-->

Sehat Cerah Indonesia

Sehat Cerah Indonesia

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Farmsco

Farmsco

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI NOPEMBER 2020

EDISI NOPEMBER 2020
Berlanganan Isi form ato hub kami

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

WEBINAR UNSOED: PROSPEK PETERNAKAN DI ERA NORMAL BARU PASCA PANDEMI COVID 19

On Juni 28, 2020


Sukses di pagelaran Seminar Nasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan Seri 6 (STAP-VI) tahun lalu, tahun ini, tepatnya Sabtu (27/06/2020), Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan Seri 7 (STAP-VII). Kali ini, Panitia Pelaksana melibatkan Universitas Papua, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Bogor, Jurnal Animal Production, JIPVET untuk E-Prosiding, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), dengan Majalah Infovet sebagai official Media Partner-nya serta didukung oleh kafapet-unsoed.com . Webinar ini dilaksanakan melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Panitia Pelaksana (http://s.id/livestap7) diikuti oleh 250 orang peserta dari 76 institusi di seluruh Indonesia, mulai dari kalangan dosen, peneliti, praktisi dan mahasiswa.

Panitia Pelaksana Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, M.P., dalam sambutannya menyebutkan bahwa webinar ini diselenggarakan sebagai media penyebaran berbagai hasil penelitian dari para peneliti bidang peternakan di seluruh Indonesia dan dapat dijadikan sebagai ajang pertukaran informasi antar peserta mengenai topik-topik penelitian yang ditekuninya. “Sama dengan penyelenggaraan tahun lalu, tahun ini meskipun dilaksanakan dalam jaringan (daring), Panitia Pelaksana tetap membuat kelompok diskusi secara acak dengan harapan terjadi pertukaran keilmuan, pemikiran dan wacana yang lebih luas di antara peserta diskusi,” kata Panitia Pelaksana.

Prof Dr Ir Ismoyowati, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman yang menyambut dan membuka webinar ini berharap agar musibah pandemi COVID-19 tidak dijadikan sebagai alasan untuk tidak berkarya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dosen, peneliti dan mahasiswa. “Kami memberikan ruang untuk berdiskusi terkait bagaimana prospek ke depan dunia peternakan kita, karena semua kita paham bahwa produk ternak adalah pangan yang sarat dengan zat gizi yang dibutuhkan tubuh manusia untuk proses tumbuh kembang,” kata Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.

Di webinar STAP-7 ini, Panitia Pelaksana menghadirkan pembicara utama, yaitu Prof Dr Ir Budi Santoso dari Universitas Papua yang berbicara tentang "Prospek Pengembangan Sapi Potong di Era Normal Baru Pascapandemi COVID-19". Kemudian, Prof. Dr. Ir. Ismoyowati Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman menghantarkan materi "Potensi Telur Sebagai Immunomodulatory Food di Era Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19". Lalu, Dr Ir Bess Triesnamurti dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Bogor memaparkan materi terkait dengan "Pemuliaan Ternak di Era Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19", sedangkan Ir Bambang Suharno Pimpinan Redaksi Majalah Infovet membahas tentang "Prospek Peternakan di Era Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19" dari sudut pandang media.

Terkait dengan prospek peternakan di era normal baru, para narasumber sepakat bahwa pandemi COVID-19 dan era baru sedikit banyak telah mengubah tatanan sosial dan dampaknya dapat dirasakan dari semua lini kehidupan, terutama yang berhubungan dengan ekonomi masyarakat, terjadi penurunan karena dampak pemutusan hubungan kerja dan lainnya. Hal ini secara tidak langsung berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat terhadap pangan pokok termasuk pangan dari produk peternakan, yakni daging, susu dan telur. Penurunan daya beli terhadap produk ternak juga berdampak terhadap usaha budidaya, sehingga banyak peternak yang mengeluhkan perihal pandemi COVID-19 dengan beragam aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yang sejatinya aturan tersebut untuk keselamatan manusia itu sendiri. Namun demikian, menurut Prof Dr Ir Ismoyowati, masyarakat harus tetap mengonsumsi pangan bergizi agar dapat meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya adalah mengonsumsi telur yang sering disebut sebagai immunomodulatory food.

Hal menarik lainnya dari webinar STAP-VII 2020 ini adalah pandemi COVID-19 disebut telah menumbuhkan gaya hidup baru dalam berbelanja, khususnya untuk produk peternakan melalui platform E-Commerce. “Penjualan daging beku melonjak tajam selama pandemi COVID-19 melalui penjualan online. Diharapkan pasca pandemi kebiasaan belanja daging beku akan berlanjut dan hal ini akan mendorong hilirisasi peternakan dan dapat mengurangi gejolak fluktuasi harga ,” kata Bambang Suharno, Pimpinan Redaksi Majalah Infovet.

Namun demikian Bambang memprediksi, masalah-masalah klasik peternakan seperti konlik tata ruang, konflik usaha skala kecil dan besar dan beberapa masalah lainnya masih akan berlanjut setalah pandemi berakhir. Ia menyarankan pemerintah melakukan perencanaan tata ruang untuk menjamin kepastian berusaha bagi peternak, meningkatkan infrastruktur rantai dingin untuk mengurangi gejolak harga, serta meningkatkan kampanye gizi khususnya ayam dan telur sebagai sumber protein yang berkualitas, produknya melimpah  dan terjangkau harganya.

Webinar STAP-VII ini ditutup setelah pelaksanaan seminar paralel melalui 10 channel yang mengelompok pada  empat bidang ilmu, yakni Teknologi Produksi Ternak, Teknologi Pakan dan Nutrisi Ternak, Teknologi Preservasi dan Pengolahan Hasil Ternak serta Sosial Ekonomi dan Agribisnis Peternakan. (Sadarman).

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer