Monday, June 27, 2016

Audiensi ISPI dengan Mensesneg Pratikno

Kondisi peternakan tanah air yang dinilai sedang bergejolak, membuat Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) merasa prihatin dan tergerak untuk dapat memberikan masukan kepada Pemerintah. Atas kondisi tersebut, Kamis 23 Juni 2016, rombongan ISPI yang dipimpin oleh Ketua Umum ISPI Prof. Ali Agus mengadakan audiensi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof Pratikno di Kantornya.
Foto bersama para pelaku industri peternakan
dengan Mensesneg Prof Pratikno.
Dalam dialog tersebut, Ali Agus mengatakan bahwa salah satu program kerja PB ISPI antara lain adalah advokasi kebijakan bidang peternakan, sehingga pertemuan tersebut diharapkan dapat menjembatani para pelaku peternakan dengan Pemerintah. Pengurus ISPI Rochadi Tawaf mengatakan, kondisi tata niaga daging sapi saat ini dan keberadaan daging sapi impor membuat kerugian bagi semua pihak, terutama peternak sapi lokal. 
“Kebijakan pemerintah yang ingin menekan harga daging sapi hingga Rp 80.000/kg dan hanya bisa dilakukan dengan impor, maka yang paling diuntungkan ialah para free rider dan para importir daging sapi. Memang kita memahami betul bahwa salah satu tugas Pemerintah ialah menstabilkan ketersediaan supply-demand daging sapi, dan saat ini kebijakan impor daging merupakan jalan satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan,” kata Rochadi.
Lebih lanjut Rochadi menjelaskan, daging yang dijual saat ini dengan harga Rp 80.000 per kg merupakan daging CL (chemical lean) yang seharusnya dibanderol harga Rp 60.000. Dengan kondisi seperti itu, yang diuntungkan sekali lagi justru para importir daging.
Joko Susilo yang juga Pengurus ISPI menambahkan, kondisi perunggasan berbanding terbalik dengan kondisi di sapi. Industri perunggasan mengalami over supply atau pasokan berlebih, sehingga menyebabkan kerugian bagi peternak yang berimbas terhadap jumlah peternak. “Saat ini jumlah peternak rakyat tinggal hanya 15% dibanding jumlah integrator,” kata Joko.
Oleh karenanya, kami para peternak ayam mengharapkan adanya segmentasi pasar yang belum pernah diatur. Harapannya, para integrator dapat diarahkan untuk melakukan ekspor, bukan malah sama-sama menjual produknya di pasar tradisional. “Kalau sama-sama menyasar pasar tradisional, peternak rakyat yang akan habis,”kata Joko.
Ketua Umum ISPI Prof Ali Agus menambahkan, dengan pertemuan ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Pemerintah untuk dapat menyediakan pangan kepada masyarakat yang terjangkau (murah) dan tentunya berkualitas. “Bukan hanya sekadar murah, namun juga harus berkualitas pula,” tegas Prof Ali Agus yang juga Dekan Fakultas Peternakan UGM. (wan)

KEPUTUSAN AFKIR DINI UNTUK BELA PETERNAK RAKYAT

Jakarta – Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Indonesia Hartono menyampaikan bahwa PT Charoen Phokpand Tbk dan PT Japfa Comfeed Tbk beserta 10 pembibitan unggas yang menjadi terlapor, hanya merupakan korban dalam pelaksanaan kebijakan afkir dini induk ayam (parent stock/ PS) yang diperkarakan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Para perusahaan pembibitan unggas membantu peternak dengan menjalankan instruksi Pemerintah untuk mengafkir dini induk ayam PS yang masih berada dalam usia produktif.
Drh Hartono, Ketua Dewan Pembina
PINSAR Indonesia 
“Saya harus jujur, dalam perkara afkir dini ini, Charoen dan Japfa dan para terlapor lainnya merupakan pahlawan, karena berkorban demi menyelamatkan kami selaku peternak mandiri,” ujarnya saat bersaksi di sidang pemeriksaan lanjutan dugaan kartel ayam pedaging di KPPU, Rabu (15/6).
Hartono menaksir, kerugian yang ditangung oleh 12 perusahaan pembibitan yang menjadi terlapor mencapai Rp 600 miliar. Perhitungan tersebut dengan asumsi harga satu ekor PS yang masih produktif berkisar Rp 200 ribu dan jumlah PS yang sudah diafkir sebanyak 3 juta ekor.
Dalam persidangan Hartono mengakui, bahwa usulan afkir dini bermula dari tuntutan PINSAR agar pemerintah mengambil langkah nyata atas krisis yang dialami peternak. Sejak 2013, peternak menderita karena harga ayam hidup (live bird) jatuh di bawah harga pokok produksi (HPP).
Hartono yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PINSAR Indonesia kemudian memimpin demonstrasi-demonstrasi peternak di Kementerian Pertanian, Kementerian perdagangan, dan Istana Negara yang berlangsung dalam kurun waktu 2013 sampai 2014.
Aksi demo ratusan peternak dari perwakilan seluruh nusantara di Kementerian Pertanian menuntut harga jual ayam dan telur diatas HPP dan pengaturan tata niaga yang adil untuk peternak rakyat, Selasa 3 Desember 2013.
“Kami berteriak hampir tiga tahunan. Semua teman-teman rela datang jauh-jauh ke Istana. Dalam demo ke Kementan kami sampai membawa telur busuk dan melepas ayam kami disitu sebagai simbol kekecewaan kami,” ujar Hartono, yang juga merupakan peternak mandiri di Bogor, Jawa Barat dengan produksi hingga 400.000 ekor per bulan.
Hartono mengungkapkan, setelah Muladno menjabat sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian di Juni 2015, Pemerintah mulai melakukan tindakan yang lebih nyata ketimbang hanya memberikan janji. “Pak Muladno berani pasang badan untuk menyelamatkan peternak dengan meminta perusahaan pembibitan untuk melakukan afkir dini PS,” jelasnya.
Hartono mengatakan saat afkir dini tahap I terhadap 2 juta PS dilakukan pada Oktober dan November 2015, serta tahap II sebanyak 1 juta, peternak sempat merasakan dampak positifnya pada bulan Desember tahun itu.
Menurutnya, afkir dini yang dilakukan menguntungkan peternak karena harga live bird yang terpuruk mulai bergerak normal. Namun, setelah ada instruksi dari KPPU untuk menghentikan afkir dini, harga kembali jatuh di bulan Februari. “Setahu kami ada penghentian dari KPPU. Salah satu yang mendorong harga jatuh itu karena KPPU menghentikan afkir dini,” serunya.
Hartono juga menjelaskan bahwa jumlah PS yang diafkir sebanyak enam juta juga berawal dari usulan PINSAR. Bahkan, awalnya PINSAR mengusulkan jumlah yang diafkir sebanyak 10 juta PS. “Tapi dengan asumsi satu PS nilainya Rp200.000 per ekor, jika dikalikan 10 juta PS berarti nilainya Rp2 triliun. Siapa yang mau nanggung rugi sebesar itu? Akhirnya dicari angka yang rasional, itu pun setelah melalui perdebatan dan tarik ulur,” jelas Hartono.

Tanggungjawab Pemerintah
Pada sidang sebelumnya, Dirjen PKH muladno menyatakan, afkir dini indukan ayam (parent stock) oleh 12 perusahaan pembibitan unggas merupakan instruksi dan bentuk tanggungjawab pemerintah. “Kebijakan afkir dini induk ayam itu saya putuskan sebagai bentuk tanggung jawab demi kebaikan bangsa ini. Saat memutuskan afkir dini, niatnya adalah demi kepentingan publik, membela rakyat kecil,” ujarnya.
Menurut Muladno, kebijakan afkir dini berawal dari jeritan peternak rakyat yang dalam beberapa tahun terakhir merugi karena harga ayam hidup (live bird) jatuh di bawah harga pokok produksi akibat berlebihnya pasokan anak ayam usia sehari (day old chick/DOC). Harga harga ayam hidup sempat terjun bebas ke level Rp 12.000 per kilogram, di sejumlah kota bahkan merosot sampai di Rp 8.000 per kilogram. Sementara, biaya pokok produksi ayam mencapai Rp 18.000 per kilogram. Berdasarkan data yang ada, hal itu disebabkan oleh kelebihan pasok (oversupply) DOC. Kebutuhan seminggu hanya 42 juta ekor namun pasokan mencapai 60 juta ekor.
“Kebijakan afkir dini diambil setelah melalui kajian oleh tim ad hoc yang mewakili para pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk pemerintah dan peternak. Keputusan afkir dini juga diambil setelah tim ad hoc melakukan sekitar 40 kali pertemuan untuk merumuskan solusi atas permasalahan yang dihadapi peternak,” tuturnya.
Anggota Dewan Pembina PINSAR Indonesia Rachmat Pambudy mengatakan, tindakan Dirjen PKH mengisntruksikan afkir dini induk ayam adalah kebijakan tepat untuk menegakkan wibawa pemerintah dalam melindungi, menyelamatkan dan memastikan kelangsungan budidaya peternak ayam nasional. Peternakan ayam nasional adalah sektor sangat penting dan strategis karena menghasilkan protein hewani bergizi tinggi (daging dan telur) yang terjangkau sebagian besar masyarakatnya.
“Tindakan Dirjen PKH perlu dihargai, dihormati dan dilindungi sesuai tugas pokok dan fungsinya. Tindakan KPPU mengintervensi dan menganulir keputusan Dirjen PKH berpotensi melemahkan wibawa pemerintah dan hilangnya kepercayaan masyarakat serta dunia usaha pada pemerintah,” tandasnya. (wan) 

Friday, June 17, 2016

Toko Tani Indonesia Untuk Stabilkan Harga Pangan

Dalam menghadapi persoalan fluktuasi harga komoditas pokok pemerintah mulai gencar membangun Toko Tani Indonesia (TTI). Saat ini Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman telah meresmikan TTI di Pasar Minggu Jakarta Selatan. TTI menjual berbagai jenis komoditas pokok seperti beras, daging sapi, ayam, minyak goreng, cabai merah, bawang merah dan bawang putih serta gula pasir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
saat meninjau hari ke-3 Toko Tani Indonesia (TTI) Permanen
di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (15/6/2016). 
"Sejak hari Rabu lemarin lusa kita sudah jual daging segar dan frozen kemudian bawang merah dan putih, ayam segar dan beku, gula pasir, minyak goreng dengan harga dibawah pasar," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat ditemui Infovet di Toko Tani Indonesia Center di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2016).
Toko Tani Indonesia Center berlokasi di Gedung Sentral Promosi dan Pemasaran Produk Pertanian Nusantara (SP4N) Pasar Minggu (depan SMAN 28), Jln. Ragunan P7 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dari pantauan Infovet, Toko Tani Indonesia menjual daging sapi Rp 75.000/kg, gula pasir Rp 12.000/kg, daging ayam Rp 30.000/ekor, bawang merah Rp 23.000/kg, bawang putih Rp 22.000/kg, beras premium Rp 7.900/kg, dan minyak goreng Rp 9.500/liter.
Sejak pagi masyarakat dari berbagai pelosok Jakarta Selatan hingga Depok telah berkerumun yang didominasi oleh ibu-ibu yang ingin yang berbelanja dengan harga yang terjangkau.
Mentan menjelaskan, berbagai komoditas pokok yang ditawarkan TTI dengan harga murah lantaran penjualan dilakukan langsung oleh produsen bersama TTI dan berbagai produsen swasta di Indonesia.
Beberapa pihak yang terlibat dalam TTI antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian BUMN menggandeng Inkopol, Artha Ghaha Peduli, Charoen Pokphand, Japfa Comfeed, Sierad Produce, Fajar Mulia Transindo serta Asosiasi Minyak Goreng Indonesia.
Sementara itu, saat ini TTI Center Pasar Minggu akan berjalan terus menerus bukan hanya saat puasa dan lebaran. Mentan menjelaskan, mulai hari ini akan ada 1.000 TTI yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Tahap awal, ditargetkan TTI akan membuka pasar murah rutin setiap hari sampai akhir tahun 2016, dan direncanakan akan dipermanenkan jika penjualan langsung tersebut bisa berjalan dengan baik.

Kesiapan suplai daging di PT Indoguna Utama selaku importir daging sapi beku asal Australia.
Tekan Harga Komoditas Pertanian
Melalui TTI ini daging sapi beku impor dilepas dengan harga Rp 70.000/kg dan daging segar dari sapi lokal pun bisa dijual dengan harga Rp 75.000/kg. Salah satu penyuplai daging sapi beku impor asal Australia adalah PT Indoguna Utama yang berlokasi di Jl. Taruna No. 8 Pondok Bambu, Jakarta.
Di lokasi ini Mentan Amran Sulaiman bersama rombongan wartawan meninjau kesiapan perusahaan importir daging ini dalam penyediaan stok daging jelang hari raya Idul Fitri. Sebelumnya Mentan juga mengatakan siap mendatangkan didatangkan 1.000 ekor sapi lokal.
Nantinya, sapi lokal yang telah dipotong, dagingnya akan diperjualbelikan langsung di TTI Permanen dengan harga di bawah Rp 80.000.
"Kami jual daging segar di sini dengan harga Rp75.000/kg dengan 1.000 ekor sapi yang telah disiapkan. Sementara daging sapi beku impor dilepas dengan harga Rp 70.000/kg," ujar Amran.
Mentan Amran meninjau salah satu
operasi pasar di depan Polsek Duren Sawit.
Mentan menambahkan, melalui TTI permanen ini juga akan menyiapkan stok daging beku impor sebanyak 2.000 ton atau setara dengan 10.000 ekor sapi.  Hal ini untuk menjaga kestabilan harga daging sapi di pasaran.
"Kami sampaikan kebutuhan daging di Jabodetabek 1.000 ekor per hari. Nah dengan ketersediaan stok di TTI dengan harga yang di bawah harga pasar, kita ingin ada struktur yang berubah jangka panjangnya," jelasnya.
Menurut Amran, operasi pasar murah di TTI Permanen merupakan solusi jangka pendek untuk bisa menekan harga komoditas pokok. Melalui TTI ada solusi jangka panjang yaitu pemangkasan rantai pasok yang bersinergi dengan dan antar Kementerian Perdagangan, Perindustrian, Koperasi UKM, serta BUMN. Toko Tani Indonesia tersebar di 1.000 wilayah di Indonesia. Melalui toko tersebut, masyarakat bisa membeli pangan berkualitas. Toko Tani Indonesia Centre mendapat sponsor dari Artha Graha Peduli, Inkopol, Berdikari, Inkopkar, dan Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia. (wan)

Thursday, June 16, 2016

BERSIAP KUNJUNGI SIMA ASEAN 2016 – Pameran Agribisnis Terbesar di Asia Tenggara

SIMA ASEAN 2016 akan menjadi penyelenggaraan edisi kedua dari agenda tahunan ini di Bangkok dan memberikan akses ke seluruh kawasan ASEAN. Seperti diketahui, kawasan ASEAN mengalami ekspansi pertanian yang dinamis, serta pertumbuhan praktek-praktek mekanisasi pertanian, dan saat ini membutuhkan berbagai peralatan yang efisien dalam rangka memenuhi kebutuhan dan ambisi dalam rantai pertanian pangan.
Pameran dagang internasional untuk suplier pertanian ini merupakan hasil kerja bareng dengan tiga penyelenggara pameran internasional, diantaranya adalah COMEXPOSIUM, AXEMA, dan IMPACT.
SIMA ASEAN 2016 akan menyajikan rangkaian lengkap produk yang sesuai dengan kebutuhan di kawasan ini: input, traksi, peralatan kerja tanah, perawatan tanaman, panen, irigasi, penyimpanan, peralatan peternakan, suku cadang, teknologi baru, first food process, dll
Didukung oleh pemerintah Thailand, pameran ini juga akan menghadirkan inovasi terbaru dalam kaitannya dengan tanaman regional, dan konferensi untuk membantu petani ASEAN dan peternak dalam perkembangan mereka.
SIMA ASEAN adalah pameran dagang supplier pertanian Internasional bagi negara-negara ASEAN. 

Mengapa Anda harus mempertimbangkan untuk mengunjungi pameran SIMA ASEAN 2016?
           Didirikan pada tahun 2015 yang menjadi awal berlakunya ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan merupakan pasar tunggal terbesar dari 10 negara (Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam) mencakup 618 juta konsumen dan berbagi tingkat pertumbuhan PDB 5,8% per tahun.
           Thailand adalah negara agraris terbesar di Asia Tenggara dengan kebutuhan yang besar dalam mekanisasi pertanian dan kemauan nasional menjadi "dapur dari dunia" (kitchen of the world) melalui pembangunan pertanian yang didukung oleh inisiatif pemerintah.
           Penyelenggaraan pertama SIMA ASEAN pada tahun 2015 menggapai sukses besar dengan tingkat kepuasan 96% dari peserta pameran nya.

Exhibitor Profile:
A comprehensive range of products to meet all the needs of farm operations
           tractors and power equipment,
           spare parts and accessories, embedded electronics,
           tilling, sowing, planting,
           harvesting equipment (fodder, cereals, root, fruits and vegetables, etc.),
           Post-harvest equipment (cleaning, sorting, drying, conservation),
           process, food packaging,
           equipment for tropical and special crops,
           handling, transportation, storage, and buildings,
           breeding equipment,
           dairy and milking products,
           breeders and breeder associations,
           creation and maintenance of rural and wooded areas,
           pro equipment for green spaces,
           sustainable development, renewable energy,
           professional organization, services, consultancy,
           management and IT software.

Visitor Profile:
South East Asia qualified professionals involved in the agriculture and food processing sectors:
• Agricultural and Forestry Contractors
• Agriculture Organizations/Government Agencies
• Agriculture Trade Counselors
• Breeder
• Distributors & Agents
• Education
• Farmers
• Machinery Manufacturer
• Research Scientists
• Retailers
• Traders-Buyer/ Importer-Exporter
• Wholesaler/Cooperatives

Dates                              : September 8-10, 2016
Location                         : IMPACT Exhibition Center- Bangkok, Thailand
Frequency                    : Annual
Previous Show            : September 17-19, 2015
No. of Visitors             : 13,200 visitors from 56 countries
No. of Exhibitors        : 150 companies (96% satisfaction rate) from 23 countries
Website                         : http://www.sima-asean.com

Wajah Baru Website Info Medion

Tepat di tanggal 1 Juni 2016 kemarin, Medion merayakan ulang tahunnya yang ke-40. Perusahaan produsen obat, vaksin, dan peralatan peternakan asal Bandung yang telah berkiprah di industri peternakan di Asia, Afrika, bahkan ke Eropa ini, merupakan perjalanan panjang Medion dengan memegang teguh komitmen terhadap kualitas produk dan pelayanan yang prima.
Kontribusi dalam industri peternakan tidak terbatas hanya pada penyediaan produk berkualitas saja, namun juga dalam bidang edukasi peternak baik di dalam maupun luar negeri. Salah satu perwujudan upaya edukasi tersebut adalah melalui Buletin Info Medion.
Buletin Info Medion sendiri terbit setiap bulan dan dibagikan secara gratis kepada siapa saja yang membutuhkan dan dapat diakses secara online melalui website info.medion.co.id. Informasi teknis peternakan mulai dari pengobatan, vaksinasi, hingga tatalaksana dibahas lengkap di dalamnya.
Tidak hanya itu, informasi mengenai harga komoditi serta informasi menarik lainnya juga disajikan sebagai pelengkap pembaca. Dalam rangka memeriahkan ulang tahun Medion ini, website Info Medion hadir dengan wajah baru yang semakin menarik, lebih mudah dioperasikan, dan dilengkapi dengan fitur agenda kegiatan Medion.
Kunjungi website Info Medion dan ikuti kuisnya! Serta dapatkan hadiah menarik khusus untuk pengunjung website Info Medion. (med)

Tahun 2016, SPACE Rayakan Ulang Tahun ke-30

Expo tahun ini akan melihat kembali berbagai perubahan, dan ke depan untuk masa depan. SPACE akan merayakan edisi ke-30 dari 13-16 September, 2016 di Rennes, Prancis. 
SPACE akan merayakan edisi ke-30 dari 13-16 September 2016, di Rennes, Prancis.
Sektor peternakan akan melalui masa sulit dan tidak menentu. Petani dan mitra mereka berurusan dengan perubahan besar. Dalam lingkungan yang penuh tantangan ini, SPACE mempromosikan inovasi dengan menampilkan solusi teknis dan teknologi yang petani dan semua sektor peternakan butuhkan untuk bersaing dan meningkatkan kondisi kerja mereka.
SPACE juga merupakan sumber dari prospek baru, ide-ide baru dan arah baru untuk membantu membangun masa depan dan meningkatkan visibilitas dan kepercayaan dari sebuah industri yang memainkan peran penting dalam memproduksi pangan manusia.
Expo tahun ini akan melihat kembali berbagai perubahan yang telah terjadi di sektor peternakan selama 30 tahun terakhir, dengan menggunakan berbagai bahan dan media. Pada tahun 1987, SPACE memiliki 260 peserta dari 18 negara, dan 32.000 pengunjung. Pada 2015, SPACE memiliki 1.446 peserta dari 492 negara, dan 106.226 pengunjung. Peserta hadir tahun ini yang juga hadir pada tahun 1987 akan menerima perbedaan khusus.

Penghargaan Innov'Space didedikasikan sebagai tempat
bagi perusahaan untuk meluncurkan produk dan inovasi baru. 
INNOV'SPACE
Acara Innov'Space memungkinkan peserta pameran untuk mempromosikan produk dan layanan baru mereka. Acara ini memang didedikasikan sebagai tempat bagi perusahaan untuk meluncurkan produk baru, Innov'Space menawarkan peserta pameran tempat untuk mempromosikan produk baru dan bersaing untuk mendapatkan penghargaan Innov'Space. Hadiah pemenang Innov'Space ditampilkan dalam media pers Perancis dan internasional. Ada 1.073 hadiah yang diberikan dalam 20 tahun.
Innov'Space label adalah alat pemasaran dan promosi untuk perusahaan di pameran SPACE.
Perbedaan ini telah menarik pelanggan dan mencari prospek produk baru untuk stand pameran, dimana peserta pameran dapat menampilkan kemampuan mereka untuk berinovasi.

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DESA
Penelitian dan Pengembangan Desa di SPACE, dipelopori oleh Brittany Chambers of Agriculture, telah menjadi vektor diskusi proaktif bagi peternak dalam menghadapi tantangan masa depan.
Tahun ini, desa-desa akan menghadapi tantangan masa depan utama yang berhubungan dengan perubahan iklim, dengan pusat perhatian, "Memproduksi untuk masa depan," menangani perubahan yang berkaitan dengan iklim, manajemen energi dan penggunaan lahan. Tujuannya adalah untuk menampilkan praktik untuk masing-masing sektor yang dapat memiliki dampak positif pada produktivitas dan profitabilitas peternakan. Solusi dan ide-ide akan disajikan dalam empat bidang utama: hemat energi, menghasilkan energi, mengurangi emisi gas rumah kaca dan menyimpan karbon.

KUNJUNGAN FARM
SPACE diadakan di Brittany, di jantung salah satu wilayah ternak yang paling penting di Eropa. Pengunjung diundang untuk ikut serta dalam kunjungan ke peternakan dan unit agri-industri di wilayah tersebut. Kunjungan pertanian tahun 2016 ini termasuk Normand dairy farm, Prim’Holstein dairy farm, peternakan domba di rawa garam Mont St Michel, peternakan sapi potong rouge de Pres, peternakan dan penggemukan babi, Derval experimental dairy farm, layer farm, Montbéliard dairy farm, broiler farm, dan peternakan donor embrio di Sucé sur Erdre.


Bagaimana anda tertarik untuk mengunjungi SPACE 2016? Segera jadwalkan kunjungan anda pada 13-16 September 2016 ke Rennes, Prancis. Info lebih lanjut klik www.space.fr

Alltech Indonesia Tunjuk Marketing Coordinator Baru

Alltech dengan bangga mengumumkan penunjukan Vinda Amelia Sari untuk menjadi Marketing Coordinator, Indonesia, yang berbasis di Jakarta. Matthew Smith, wakil presiden Alltech Asia Pasifik, mengatakan, "Kami sangat senang menyambut Vinda ke tim kami. Kami percaya dia akan membawa seperangkat keterampilan baru dan energi untuk posisinya."
Vinda Amelia Sari bergabung dengan Alltech Indonesia
sebagai Marketing Coordinator.
Vinda memegang gelar sarjana komunikasi massa dari London School of Public Relations - Jakarta. Sebelum bergabung dengan Alltech, dia menghabiskan lima tahun dengan BASF, bertugas di corporate communications sebelum dipromosikan ke branding, communication and market intelligence executive untuk divisi perlindungan tanaman.
Sebagai koordinator pemasaran Alltech Indonesia, Vinda lebih lanjut akan mengembangkan strategi pemasaran perusahaan untuk Alltech Indonesia, berkolaborasi dan memperluas untuk memberikan dukungan kepada semua pelanggan di Indonesia untuk membantu mereka menjadi lebih sukses.
"Saya senang menjadi bagian dari Alltech," kata Vinda. "Saya berharap untuk bekerja dengan tim untuk mendukung keberhasilan pelanggan kami." (alltech/wan)

TEKNOLOGI BIOREAKTOR UNTUK PRODUKSI VAKSIN LEBIH EFISIEN

Pemanfaatan teknologi bioreaktor mulai banyak diterapkan oleh produsen vaksin dunia dibanding dengan cara konvensional. Karena metode ini dinilai memberikan manfaat penekanan biaya produksi dan menghasilkan vaksin dalam jumlah lebih banyak dengan waktu yang lebih singkat.
CelCradleTM System dari VacciXcell

Vaksin merupakan salah satu produk bioteknologi yang terbuat dari sel virus. Vaksin diproduksi pada skala besar dengan mengkultur sel virus di dalam reaktor berpengaduk. Namun, sifat sel yang sensitif membuat sel mudah rusak saat terjadi pengadukan. Maka untuk mengatasi hal ini digunakan reaktor airlift yang menggunakan udara sebagai agitator dan aerator.
Demikian sedikit intisari dari seminar Kultur Sel yang diselenggarakan oleh PT Esco Utama bekerjasama dengan prinsipalnya VacciXcell Singapore. Seminar yang diselenggarakan pada Rabu, 11 Mei 2016 ini bertempat di Hotel Santika TMII dan diikuti oleh puluhan anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) perwakilan perusahaan produsen vaksin hewan. Serta ada pula beberapa ahli dan tenaga laboratorium dari lembaga penelitian dan Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia. Acara dipandu oleh Eka M. Wiyanto, Sales Executive PT Esco Utama.
Seminar mengangkat tema "Kebutuhan Bioreaktor di Negara Berkembang: Pandemik Zoonosis", menghadirkan pembicara pakar Min Kyung Kim (Korea),  Xiang Liang Lin (Singapore) dan Ching Ming Chang (Taiwan). Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar bioprocessing, bioreaktor untuk teknologi vaksin hewan (aplikasi bioreaktor pasang surut VacciXcell untuk industri vaksin hewan-flu burung, rabies, JEV, flu babi), serta pengenalan grup perusahaan Esco, VacciXcell, produk dan layanan purna jualnya.

Foto bersama seluruh peserta seminar dengan narasumber dan Tim dari PT Esco Utama. 
Teknologi Bioreaktor
Menurut President VacciXcell Mr. Xiang Liang Lin kebutuhan akan vaksin hewan di dunia belakangan ini meningkat pesat seiring banyak terjadinya wabah penyakit hewan yang meluas (pandemik) dan bersifat zoonosis.
Sementara proses produksi vaksin dengan teknologi konvensional menggunakan telur ayam berembrio (telur SPF/Specific Pathogen Free) memiliki banyak kelemahan di antaranya membutuhkan waktu lama dan menyebabkan beban biaya tinggi sehingga berdampak pada relatif mahalnya harga vaksin hewan yang dihasilkan.
Dalam menghadapi kondisi pandemik penyakit hewan terutama yang bersifat  zoonosis (yang dapat menular dari hewan ke manusia) diperlukan jumlah vaksin yang lebih banyak  dan lebih cepat dalam pembuatannya dan tentu dengan harga yang terjangkau mengingat pandemik penyakit hewan juga banyak terjadi di negara miskin dan negara berkembang.
“Untuk itu, kini teknik dengan  menggunakan perangkat bioreaktor menjadi pilihan dalam memproduksi vaksin hewan. Berbagai produsen vaksin hewan berskala besar pun kini mulai banyak beralih mengaplikasikan teknologi bioreaktor, karena cara ini dinilai bisa menekan biaya produksi dan dapat menghasilkan vaksin dalam jumlah lebih banyak dengan waktu yang lebih singkat,” jelasnya.
“Produksi vaksin atau anti virus untuk pengendalian/pencegahan penyakit hewan merupakan kegiatan yang rumit karena di dalamnya terjadi suatu proses biologis perbanyakan sel virus. Sementara sifat sel virus sendiri sangat rentan terhadap shear stress (stress adukan) dan kondisi lingkungan di mana dia berada,” jelas Xiang Liang Lin yang juga menjabat sebagai CEO produsen peralatan bidang produksi vaksin asal Singapura ini.
Perangkat bioreaktor yang merupakan sistem tertutup yang sangat mendukung berjalan lancarnya suatu proses bioteknologi sekaligus memberikan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan atau  perkembangbiakan mikroorganisme termasuk sel virus.
“Kami dari VacciXcell menawarkan CelCradle, perangkat untuk memproduksi vaksin yang sangat mendukung proses perbanyak sel virus. Kami berharap sarana ini bisa meluas digunakan di negara berkembang termasuk Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, XL Lin menjelaskan dengan menggunakan sarana pembiak sel berbentuk botol air mineral dengan pergerakan secara vertikal (ke atas-ke bawah) memungkinkan sel virus mendapatkan nutrisi sekaligus oksigen secara cukup sehingga sel akan tumbuh dan bereproduksi secara optimal. “Perangkat CelCradle sangat praktis dan mudah dioperasikan. Proses pemanenan sel virusnya juga menjadi lebih mudah,” kata XL Lin.

Peserta seminar terlihat antusias mengikuti jalannya seminar hingga usai.
Kelebihan dan Kemudahan
CelCradleTM sangat hemat biaya, siap digunakan, kombinasi yang tepat antara sistem bioreaktor kultur sel densitas tinggi. CelCradleTM dirancang berdasarkan prinsip gerakan pasang surut dimana hembusan kompresi dan dekompresi memungkinkan pemaparan secara berselang antara nutrisi dan udara terhadap sel. Hal ini membuat pergeseran menjadi rendah, aerasi yang tinggi serta lingkungan kultur yang bebas busa.
Sistem bioreaktor CelCradleTM terdiri dari dua komponen yaitu botol steril CelCradleTM sekali pakai dan kompresor penghembus CelCradleTM Stage 3000. Masing-masing botol standar CelCradleTM memuat 5.5g BioNoc™ II , tempat dimana sel-sel menempel dan tumbuh.
Selama bekerja, botol CelCradleTM ditaburkan benih sel dan sebagian lainnya diisi dengan media. Media ini kemudian dinaik-turunkan secara bergantian untuk menenggelamkan dan mengeskpos sel, menciptakan antarmuka yang dinamis antara udara dan media pada permukaan sel untuk memaksimalkan serapan nutrisi dan transfer oksigen.
Karena nutrisi dan transfer oksigen yang efisien, satu botol CelCradleTM dapat memproduksi sel yang sebanding dengan 18 hingga 20 botol roller. Karena permukaan BioNoc™ II diperlakukan secara khusus, sistem CelCradleTM dapat menumbuhkan sel anchorage-dependent dan memungkinkan untuk memanen sel utuh, komponen sel serta sekresi protein dengan mudah.
Sistem CelCradleTM dapat diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan diantaranya kultur sel mamalia dan serangga, produksi protein dan virus, produksi antibodi monoklonal, penelitian proteome, penemuan obat, studi Farmakokinetik, serta terapi gen dan sel. Setiap CelCradleTM mampu mengakomodasi hingga empat botol sekali pakai, membuatnya menjadi alat yang ideal untuk proses penyaringan pada pengujian formulasi media atau sel berbeda baris.

