EDISI DESEMBER 2017

Jumlah Pengunjung

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drh Abadi Soetisna MSi
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Pemasaran :
Andi Irhandi

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119


Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

LANJUTAN PELATIHAN PROGRAM YOUNG FARMER ACADEMY

On 2:39:00 PM


Peternak muda Belanda Wilbert Woulters (baju putih)
dan Patricia Dorenberg (baju hitam) saat membimbing
peserta Young Farmer Academy di Pangalengan.
Setelah diluncurkan pada bulan Oktober 2016 lalu, PT Frisian Flag Indonesia (FFI), melanjutkan rangkaian pelatihan terhadap peternak muda sebagai bagian dari Program Young Farmer Academy, pada Kamis, 7 September 2017, di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan dari FFI dalam menghadirkan solusi untuk regenerasi peternak sapi perah di Indonesia, sekaligus mengatasi masalah kebutuhan susu nasional. Young Farmer Academy telah memilih 30 calon peternak sapi perah potensial untuk diberdayakan setelah melewati rangkaian program pelatihan teknik dan non-teknik, mereka dikumpulkan di Pangalengan untuk lokakarya selama tiga hari (6-8 September 2017), yang disampaikan oleh enam peternak sapi perah muda Belanda anggota dari Asosiasi Peternak Muda Belanda (NAJK), diantaranya Jantine Akkerman, Kees van der Sar, Patricia Dorenberg, Simone Rigter, Tom Dekker dan Wilbert Woulters. Mereka berdiskusi dengan para peserta berbagi pengetahuan dan pengalaman membangun peternakan dan organisasi peternakan sebagai sarana untuk berkembang.

“Para peternak muda Belanda hadir untuk memberikan pelatihan, pengetahuan dan pengalaman dalam membangun peternakan dan pembekalan mendirikan organisasi peternak. Kisah keberhasilan mereka ini disampaikan kepada para peserta Young Farmer Academy dengan harapan dapat menginspirasi mereka,” ujar Akhmad Sawaldi, DDP Manager dan FDOV Project Frisian Flag Indonesia.
Sementara, menurut salah satu peternak muda Belanda, Cornelis van der Saar, dirinya mengaku senang bisa membantu peternak muda di Indonesia. “Merupakan kehormatan bagi kami. Kami berharap pengalaman kami dapat menginspirasi, tidak hanya untuk menerapkan teknik peternakan moderen, namun juga memberikan informasi mengenai manfaat organisasi peternak sebagai landasan pengembangan peternak dan bisnis peternakan,” kata Cornelis.

Selain pelatihan, para peserta juga diajak berkunjung ke salah satu peternak sapi perah milik Aep Suherman di Pengalengan, yang telah sukses mengembangkan peternakannya setelah mengikuti Program Farmer2Farmer yang juga merupakan bagian dari program FDOV.

Sebagai informasi, Program Young Farmer Academy sendiri juga merupakan bagian dari proyek FDOV yang diselenggarakan melalui kerjasama antara FrieslandCampina dan FFI, serta rekanan (The Friesian, Wageningen University, Agriterra, Koperasi Lembang dan Pangalengan), serta dukungan penuh dari pemerintah Belanda melalui kerjasama pemerintah-swasta dari Kementerian Luar Negeri Belanda yang disebut FDOV (Faciliteit Duurzam Ondernemen en Voedselzekerheid). (RBS)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer