-->

CEVA ANIMAL HEALTH

CEVA ANIMAL HEALTH

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

SIDO AGUNG FEED

SIDO AGUNG FEED

INFOVET EDISI JANUARI 2023

INFOVET EDISI JANUARI 2023

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt

Drh. Cholillurrahman (Jabodetabek)

Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto,MS (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Dr. Sadarman S.Pt, MSi (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan

Yayah Muhaeni

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Efrida Uli
Monita Susilawati


Staf Pemasaran
:
Yayah Muhaeni


Alamat Redaksi

Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

EVALUASI PENYAKIT UNGGAS, LEUKOSITOZOONOSIS YANG ON-OFF

On Desember 20, 2022

Insekta, khususnya nyamuk Culicoides sp. merupakan vektor biologis dari parasit leukositozoon. Oleh sebab itu, tanpa memberantas vektornya secara tuntas kasus leukositozoonosis akan terus berulang.

Oleh: Tony Unandar (Anggota Dewan Pakar ASOHI)

Fenomena mencegah ledakan kasus infeksius Leukositozoonosis pada peternakan ayam modern ibarat memadamkan nyala api dalam sekam, tidak pernah tuntas. Ledakan kasus sering berulang dan mendadak, tapi secara epidemiologis prevalensinya sporadik. Dalam evaluasi penyakit setiap tahun penyakit malaria ayam selalu hadir, tetapi tidak dalam urutan atas. Tulisan singkat ini mencoba menelaahnya dari kisi-kisi ilmiah yang dilengkapi dengan pengalaman lapang seorang praktisi.

Di alam kasus leukositozoonosis hanya terjadi pada bangsa burung, khususnya pada ordo Anseriformes (unggas air seperti angsa dan itik) dan Galliformes (ayam dan kalkun). Mirip seperti pada kasus berak darah ayam (koksidiosis), agen penyebab termasuk mikroorganisme sel tunggal yang komplit (protozoa) dan mempunyai spesifisitas yang tinggi terhadap induk semang, oleh sebab itu kasus leukositozoonosis umumnya terjadi secara sporadik dan bukan merupakan suatu isu penting bagi kesehatan masyarakat (tidak bersifat zoonosis). Sebagai contoh, Leucocytozoon simondi dan L. anseris menyerang angsa dan itik, sedangkan L. caulleryi dan L. sabrezi menyerang ayam.

Agen penyebab dapat menyerang sel-sel darah, baik sel darah merah (eritrosit) ataupun sel darah putih (leukosit) dan jaringan tubuh lain induk semang, terutama jaringan tubuh yang kaya akan kapiler darah seperti hati, ginjal, paru-paru, limpa, usus dan jaringan otak. Oleh sebab itu, kelainan patologik umumnya sangat mudah dijumpai pada jaringan-jaringan tersebut.

Tabel 1: Taksonomi Agen Penyebab Leukositozoonosis pada Ayam

Filum

Apicomplexa

Kelas

Sporozoa

Ordo

Eucoccidiida

Sub-ordo

Haemospororina

Famili

Plasmodiidae

Sub-famili

Leucocytozoidae

Genus

Leucocytozoon

Spesies

L. caulleryi


L. sabrezi


Siklus hidup agen penyebab tergolong rumit dan terdiri dari tiga fase yang dapat berlangsung selama 3-4 minggu, yaitu:... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Desember 2022. (toe)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer