek yaitu sejak diperlukannya dokter hewan pribumi bagi penanganan penyakit hewan yang bermuara pada pendirian Sekolah Dokter Hewan pertama di Indonesia bernama Indische Veeartzen School (IVS) yang berlokasi di Bogor tahun 1906. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lahirnya sejarah dokter hewan bangsa Indonesia bermula dari kelulusan salah satu  mahasiswanya adalah seorang laki-laki kelahiran Kakas, Minahasa, Sulawesi Utara, 30 Juni 1888 yaitu Drh Johannes Alexander Kaligis yang merupakan dokter hewan pertama yang lulus dari angkatan pertama Indische Veeartzen Scholl” (IVS) pada tahun 1910. Selanjutnya Drh J.A Kaligis bekerja di “Veeartsnijkundige Institute” atau Balai Penyelidikan Penyakit Hewan sampai dengan tahun 1911. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahun 1910 dalam sejarah Dokter Hewan Indonesia ditetapkan sebagai dimulainya kiprah dokter hewan pribumi di Indonesia sehingga buku ini diberi judul 100 Tahun Sejarah, Kiprah dan Tantangan Dokter Hewan Indonesia (1910-2010).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam bidang pengabdian mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan zaman dan menghadapi tantangan yang makin kompleks. DR. Sofyan Sudardjat menekankan aspek peranan dokter hewan dalam menangkal masuknya penyakit eksotik melalui pengamanan yang maksimum terhadap pemasukan hewan dan produk hewan dari negara-negara yang belum bebas penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Drh Agus Suryanata sebagai Ketua Tim Penyusun mengungkapkan sangat terbatasnya waktu dalam penyusunan disamping itu harus pandai-pandai mengkoordinasikan para anggota Editor, walaupun masing-masing mempunyai kemampuan yang tinggi dalam menulis tetapi mempunyai persepsi yang tidak sama dalam beberapa aspek. Dengan demikian terbitnya buku 100 Tahun Dokter Hewan Indonesia yang monumental ini benar-benar perlu disyukuri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF6666;"&gt;(tjip/wan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selengkapnya baca artikel pada majalah Infovet edisi 187/Februari 2010 ........................................................................................&lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;untuk Informasi pemesanan dan berlangganan klik disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-5715991830205366432?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/5715991830205366432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/memaknai-satu-abad-dokter-hewan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5715991830205366432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5715991830205366432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/memaknai-satu-abad-dokter-hewan.html' title='Memaknai Satu Abad Dokter Hewan Indonesia'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UMDOq4NGI/AAAAAAAAAcI/D8zTmIBNtnM/s72-c/P1090038.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-5852649044478045508</id><published>2010-02-24T02:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T03:20:34.354-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>VIRUS SEBAGAI SI CANTIK DAN SI BURUK RUPA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UIoQxvzFI/AAAAAAAAAb4/Lq2yJYBFNU8/s1600-h/Avian-Flu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UIoQxvzFI/AAAAAAAAAb4/Lq2yJYBFNU8/s200/Avian-Flu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441765212538522706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;&lt;b&gt;Dibalik keganasan virus sebagai sumber malapetaka yang mematikan, ternyata keberadannya masih bisa dijinakkan sehingga dapat bermanfaat bagi umat manusia. Ini diibaratkan sebagai ‘&lt;i&gt;the beauty and the beast&lt;/i&gt;’&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;&lt;b&gt;(si cantik dan si buruk rupa).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;embuka orasi ilmiah yang diawali dengan paparan kocak tersebut disampaikan oleh Profesor Dr drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika pada acara pengukuhan Guru Besar Virologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, di Gedung Widya Sabha Universitas Udayana Bukit Jimbaran. Orasi berjudul Pengembangan Virologi Molekuler Sebagai Basis Pengendalian, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Virus sangat penting untuk kepentingan dunia kesehatan manusia dan hewan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Dalam orasi ilmiahnya, disebutkan bahwa virologi sebagai ilmu yang mempelajari virus mengalami perkembangan yang pesat sejak 1980-an. Revolusi dalam biologi molekuler diaplikasikan untuk menginterprtasikan dan memahami struktur dan replikasi virus serta patogenesis dan epidemiologi penyakit virus. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Kajian virus pada tingkat molekuler meliputi analisis materi genetik (genom) virus dan produk-produknya serta interaksi dengan protein seluler induk semang (host) manusia, hewan dan tanaman melahirkan cabang ilmu baru disebut virologi molekuler. Piranti diagnostik, vaksin dan obat-obat anti virus yang saat ini dipasarkan merupakan hasil riset virologi molekuler. Produk-produk ini terus menerus diperbaiki, disempurnakan atau diganti dengan cepat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: left; display: inline !important; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;irus merupakan makhluk sub-seluler yang memiliki materi genetik RNA atau DNA dan melakukan replikasi hanya pada sel hidup yang sesuai. Virus terkecil (Circovirus) berukuran 16 nm (nano meter: 1 mikron = 1000nm) dan terbesar virus cacar 450 nm. Ultrastruktur yang sederhana menyebabkan paling mudah dipelajari secara molekuler, sehingga sering dianggap sebagai ‘&lt;i&gt;Trojan Horse&lt;/i&gt;’.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Tahap awal infeksi virus adalah penempelan virus pada dinding sel. Proses ini melibatkan komponen protein permukaan virus sebagai ligand dengan reseptor permukaan sel. Pada virus pseudorabies protein itu adalah gIII, rabies protein G, cacar epidermal growth factor, Rhinovirus VP1, 2 dan 3, encefalomielitis virus VP4, coronavirus HE, parainfluenza H-N, influenza HA dan HIV gp120. sedangkan reseptor pada permukaan sel dapat berupa reseptor epidermal growth factor (cacar), ICAM-1 (rhinovirus), IgG (encefalomielitis), asetil-kolinesterase (rabies), asam sialat (influenza), CD4 (HIV).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Tahap penetrasi merupakan proses pelepasan selubung virus (uncoating) di sitoplasma atau di inti sel. Tahap transkripsi untuk virus DNA dan/atau translasi serta replikasi genom virus untuk memproduksi mRNA, protein virus dan genom anakan yang melibatkan enzim dan mekanisme seluler, kecuali virus RNA yang berpolaritas negatip memiliki RNA-dependent-RNA polymerase (influenza, paramiksovirus, rabies). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Proses transkripsi, translasi dan replikasi genom masing-masing virus berbeda. Virus DNA rantai ganda (papovavirus, adenovirus, herpesvirus) menggunakan transkriptase seluler untuk menghasilkan mRNA yang selanjutnya mengalami splicing yaitu penghilangan intron sehingga mRNA dewasa ini menjadi protein. Virus yang tidak mengalami splicing adalah virus cacar dan African swine fever. Virus DNA serat negatip tunggal (parvovirus) menggunakan transkriptase seluler menghasilkan mRNA serta mengalami splicing sebelum ditranslasi menghasilkan protein. Reovirus dan birnavirus (penyebab Gumboro) mempunyai RNA genom serat ganda. Serta negatip dari genomnya digunakan oleh enzim RNA-polymerase untuk menghasilkan mRNA. Serat positip untuk membentuk serat negatip untuk menghasilkan mRNA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Tahap terakhir adalah maturasi, perakitan dan rilis. Protein yang dihasilkan ditransportasikan ke bagian tertentu dari sel sesuai dengan transpor signal pada protein itu yang selanjutnya mengalami glikosilasi dan pemotongan. Virus yang memiliki amplop memperoleh selubung lemak pada saat rilis dari sel dan keluar dari sel dengan menyembul ke permukaan (budding).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF6666;"&gt;(masdjoko/wan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Pembahasan mengenai Virus Avian Influenza (AI/Flu Burung) menurut Prof Dr drh I Gusti Ngurah K Mahardika serta mengenai Indonesia yang saat ini memerlukan sebuah Lembaga Pengendalian Penyakit dipaparkan secara lengkap oleh Wartawan Infovet dalam sebuah artikel dalam sebuah artikel pada majalah Infovet edisi 187/Februari 2010 ........................................................................................&lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;untuk Informasi pemesanan dan berlangganan klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-5852649044478045508?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/5852649044478045508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/virus-sebagai-si-cantik-dan-si-buruk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5852649044478045508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5852649044478045508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/virus-sebagai-si-cantik-dan-si-buruk.html' title='VIRUS SEBAGAI SI CANTIK DAN SI BURUK RUPA'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UIoQxvzFI/AAAAAAAAAb4/Lq2yJYBFNU8/s72-c/Avian-Flu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-9205767648469756705</id><published>2010-02-24T02:43:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T02:50:19.153-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>SETELAH TUJUH TAHUN BERSAMA FLU BURUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UDVSt3ewI/AAAAAAAAAbI/fmboyC3LESw/s1600-h/Layer+AI+05.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UDVSt3ewI/AAAAAAAAAbI/fmboyC3LESw/s200/Layer+AI+05.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441759389083466498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;enyakit Avian Influenza (AI) atau lebih populer dengan flu burung yang mewabah di Indonesia sejak bulan September tahun 2003 telah menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Penyakit ini menjadi perhatian dunia karena telah menular ke manusia pada tahun 1997 di Hongkong. Setelah itu flu burung ditemukan di sejumlah negara Asia, yaitu Korea Selatan, China, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penularan dari hewan ke manusia yang menyebabkan kematian, menimbulkan kekhawatiran terjadinya pandemi (wabah penyakit infeksi yang menyebar ke seluruh dunia atau dalam wilayah yang luas) seperti pandemi yang terjadi pada tahun 1918-1919 di kenal sebagai Influenza Spanyol (&lt;i&gt;Spanish Flu&lt;/i&gt;), dan dianggap sebagai wabah flu terbesar sepanjang masa. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penyakit AI yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A dari keluarga Orthomyxoviridae ini berdasarkan patogenitasnya, dibedakan menjadi dua bentuk yaitu &lt;i&gt;Low Pathogenic Avian Influenza&lt;/i&gt; (LPAI) dan &lt;i&gt;High Pathogenic Avian Influenza&lt;/i&gt; (HPAI). Selain menyerang ayam ras komersial, penyakit AI juga menyerang berbagai jenis unggas termasuk unggas eksotik yang dipelihara di kebun binatang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak pakar melaporkan bahwa unggas air seperti entog, angsa dan itik bertindak sebagai carrier virus AI, sehingga dapat berperan sebagai ’inkubator’ virus sebelum ditularkan ke hewan lainnya. Sementara itu ternak babi dapat bertindak sebagai intermediate host, sedangkan burung-burung liar diduga dapat menyebarkan virus tersebut. Realitas ini memungkinkan terjadinya penyebaran penyakit lebih luas termasuk penularan pada manusia, karena AI merupakan salah satu penyakit zoonosis yang paling diperhitungkan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Indonesia, virus LPAI sudah diisolasi dari itik dan burung Pelikan pada tahun 1983 dan diidentifikasi sebagai H4N6 dan H4N2. Penyebab wabah peyakit AI yang terjadi di Indonesia pada tahun 2003 telah dapat diisolasi, dan selanjutnya dikarakterisasi sebagai virus AI dengan subtipe H5N1 yang sangat patogen. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa strain virus LPAI mampu bermutasi pada kondisi lapang menjadi virus HPAI. Virus HPAI bersifat sangat infeksius dan dapat menyebabkan kematian hingga 100% dalam waktu yang cepat pada unggas dengan atau tanpa gejala klinis, dan dapat menyebar dengan cepat antar flock. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penularan ke unggas lain terjadi melalui kontak langsung dengan sumber penularan sekresi hidung, mata dan feses dari unggas terinfeksi, udara di daerah tercemar, peralatan kandang tercemar atau secara tidak langsung melalui pekerja kandang, kendaraan pengangkut, pakan, dan lain-lain yang berasal dari daerah tercemar. Feses yang terkontaminasi virus AI dapat tahan sampai waktu yang sangat lama terutama dalam keadaan sejuk dan lembab. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;&lt;b&gt;Kerugian Terbesar Karena Pemberitaan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Merebaknya kasus penyakit AI di berbagai wilayah Indonesia diduga mempunyai dampak yang cukup serius secara lintas sektoral, mengingat dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya cukup besar. Dampak terbesar menurut Drh Slamet Riyadi pada industri perunggasan dan sarana pendukung lainnya. Sejak merebaknya kasus flu burung ini, industri perunggasan Indonesia bahkan dunia merosot tajam sampai ambang batas kolaps. Data kerugian akibat flu burung diperkirakan mencapai Rp 3.87 trilyun, dengan banyaknya ternak unggas yang mati maupun dimusnahkan akibat terpapar virus ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dampak lain menurut Ketua Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Cabang Lampung ini adalah meningkatnya impor produk peternakan, serta kepanikan masyarakat yang berakibat sebagian menghindari konsumsi telur dan daging ayam. Kepanikan terjadi di masyarakat bukan karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan media, akan tetapi karena materi dan pelaksanaan sosialisasi itu sendiri yang keliru di lapangan, sehingga kasus pneumonia pada manusia yang seyogianya diarahkan ke Tuberkolosis, dengan adanya gaung flu burung kasus tersebut diarahkan menuju kasus penyakit AI. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di samping itu, pemberitaan yang berlebihan tentang flu burung ternyata memiliki dampak tersendiri bagi industri perunggasan nasional. Kerugian yang dialami oleh masyarakat perunggasan bukan disebabkan dampak langsung dari wabah flu burung, melainkan akibat pemberitaan yang berlebihan dan tidak proporsional.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berbagai usaha dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus AI di lapangan. Usaha penanggulangan AI ditempuh dengan jalan pemusnahan massal ayam-ayam yang terpapar AI dengan memberikan dana kompensasi pada peternak. Sulitnya penanggulangan AI di Indonesia terkendala pada sosial budaya masyarakat yang kental. Di samping itu, masalah utama yang menyebabkan sulitnya penanggulangan penyakit tersebut adalah adanya usaha-usaha peternakan unggas dengan skala non komersial pada lokasi yang tersebar, sehingga jumlah dan keberadaannya sulit dikontrol, oleh karena belum adanya perwilayahan (&lt;i&gt;zoning&lt;/i&gt;) industri perunggasan itu sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penerapan biosekuriti yang ketat pun pada sistem budidaya, pemasaran, distribusi, dan pemotongan unggas pada berbagai sektor usaha perunggasan khususnya pada sektor 3 dan 4 juga masih longgar dan menjadi persoalan yang sulit dipecahkan. Demikian juga halnya dengan program vaksinasi. Sebagian peternak menyatakan bahwa vaksinasi AI khususnya pada ayam pedaging tidak perlu dilakukan mengingat biaya yang dikeluarkan untuk vaksinasi cukup tinggi, namun dalam konteks pencegahan penyakit, vaksinasi dianggap sebagai satu cara jitu yang dapat menghambat masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh ternak. Lantas, bagaimanakah kondisi usaha peternakan terkini setelah 7 tahun bersama penyakit AI? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF6666;"&gt;(sadarman, dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beragam laporan dari beberapa narasumber Infovet di lapangan mengenai pembahasan ini, seperti dari Prof Drh Charles Rangga Tabbu MSc PhD, drh Dinar Hadi Wahyu Hartawan, dari Padang; Drh Dodi Mulyadi, dari Palembang; Drh Hari dan Ir Hanggon dirangkum dalam sebuah artikel Infovet edisi 187/Februari 2010 ........................................................................................&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;&lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;untuk Informasi pemesanan dan berlangganan klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-9205767648469756705?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/9205767648469756705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/setelah-tujuh-tahun-bersama-flu-burung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/9205767648469756705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/9205767648469756705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/setelah-tujuh-tahun-bersama-flu-burung.html' title='SETELAH TUJUH TAHUN BERSAMA FLU BURUNG'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S4UDVSt3ewI/AAAAAAAAAbI/fmboyC3LESw/s72-c/Layer+AI+05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-5547186972252158968</id><published>2010-02-09T21:01:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T21:05:31.064-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Tahun Baru 2010 Bersama Medion</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S3I-M0xaeRI/AAAAAAAAAa4/Zj5PtzIq36g/s1600-h/Bapak+dan+ibu+Jonas+menyiram+tanaman+sebagai+simbolis+PT+Medion+mendukung+kampanye+Go+Green+(01)+(Small).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S3I-M0xaeRI/AAAAAAAAAa4/Zj5PtzIq36g/s200/Bapak+dan+ibu+Jonas+menyiram+tanaman+sebagai+simbolis+PT+Medion+mendukung+kampanye+Go+Green+(01)+(Small).jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436476090234861842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;K&lt;/span&gt;emeriahan tahun baru 2010 semakin terasa tatkala pada Minggu pagi tanggal 3 Januari 2010 di lokasi pabrik Medion Cimareme Bandung, diadakan perayaan tahun baru 2010 bersama seluruh staf Medion. Kegiatan ini sebagai ungkapan berbagi kebahagiaan dengan semua staf yang telah turut serta membangun Medion. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nuansa kekeluargaan dan persaudaraan sangat terasa dalam acara tersebut dimana satu sama lain saling berbaur bercengkerama dan bercanda tanpa mengindahan pangkat yang dikenakan. Berbagai hiburan selayaknya acara tahun baru juga turut menyemarakkan kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu pula, Medion menganugerahkan penghargaan kepada 40 orang staf atas loyalitas mereka berkarya bersama Medion selama 5, 10, 15 hingga 30 tahun.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tema yang diangkat kali ini adalah “&lt;i&gt;Medion Go Green&lt;/i&gt;” yang turut dimeriahkan dengan pembagian souvenir berupa tanaman buah seperti nangka, belimbing, jeruk dan mangga. Diharapkan tanaman itu akan ditanam oleh tiap peserta di rumahnya masing-masing sebagai bentuk partisipasi menekan efek global warming. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Tema &lt;i&gt;Medion Go Green&lt;/i&gt; bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Dengan mengadopsi slogan &lt;i&gt;reduce &lt;/i&gt;(mengurangi), &lt;i&gt;reuse&lt;/i&gt; (menggunakan kembali) dan &lt;i&gt;recycle &lt;/i&gt;(daur ulang), diharapkan setiap pekerja bisa mengamalkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-harinya. &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF6666;"&gt;(red)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-5547186972252158968?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/5547186972252158968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/tahun-baru-2010-bersama-medion.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5547186972252158968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/5547186972252158968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/tahun-baru-2010-bersama-medion.html' title='Tahun Baru 2010 Bersama Medion'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S3I-M0xaeRI/AAAAAAAAAa4/Zj5PtzIq36g/s72-c/Bapak+dan+ibu+Jonas+menyiram+tanaman+sebagai+simbolis+PT+Medion+mendukung+kampanye+Go+Green+(01)+(Small).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-1608705585501246470</id><published>2010-02-02T02:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T02:40:13.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Quo Vadis Kebijakan Vaksin AI di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f_aMIBJ8I/AAAAAAAAAaw/LtGg0FM-SwE/s1600-h/PB030010.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f_aMIBJ8I/AAAAAAAAAaw/LtGg0FM-SwE/s200/PB030010.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433592300842330050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Oleh: Drh Abadi Sutisna MSi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;A&lt;/span&gt;lhamdulillah sampai akhir tahun 2009 Avian Influenza alias ”flu ayam” masih eksis di Indonesia, walaupun kasusnya tidak sehebat tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya kalau mau diintrospeksi, mau sampai kapan virus ini bisa diberantas? Bahkan apakah mungkin Indonesia bisa memberantasnya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Barangkali sudah sekian puluh penelitian yang dilakukan oleh lembaga Departemen Pertanian, Universitas dan tak kurang-kurangnya bantuan asing yang mengaitkan expert yang satu dengan yang lainnya untuk meneliti penyakit akibat virus AI yang notebene adalah juga penyakit zoonosis. Belum lagi Depkes yang juga tak kalah rajinnya mengumpulkan data darah peternak ayam di Jawa Barat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau ditinjau dari segi pemberantasan penyakit seharusnya faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pengendalian AI dengan kebijakan vaksinasi adalah: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. jenis virus yang ada di lapangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. jenis vaksin yang ada di pasaran. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. jumlah vaksin yang tersedia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. kualitas vaksin, dan &lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. pola penyebaran jenis virus. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berangkat dari situ sudah barang tentu perlu diperhatikan juga ”Dinamika Virus AI” artinya virus ini sangat cepat berubah. Lihat saja gejala patologi anatomi yang ditimbulkan oleh virus AI pada awal &lt;i&gt;outbreak &lt;/i&gt;di tahun 2003 sangat berbeda dengan gejala patologi anatomi pada AI yang sekarang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua, dinamika ayam dalam hal ini DOC, misalnya DOC yang diproduksi dari wilayah Jawa Barat divaksin dengan vaksin AI strain Legok, maka hanya dalam waktu beberapa jam kemudian ayam sudah sampai di Jawa Timur atau Bali. Dari sini bisa diartikan bahwa jenis vaksin yang di Jawa Barat sama dengan jenis vaksin yang di Jawa Timur atau Bali. Dengan demikian untuk dapat mengikuti dinamika virus AI dilapangan perlu kesinambungan Pemetaan Antigenik (&lt;i&gt;antigene mapping&lt;/i&gt;) Virus AI sehingga dapat diikuti terus-menerus perkembangannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejauh ini belum diketahui pasti apakah kenaikan titer antibodi pada ayam dikarenakan oleh hasil vaksinasi ataukah karena infeksi alam. Hal ini perlu ditelaah supaya kita tidak terlena dengan hasil vaksinasi dari pemantauan tersebut, yang seharusnya perlu diperkuat dengan pelaksanaan program DIVA (&lt;i&gt;Differentiating Infected from Vaccinated Animals&lt;/i&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atas dasar itulah dirasa perlu dilakukan ”uji tantang” (&lt;i&gt;challenge test&lt;/i&gt;) terhadap vaksin yang beredar di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya virus AI yang mana yang akan digunakan sebagai virus tantang? Juga perlu diyakinkan melalui kajian yang seksama bahwa virus yang digunakan untuk uji tantang adalah benar-benar mempresentasikan keadaan di lapangan. Uji tantang ini berlaku untuk semua jenis vaksin yang beredar di Indonesia baik produksi lokal maupun impor, sehingga mohon maaf kepada produsen vaksin lokal bukannya tidak percaya pada kualitasnya, tetapi supaya diketahui ketepatan &lt;i&gt;policy &lt;/i&gt;pemberantasan AI. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa waktu yang lalu produsen vaksin AI dikejutkan dengan adanya ”issue” bahwa pemerintah hanya akan menggunakan vaksin AI H5N1 strain lokal. Pertanyaan berikutnya muncul, bagaimana dengan peternak yang telah terbiasa menggunakan vaksin impor? Kalau ujug-ujug impor vaksin tersebut distop akan timbul kekosongan stok vaksin akibatnya pembibit/peternak dirugikan dan lebih parah lagi virus &lt;i&gt;shedding &lt;/i&gt;akan makin besar. Belum lagi hal ini juga dikhawatirkan akan kembali menyuburkan upaya penyelundupan vaksin ilegal dari luar negeri karena permintaan yang melambung tinggi sementara stok tidak ada. Untuk itu perlu dijaga agar impor vaksin tidak terhambat sebelum diberlakukan ketentuan baru. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tenggang waktu harus diberikan untuk kesiapan bagi pemerintah maupun para importir dan produsen vaksin AI dalam negeri. Hal ini agar dapat memberi kesempatan persiapan yang cukup bagi importir maupun produsen vaksin sebelum membuat vaksin baru atau sebagai stok vaksin lama paling sedikit selama 12 bulan. Karena diketahui sebagian besar perusahaan pembibitan lebih mempercayai (fanatik) menggunakan vaksin AI yang menurut mereka sudah terbukti kehandalannnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian di bulan November 2009 lalu tersiar kabar bahwa pemerintah akan menentukan 4 &lt;i&gt;masterseed &lt;/i&gt;virus AI yang bakal dijadikan vaksin AI. Nah keempat virus tersebut adalah : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;A/Chicken/West Java/PWT-WIJ/2001&lt;/li&gt;&lt;li&gt;A/Chicken/Pekalongan/BBVW-208/2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;A/Chicken/Garut/BBVW-223/2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;A/Chicken/West Java (Nagrak)/30/2007&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mudah-mudahan masterseed ini sudah diuji &lt;i&gt;purity&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;potency&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;proteksi&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;safety&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;stability&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;quality&lt;/i&gt;-nya, sekali lagi mudah-mudahan. Berbagai pertanyaan kemudian muncul dari berbagai pihak mengenai rencana perubahan kebijakan vaksinasi AI ini. Beberapa pertanyaan itu diantaranya adalah, Siapa dan lembaga mana yang telah menguji keempat &lt;i&gt;master seed&lt;/i&gt; tersebut? Tetapi peraturan tinggal peraturan. Di Indonesia tetap harus ada petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak). Artinya semua kebijakan tersebut tentu harusnya sudah melalui prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemerintah pun melalui Surat Edaran yang ditandatangani Dirjen Peternakan No. 30099/PD.620/F/9/2009 tanggal 30 September 2009 memberikan kriteria yang jelas bahwa untuk menghasilkan vaksin yang baik dengan kualitas, efikasi dan keamanan yang tinggi serta potensi yang optimal &lt;i&gt;master seed&lt;/i&gt; baru harus : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berasal dari subtipe H5N1,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sifat immunogenisitas tinggi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sifat antigenisitas dengan cakupan geografis yang luas,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sifat genetik dan antigenik yang stabil, serta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkat proteksi yang tinggi terhadap uji tantang dengan beberapa isolat virus yang berbeda karakter genetik dan antigeniknya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertanyaan berikutnya adalah kapan peraturan yang ditunggu itu akan keluar dan apakah akan segera berlaku? Dari keempat &lt;i&gt;master seed&lt;/i&gt; tersebut, dimana disimpannya? Bagaimana cara produsen vaksin bisa mendapatkan &lt;i&gt;master seed&lt;/i&gt; tersebut? Apakah harus “beli” atau hibah atau bagaimana prosedur mendapatkan &lt;i&gt;master seed&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;working seed&lt;/i&gt;-nya? Paling betul adalah produsen boleh membeli &lt;i&gt;working seed&lt;/i&gt; dan wajib lapor kepada pemerintah tentang produknya. Jangan lupa untuk dilakukan pengujian produk akhir vaksin tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertanyaan lain lagi apakah produsen vaksin boleh mengkombinasi keempat working seed tersebut sehingga didapatkan vaksin AI polivalen atau bahkan menggunakan working seed yang mereka miliki sendiri sejauh sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan Pemerintah? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selanjutnya apakah boleh dibuat vaksin rekayasa genetik dari empat masterseed yang ditetapkan pemerintah ini, misalnya vaksin rekombinan/&lt;i&gt;reverse genetic&lt;/i&gt;? Pertanyaan ekstrim berikutnya muncul dari sisi produsen luar negeri adalah bolehkah dilakukan “&lt;i&gt;toll manufacturing&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;working seed&lt;/i&gt; tersebut ke luar negeri? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Masukan ASOHI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berbagai pertanyaan tersebut senada dengan masukan dari pertemuan dengan para importir dan produsen vaksin yang digelar Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) 4-5 November silam dan telah disampaikan kepada Dirjen Peternakan secara langsung. Diantaranya dalam menentukan master seed, perwakilan perusahaan importir dan produsen vaksin AI sepakat memberikan masukan agar terjaminnya keamanannya dan kestabilannya serta daya proteksinya tinggi perlu pengkajian yang seksama sehingga dapat diperoleh suatu &lt;i&gt;master seed&lt;/i&gt; yang unggul serta kemungkinan diperlukannya kombinasi beberapa kandidat &lt;i&gt;master seed&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih lanjut, &lt;i&gt;master seed&lt;/i&gt; yang telah terpilih disimpan dan disediakan oleh Pemerintah yang dapat diperoleh bagi semua produsen obat hewan untuk di produksi baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh vaksin AI yang efektif dan aman agar dapat pula diberikan kesempatan bagi produk vaksin AI rekombinan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara untuk Pelaksanaan Uji Tantang supaya tercapainya daya proteksi yang tinggi agar virus yang digunakan dalam uji tantang benar-benar mempresentasikan strain virus yang ada pada berbagai lokasi di lapangan. Selain itu diharapkan di masa mendatang virus AI yang digunakan untuk uji tantang agar dapat diperoleh para produsen obat hewan untuk uji tantang diperusahaan masing-masing dalam rangka &lt;i&gt;Internal Quality Contro&lt;/i&gt;l.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Perhatikan 4 ...Si&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atas semua paparan tersebut, Pemerintah sebagai pemegang kebijakan perlu memikirkan masak-masak manakala akan membuat kebijakan baru. Dengan kata lain perlu diperhatikan 4 ...Si nya, yaitu: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Apa urgensinya?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana argumentasinya?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana aplikasinya?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serta apa konsekuensinya?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesimpulannya disini penulis kembali menegaskan agar Pemerintah jangan tergesa-gesa membuat peraturan baru yang akan berdampak besar bagi pelaku industri peternakan. Jawabnya mari kita tanya pada rumput yang bergoyang. &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;(Red*)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-1608705585501246470?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/1608705585501246470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/quo-vadis-kebijakan-vaksin-ai-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1608705585501246470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1608705585501246470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/quo-vadis-kebijakan-vaksin-ai-di.html' title='Quo Vadis Kebijakan Vaksin AI di Indonesia'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f_aMIBJ8I/AAAAAAAAAaw/LtGg0FM-SwE/s72-c/PB030010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2846831767126403437</id><published>2010-02-02T02:26:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T02:28:56.377-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Agrinex Expo Kembali Digelar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f-HcyTcMI/AAAAAAAAAao/lYYX45n_kos/s1600-h/P1010002.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f-HcyTcMI/AAAAAAAAAao/lYYX45n_kos/s200/P1010002.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433590879385514178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;ameran agribisnis berskala internasional akan digelar tahun ini pada 12-14 Maret mendatang di Jakarta Convention Center (JCC) Hall A dan Cendrawasih. Demikian pernyataan dari Ir. Rifda Amarina President Director Performax pada saat rapat persiapan panitia Agrinex International Expo 2010 dengan DEPTAN di Ruang Pola Lt. 2 gedung pertanian (7/12). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Performax, setelah tiga tahun berturut-berturut sukses dalam penyelenggaraan pameran agribisnis maka untuk tahun ini Agrinex Expo pun naik kelas menjadi Agribussines Expo International. Hal ini sesuai dengan amanat dari Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada sambutannya dalam pembukaan Agrinex 2009 lalu. Beliau juga menyatakan bahwa saat ini Indonesia telah berhasil dalam swasembada beras maka akan semakin banyak pula agribisnis yang harus di perbincangkan untuk diperjuangkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan mengusung tema “&lt;i&gt;Agribussines Destination for Lokal &amp;amp; Global Market&lt;/i&gt;” sehingga sudah pasti expo kali ini dapat menjadi tempat dimana trend kebutuhan dunia akan produk agribisnis dapat tergambar dengan jelas, sehingga akan tumbuh industri agribisnis yang berorientasi pada pasal global. “Beberapa Negara telah menyatakan akan hadir di Agrinex expo tahun ini diantaranya Perancis, Jepang, Polandia, Cina, Singapura dan yang lain pun akan segera menyusul kesertaannya,” ungkap Rifda kepada Infovet.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedepan Agrinex akan terus menjadi expo agribisnis di negeri ini dengan dukungan dari Departemen Perdagangan, Departemen Luar Negeri, Departemen Koperasi dan UKM serta dari Departemen Pertanian. Sehingga tentu saja Agrinex dapat menjadi fasilitator untuk para pelaku usaha, Litbang, CSR Program, PEMDA, serta Departemen terkait dalam menampilkan apa yang telah dan akan dilakukan dalam membangun agribisnis untuk kesejahteraan bangsa. Selain itu Agrinex akan menjadi tempat mendapatkan mitra bisnis dan inspirasi bisnis usaha bagi para buyer, trader dan investor.&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;(all)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2846831767126403437?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2846831767126403437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/agrinex-expo-kembali-digelar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2846831767126403437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2846831767126403437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/agrinex-expo-kembali-digelar.html' title='Agrinex Expo Kembali Digelar'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f-HcyTcMI/AAAAAAAAAao/lYYX45n_kos/s72-c/P1010002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-3611346120244630784</id><published>2010-02-02T02:23:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T02:26:12.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f9iuKn2MI/AAAAAAAAAag/qk3GgZ_IPGI/s1600-h/Panitia+dan+Peserta+Timpi+Fapertapet+UIN+Susa+Riau+2009.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f9iuKn2MI/AAAAAAAAAag/qk3GgZ_IPGI/s200/Panitia+dan+Peserta+Timpi+Fapertapet+UIN+Susa+Riau+2009.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433590248395757762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;I&lt;/span&gt;smapeti kembali menyelenggarakan kegiatan Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia (TIMPI) sebagai wujud kepedulian mahasiswa peternakan yang berhimpun dalam Ismapeti. Ketua Panitia Pelaksana Gandung Mahasiswa Prodi Ilmu Peternakan Fapertapet UIN Suska Riau menyatakan bahwa pelaksanaan TIMPI kali ini merupakan yang pertama kalinya di Riau, sehingga kegiatan rutin tahunan Ismapeti ini disambut baik oleh semua elemen mahasiswa peternakan se-Sumatera. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kegiatan akbar ini diusung dengan tema Peranan Swasembada Pangan Dalam Membangun Ketahanan Pangan Nasional, dengan pembicara Ir Fauzi Luthan Direktur Ruminansi Deptan, Ir Tantan Rustandi Wiradarya MSc PhD Dekan Fapertapet UIN Suska Riau, dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau drh Askardya R Patrianov. Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan lembaga tertinggi ditingkat mahasiswa peternakan (BEM/ Senat/ HMJ) se-Indonesia ini dilaksanakan pada tanggal 7-10 November di Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasyim (UIN SUSKA) Riau.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti diketahui, kebijakan impor pangan menjadi sebuah program instan untuk mengatasi kekurangan produksi pangan dalam negeri. Namun hal ini membuat petani peternak semakin terpuruk dan tidak berdaya atas sistem pembangunan ketahanan pangan yang tidak tegas tersebut. Akibat over suplai pangan impor tersebut seringkali memaksa harga jual hasil panen petani menjadi rendah dan tidak sebanding dengan biaya produksi, sehingga petani menjadi rugi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rangkaian kegiatan TIMPI yang diselenggarakan di Bumi Melayu Riau ini meliputi Lomba Karya Tulis Mahasiswa dan SMA, Leadership Training, Kampanye Gizi Masyarakat, dan Kunjungan Ilmiah ke Peternakan. Tampil sebagai pemenang adalah karya ilmiah milik Siska Aditya Mahasiswa Fapet UGM Yogyakarta. Pemuncak lainnya adalah Fapet Udayana, Fapet IPB, Fapet Undip, dan Fapet Unja. Sementara itu untuk tingkat SLTA, keluar sebagai pemenang adalah Dini Umairoh siswi SMA Negeri 11, SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 8 Pekanbaru. Satu hal yang menjadi bahan masukan dari Ismapeti sebagai lembaga profesi mahasiswa peternakan untuk pemerintah adalah pemerintah harus lebih berani mengurangi ketergantungan pada impor dan lebih memilih sumber daya lokal untuk ketahanan pangan nasional. &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;(Sadarman)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-3611346120244630784?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/3611346120244630784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/temu-ilmiah-mahasiswa-peternakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3611346120244630784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3611346120244630784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/temu-ilmiah-mahasiswa-peternakan.html' title='Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f9iuKn2MI/AAAAAAAAAag/qk3GgZ_IPGI/s72-c/Panitia+dan+Peserta+Timpi+Fapertapet+UIN+Susa+Riau+2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-4556515882630518728</id><published>2010-02-02T02:20:00.001-08:00</published><updated>2010-02-02T02:23:01.864-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Prospek Agribisnis 2010,Bisa Lebih Baik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f8mQ9qRjI/AAAAAAAAAaY/yNF17FfwZbc/s1600-h/DSC_0086.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f8mQ9qRjI/AAAAAAAAAaY/yNF17FfwZbc/s200/DSC_0086.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433589209764611634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;M&lt;/span&gt;enatap perkembangan agribinis Indonesia ke depan merupakan agenda yang kerap dilakukan setiap jelang akhir tahun. Hal inilah yang melatarbelakangi Agrina menggelar seminar nasional ”Agribusiness Outlook 2010” yang berlangsung di Menara 165, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan pada Rabu 25 November lalu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa nama narasumber dipercayakan untuk menjadi pembicara dan menyumbangkan analisisnya untuk prospek perkembangan sektor pertanian di negeri ini, antara lain yaitu Guru Besar Fakultas Ekonomi Manajemen IPB Dr Ir Hermanto Siregar, MEc yang memaparkan “Tantangan dan Peluang Pertumbuhan dan Perkembangan Agribisnis Indonesia 2010”; Ketua Pusat Studi Inovasi Agribisnis Dr Ir Agus Wahyudi mengangkat makalah berjudul “Prospek Investasi Industri Bahan Bakar Nabati Perkebunan”; serta Program Manager &lt;i&gt;Agribusiness International Finance Corporation&lt;/i&gt; (IFC) Ernest E Bethe III yang menyampaikan IFC Overview.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Perkembangan sektor agribisnis di Indonesia tahun 2009 menunjukkan angka positif, yaitu sekitar 5,5 hingga 6%, lalu bagaimana dengan prediksi dan harapan untuk tahun 2010 ini. Menteri Pertanian Suswono dalam sambutan pun berharap dalam Outlook and Evaluation di seminar ini dapat merumuskan hasil yang konkrit untuk pertumbuhan agribisnis di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Prospek agribisnis tahun 2010 bisa lebih baik dari tahun lalu serta produk pertanian dan pangan pun akan lebih bisa bersaing di pasar dunia, namun hal ini sangat bergantung pada kondisi ekonomi global dan makroekonomi Indonesia. Disamping itu juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang integrated dan komprehensif yaitu kebijakan dari hulu sampai hilir dalam hal &lt;i&gt;supporting system&lt;/i&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Moderator seminar Dr Ir Rachmat Pambudy MS menyampaikan bahwa perlunya dukungan pemerintah yang meliputi beberapa kebijakan yaitu: kebijakan input yang meliputi pupuk, benih, lahan, air, dan kredit; Kebijakan &lt;i&gt;on farm&lt;/i&gt; untuk perlindungan kepada pihak pelaku agribisnis; Kebijakan lahan, transportasi maupun harga yang tidak tumpang tindih; dan kebijakan yang terakhir adalah proteksi dan promosi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Kalau memang pemerintah tidak bisa melindungi harga, itu karena memang hanya kadang-kadang saja kita panen serentak, namun paling tidak pemerintah dapat memberikan perlindungan harga terhadap impor yang tidak adil. Sebab, sudah ada tanda-tanda lagi Indonesia mau mengimpor paha ayam dan produk daging, yang dalam prakteknya itu tidak baik. Pelaku usaha ingin melakukan perdagangan yang adil, sehingga perlu perlindungan dari &lt;i&gt;unfair trade&lt;/i&gt; (perdagangan tidak adil),” ungkap Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia pada sesi rangkuman seminar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seminar pun ditutup dengan penganugerahan Agrina Award 2009 yang meliputi tiga kategori dan pemenang. Kategori Pelaku Agribisnis Muda Inspiratif diberikan kepada David Andi Purnama, (formulator probiotik), kategori Kepala Daerah Kreatif dalam Pengembangan Agribisnis diraih Bupati Merauke Drs Johannes Gluba Gebze. Sedangkan untuk kategori Pelaku Agribisnis Inovatif, pemenangnya adalah PT East West Seed Indonesia.&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;(all)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-4556515882630518728?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/4556515882630518728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/prospek-agribisnis-2010bisa-lebih-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4556515882630518728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4556515882630518728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/prospek-agribisnis-2010bisa-lebih-baik.html' title='Prospek Agribisnis 2010,Bisa Lebih Baik'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f8mQ9qRjI/AAAAAAAAAaY/yNF17FfwZbc/s72-c/DSC_0086.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-2155891972968571680</id><published>2010-02-02T02:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T02:18:08.978-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Kunjungan Tim GMP Inspection dari Pakistan ke Medion</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f7OZCG7iI/AAAAAAAAAaQ/3RVzLOifo1c/s1600-h/pakistan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f7OZCG7iI/AAAAAAAAAaQ/3RVzLOifo1c/s200/pakistan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433587700102262306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;ada tanggal 22-26 November 2009, Medion kedatangan tamu lagi dari Organisasi Pengkontrolan Obat Departemen Kesehatan Pakistan yaitu Mr. Ghulam Rasool Dutani selaku &lt;i&gt;Deputy Director General (Registration&lt;/i&gt;) dan Mr. Akhtar Abbas Khan selaku Deputy Drugs Controller. Keduanya melakukan inspeksi terhadap &lt;i&gt;Good Manufacturing Practice&lt;/i&gt; (GMP) produk biologik di PT. Medion.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama lima hari di Bandung, kedua tamu mendapat penjelasan detail mengenai profil perusahaan dan melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas produksi vaksin, mulai dari gudang bahan baku, ruang proses produksi, laboratorium &lt;i&gt;Quality Control&lt;/i&gt; (QC) dan pengujian hewan hingga &lt;i&gt;Supply and Distribution&lt;/i&gt; Medion (S&amp;amp;D) yang berfungsi mendistribusikan produk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mr. Ghulam Rasool Dutani dan Mr. Akhtar Abbas Khan mengungkapkan kekagumannya terhadap fasilitas produksi yang dimiliki oleh PT. Medion. Terlebih lagi, aturan GMP yang diterapkan secara ketat mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi ke tangan &lt;i&gt;customer&lt;/i&gt; sehingga kualitas produk tetap terjaga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelumnya pada bulan Mei 2009, Medion juga telah menerima kunjungan dari tim Departemen Pertanian Pakistan yang juga melakukan GMP &lt;i&gt;Inspection &lt;/i&gt;untuk produk farmasetik. Sehingga dalam tahun 2009, sudah dua kali tim dari Pakistan mengunjungi Medion. Ini menunjukkan apresiasi tinggi serta pengakuan produk-produk Medion secara internasional khususnya dari Pakistan. Suatu kebanggaan bagi kita semua karena Medion sebagai perusahaan Indonesia bisa semakin berkibar di pasar internasional. Selamat!.&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF6666;"&gt;(red)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-2155891972968571680?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/2155891972968571680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/kunjungan-tim-gmp-inspection-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2155891972968571680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/2155891972968571680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/kunjungan-tim-gmp-inspection-dari.html' title='Kunjungan Tim GMP Inspection dari Pakistan ke Medion'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f7OZCG7iI/AAAAAAAAAaQ/3RVzLOifo1c/s72-c/pakistan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-495045511145105975</id><published>2010-02-02T01:59:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T02:10:25.430-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Anthrax Masih Ancam  Wilayah Nusa Tenggara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f4wmTFleI/AAAAAAAAAaI/ZJHvSUNK0OY/s1600-h/lombok+sapi+copy+(Small).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f4wmTFleI/AAAAAAAAAaI/ZJHvSUNK0OY/s200/lombok+sapi+copy+(Small).jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433584989243807202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Kawasan padat populasi ternak sapi di pulau Lombok dan Sumbawa perlu dilindungi dari ancaman penyakit Anthrax.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;ada tanggal 23-25 Nopember 2009 bertempat di Hotel Lombok Garden Mataram, telah dilaksanakan Rakor Penanganan Penyakit Anthrax Regional Bali, NTB dan NTT. Penyakit Anthrax atau sering dikenal dengan nama penyakit radang Limpa adalah suatu penyakit bakterial menular yang dapat menyerang hampir semua hewan berdarah panas dengan tanda-tanda demam tinggi yang diikuti gejala sepsis dengan perdarahan yang hebat dan sangat akut. Penyakit ini selain menyerang hewan dapat bersifat zoonosis menular pada manusia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Penyakit Anthrax disebabkan oleh kuman bakteri yang disebut Bacillus anthracis merupakan kelompok kuman gram positif berbentuk batang berkapsul dan berantai panjang. Kuman anthrax apabila berada di luar induk semang, akan membentuk spora akan sangat tahan hidup dan sulit diberantas serta spora dapat mencemari lingkungan hingga berpuluh tahun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Itulah sebabnya wilayah Nusa Tenggara merupakan daerah Endemis Anthrax, sedangkan  daerah bebas hanya Pulau Bali dan Lombok, untuk NTB penyakit Anthrax dilaporkan terjadi di Pulau Sumbawa yaitu di Kabupaten Sumbawa tahun 1997, 1998, 2002 dan 2004, kabupaten Bima tahun 2003 dan kabupaten Dompu tahun 1985 dan 1986. Sedangkan Pulau Lombok Bebas Kasus sejak tahun 1988, untuk Propinsi NTT kejadian Anthrax dilaporkan dihampir semua kabupaten seperti Sumba Timur tahun 1980, Pulau Sabu tahun 1987 dan 2006. Sumba Barat tahun 2007, Manggarai Barat tahun 2008 dan Ngada tahun 2008 dan 2009.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Pada Rakor tersebut dievaluasi permasalahan yang terjadi dalam pengendalian penyakit anthrax di Wilayah Nusa Tenggara antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masih rendahnya cakupan vaksinasi (&lt;50&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah dosis vaksin yang tersedia masih kurang (NTB 62%, NTT 65,9%).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak optimalnya pelaksanaan pengendalian karena medan/topografi yang sulit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa proteksi yang pendek sehingga diperlukan ulangan setiap 6 bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Drh Maria Geong Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur menambahkan permasalahan di NTT yang ada antara lain kurangnya SDM Dokter Hewan dan Paramedis Veteriner serta Puskeswan di wilayah endemis anthrax , belum tersedianya kartu identifikasi ternak sebagai alat kontrol vaksinasi, juga minimnya informasi data kejadian penyakit anthrax sehingga menyulitkan pemetaan penyakit hingga tingkat desa/dusun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa Rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakor tersebut untuk ditindak lanjuti oleh masing-masing propinsi/kabupaten kota antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Vaksinasi anthrax di wilayah endemis sebagaimana yang tercatat dalam peta penyebaran penyakit anthrax  harus dilakukan secara masif (cakupan 100%).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kajian epidemiologi dalam upaya pemetaan kasus anthrax 30 tahun terakhir harus segera dilakukan guna menunjang kebijakan skala prioritas lokasi vaksinasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengawasan lalu-lintas ternak harus dilakukan dengan ketat, terutama larangan ternak peka masuk ke daerah tertular dan ternak dari daerah tertular yang keluar harus sudah  divaksinasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan sarana dan prasarana laboratorium dan Puskeswan dalam pengendalian penyakit anthrax melalui kesepakatan pembiayaan bersama antara pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan memahami permasalahan dan diikuti tindak lanjut rekomendasi yang diimplementasikan dalam kegiatan lapangan, diharapkan kasus anthrax dapat ditekan dan dikendalikan. Selamat bekerja dan semoga berhasil. &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;(Drh Heru Rachmadi/NTB)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-495045511145105975?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/495045511145105975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/anthrax-masih-ancam-wilayah-nusa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/495045511145105975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/495045511145105975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/02/anthrax-masih-ancam-wilayah-nusa.html' title='Anthrax Masih Ancam  Wilayah Nusa Tenggara'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S2f4wmTFleI/AAAAAAAAAaI/ZJHvSUNK0OY/s72-c/lombok+sapi+copy+(Small).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-4836579340240720500</id><published>2010-01-12T01:41:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T02:26:49.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekbis'/><title type='text'>Di Akhir Tahun,Telur Ayam Dirundung Kelam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0xOTyPZAiI/AAAAAAAAAZ4/YFTCz5ch7Yg/s1600-h/P9200143.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0xOTyPZAiI/AAAAAAAAAZ4/YFTCz5ch7Yg/s200/P9200143.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425797752885412386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;A&lt;/span&gt;khir tahun 2009 ini, dunia perunggasan Indonesia nampaknya layak untuk di dikatakan sebagai sebuah kondisi yang ”sangat-sangat” tidak menggembirakan. Karena, setidaknya ke 3 (tiga) komoditi perunggasan yang potensial menggerakkan perekonomian riil di tengah masyarakat, yaitu daging ayam negeri, daging ayam kampung dan telur negeri, harganya telah jatuh mendekati titik nadir dalam sejarah perunggasan Indonesia selama ini.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika tulisan ini dibuat (mendekati akhir Nopember 2009), harga ketiga komoditi pangan itu telah menyentuh level psikologis di bawah titik impas (BEP) masing-masing selama hampir lebih dari 6 minggu bahkan ada yang telah mencapai lebih dari 20 minggu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Peternak benar-benar sedang mengalami ujian berat. Dan bagi yang masih bertahan, tanpa mengurangi populasi secara ekstrim ataupun menunda peremajaan, memang mempunyai pengharapan besar untuk meraih keuntungan lebih besar di tahun depan (2010). Istilah lazim di kalangan peternak BALAS DENDAM KERUGIAN akan diraih di hari kemudian. Namun toh jika ada yang terpaksa untuk menunda peremajaan dan atau yang menghentikan produksi alias tidak ada DOC masuk (chick in), sudah pasti sebuah langkah yang paling sangat realistis, jika tidak ingin tergulung usahanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Informasi yang dikumpulkan oleh Tim Pemantau Lapangan INFOVET Jawa Tengah - Yogyakarta, bahwa harga telur berada di bawah titik impas sudah berjalan lebih dari 21 minggu. Sebuah kondisi yang benar-benar sangat menyesakkan dada peternak. Berbagai upaya dan usaha bersama dari para peternak yang tergabung dalam organisasi atau asosiasi peternak, terus dilakukan. Namun ternyata tidak juga berdampak nyata untuk kurun waktu yang lama. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Langkah nyata yang telah dilakukan oleh beberapa peternak di Jawa Tengah antara lain menyumbangkan secara gratis ke yayasan atau panti asuhan. Selain itu, juga ditempuh aksi bagi-bagi telur masak sebanyak 19 ton oleh PINSAR Solo dalam rangka memecahkan rekor MURI, adalah bentuk nyata yang lain untuk mendongkrak harga telur di pasar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekali lagi, langkah itu meski sempat menyeret harga telur sedikit naik, namun tidak dapat berlangsung lama, bahkan 2 hari pun, harga itu tidak kuat bertahan. Alias harga kembali ke titik awal sebelum upaya itu dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harga telur saat ini (mendekati akhir Nopember 2009) berkisar di angka Rp 7.600 – Rp 7.800 dan sudah berlangsung lebih dari 2 minggu. Dengan titik impas sekitar Rp 10.000/kg, maka berarti peternak harus menanggung beban kerugian rata-rata sekitar Rp 2.500/kg. Memang pada kisaran bulan Juli – pertengahan Agustus 2009, harga masih mendekati titik impas yaitu berkisar Rp 10.000 – Rp 10.500/kg, kemudian terus melorot sampai Rp 9.400 – Rp 9.600/kg selama hampir 3 minggu hingga akhirnya menembus dibawah harga Rp 9.000/kg untuk waktu yang panjang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harga memang sempat bergerak naik agak siginifikan di pertengahan September mendekati Lebaran, yaitu pada level di atas Rp 12.000/kg, namun sayangnya hanya berlangsung kurang dari seminggu saja. Harga kembali ke level di bawah titik impas lagi.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan harga komoditi daging ayam potong, memang tidak mengalami fluktuasi yang ekstrim sebagaimana harga telur. Meski demikian, jika akumulasi dari bulan Juli sampai dengan akhir Nopember 2009 ini, maka harga secara umum, masih berada di bawah titik impas. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Proporsi waktu antara harga ekstrim tinggi dengan harga di bawah titik impas sekitar 35:65. Artinya peternak dalam posisi menanggung beban kerugian yang lebih lama dibanding tingkat keuntungannya. Pada bulan Juli 2009 memang relatif stabil dengan harga di kisaran Rp 12.500/kg s/d Rp14.000/kg. meski hanya berlangsung sekitar 2,5 minggu. Namun demikian harga pun pernah menyentuh di angka Rp 10.000/kg. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atas hasil catatan TPL, bahwa kisaran harga daging ayam potong, ternyata pada level Rp 11,500 adalah harga yang paling lama bertahan. Dengan lain kata, pada level Rp 11.500/kg dimana titik impas secara umum adalah pada angka Rp 11.750- Rp 12.000 berarti beban kerugian peternak memang tidak terlalu banyak, namun dalam rentang waktu yang sangat panjang/lama, akhirnya kumulatif peternak menderita.. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan komoditi daging ayam kampung, lebih unik dan menarik lagi. Menarik oleh karena setelah wabah Flu Burung yang menghabiskan populasi ayam kampung milik penduduk, mestinya hukum ekonomi akan berlaku. Tetapi ternyata tidak juga hal itu terjadi. Bahkan harga pernah jatuh pada kisaran Rp 14.500/kg dengan titik impas berkisar Rp 18.000 - Rp19.000. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Konsumen utama daging ayam kampung adalah beberapa rumah makan khas tertentu memang relatif banyak membutuhkan, akan tetapi pasokan yang paling besar adalah berasal dari ayam kampung silangan yang dibudidayakan secara semi intensif oleh peternak profesional. Istilah ini untuk membedakan dengan peternakan rakyat yang dipelihara dan dibudidayakan ekstensif tradisional, alias dilepas bebas.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Posisi pemasok sebelum wabah FB memang dari peternakan ekstensif rakyat, namun akhirnya tergantikan oleh ayam kampung silangan yang sebenarnya populasinya juga belum begitu banyak. Menjadi unik oleh karena pada umumnya ketika menjelang lebaran harga terangkat naik, ternyata lebaran 2009 ini justru harga melorot mendekati titik impas. Lebaran 2009 di Jateng-Yogyakarta, harga hanya mampu menapak di kisaran Rp 17.000 – Rp 18.500. Artinya memang secara matematis ada selisih positif antara ongkos produksi dengan harga penjualan. Namun senyatanya peternak umumnya, tidak mendapatkan apapun justru menderita kerugian oleh karena tingkat kematian (mortalitas) yang relatif masih tinggi 9 – 12 %.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memang masih menjadi pertanyaan para pelaku usaha ayam kampung mengapa hal itu terjadi. Sebab harga daging sapi yang menjadi kompetitor utama dalam menu lebaran justru relatif stabil dengan kecenderungan bergerak naik sedikit. Tetapi kenaikan harga ayam kampung tidak seperti Lebaran 2008 yang justru menembus angka Rp 24.000 padahal dengan ongkos produksi hanya 12.500 saja..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berkaitan dengan kondisi harga komoditi perunggasan yang sangat memprihatinkan itu, para peternak mencoba meraba-raba penyebabnya, atas dasar aneka informasi yang diperoleh. Dugaan penurunan daya beli masyarakt yang melemah, tidak nyata sekali menjadi penyebab. Terlebih di tahun 2009 ada kegiatan berskala nasional yang bersifat serentak yaitu kampanye Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden, mestinya justru mampu menggenjot tingkat konsumsi komoditi itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian perkiraan peternak, tentang adanya telur dari negeri jiran Malaysia ataupun tepung telur impor juga mestinya tidak akan berpengaruh signifikan. Karena menurut asumsi peternak, pasokan telur impor itu sudah pasti tidak akan mampu dalam volume yang banyak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selanjutnya kecurigaan peternak pada saat bulan September sampai Nopember 2009 dimana  harga DOC petelur yang relatif sangat murah, dituduh menjadi biang keladinya. Kambing hitamnya adalah perusahaan pembibitan ayam (breeding farm) yang telah melepas dan menggelontor telur tetas ke pasar konsumsi. Kecurigaan ini memang yang paling dapat diterima akal sehat, namun toh, seharusnya juga tidak akan mampu berlangsung lama, jika hal itu menjadi penyebabnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu informasi terakhir tentang populasi ayam petelur dan ayam potong di Kalimantan dan Sulawesi yang sudah berkembang pesat, menurut para peternak menjadi faktor penyebab utamanmya. Produksi telur dan populasi ayam di pulau Jawa yang jelas nyata ada kencenderungan meningkat itu, sangat mungkin tidak tersalurkan hasilnya ke kedua pulau itu yang selama ini menjadi pasar utama. Informasi yang diperoleh Tim Pemantau Lapangan Infovet  pada saat Rakernas ASOHI memang menguatkan dugaan yang terakhir ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Informasi sumber Infovet yang ditemui saat Rakernas ASOHI di Jakarta akhir Oktober  2009 memang menguatkan kecurigaan para peternak di Jawa bahwa kedua pulau besar itu sudah mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Meski demikian, umumnya sangat sulit diperoleh kepastian seberapa besar pertumbuhan populasi dan banyaknya populasi ayam petelur dan ayam pedaging di kedua pulau besar itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Umumnya para peternak di Jawa menyikapi kondisi yang menimpa saat ini, masih dengan nada optimistis. Mereka seolah sepakat, bahwa bagaimanapun badai pasti akan berlalu. Namun peternak yang menjadi korban amukan badai harga juga tidak sedikit. Apakah mereka bisa bangkit atau sebaliknya terus terpuruk, tergantung dari keuletan dan kekuatan untuk berkelit .&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahun 2010 tetap memberikan pengharapan yang luas membentang, bersiaplah menyongsong tetapi dengan selalu penuh kewaspadaan... &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;(iyo)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;ulasan artikel selengkapnya baca infovet edisi 185/Desember 2009 atau info pemesanan dan belangganan selengkapnya &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;disini &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-4836579340240720500?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/4836579340240720500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/di-akhir-tahuntelur-ayam-dirundung_12.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4836579340240720500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4836579340240720500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/di-akhir-tahuntelur-ayam-dirundung_12.html' title='Di Akhir Tahun,Telur Ayam Dirundung Kelam'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0xOTyPZAiI/AAAAAAAAAZ4/YFTCz5ch7Yg/s72-c/P9200143.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-9032449611604400106</id><published>2010-01-12T00:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T01:41:13.191-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Keamanan Pangan Asal Hewan</title><content type='html'>&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0xCvJLNDnI/AAAAAAAAAZg/DjroOkziDUk/s200/makan+ayam.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 186px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425785028758802034" /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;M&lt;/span&gt;asalah pangan merupakan masalah yang tidak bisa dilepas begitu saja dari kehidupan manusia. Pangan merupakan kebutuhan yang paling dasar bagi kehidupan manusia. Ironis sekali, Indonesia sebagai negara agraris belum dapat memanfaatkan keunggulan komparatif yang dipunyai untuk membangun ketersediaan pangan bagi penduduknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal ini dapat dilihat dari kebijakan pemerintah yang masih melakukan impor terhadap sejumlah kebutuhan pangan dasar seperti susu, daging sapi dan kedelai. Satu pertanyaan mendasar, bagaimana mungkin membangun sumber daya manusia yang unggul di tengah kesulitan mendapatkan pangan? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masalah lain yang tak kalah pentingnya adalah perihal keamanan pangan itu sendiri. Pangan yang dibutuhkan konsumen bukan saja sehat dan bergizi namun lebih dari itu, segi keamanannya lebih utama dan penting bagi konsumen untuk menghilangkan kekhawatiran dalam mengkonsumsi pangan dimaksud.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal itu mencuat dalam Seminar Nasional Pangan bertema Keamanan Pangan Dalam Rangka Menyangga Kecukupan Pangan yang Berasal dari Hewan. Seminar ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Ternak di gedung LPPU Undip Tembalang (29/10). Seminar digelar dalam rangka memberikan informasi jujur kepada konsumen perihal maraknya produk pangan yang tidak layak makan beredar dipasaran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0xC7HrUGHI/AAAAAAAAAZo/9y7J8qnhxVo/s200/Seminar+Undip.jpg" style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425785234515040370" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketua panitia penyelenggara Muhammad Iqbal Lintang Dalu menyatakan, pangan dengan kuantitas dan kualitas yang baik sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Informasi tentang pangan bermutu tersebut jarang yang menyentuh langsung ke kehidupan nyata di lapangan. Maka dari itu, pelaksanaan seminar ini setidaknya mampu memberikan informasi kepada konsumen perihal pangan bermutu tersebut. Pada kesempatan tersebut hadir sebagai pembicara Dra Rustyawati MKes Apt Kepala Bidang Pemeriksanaan dan Penyidikan Balai Besar Pemeriksaan Obat dan Makanan Semarang dan Ir Tri Wibowo S MBA Anggota Majelis BPSK DKI sebagai narasumber, dengan keynote speaker Bibit Waluyo Gubernur Provinsi Jawa Tengah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ir Witono MSi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, penanganan pangan sehat, aman dan halal bagi konsumen bukan merupakan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Berbicara masalah pertanian dalam arti luas, sektor peternakan merupakan salah satu sektor penyangga dalam penyediaan pangan. Sejauh ini menurut Bibit, perihal keamanan pangan masih saja menjadi dilema bangsa ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara itu, Ir Tri Wibowo S MBA mengatakan, sangat sulit bagi konsumen produk hewan memonitor secara langsung peredaran makanan yang tidak sehat. Padahal sejauh ini peredaran makanan yang tidak sehat tersebut tetap marak di negeri ini. Sebut saja, peredaran daging sapi glonggongan, ayam mati kemaren (tiren), pemalsuan telur dan berbagai praktek-praktek yang tidak terpuji lainnya yang dilakukan oleh sejumlah penyedia kebutuhan pangan negeri ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Kita patut gelisah, ketika kita ingin mendapatkan protein yang mempunyai nilai gizi tinggi dari produk ternak yang kita konsumsi, ternyata produk ternak tersebut tidak memberikan manfaat seperti yang kita harapkan dan sebaliknya malah mempunyai efek negatif baik itu jangka pendek maupun jangka panjang, karena kandungan gizi yang ada di dalamnya telah rusak,” papar Tri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehubungan dengan hal tersebut, sebenarnya pemerintah telah mempunyai sejumlah regulasi yang mengatur tentang kemanan produk pangan tersebut khususnya yang berasal dari hewan, di antaranya adalah Undang-Undang Nomor 7 tahun 1996 pasal 21 tentang masalah pangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa pemerintah melarang baik itu bagi produsen atau pengedar bahan pangan yang kiranya dapat membahayakan kesehatan konsumen. Hal yang sama juga dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1996 tentang perlindungan konsumen. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Meskipun telah ada regulasi yang jelas mengatur perihal pangan, produksi dan distribusinya serta aman atau tidaknya bagi konsumen, namun tetap saja peredaran makanan tidak sehat marak terjadi di negeri ini,” ujar Tri Wibowo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Permasalahan pangan bukanlah tugas pemerintah semata, namun perihal keamanan pangan merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk masyarakat yang juga sebagai konsumen. Menurut Dra Rustyawati MKes Apt, ada tiga pilar sistem pengawasan obat dan makanan yang menjadi prioritas utama pemerintah yaitu yang &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;; Produsen, sistem pengawasan yang dilakukan oleh internal produsen pangan dengan berpegang pada cara produksi yang baik atau good manufacturing practices (GMP) agar setiap penyimpanan dari standar mutu dapat segera diketahui. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;; Pemerintah, pemerintah bertanggung terhadap pengaturan, pembinaan, regulasi, standar mutu pangan, evaluasi produk sebelum diedarkan, pengawasan, pengambilan sampel untuk uji laboratorium, penetapan bahan-bahan yang dilarang digunakan pada proses produksi pangan. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;; Konsumen, masyarakat memiliki kesempatan untuk berperan seluas-luasnya dalam mewujudkan  perlindungan bagi orang perseorangan yang mengkonsumsi pangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terkait sektor pangan untuk konsumen, Rustyawati mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya mempunyai tupoksi dalam pengawasan mulai dari hulu sampai hilir. “Disini badan POM bekerjasama dengan dinas-dinas terkait,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, apakah program tersebut sudah menyentuh konsumen level bawah? Menurutnya pengawasan untuk produsen makanan level bawah, tetap diperhatikan. BPOM telah berkerjasama dengan dinas kesehatan. Badan POM hanya memberikan Standar Operasional Prosedur (SOP) nya seperti prosedur GMP dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Indikasi keberhasilannya tergantung pada sejauh mana di tingkat konsumen tidak ditemukan lagi kasus-kasus keracunan makanan. Pengawasan yang terlalu ketatpun akan berdampak pada kondisi sosial para pedagang makanan tersebut. Dampak sosial tersebut berupa terjadinya penurunan omzet.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada kesempatan terpisah, Ir Witono MSi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah mengemukakan pendapatnya perihal Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta yang melarang masuknya unggas hidup ke pasar-pasar di seluruh wilayah Ibu Kota ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurutnya, Perda tersebut sama sekali tidak memberikan pengaruh pada pengusaha peternakan ayam potong di Wilayah Jawa Tengah. “Perda tersebut pada dasarnya terobosan baru dalam rangka membatasi masyarakat kontak dengan unggas hidup yang disinyalir sebagai penular beberapa jenis penyakit,” papar Witono. Dampak yang akan terlihat menurutnya adalah terjadinya pergeseran model perdagangan ayam potong. &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF6666;"&gt;(yudi, sadarman)&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-9032449611604400106?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/9032449611604400106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/keamanan-pangan-asal-hewan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/9032449611604400106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/9032449611604400106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/keamanan-pangan-asal-hewan.html' title='Keamanan Pangan Asal Hewan'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0xCvJLNDnI/AAAAAAAAAZg/DjroOkziDUk/s72-c/makan+ayam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-8335071680507877331</id><published>2010-01-12T00:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T00:53:14.923-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>IRONI HARI PANGAN SEDUNIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0w4JFeTQdI/AAAAAAAAAZI/arwovpDSF6w/s1600-h/TUMPENG+HASIL+BUMI5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0w4JFeTQdI/AAAAAAAAAZI/arwovpDSF6w/s200/TUMPENG+HASIL+BUMI5.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425773379813851602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;M&lt;/span&gt;ilis disebuah komunitas pertanian mengungkapkan bahwa peringatan akbar ”Hari Pangan Sedunia Nasional ke-29, berlangsung melempem (&lt;i&gt;baca: kurang bergairah&lt;/i&gt;)” demikian cuplikan dari forum diskusi ranah maya itu. Peserta diskusi menduga ada beberapa penyebabnya. Antara lain karena nyaris bersamaan dengan pergantian kabinet, anggaran untuk pelaksaan &lt;i&gt;cekak &lt;/i&gt;alias &lt;i&gt;mepet&lt;/i&gt;, atau mungkin petani sedang berduka karena panen raya jagung dan kedelai ”&lt;i&gt;anjlog jlog&lt;/i&gt;” jauh lebih dari separo harga sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Liputan Tim Pemantau Infovet (LTPI), yang ikut pembukaan di hari pertama dan dilanjutkan pameran tidak bisa dibantah bahwa peserta pameran cukup banyak, karena hampir semua ruang penuh, namun sepi pengunjung. Ketika LTPI kembali mengunjungi ke lokasi pameran ternyata masih juga belum mampu menarik minat masyarakat untuk sekadar melihat-lihat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada beberapa hal menarik yang perlu dicatat pada kegiatan nasional ini. Pertama, mungkin pilihan momen atau waktu pameran yang kurang tepat karena hampir  bersamaan dengan terjadinya pergantian menteri. Kedua, lokasi pameran yang sangat jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tentu saja mengurangi minat pengunjung. Ketiga, lokasi pameran yaitu Kawasan Wisata Candi Prambanan-CandiBoko adalah lokasi yang secara pariwisata, memang menarik, tetapi sayang berada di tengah-tengah dua kota Klaten dan Jogja yang relatif sama jauhnya. Dan keempat, mungkin publikasi dari panitia penyelenggara sangat minim, atau mungkin tidak ada sama sekali penyebaran informasi melalui radio atau koran-koran dan juga televisi. Dan yang terakhir atau kelima adalah petani sebagai pelaku budidaya tanaman pangan sedang berduka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Slot ruang pamer yang berada di tengah lapangan memang relatif luas dan nyaman karena berpengatur udara/AC, namun hampir 95% diisi oleh instansi pemerintah pusat dan propinsi se Indonesia.. Peran serta swasta kebanyakan memilih di luar ruang pameran dan umumnya mendirikan warung makan untuk pengunjung dan peserta pameran, itupun sepi pembeli.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang peserta pameran dari Dinas Pertanian Sumatera Selatan kepada Infovet menyatakan perasaan senangnya tetapi sekaligus prihatin. Senang dan beruntungnya, karena dapat berwisata gratis, namun juga kecewa karena apa yang dipersiapkan instansinya seolah tidak ada artinya sama sekali. ”Yah beruntunglah bisa wisata gratis ke Jawa, meski capek karena menempuh perjalanan darat. Namun saya juga sangat kecewa, karena pengujung tidak seperti yang kami bayangkan...sepi dan sangat sepi sekali,” ujar Muh Nurdin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang pengunjung yang ditemui Infovet, merasa prihatin dengan minat pengunjung yang demikian sepi. Padahal sangat banyak sekali manfaat yang dapat dipetik jika melihat pameran. Bahkan jika kalangan swasta diundang akan banyak sekali minat para pengusaha untuk berinvestasi baik langsung maupun tidak langsung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti diketahui Pameran yang digelar di lapangan sisi utara Kompleks candi Prambanan ini, dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia Tingkat Nasional yang ke-29 menurut rencana dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, dengan alasan sedang mengurusi bencana alam Gempa di Sumbar, kegiatan itu di buka oleh Menteri Pertanian Anton Apriantono yang didampingi oleh Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam sambutannya Anton menyatakan bahwa Indonesia pada tahun 2008 telah mampu mencapai prestasi besar setelah lebih dari 24 tahun prestasi itu dicapai. Tahun 1984 Indonesia pernah meraih negara yang mampu berswasembada beras, kemudian baru 24 tahun berikutnya (2008) prestasi kembali diraih. Langkah berikut adalah untuk menciptakan ketahanan pangan, sehingga jika saja terjadi gejolak harga komoditi pangan, Indonesia tidak mengalami masalah. Untuk itu menjadi perlu penganekaragaman bahan pangan pokok penduduk di Indonesia sesuai dengan ciri spesifik budaya masyarakat masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Badan Pangan Dunia (FAO) sendiri, lebih dari 1,01 milyar penduduk di dunia pada tahun 2009 mengalami kekurangan pangan. Oleh karena itu menjadi penting jika Indonesia mampu melanjutkan swasembada pangan ke tingkat ketahanan pangan untuk kemudian berkontribusi membantu kawasn lain yang kekurangan bahan pangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sangat disayangkan sekali, ketika pameran itu berlangsung, para petani jagung dan kedelai sedang dirundung masalah. Panen raya yang seharusnya membawa kegembiraan, ternyataberbuah duka nestapa, karena harga jual panen kedua komoditi tersebut anjlog hampir 200%. Jagung yang sebelumnya pernah mencapai Rp 3500/kg menjadi hanya Rp 1500/kg, sedangkan kedelai dari semula Rp 8000/kg anjlog hingga mencapai Rp 3500/kg.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apes dan memprihatinkan sekali kondisi itu. Tidak ada pihak yang bersimpati dan mencarikan jalan keluar. Bahkan dalam acara itu sama sekali tidak disinggung nestapa petani jagung dan kedelai dalam sambutan para pejabat saat pembukaan. Mungkin perlu ditiru upaya positp yang dilakukan Gubernur Gorantolo dan Bupati Bantul. Kedua pejabat itu pasang badan mencari solusi ketika ada masalah dengan rakyat/ petaninya. Fadel Muhammad mengambil pilihan membeli kopi dan coklat panen petani ketika harga jatuh, tetapi membiarkan petani menjual langsung ketika harga sedang baik. Begitu juga Idham Samawi, yang membeli beras dan bawang merah panen petani ketika harga di pasar anjlog. Bahkan Idham menghimbausama sekali tanpa tekanan  kepada para pegawainya di kabupaten Bantul untuk membeli beras dan bawang merah dari petani.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ironis memang negara Indonesia ini, sebuah negara agraris tetapi petaninya terlalu sering dirundung sengsara. Semoga kabinet mendatang mampu mensejahteraan petani pada khususnya dan rakyat besar pada umumnya &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;(iyo) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-8335071680507877331?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/8335071680507877331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/ironi-hari-pangan-sedunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8335071680507877331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8335071680507877331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/ironi-hari-pangan-sedunia.html' title='IRONI HARI PANGAN SEDUNIA'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0w4JFeTQdI/AAAAAAAAAZI/arwovpDSF6w/s72-c/TUMPENG+HASIL+BUMI5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-819167310147488581</id><published>2010-01-10T22:28:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T01:15:53.786-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekbis'/><title type='text'>Usaha Ternak Sapi di Tasikmalaya Belum Optimal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0rIyzh3REI/AAAAAAAAAZA/2WJDtvUpSb4/s1600-h/sapi+potong%28tmg%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0rIyzh3REI/AAAAAAAAAZA/2WJDtvUpSb4/s320/sapi+potong%28tmg%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425369476272440386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;otensi usaha ternak sapi di Kabupaten Tasikmalaya belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat daerah itu. Hingga kini kebutuhan konsumsi daging sapi masyarakat di Tasikmalaya, baru dipasok oleh peternak lokal pada kisaran 18% saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Padahal kebutuhan daging sapi warga Kabupaten Tasikmalaya mencapai 4.873 ekor setiap tahunnya. Peternak lokal baru bisa memasok sekitar 18% saja. Adapun sisanya, masih mengandalkan daging sapi dari luar daerah,” ungkap Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DPPK), Maman Dali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kepala DDPPK menambahkan, sampai sekarang aktifitas produksi daging sapi asal Kab. Tasikmalaya, dihasilkan dari pola usaha peternaknya secara rumahan bahkan tak sedikit yang hanya dijadikan sebagai usaha sambilan. Sementara, dari usaha mereka juga, produksinya masih terserap masyarakat di wil. Kota Tasikmalaya, dengan kebutuhan hingga 12 ribuan ekor setahunnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Maman, dari data angka potong sapi setahunnya, konsumsi warga Kab. Tasikmalaya sekarang sebanyak 4.873 ekor. Namun baru sekitar 18 % terpenuhi produksi sapi lokal, sedangkan sekitar 88% didatangkan dari daerah-daerah di |awa Tengah, Jawa Timur hingga NTB. Kecilnya angka produksi sapi potong, jelas dia, lantaran sampai sekarang belum ada pola usaha ternak besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Padahal areal untuk petemakan.di wilayahnya sangat berpeluang. Wilayah Kab. Tasikmalaya memiliki hamparan areal cukup luas mulai tanah pengangonan, areal berstatus tidak produktif atau lahan-lahan milik warga yang belum dimanfaatkan.Maman sempat mencontohkan, untuk lahan pengangongan saja dengan status milik desa itu sedikitnya tercatat ada 8.434 hektar, produksi rumputnya 164.733 ton bahan kering/-tahun. Kapasitas tampung untuk satuan ternaknya bisa mencapai 176.482 ekor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terus Dipacu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;Adapun usaha mempertahankan angka produksi lokal terus dipacu pemda ini halnya dengan membangun unit pelayanan inseminasi buatan (IB) berikut bangunannya di tiap kecamatan sentra, melakukan tambahan quota ternak lewat kegiatan-kegiatan proyek tiap tahun, serta melatih petugas teknik IB di sejumlah kecamatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Daerah penghasil sapi potong dengan sekala rumahan di kabupaten ini masing-masing Kec. Salopa, Cikatomas, Pancatengah, Cibalong, Karangnunggal, Bantarkalong serta Kec. Cikalong. Jumlah kelompok peternaknya sebanyak 100 kelompok, tiap kelompok beranggotakan 20-30 orang. Jumlah pemeliharaan peternak dalam tiap kelompok, berkisar 2 - 3 ekor sapi saja Sementara, dari luas areal lahan yang cukup potensial dijadikan beternak sapi potong, hingga kini baru termanfaatkan sekitar 23,02 %. (sumber: neraca)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-819167310147488581?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/819167310147488581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/usaha-ternak-sapi-di-tasikmalaya-belum.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/819167310147488581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/819167310147488581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/usaha-ternak-sapi-di-tasikmalaya-belum.html' title='Usaha Ternak Sapi di Tasikmalaya Belum Optimal'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0rIyzh3REI/AAAAAAAAAZA/2WJDtvUpSb4/s72-c/sapi+potong%28tmg%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-7711276413614665571</id><published>2010-01-07T20:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T21:53:54.920-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Mentan Suswono Audiensi dengan PB ISPI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0a59DJN-EI/AAAAAAAAAYw/McNS_QpXDXk/s1600-h/PC280072web.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 179px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0a59DJN-EI/AAAAAAAAAYw/McNS_QpXDXk/s320/PC280072web.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424227259681470530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" lang="SV" &gt;Bertempat di ruang kerja Menteri Pertanian, Ir H Suswono MMA menerima kehadiran Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI), Senin 28 Desember 2009. Rombongan PB ISPI dipimpin langsung oleh Ketua Umum Yudi Guntara Noor, beserta jajaran pengurus diantaranya Rochadi Tawaf, A Purwanto, Robi Agustiar, Bambang Suharno, Tjeppy D Soedjana, dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 14.2pt; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Pada kesempatan tersebut Yudi menyampaikan bahwa ISPI selama telah berupaya terlibat setiap sisi pembangunan peternakan. Diantaranya ikut memberi masukan dalam penyusunan UU Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) yang sudah diresmikan. Saat ini juga tengah memberi masukan dalam penyusunan peraturan pemerintah pendukung UU PKH. Serta ikut mensukseskan program swasembada daging jilid 3 yang dicanangkan Pemerintah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 14.2pt; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Menyimak pencanangan program yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya yaitu (Ditjen Peternakan Departemen Pertanian) pada 2000-2005, yaitu ”Swasembada Daging &lt;i style=""&gt;on trend&lt;/i&gt;” dan pada 2005-2009 tentang P2SDS (Program Percepatan Swasembada Daging Sapi), kedua program tersebut telah dinyatakan ”gagal” yang diakui sendiri oleh pemerintah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 14.2pt; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Padahal, sebelumnya berbagai organisasi profesi dan masyarakat peternakan telah banyak memberikan masukan termasuk ISPI. Namun, kini pemerintah masih juga menetapkan program ”swasembada daging jilid III yang bercita-cita swasembada daging sapi akan tercapai pada 2014. Belajar dari dua kali kegagalan program berswasembada daging sapi 2000-2009, kali ini yang dipertaruhkan adalah ”kredibilitas” seorang menteri pertanian yang juga merupakan sarjana peternakan. Untuk itu kini jajaran pengurus ISPI beserta semua sarjana peternakan diseluruh Indonesia menyatakan komitmen kembali untuk mensukseskan program Swasembada Daging Sapi 2014. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 14.2pt; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Tak lupa pada kesempatan tersebut jajaran pengurus juga meminta kesediaan Mentan Suswono untuk dicalonkan sebagai ketua ISPI periode mendatang. Kongres ISPI dijadwalkan akan digelar di Makassar tahun 2010 ini.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 14.2pt; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;”Karena jabatan tertinggi seorang sarjana peternakan itu menjadi Ketua Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia, bukan sebagai Menteri Pertanian,” gurau Yudi yang disambut senyum Suswono. (wan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-7711276413614665571?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/7711276413614665571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/mentan-suswono-audiensi-dengan-pb-ispi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/7711276413614665571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/7711276413614665571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/mentan-suswono-audiensi-dengan-pb-ispi.html' title='Mentan Suswono Audiensi dengan PB ISPI'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0a59DJN-EI/AAAAAAAAAYw/McNS_QpXDXk/s72-c/PC280072web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-3872396583290690941</id><published>2010-01-03T22:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T22:13:16.705-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Kisah Siput Tolol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0GGJndcTmI/AAAAAAAAAYY/ZLHiDvZbi8c/s1600-h/tangga-kesuksesan+siput.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0GGJndcTmI/AAAAAAAAAYY/ZLHiDvZbi8c/s200/tangga-kesuksesan+siput.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422762926100205154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;S&lt;/span&gt;yahdan, di awal musim semi, seekor siput memulai perjalanannya memanjat pohon ceri. Beberapa ekor burung di sekitar situ memandangnya dengan perasaan geli. ”Dasar siput bego!” kata seekor burung tertawa mengejek.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;”Hai siput tolol! Mau ngapain kau memanjat pohon itu?” kata burung lain. Burung yang satu ini bermaksud baik, mengingatkan agar siput tidak usah menghabiskan energi memanjat pohon. ”Di atas sana tidak ada buah ceri!” teriaknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siput tetap memanjat pohon dengan penuh semangat. ”Pada saat saya tiba di atas, pohon ceri ini telah berbuah,” &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita ini saya kutip dari buku Recharge Your Life karya Haryo Ardito yang dikenal  dengan julukan Die Hard Motivator. Moral dari cerita ini, kata Haryo Ardito adalah  bahwa orang yang berpandangan jauh ke depan dapat melihat harapan di balik kekosongan. Sedang mereka yang hanya berpikir ”hari ini” melihat kekosongan sebagai kesia-siaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita ini mendapat beberapa tanggapan bagus ketika saya tulis di internet. Seorang pembaca berujar,” jangan sepelekan orang yang kelihatan seperti siput tolol, siapa tahu kelak kita melihat dia sebagai seorang bintang”. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya, membaca cerita siput tolol ini, pemahanan saya mengenai ”pandangan jauh ke depan” terasa menjadi lebih dalam. Pada awalnya saya berpendapat, melihat jauh ke depan adalah sekedar menetapkan target berdasarkan trend keadaan saat ini. Ternyata tidak. Pekerjaan membuat trend, ahli statistik pintar sekali, tapi bukan berarti semua ahli statistik memiliki jangkauan padangan jauh ke depan sebagaimana layaknya para pemimpin hebat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitupun para eksekutif yang mendapatkan informasi dan data yang disajikan di media cetak maupun melalui seminar-seminar. Tidak berarti semua peserta seminar langsung mampu melakukan pandangan jauh ke depan dari sebuah seminar mengenai prospek bisnis masa depan. Kejelian menggabungkan beberapa informasi itulah yang membuat seseorang dapat berbeda menyikapi data. Kita boleh sama-sama mengikuti seminar prospek bisnis, tapi cara kita merespon data dan informasi itulah yang membedakan siapa diri kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Memandang jauh ke depan juga bukan sekedar mengira-ira. Bukan pula sekedar mengucapkan cita-cita. Anak kecil juga bisa berpikir masa depan ketika ditanya tentang cita-cita. Dengan lancar mereka berkata, “saya kelak mau jadi polisi, mau jadi dokter, mau jadi insinyur, mau jadi pilot dan sabagainya”. Pasti bukan itu yang dimaksud cerita si ”siput tolol” ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pandangan jauh ke depan di sini adalah melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh logika umum dan mulai melakukan action untuk meraih masa depan tersebut meskipun banyak orang mengabaikannya atau bahkan mengejeknya. Dalam logika normal, orang yang memandang jauh ke depan bisa terlihat tolol, tapi kelak orang akan melihat dia adalah pemimpin yang cerdas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi seorang yang berkarir, berpikir jauh ke depan dapat diartikan sebagai orang yang mau bekerja di suatu tempat yang sangat tidak diminati orang lain, dan di kemudian hari orang lain mengakui, karyawan ini layak disebut hebat karena pilihan karirnya sangat tepat. Dr. Drh. Soehadji dapat  dijadikan sebagai salah satu contoh. Pada saat baru menyandang gelar dokter hewan, ia mau ditempatkan di daerah terpencil yakni di Kecamatan Sendawar, nun jauh di pedalaman Kalimantan Timur. Di kemudian hari, dengan pengalamannya yang sangat kaya di daerah, ia sukses meniti karirnya hingga di puncak, sebagai Dirjen Peternakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang pengusaha atau calon pengusaha yang memiliki pandangan jauh ke depan bukan tipe orang yang berpikir instan. Ia mau membangun pabrik yang hasilnya 5 atau 10 tahun lagi. Orang berpandangan jauh kedepan adalah orang yang tekun dan konsisten dengan tujuannya. Ibarat pelari, mereka adalah pelari maraton.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tirto Utomo adalah pengusaha yang awalnya diejek banyak orang karena membuat pabrik air putih dalam kemasan botol. Logika yang ada waktu itu adalah, air putih harus gratis, yang pantas dibotolkan adalah air minum yang manis, rasa coklat atau aneka rasa lainnya. ”Mana mau orang Indonesia membeli air putih dalam botol yang harganya (waktu itu-red) lebih mahal dari bensin,” demikian logika yang umum saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pastilah banyak orang yang menilai Tirto Utomo seperti si siput tolol.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi Tirto punya pandangan yang berbeda. ”kelak dimanapun anda berada, semua orang akan mencari air minum yang sehat dan higienis,” ujar Tirto menanggapi ejekan para pengamat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keyakinan ini bermula pada saat Tirto Utomo yang pernah bekerja di Pertamina. Tugasnya sering mengantar tamu orang asing, dan para tamu sering sakit perut karena minum air yang kurang bersih di warung makan. Ia melihat hal tersebut sebagai sebuah peluang meskipun ia memendam gagasan itu sekian lama. Dan saat peluang itu datang ia segera mewujudkan gagasan terpendamnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tirto Utomo melihat ke depan, bahwa bukan hanya orang asing yang membutuhkan air putih dalam kemasan, tapi juga orang kita yang ada di angkutan umum, mobil pribadi dan dimana saja yang sulit mendapatkan air minum yang higienis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kini usaha yang ia rintis yang bermerek Aqua telah menjadi sebuah industri AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) terbesar di tanah air.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin saja, di sekitar saya ada siput tolol. Saya tak boleh lagi mengejek tindakan atau keputusan orang yang kelihatan aneh. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selamat Tahun Baru 2010. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Email: bambangsuharno@telkom.net&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-3872396583290690941?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/3872396583290690941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/kisah-siput-tolol.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3872396583290690941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3872396583290690941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/kisah-siput-tolol.html' title='Kisah Siput Tolol'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0GGJndcTmI/AAAAAAAAAYY/ZLHiDvZbi8c/s72-c/tangga-kesuksesan+siput.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-8876521063145920925</id><published>2010-01-03T21:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T21:23:26.282-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekbis'/><title type='text'>Di Akhir Tahun,Telur Ayam Dirundung Kelam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0F5jZ49oGI/AAAAAAAAAYQ/DOr8f16viMI/s1600-h/P9200143.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0F5jZ49oGI/AAAAAAAAAYQ/DOr8f16viMI/s200/P9200143.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422749075482976354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Akhir tahun 2009 ini, dunia perunggasan Indonesia nampaknya layak untuk di dikatakan sebagai sebuah kondisi yang ”sangat-sangat” tidak menggembirakan. Karena, setidaknya ke 3 (tiga) komoditi perunggasan yang potensial menggerakkan perekonomian riil di tengah masyarakat, yaitu daging ayam negeri, daging ayam kampung dan telur negeri, harganya telah jatuh mendekati titik nadir dalam sejarah perunggasan Indonesia selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;K&lt;/span&gt;etika tulisan ini dibuat (mendekati akhir Nopember 2009), harga ketiga komoditi pangan itu telah menyentuh level psikologis di bawah titik impas (BEP) masing-masing selama hampir lebih dari 6 minggu bahkan ada yang telah mencapai lebih dari 20 minggu.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Peternak benar-benar sedang mengalami ujian berat. Dan bagi yang masih bertahan, tanpa mengurangi populasi secara ekstrim ataupun menunda peremajaan, memang mempunyai pengharapan besar untuk meraih keuntungan lebih besar di tahun depan (2010). Istilah lazim di kalangan peternak BALAS DENDAM KERUGIAN akan diraih di hari kemudian. Namun toh jika ada yang terpaksa untuk menunda peremajaan dan atau yang menghentikan produksi alias tidak ada DOC masuk (chick in), sudah pasti sebuah langkah yang paling sangat realistis, jika tidak ingin tergulung usahanya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang dikumpulkan oleh Tim Pemantau Lapangan INFOVET Jawa Tengah - Yogyakarta, bahwa harga telur berada di bawah titik impas sudah berjalan lebih dari 21 minggu. Sebuah kondisi yang benar-benar sangat menyesakkan dada peternak. Berbagai upaya dan usaha bersama dari para peternak yang tergabung dalam organisasi atau asosiasi peternak, terus dilakukan. Namun ternyata tidak juga berdampak nyata untuk kurun waktu yang lama. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah nyata yang telah dilakukan oleh beberapa peternak di Jawa Tengah antara lain menyumbangkan secara gratis ke yayasan atau panti asuhan. Selain itu, juga ditempuh aksi bagi-bagi telur masak sebanyak 19 ton oleh PINSAR Solo dalam rangka memecahkan rekor MURI, adalah bentuk nyata yang lain untuk mendongkrak harga telur di pasar. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, langkah itu meski sempat menyeret harga telur sedikit naik, namun tidak dapat berlangsung lama, bahkan 2 hari pun, harga itu tidak kuat bertahan. Alias harga kembali ke titik awal sebelum upaya itu dilakukan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga telur saat ini (mendekati akhir Nopember 2009) berkisar di angka Rp 7.600 – Rp 7.800 dan sudah berlangsung lebih dari 2 minggu. Dengan titik impas sekitar Rp 10.000/kg, maka berarti peternak harus menanggung beban kerugian rata-rata sekitar Rp 2.500/kg. Memang pada kisaran bulan Juli – pertengahan Agustus 2009, harga masih mendekati titik impas yaitu berkisar Rp 10.000 – Rp 10.500/kg, kemudian terus melorot sampai Rp 9.400 – Rp 9.600/kg selama hampir 3 minggu hingga akhirnya menembus dibawah harga Rp 9.000/kg untuk waktu yang panjang. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga memang sempat bergerak naik agak siginifikan di pertengahan September mendekati Lebaran, yaitu pada level di atas Rp 12.000/kg, namun sayangnya hanya berlangsung kurang dari seminggu saja. Harga kembali ke level di bawah titik impas lagi.  &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan harga komoditi daging ayam potong, memang tidak mengalami fluktuasi yang ekstrim sebagaimana harga telur. Meski demikian, jika akumulasi dari bulan Juli sampai dengan akhir Nopember 2009 ini, maka harga secara umum, masih berada di bawah titik impas. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proporsi waktu antara harga ekstrim tinggi dengan harga di bawah titik impas sekitar 35:65. Artinya peternak dalam posisi menanggung beban kerugian yang lebih lama dibanding tingkat keuntungannya. Pada bulan Juli 2009 memang relatif stabil dengan harga di kisaran Rp 12.500/kg s/d Rp14.000/kg. meski hanya berlangsung sekitar 2,5 minggu. Namun demikian harga pun pernah menyentuh di angka Rp 10.000/kg. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas hasil catatan TPL, bahwa kisaran harga daging ayam potong, ternyata pada level Rp 11,500 adalah harga yang paling lama bertahan. Dengan lain kata, pada level Rp 11.500/kg dimana titik impas secara umum adalah pada angka Rp 11.750- Rp 12.000 berarti beban kerugian peternak memang tidak terlalu banyak, namun dalam rentang waktu yang sangat panjang/lama, akhirnya kumulatif peternak menderita.. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan komoditi daging ayam kampung, lebih unik dan menarik lagi. Menarik oleh karena setelah wabah Flu Burung yang menghabiskan populasi ayam kampung milik penduduk, mestinya hukum ekonomi akan berlaku. Tetapi ternyata tidak juga hal itu terjadi. Bahkan harga pernah jatuh pada kisaran Rp 14.500/kg dengan titik impas berkisar Rp 18.000 - Rp19.000. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen utama daging ayam kampung adalah beberapa rumah makan khas tertentu memang relatif banyak membutuhkan, akan tetapi pasokan yang paling besar adalah berasal dari ayam kampung silangan yang dibudidayakan secara semi intensif oleh peternak profesional. Istilah ini untuk membedakan dengan peternakan rakyat yang dipelihara dan dibudidayakan ekstensif tradisional, alias dilepas bebas.  &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi pemasok sebelum wabah FB memang dari peternakan ekstensif rakyat, namun akhirnya tergantikan oleh ayam kampung silangan yang sebenarnya populasinya juga belum begitu banyak. Menjadi unik oleh karena pada umumnya ketika menjelang lebaran harga terangkat naik, ternyata lebaran 2009 ini justru harga melorot mendekati titik impas. Lebaran 2009 di Jateng-Yogyakarta, harga hanya mampu menapak di kisaran Rp 17.000 – Rp 18.500. Artinya memang secara matematis ada selisih positif antara ongkos produksi dengan harga penjualan. Namun senyatanya peternak umumnya, tidak mendapatkan apapun justru menderita kerugian oleh karena tingkat kematian (mortalitas) yang relatif masih tinggi 9 – 12 %.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang masih menjadi pertanyaan para pelaku usaha ayam kampung mengapa hal itu terjadi. Sebab harga daging sapi yang menjadi kompetitor utama dalam menu lebaran justru relatif stabil dengan kecenderungan bergerak naik sedikit. Tetapi kenaikan harga ayam kampung tidak seperti Lebaran 2008 yang justru menembus angka Rp 24.000 padahal dengan ongkos produksi hanya 12.500 saja..&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan kondisi harga komoditi perunggasan yang sangat memprihatinkan itu, para peternak mencoba meraba-raba penyebabnya, atas dasar aneka informasi yang diperoleh. Dugaan penurunan daya beli masyarakt yang melemah, tidak nyata sekali menjadi penyebab. Terlebih di tahun 2009 ada kegiatan berskala nasional yang bersifat serentak yaitu kampanye&lt;br /&gt;Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden, mestinya justru mampu menggenjot tingkat konsumsi komoditi itu. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perkiraan peternak, tentang adanya telur dari negeri jiran Malaysia ataupun tepung telur impor juga mestinya tidak akan berpengaruh signifikan. Karena menurut asumsi peternak, pasokan telur impor itu sudah pasti tidak akan mampu dalam volume yang banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Selanjutnya kecurigaan peternak pada saat bulan September sampai Nopember 2009 dimana  harga DOC petelur yang relatif sangat murah, dituduh menjadi biang keladinya. Kambing hitamnya adalah perusahaan pembibitan ayam (breeding farm) yang telah melepas dan menggelontor telur tetas ke pasar konsumsi. Kecurigaan ini memang yang paling dapat diterima akal sehat, namun toh, seharusnya juga tidak akan mampu berlangsung lama, jika hal itu menjadi penyebabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lalu informasi terakhir tentang populasi ayam petelur dan ayam potong di Kalimantan dan Sulawesi yang sudah berkembang pesat, menurut para peternak menjadi faktor penyebab utamanmya. Produksi telur dan populasi ayam di pulau Jawa yang jelas nyata ada kencenderungan meningkat itu, sangat mungkin tidak tersalurkan hasilnya ke kedua pulau itu yang selama ini menjadi pasar utama. Informasi yang diperoleh Tim Pemantau Lapangan Infovet  pada saat Rakernas ASOHI memang menguatkan dugaan yang terakhir ini.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi sumber Infovet yang ditemui saat Rakernas ASOHI di Jakarta akhir Oktober  2009 memang menguatkan kecurigaan para peternak di Jawa bahwa kedua pulau besar itu sudah mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Meski demikian, umumnya sangat sulit diperoleh kepastian seberapa besar pertumbuhan populasi dan banyaknya populasi ayam petelur dan ayam pedaging di kedua pulau besar itu.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya para peternak di Jawa menyikapi kondisi yang menimpa saat ini, masih dengan nada optimistis. Mereka seolah sepakat, bahwa bagaimanapun badai pasti akan berlalu. Namun peternak yang menjadi korban amukan badai harga juga tidak sedikit. Apakah mereka bisa bangkit atau sebaliknya terus terpuruk, tergantung dari keuletan dan kekuatan untuk berkelit .&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2010 tetap memberikan pengharapan yang luas membentang, bersiaplah menyongsong tetapi dengan selalu penuh kewaspadaan.&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; (iyo) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-8876521063145920925?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/8876521063145920925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/di-akhir-tahuntelur-ayam-dirundung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8876521063145920925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/8876521063145920925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2010/01/di-akhir-tahuntelur-ayam-dirundung.html' title='Di Akhir Tahun,Telur Ayam Dirundung Kelam'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/S0F5jZ49oGI/AAAAAAAAAYQ/DOr8f16viMI/s72-c/P9200143.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-667117769967270663</id><published>2009-12-28T04:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T04:05:37.927-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Alltech Meraih Penghargaan International Irish Company of the Year di Asia Pasifik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/Szie6iPZIWI/AAAAAAAAAX8/mXIAd_Xxzxk/s1600-h/alltech+meraih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 138px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/Szie6iPZIWI/AAAAAAAAAX8/mXIAd_Xxzxk/s200/alltech+meraih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420256880001360226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Alltech&lt;/span&gt; menerima penghargaan sebagai International Irish Company of the Year di Asia Pasifik pada sesi Business &amp;amp; Finance Asia-Pacific Ireland Business Awards pada tanggal 16 Oktober 2009, dalam acara The Third Annual Asia-Pacific Business Forum di Bangkok, Thailand. Penghargaan ini diberikan kepada Alltech atas kesuksesannya membangun bisnis yang berkelanjutan selama satu decade terakhir, juga atas berbagai inovasi-inovasi terbaru, serta atas berbagai kegiatan CSR yang dilakukan di kawasan Asia Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganugerahan penghargaan ini diselenggarakan oleh Majalah Business &amp;amp; Finance bekerjasama dengan Asia-Pacific Irish Business Forum dan Ireland China Association dan merupakan satu-satunya bentuk penghargaan dari Irlandia bagi para pebisnis di Asia. Mantan T.D. dan Tánaiste Dick Spring mengetuai panel juri yang terdiri atas sejumlah pemimpin bisnis yang memiliki jaringan dengan Irlandia dan kawasan Asia Pasifik. The annual Asia-Pacific Business Forum, dikoordinasikan oleh Irish Thai Chamber of Commerce, yang bergerak sebagai event bagi jaringan bisnis bagi berbagai perwakilan dari sebelas kelompok bisnis di kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perwakilan dari Alltech untuk menerima penghargaan ini, Ms. Orla McAleer, Marketing Manager Alltech Asia Pasifik, berkata, “Kami sangat tersanjung dengan adanya penghargaan  bergengsi ini. Alltech telah memasuki pasar Asia Pasifik sejak tahun 1986 dan sejak saat itu kawasan ini telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap kesuksesan kami di seluruh dunia. Kami terus mengupayakan pengembangan pasar dan pertumbuhan yang lebih baik di kawasan Asia Pasifik dengan terus bekerja sama dengan para pelanggan, rekan kerja, asosiasi serta mempromosikan sains dan pendidikan sekaligus terus menerus mendukung keamanan, kualitas dan traceability di dalam industri pakan dan kesehatan hewan.” Saat ini Alltech memiliki kantor di 16 negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk satu Asia-Pacific Bioscience Centre di Bangkok, Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alltech adalah title sponsor dari Alltech FEI World Equestrian Games 2010™ yang akan diadakan di Kentucky, AS dari tanggal 25 September hingga10 Oktober 2010. Sejak didirikan 29 tahun yang lalu, Alltech telah mengembangkan jaringan-jaringan regional yang kuat di seluruh dunia, dengan lebih dari 1,900 karyawan dan kantor perwakilan di 119 negara. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(inf)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-667117769967270663?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/667117769967270663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/alltech-meraih-penghargaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/667117769967270663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/667117769967270663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/alltech-meraih-penghargaan.html' title='Alltech Meraih Penghargaan International Irish Company of the Year di Asia Pasifik'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/Szie6iPZIWI/AAAAAAAAAX8/mXIAd_Xxzxk/s72-c/alltech+meraih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-7617914974571237073</id><published>2009-12-28T03:56:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T04:01:09.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Pemerintah Jangan Ragukan Eksistensi HPDKI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/Szid2mR2IKI/AAAAAAAAAX0/QnXYFgFyarc/s1600-h/PA300021.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/Szid2mR2IKI/AAAAAAAAAX0/QnXYFgFyarc/s200/PA300021.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420255712854286498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;P&lt;/span&gt;emerintah pusat dan daerah diharapkan dapat melibatkan HPDKI dalam kegiatan aplikatif di lapangan maupun program pemberdayaan ternak domba kambing (doka) di Indonesia. Demikian menurut Ketua Umum Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) 2009 - 2014 drh. Abduljabbar Zulkifli dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus DPP HPDKI di gedung kampus program pasca sarjana MB IPB Bogor, Jum’at (30/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perlu dukungan moril maupun spiritual dalam meningkatkan kesejahteraan peternak, karena program kerja yang akan dijalankan oleh HPDKI tidak hanya akan bersentuhan dengan peternak rakyat yang identik dengan sektor produksi, namun diperlukan energi lainnya yang dapat mendorong HPDKI untuk dapat bersentuhan pula dengan sektor-sektor lainnya khususnya pada bidang hilir ternak” jelas Abduljabbar Zulkifli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini kebutuhan kambing dan domba mencapai 5,6 juta ekor. Namun baru bisa terpenuhi separuhnya. Ini menjadi sebuah tantangan bagi peternak Indonesia, siapkah kita menerima import dari negara Australia dan negara lain yang akan masuk ke Indonesia di era pasar bebas pada 2015 nanti. “Mereka bisa menjual daging dan domba lebih murah dari produk dalam negeri,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jabbar, langkah yang tepat pada saat ini adalah dengan pendekatan ekonomi, karena  masyarakat dapat merasakan perbaikan ekonomi dengan beternak doka. Melakukan perubahan gaya pemeliharaan yang high cost di masyarakat dengan mengoptimalkan usaha peternakan doka yang lebih efisien dan tidak high cost sehingga bisa bersaing baik di dalam negeri maupun international.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu dengan masuknya beberapa nama generasi muda ke dalam kepengurusan merupakan bagian strategi dari ketua umum agar mobilitas organisasi ini dapat berlari kencang dalam menjalankan program-programnya nanti, sementara para tokoh dan pengurus senior tentunya akan senantiasa berkenan dalam membimbing insan ternak muda dan dipandang akan sangat membantu kinerja HPDKI sebagai organisasi penganyom peternak Indonesia. (all)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-7617914974571237073?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/7617914974571237073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/pemerintah-jangan-ragukan-eksistensi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/7617914974571237073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/7617914974571237073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/pemerintah-jangan-ragukan-eksistensi.html' title='Pemerintah Jangan Ragukan Eksistensi HPDKI'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/Szid2mR2IKI/AAAAAAAAAX0/QnXYFgFyarc/s72-c/PA300021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-4445131394287901268</id><published>2009-12-28T03:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T03:56:17.183-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>DSM Aquaculture Seminar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SzicuGEqw2I/AAAAAAAAAXs/WQL3y-l52oc/s1600-h/PB170072.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SzicuGEqw2I/AAAAAAAAAXs/WQL3y-l52oc/s200/PB170072.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420254467258499938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;H&lt;/span&gt;otel Alila yang berlokasi tepat dijantung kota Jakarta menjadi tempat PT DSM Nutritional bersama PT Menjangan Sakti menggelar seminar setengah hari bertajuk DSM Aquaculture Seminar. Seminar yang dihelat Selasa, 17 November 2009 ini menghadirkan pembicara bidang perikanan dari luar negeri seperti Prof Jean-Francois Mittaine ahli fishmeal dari Paris University, Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertindak sebagai moderator adalah Prof Dr Budi Tangendjaja dari Balai Penelitian Ternak, Ciawi yang juga dikenal sebagai ahli pakan ternak. Prof Mittaine berbicara tentang perkembangan harga tepung ikan berkaitan musim melaut di Peru dan beberapa faktor lain yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Prof Dr Kiron Viswanath dari Faculty of Bioscience and Aquaculture dari Bodo University Norway menjelaskan tentang  pendekatan nutrisi untuk manajemen kesehatan ikan. Menurut Dr Viswanath, “Kemajuan dalam ilmu perikanan budidaya selama beberapa dekade terakhir telah memperkenalkan dimensi baru dalam sistem budidaya perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya pakan mengambil porsi paling besar yaitu lebih dari 60% dari total biaya produksi, untuk itu peternak selalu bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Lebih lanjut, hal ini dicapai melalui upaya dari produsen pakan dan peternak dengan hati-hati memilih bahan baku dan formulasi yang cocok dengan ikan spesies ikan yang diternakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efisiensi pakan sangat penting karena harus diterjemahkan ke dalam manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan masalah kesehatan ikannya,” terang Prof Viswanath.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada konsensus umum bahwa pakan yang baik tidak hanya mampu memberikan pertumbuhan yang baik, tetapi juga melindungi ternak dari pengaruh stres dalam peternakan dan penyakit. Konsep kesehatan gizi modulasi telah memacu para peneliti untuk mempelajari interaksi antara nutrisi yang baik dan kesehatan yang lebih baik antara bertani ikan dan udang. Untuk mencegah kerugian akibat penyakit yang mengancam budidaya perikanan, penekanannya adalah pada vaksin dan strategi alternatif lain untuk menjaga hewan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus dasar dalam manajemen nutrisi kesehatan adalah memberi “pakan yang benar”. Istilah ini menyiratkan bahwa pemberian pakan ternak untuk mendapatkan produksi yang maksimal dengan ditunjang kondisi kesehatan ternak yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Prof Dr Delbert M Gatlin III menjelaskan manfaat penambahan nukleotida dalam pakan ternak akuakultur. Dari hasil penelitiannya suplementasi nukleotid pada berbagai spesies ikan mampu meningkatkan pertumbuhan di awal pemeliharaan, meningkatkan kualitas larva, meningkatkan toleransi terhadap stres dan penyakit, seperti memodulasi respon kekebalan maternal dan adaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar ini dihadiri undangan dari institusi penelitian pemerintah dan universitas serta para pelaku industri bidang akuakultur, khususnya perwakilan perusahaan yang menyediakan pakan ikan dan udang yang berjumlah lebih dari 70 orang. Diantaranya adalah Charoen Pokphand, Cargill, CJ Feed, Gold Coin, Malindo, Matahari Sakti, Mabar, Sinta Prima, Panca Patriot, Wonokoyo, Suri Tani Pemuka, Medion, IPB, DKP, dll. Acara ditutup dengan pembagian door prize berupa telepon seluler dan notebook. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(wan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-4445131394287901268?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/4445131394287901268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/dsm-aquaculture-seminar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4445131394287901268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/4445131394287901268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/dsm-aquaculture-seminar.html' title='DSM Aquaculture Seminar'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SzicuGEqw2I/AAAAAAAAAXs/WQL3y-l52oc/s72-c/PB170072.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-3144307038508998751</id><published>2009-12-28T03:41:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T03:50:58.856-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liputan Khusus'/><title type='text'>Menatap Cerahnya Perunggasan 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/Szia1zC0rGI/AAAAAAAAAXk/FgUlUU4E_Xc/s1600-h/PA270129.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/Szia1zC0rGI/AAAAAAAAAXk/FgUlUU4E_Xc/s200/PA270129.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420252400566185058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;alah satu agenda besar di penghujung tahun 2009 ini dan yang selalu dinanti pelaku bisnis perunggasan di Indonesia adalah Seminar Nasional Prospek Perunggasan yang rutin digelar Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI). Tak ayal kedatangan seminar ini selalu ditunggu karena sangat bermanfaat guna menyusun strategi pengembangan bagi pelaku bisnis perunggasan di tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar yang terselenggara untuk ke-5 kalinya ini mengangkat tema “Bagaimana Prospek Bisnis Perunggasan 2010 di Era Pemerintahan Baru (SBY–Boediono)” dan bertempat di Hotel Santika Jakarta. Seminar perunggasan ini merupakan kesinambungan dari seminar sebelumnya yaitu Seminar Nasional Perunggasan pertama tanggal 8 Maret 2006, kedua tanggal 7 Desember 2006, ketiga tanggal 7 Nopember 2007, dan keempat tanggal 11 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan penyelenggaraan seminar ini berlangsung sukses dan ini tak lepas dari keberhasilan penyelenggara seminar GITA event organizer yang juga masih saudara Infovet. Buktinya seminar ini dipenuhi peserta hingga mencapai lebih 150 orang dari berbagai daerah dan lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambaran Seminar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 Indonesia baru saja menyelengarakan pesta demokrasi berupa pemilihan umum dan pemilihan presiden. Kedua peristiwa penting telah dilewati dengan lancar. Bulan Oktober 2009 ini secara resmi terbentuk kabinet baru Pemerintahan SBY-Boediono.&lt;br /&gt;Dengan pemerintahan baru ini, timbul banyak harapan dan pertanyaan. Bagaimanakah kebijakan ekonomi pemerintahan baru? Bagaimana target pertumbuhan ekonomi nasional dan dampaknya bagi perunggasan? Apa saja yang harus dilakukan pelaku bisnis perunggasan di tahun 2010?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana seminar sebelumnya, seminar ini menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya, yaitu Ketua Umum GPPU Krissantono dengan makalah berjudul Potret Bisnis Pembibitan Unggas dan Prospek Bisnis 2010; Ketua Umum GPMT Drh FX Soedirman dengan makalah berjudul Bagaimana Bisnis Perusahaan Pakan 2010; Ketua Umum Pinsar Drh Hartono, diwakili oleh Amin Buchori dengan makalah berjudul Memahami Dinamika Pasar Unggas 2005-2009 dan Mengukur Prospek 2010; Pengurus ASOHI Drh Sugeng Pujiono dengan makalah berjudul Prospek Industri Obat Hewan Indonesia 2009 dan Prospek 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk membahas mengenai bisnis perunggasan kaitannya dengan pemerintahan baru, ASOHI secara khusus mengundang Franciscus Welirang (Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Ketua Komisi Ketahanan Pangan KADIN) yang menyampaikan analisanya mengenai trend ekonomi tahun 2010, serta permasalahan bisnis unggas khususnya pada upaya meningkatkan konsumsi hasil unggas. Moderator seminar ini adalah Ir Achmad Dawami dan Drh Ketut Tastra Sukata MBA yang piawai menghidupkan seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar dihadiri oleh stakeholder perunggasan, yaitu dari perusahaan pembibitan, perusahaan pakan, peternak unggas, serta utusan dari pemerintah (Dinas Peternakan). Seminar kali ini juga merupakan rangkaian dari acara ulang tahun ASOHI yang ke-30. Pada kesempatan ini, utusan dari ASOHI Daerah dari 14 propinsi juga hadir sebagai peserta seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum ASOHI Gani Haryanto kepada Infovet menuturkan bahwa tujuan seminar ini adalah untuk mengevaluasi situasi bisnis perunggasan 2009 dengan membandingkan dengan prediksi dalam seminar sebelumnya disertai dengan pembahasan mengapa hal itu terjadi. Selain itu melalui seminar ini diharapkan dapat memprediksi situasi bisnis perunggasan tahun 2010 dari aspek bibit, pakan, obat hewan dan pasar unggas baik petelur maupun broiler. Sekaligus mendiskusikan tantangan bisnis perunggasan yang aktual saat ini dan di masa depan sehingga mendapatkan solusi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Situasi Perunggasan 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada seminar nasional bisnis perunggasan tahun 2008, secara umum para pembicara sulit memprediksi situasi bisnis perunggasan 2009, hal ini wajar karena pada saat itu Indonesia sedang mengalami dampak krisis Global yang sulit diprediksi pengaruhnya terhadap ekonomi makro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertimbangkan bahwa dampak krisis global terhadap bisnis perunggasan tidak terlalu besar, produksi DOC broiler tahun 2009 diproyeksikan sebesar 950 juta ekor, produksi DOC petelur 53 juta ekor dan produksi pakan unggas 6,5 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ternyata pada seminar nasional perunggasan 27 Oktober 2009 ini disebutkan kinerja bisnis perunggasan jauh lebih baik dibanding prediksi tersebut di atas. Produksi DOC broiler tahun 2009 diperkirakan mencapai 1,144 miliar ekor, DOC petelur 78 juta ekor. Konsumsi pakan tahun 2009 sebesar 8,4 juta ton, dimana 83% diantaranya dikonsumsi unggas, dan bisnis obat hewan diperkirakan Rp 1,975 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat terjadi karena pada awal tahun 2009 pelaku bisnis perunggasan merasakan bahwa dampak krisis global terhadap perunggasan tidak besar, sehingga para breeder berani meningkatkan produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminar tahun 2009 ini juga terungkap bahwa mulai pertengahan 2009, terjadi perbaikan ekonomi makro dimana Indonesia tidak begitu terpengaruh oleh krisis global, bahkan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap mengalami pertumbuhan sebesar 4%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi Bisnis Perunggasan 2010 dan Rekomendasi Seminar dapat di baca di majalah Infovet edisi 185/ Desember 2009...atau informasi pemesanan maupun berlangganan selengkapnya... &lt;a href="http://infovet.wordpress.com/langganan/"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-3144307038508998751?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/3144307038508998751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/menatap-cerahnya-perunggasan-2010.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3144307038508998751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/3144307038508998751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/menatap-cerahnya-perunggasan-2010.html' title='Menatap Cerahnya Perunggasan 2010'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/Szia1zC0rGI/AAAAAAAAAXk/FgUlUU4E_Xc/s72-c/PA270129.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-1076639112758149149</id><published>2009-12-28T03:32:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T03:40:36.431-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liputan Khusus'/><title type='text'>Catatan Menyongsong MUNAS VI ASOHI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SziZAUEu-8I/AAAAAAAAAXc/-XXqQMksuCs/s1600-h/PA260091.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SziZAUEu-8I/AAAAAAAAAXc/-XXqQMksuCs/s200/PA260091.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420250382208007106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;M&lt;/span&gt;unas VI ASOHI 2010 sudah diambang pintu. Rakornas ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) yang diselenggarakan berurutan dengan peresmian gedung ASOHI, malam gathering perayaan ulang tahun ASOHI ke-30 hingga Seminar Prospek Perunggasan 2010 menyisakan pengharapan dari segenap delegasi pengurus ASOHI yang hadir dan berhasil diwawancara Infovet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal rangkaian acara ini juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan yang telah terjalin sesama anggota selama ini. Di lapangan boleh bertempur mencari pelanggan, tetapi kalau sudah berkumpul di ruangan mereka hidup dalam satu keluarga tidak ada istilah kompetitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peresmian gedung ASOHI yang berdiri megah di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan ini semakin mengukuhkan ASOHI sebagai organisasi yang paling dinamis dan berkembang pesat diantara sekian banyak organisasi bidang peternakan yang lain. Hal ini juga tak lepas dari peran PT Gallus Indonesia Utama sebagai motor penggerak ASOHI yang notabene merupakan badan usaha milik ASOHI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke harapan delegasi pengurus ASOHI daerah. Apa saja yang menjadi harapan mereka selama ini dan apa saran mereka untuk persiapan menyongsong Munas VI  ASOHI tahun depan. Berikut adalah sekelumit hasil wawancara Infovet dengan para delegasi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Delegasi SUMATERA UTARA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drh H Effendi Azhar menyampaikan, “Semoga semua delegasi dari daerah-daerah bisa hadir secara keseluruhan. Saat  ini, ada beberapa delegasi yang tidak hadir, di Munas nanti diharapkan semua bisa hadir, sehingga pada saat pemilihan Ketua Umum (Ketum) nanti bisa mewakili suara hati dari semua delegasi yang hadir. Ketum ke depan kalau bisa dari orang atau calon yang berkualitas. Pimpinan Pusat (Pimsat) ASOHI hendaknya mulai menententukan berapa suara dari masing-masing daerah yang bisa hadir. Lalu, untuk daerah, jumlah yang hadir sebaiknya lebih banyak dari pengurus pusat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Delegasi SUMATERA BARAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drh Dodi Mulyadi dari ASOHI Sumatera Barat mengungkapkan, pengurus ASOHI Pusat diharapkan dapat mengakomodir semua pengurus yang ada di daerah. Seperti diketahui bahwa Pengurus Pusat ASOHI mempunyai berbagai produk, supaya dapat memberikan himbauan pada seluruh anggota agar dapat bergabung dengan ASOHI. Kemudian, anggota yang baru juga diharapkan dapat melaporkan diri ke Dinas Peternakan atau Dinas yang menangani Peternakan dan Kesehatan Hewan. Hal ini mencuat manakala ada peringatan dari Dinas Peternakan baik Provinsi maupun daerah, agar anggota-anggota yang baru (TS Obat Hewan) datang dan pergi harus memberitahukan kepada pihak dinas terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, perihal kegiatan-kegiatan di Pusat agar diberitahukan sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan. Selama ini pengurus daerah hanya tahu dengan kegiatan ASOHI Pusat melalui Majalah Infovet. Pada hal, momen-momen seperti ini yang diperlukan oleh Pengurus Daerah. Perihal koordinasi antara Pusat dan Daerah, selama ini masih baik-baik saja, apalagi dengan kepemimpinan periode ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Munas 2010, diharapkan dalam pemilihan calon Ketum tidak hanya tunggal namun ada hendaknya calon-calon Ketum baru yang bisa loyal dan penuh dengan dedikasi untuk kemajuan organisasi ini. Dan yang terpenting adalah, pelaksanaan Munas 2010 ini dapat dilaksanakan di Bandung, karena situasi dan kondisi Bandung sangat cocok, dan dapat memberikan kesejukan dengan kesegaran udara yang dimilikinya. Kemudian, untuk Munas 2010 nanti, hendaknya diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti seminar dan training motivasi, hal ini sangat diperlukan oleh pengurus daerah untuk menumbuhkan jiwa mencintai organisasi ini.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Delegasi RIAU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drh Musran (Sekretaris Pengda Riau) menuturkan, “Dengan adanya Rakornas ini kembali dapat menggugah anggota yang belum mau peduli akan keberadaan ASOHI di daerah khususnya di Cabang Riau. Selama ini, teman-teman di Riau kurang antusias untuk memberikan apresiasinya pada ASOHI. Hal ini mungkin karena kesibukan dari masing-masing personal yang notabenenya berbeda dalam semua hal, khususnya perusahaan tempat mereka bekerja. Artinya, masing-masing anggota mempunyai kesibukan berbeda sesuai dengan tuntutan perusahaan mereka. Rakornas ASOHI ke 4 ini dapat hendaknya memberikan inspirasi baru bagi anggota ASOHI cabang Riau yang masih belum mau peduli dengan organisasi ini. Saran saya sepertinya sudah terwakili, karena segala sesuatunya sudah baik, dan yang penting dipertahankan saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Delegasi LAMPUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Delegasi Lampung diwakili oleh Drh Slamet Rijadi (Ketua), Ir Zulkifli, dan Ir Wahyudiono. Dikatakan oleh Drh Slamet Rijadi bahwa di Lampung ada 21 perwakilan obat hewan, tetapi yang aktif berorganisasi di ASOHI hanya 16 perusahaan, sedangkan sisanya lima perusahaan agak sulit untuk diajak kumpul-kumpul. Dari 16 perusahaan saja sangat mudah mengumpulkan dana dan tidak mengalami kesulitan. Dan yang sisanya agak sulit diajak kumpul-kumpul apalagi disuruh ikut membayar iuran. Saran untuk Munas VI ASOHI tahun 2010, diharapkan ASOHI lebih solid lagi, dan pimpinan perusahaan di kantor pusat supaya ikut mensuport yang di daerah jangan hanya dituntut mencapai target penjualan saja, tetapi juga melaksanakan hak dan kewajiban anggota ASOHI di daerah, contohnya membayar iuran dan ikut mengembangkan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Delegasi JAWA BARAT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Delegasi dari Jawa Barat yang kala itu diwakili Drh Gowinda Sibit, Peter Yan, dan Drh Sugeng Pujiono menyampaikan hal senada bahwa harapannya saat Munas ASOHI VI nanti semua pengurus daerah dapat hadir mewakili daerahnya. Sehingga Ketua Umum (Ketum) terpilih nanti benar-benar mewakili aspirasi seluruh anggota ASOHI.&lt;br /&gt;Dan roda kepemimpinan yang nanti berjalan telah memiliki pondasi yang kuat dan diharapkan tidak meninggalkan program-program yang baik yang telah berjalan selama ini. Harapan lain juga agar ASOHI lebih proaktif menggandeng media dan asosiasi lain seperti GPPU, GPMT, GAPPI, GOPAN, Pinsar, MIPI, dll. untuk meneruskan komitmen sadar gizi mengkampanyekan konsumsi daging dan telur produksi dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Delegasi JATENG &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hadi Santosa, Ketua ASOHI Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyampaikan, perlunya kembali menata organisasi di daerah. Jika suatu daerah ada potensi untuk dipisah atau dikembangkan, maka harus segera dilakukan. Begitu juga jika keberadaan ASOHI Daerah tidak mampu berjalan dengan baik, maka merger atau penggabungan menjadi salah satu solusi. Hal ini penting agar efektifitas roda organisasi dapat berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;“Sebab jika wilayahnya luas namun tidak potensial untuk didirikan sebuah kepengurusan ASOHI daerah, maka lebih baik digabungkan saja. Begitu juga jika suatu daerah meski wilayah geografisnya sempit namun ada potensi untuk dikembangkan, maka pemisahan menjadi 2 kepengurusan organisasi mutlak perlu. Sebaliknya jika ASOHI Daerah yang sempit wilayahnya dan organisasinya tidak berjalan, lebih baik dilikuidasi saja,” tutur Hadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Delegasi DI YOGYAKARTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drh Wachid Nukliranto pengurus ASOHI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyadari dengan sangat jika masalah utama di wilayahnya adalah kelancaran roda organisasi. Hal itu terkait dengan tidak adanya dana yang dapat dihimpun dari para pelaku bisnis obat hewan di DIY. Kalau melihat ASOHI dari daerah lain yang posisi kas organisasinya sangat memadai, maka memang ada rasa tidak enak alias malu. Namun demikian, sebagi pengurus saya berharap kepada ASOHI Pusat untuk kembali mengingatkan para produsen obat hewan yang membuka pemasaran di DIY untuk berkontribusi. Dengan demikian kami tidak lagi menjadi ”malu” dengan daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Delegasi JAWA TIMUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Delegasi Jawa Timur diwakili oleh Drh Catur Budi Hascaryo (Ketua), Drh Teguh Widodo, Drh Gede Agus Cahya. Dikatakan oleh Drh Catur Budi Hascaryo, secara umum anggota ASOHI di Jawa Timur sangat kompak sekali sehingga tidak ada permasalahan. Saran untuk Munas VI ASOHI 2010, untuk anggota yang tidak terpilih sebagai pengurus pusat supaya legowo atau berbesar hati.&lt;br /&gt;“Kita kan dalam satu wadah organisasi ASOHI dan janganlah organisasi ini dijadikan sebagai ajang politis. Marilah saling kerjasama, sama-sama membesarkan organisasi kita ini. Jadi, di Munas VI ASOHI tahun 2010 mendatang, marilah kita bergabung membesarkan nama besar ASOHI,” ungkap Catur.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Delegasi BALI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Delegasi Bali hanya diwakili oleh Tarya, SE. Bali sebagai salah satu sentra peternakan di Indonesia, populasi ternaknya cukup padat jika dibanding luas wilayahnya. Banyak pemain obat beradu nasib di pulau Dewata ini, tetapi sangat disayangkan untuk ikut bergabung berorganisasi di wadah ASOHI sangat jauh api dari panggangannya, artinya, para pemain obat kerjanya hanya jualan saja, tetapi kalau diminta untuk rapat, menjadi pengurus atau disuruh berangkat ke Jakarta, banyak yang menolak, keluh Tarya, kepada Infovet.&lt;br /&gt;Oleh karenanya, Tarya memohon kepada owner perusahaan obat di pusat supaya memberikan suport kepada para TS di daerah Bali khususnya, janganlah mereka hanya disuruh mencari target penjualan saja, tetapi dirangsang untuk ikut berorganisasi membesarkan ASOHI Bali. Target itu perlu, tetapi kalau sosialisasi dan rasa kekeluargaan sesama anggota ASOHI tidak ada ya percuma saja. Kondisi ini lebih berat lagi jika diminta untuk menjadi pengurus atau diminta untuk berangkat ke Jakarta mereka pada menolak karena berkaitan dengan dana. Saran untuk Munas VI ASOHI, agar pengurus pusat lebih kompak dan lebih baik lagi. Kalau perlu pengurus pusat melakukan kunjungan ke daerah untuk memberikan motivasi para TS agar mau membesarkan ASOHI daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Delegasi KALTIM &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drh H Sumarsongko pengurus ASOHI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menghimbau dengan sangat agar pengurus Pusat benar-benar tegas dan konsisten menertibkan peredaran obat hewan tidak terdaftar. Jika hanya menyerahkan dan mendelegasikan urusan masalah itu kepada pengurus ASOHI Daerah, maka tentu saja tidak akan mampu membuahkan hasil. Dasar pijakan hukum, bagi pengurus daerah untuk melakukan itu disamping tidak kuat juga kelemahan dana operasional. Terlebih bagi Kaltim yang wilayahnya sangat luas, untuk itu tentu saja kedodoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Delegasi KALBAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drh Suhartono pengurus ASOHI Provinsi Kalimantan Barat mengusulkan agar semua produsen, importir dan distributor obat hewan yang membuka kantor perwakilan atau cabang di Kalbar, agar memberi bekal kepada karyawan untuk ikut aktif di ASOHI daerah. Sebab jika tidak ada dukungan dan kepedulian dari Kantor Pusat maka, ASOHI daerah tidak ada artinya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Delegasi SULSEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drh H Wahyu Suhadji pengurus daerah ASOHI Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengusulkan agar dilakukan evaluasi kepada ASOHI Daerah yang kurang produktif dalam peranannya. Selain itu ia juga menghimbau agar ASOHI Pusat untuk meningkatkan frekuensi kunjungan ke daerah sehingga silaturahmi lebih kuat.  &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(masdjoko/yonathan/untung/sadarman/wawan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/108272210623478992-1076639112758149149?l=www.majalahinfovet.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.majalahinfovet.com/feeds/1076639112758149149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/catatan-menyongsong-munas-vi-asohi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1076639112758149149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/108272210623478992/posts/default/1076639112758149149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.majalahinfovet.com/2009/12/catatan-menyongsong-munas-vi-asohi.html' title='Catatan Menyongsong MUNAS VI ASOHI'/><author><name>Infovet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575024312847851206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SziZAUEu-8I/AAAAAAAAAXc/-XXqQMksuCs/s72-c/PA260091.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-108272210623478992.post-4020163727165319037</id><published>2009-12-28T03:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T03:32:23.528-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liputan Khusus'/><title type='text'>30 TAHUN ASOHI Mengabdi (1979-2009)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SziWhrufFoI/AAAAAAAAAXM/IA1yKoI0Uzg/s1600-h/PA260096.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SziWhrufFoI/AAAAAAAAAXM/IA1yKoI0Uzg/s200/PA260096.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420247656957941378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;U&lt;/span&gt;sai sudah rangkaian kegiatan dalam rangka Peresmian Gedung ASOHI, Rakornas ASOHI, Malam Gathering ASOHI dan Seminar Prospek Perunggasan 2010 yang diselenggarakan mulai dari kantor ASOHI Pusat yang terletak di bilangan Pasar Minggu hingga acara puncak di Hotel Santika Jakarta 25-27 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang telah dipersiapkan oleh panitia secara matang sejak awal tahun ini berlangsung sukses dan meriah. Bahkan sejak berminggu-minggu sebelumnya kantor ASOHI yang juga menjadi kantor PT Gallus Indonesia Utama tempat Infovet dan divisi lainnya bernaung telah berbenah mempercantik diri supaya tampil lebih fresh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, dengan rahmat Allah SWT, acara Peresmian Gedung ASOHI kantor operasional pusat ASOHI dapat berjalan dengan sukses dan sempurna. Peresmian yang dihelat pada Minggu 25 Oktober 2009 ini dilakukan dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Ketua Umum Gani Haryanto disaksikan oleh sesepuh pendiri ASOHI, perwakilan ASOHI Daerah dan rekan-rekan wartawan media peternakan. Berdirinya Gedung ASOHI ini tak lepas dari dukungan para donatur seperti ASOHI Jabar, ASOHI Jateng, ASOHI Jatim, ASOHI Sumut, Behn Meyer Kimia, Fort Dodge Indonesia, Medion Farma Jaya, Novartis Indonesia, Paeco Agung, Pyridam Veteriner, Romindo Primavetcom, Sanbe Farma, SHS International, Sumber Multivita, Vaksindo Satwa Nusantara, Wonderindo Pharmatama, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai peresmian gedung, delegasi pengurus daerah dan pusat ASOHI bergegas ke hotel Santika untuk memulai Rakornas. Rakornas dibuka oleh Ketua Umum ASOHI Gani Haryanto. Di sela acara Rakornas ASOHI, awak Infovet juga menghimpun berita berupa masukan dan harapan peserta Rakor untuk ASOHI ke depan (baca: Catatan untuk Munas VI ASOHI). Rakornas ini diikuti oleh seluruh pengurus daerah ASOHI diantaranya adalah Pusat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Rakornas yang terakhir menjelang munas ASOHI ke-VI ini menghasilkan rumusan sebagai berikut :&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melanjutkan Komunikasi internal ASOHI yang telah terjalin selama ini, yaitu antara Pengurus ASOHI Tingkat Nasional dan Pengurus ASOHI Tingkat Propinsi, serta antar Pengurus ASOHI Tingkat Propinsi. Untuk itu diperlukan adanya peningkatan respon dari Pengurus ASOHI Tingkat Propinsi  terhadap informasi yang disampaikan oleh Pengurus ASOHI Tingkat Nasional dan sebaliknya sehingga proses komunikasi menjadi lebih efektif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi daerah-daerah yang keberadaan ASOHI Tingkat Propinsi belum dirasakan oleh anggota ASOHI di daerahnya, maka Pengurus ASOHI Tingkat Propinsi harus mengembangkan dan melaksanakan program-program dan pelayanan-pelayanan yang dirasakan manfaatnya oleh anggota. Untuk hal ini, Pengurus ASOHI Tingkat Propinsi dapat menimba pengalaman dari Pengurus ASOHI Tingkat Propinsi dari daerah lain yang sudah berhasil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam menyusun dan melaksanakan program di tingkat daerah, maka Pengurus ASOHI Tingkat Propinsi dapat meminta bantuan yang diperlukan kepada Pengurus ASOHI Tingkat Nasional. Dan Pengurus ASOHI Tingkat Nasional berupaya memberikan bantuan agar progam yang dilaksanakan berhasil dengan baik dan sukses.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan telah terbitnya UU Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 18 Tahun 2009 sebagai payung hukum bagi Penanganan Peredaran Obat Hewan Illegal, maka Bidang Pengawasan dan Peredaran Obat Hewan ASOHI Tingkat Nasional dan Pengurus ASOHI Tingkat Propinsi harus lebih aktif melakukan sosialisasi agar anggota dapat mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengurus ASOHI Tingkat Nasional dan Pengurus ASOHI Tingkat Propinsi agar aktif memfasilitasi kebutuhan anggota dalam pengurusan izin usaha obat hewan sesuai Permentan No. 18 tahun 2009 tentang Perizinan Usaha Obat Hewan, dan pengurusan sertifikasi Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) yang batas waktunya akan berakhir tahun 2010.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyelesaikan sebaik-baiknya program kerja yang diamanatkan Munas ASOHI ke V  dan mempersiapkan Munas ASOHI ke VI yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2010, sehingga penyelenggaraan Munas ASOHI ke VI berjalan dengan baik sesuai ketentuan AD/ART.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SziXA9AVplI/AAAAAAAAAXU/FVeiekfnipw/s1600-h/PA260073.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EvfG1XnN8wU/SziXA9AVplI/AAAAAAAAAXU/FVeiekfnipw/s200/PA260073.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420248194172167762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Malam Gathering ASOHI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Acara puncak adalah Malam Gathering 30 Tahun ASOHI yang ditandai dengan peluncuran Buku 30 Tahun ASOHI Mengabdi, Maju Bersama Meningkatkan Kesehatan Hewan. Acara ini dihadiri oleh para pemimpin perusahaan bidang obat hewan, birokrat, dan tamu undangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara jamuan formal tersebut seluruh tamu undangan hadir dengan suasana penuh kehangatan dalam format round table. Di sela acara juga disuguhkan tarian modern dance sebagai selingan. Diawali dengan laporan Ketua Panitia Drh Irawati Fari, langsung disambung dengan sambutan Gani Haryanto selaku Ketua ASOHI menyambut dengan hangat para tamu undangan dari kalangan pemimpin perusahaan bidang obat hewan, birokrat, asosiasi bidang peternakan, stake holder dan tamu undangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya Gani menyampaikan rasa syukurnya bahwa ASOHI telah berusia 30 tahun, dimana sebagai organisasi usaha obat hewan, ASOHI telah banyak meraih prestasi dalam meningkatkan kesehatan Hewan dan Industri Peternakan di Indonesia. “ASOHI sudah memiliki fondasi yang kuat, pilar organisasi yang kokoh dan sistem kerja yang profesional, sehingga saya yakin ASOHI akan siap menghadapi tantangan masa depan yang makin kompleks,” kata Gani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ASOHI telah melewati 3 dekade dengan suatu perkernbangan yang berkesinambungan. Perkembangan ASOHI sejak berdiri tanggal 25 Oktober 1979 hingga usia 30 tahun perlu dicatat sebagai sebuah pengalaman berharga sekaligus sebagai sebuah pelajaran untuk langkah-langkah perbaikan di masa depan,” ujar Gani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gani melanjutkan, untuk merekam jejak perjalanan ASOHI selama 30 tahun ini, pengurus ASOHI sepakat untuk menerbitkan buku dengan Judul “30 Tahun ASOHI Mengabdi; Maju Bersama Meningkatkan Kesehatan Hewan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk mendokumentasi perjalanan ASOHI selama 30 tahun dengan berbagai dinamikanya. Diharapkan dengan adanya buku ini, generasi penerus ASOHI dapat memahami dan mengambil pelajaran dari kiprah ASOHI selama 30 tahun dan ke depannya dapat mengambil langkah untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan tersebut Gani juga menuturkan bahwa dengan menyimak dan merasakan perjalanan 30 tahun ASOHI, dapat disimpulkan ada tiga tantangan utama yang akan dihadapi ASOHI. Pertama, dinamika birokrasi pemerintah dimana kita melihat pergantian pejabat yang lebih dinamis. Hal ini menuntut komunikasi yang lebih intens antara ASOHI dengan pemerintah, dengan harapan semua program yang telah dirancang dan disepakati dapat berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adanya otonomi daerah dimana terjadi perubahan struktur organisasi pemerintah daerah dan perubahan pola kerja pemerintah pusat dan daerah. Hal ini menuntut pengurus ASOHI Daerah lebih proaktif menjalin hubungan dengan pemerintah daerah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga adalah dampak globalisasi, dimana penyebaran penyakit hewan lebih cepat, menuntut kesiapan ASOHI dalam berperan menanggulangi masalah penyakit hewan dan meningkatkan kesehatan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini juga dihadiri oleh Dirjen Peternakan yang diwakili Direktur Kesehatan Hewan Drh Agus Wiyono PhD. Acara dilanjutkan dengan testimoni dari para sesepuh pendiri ASOHI yang masih hidup dilanjutkan dengan pemutaran video multimedia Kiprah dan Sejarah ASOHI. Terakhir adalah penyerahan secara simbolis Buku 30 Tahun ASOHI Mengabdi kepada segenap tamu kehormatan dan ditutup dengan jamuan makan malam dan ramah tamah. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(wan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='