Para pembicara seminar Kultur Sel oleh PT Esco Utama dan VacciXcell Singapore. 
Sekali Pakai, Hemat Ruang dan Pekerja
Bioreaktor CelCradleTM merupakan sistem bioreaktor yang mudah digunakan dan sekali pakai, dengan hampir tidak ada waktu pemanasan dan kurva kalibrasi. Produk ini merupakan produk yang diperkecil dengan satu botol yang menyediakan luas permukaan spesifik sebesar 15.000 cm2. Hal ini memungkinkan pertumbuhan lebih dari 1010 sel dalam 4 botol berukuran 8.6” x 11.7” dan inkubator 6 ft3.
Sistem CelCradleTM juga memungkinkan produksi dalam skala milligram menjadi beberapa gram protein, antibody monoklonal, 10 pfu virus, sel utuh atau komponen sel, yang mengeliminasi penggunaan berbagai labu spinner, puluhan botol roller, dan ratusan labu T.
Perbanyak hasil dengan sistem CelCradleTM juga mudah dilakukan dengan mengalikan langsung jumlah botol yang digunakan, sehingga mengeliminasi variasi, ketidakpastian, dan waktu yang dihabiskan selama proses perbanyakan.
Hasil Tinggi, B-H Khusus yang Berfungsi untuk Meningkatkan Ekspresi Protein. Fungsi B-H Khusus adalah membatasi pertumbuhan sel yang berlebihan dan meningkatkan ekspresi protein lebih dari 3 kali lipat. Hal ini juga memungkinkan kosentrasi protein yang lebih tinggi dan menghemat media kultur selama kulturasi.

Tahap Memperkenalkan
Saat ditemui Infovet disela seminar, Theresia Wibisono Direktur PT. Esco Utama (perusahaan distributor perangkat CelCradleTM) mengatakan bahwa penggunaan perangkat bioreaktor merupakan hal baru bagi kalangan industri vaksin hewan di Indonesia. Karena itu pihaknya saat ini masih dalam tahap memperkenalkan dengan harapan nantinya bisa dimanfaatkan secara meluas, mengingat di Indonesia sendiri kebutuhan akan vaksin hewan juga terus meningkat seiring terus berkembangnya kegiatan pemeliharaan ternak untuk menghasilkan bahan pangan sumber protein hewani.
Di berbagai belahan dunia terutama di AS, Jepang dan Cina perangkat bioreaktor sudah bukan barang baru lagi dan sejauh ini teknologi pembuatan vaksin hewan berbasis teknologi bioreaktor terus berkembang mengikuti tuntutan pasar dan kebutuhan dari industri penggunanya.
“Yang pasti karena telah terbukti dapat menghasilkan bakteri atau virus lebih banyak dalam pembuatan vaksin dengan biaya yang lebih efisien maka peralatan bioreaktor kian banyak menjadi pilihan perusahaan penghasil vaksin besar dunia,” tutur Theresia.
Efisiensi dalam pengeluaran biaya produksi dinilainya penting karena peternak juga makin menuntut vaksin bisa didapat dengan harga yang terjangkau. Saat ini harga vaksin hewan dinilai masih relatif tinggi sehingga diperlukan upaya-upaya untuk dapat menekannya hingga menjadi lebih murah.
“Kami rasa salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menurunkan biaya dalam pembuatannya dan itu bisa dilakukan dengan penggunaan perangkat bioreaktor seperti yang kami telah distribusikan,” ujar Theresia. (adv/wan) 

Wednesday, June 8, 2016

Ceva Akuisisi Produsen Vaksin Perancis Biovac Laboratories

Ceva Santé Animale telah membeli Biovac Laboratories, produsen terkemuka autogeneous vaksin (bakteri), perawatan alergi dan reagen berbasis di Angers, Prancis. Sebagaimana dikutip dari laman berita WATTAgNet.com, langkah penggabungan ini akan memperkuat strategi perusahaan untuk mencari solusi alternatif dalam menggunakan antibiotik.
Ceva telah mengakuisisi Biovac Laboratories,
produsen Perancis vaksin autogenous. 
Biovac, seperti Ceva, telah mengalami pertumbuhan dua digit selama beberapa tahun sebagai langkah para dokter hewan dalam mencari alternatif mengontrol kondisi bakteri sekarang yang sulit diobati dengan terapi antibiotik "klasik". Perusahaan ini memiliki keahlian yang signifikan dalam mikrobiologi, yang memungkinkan untuk memberikan solusi custom-made untuk para veterinarian dan pelanggan mereka.
Ceva sudah menyediakan vaksin khusus kepada produsen terkemuka unggas dan babi di belahan dunia lain. Strategi ini sejalan dengan kebijakan Ceva yang kembali menempatkan dokter hewan (veterinarian) sebagai pusat dalam memerangi penyakit mikroba. Autovaksin diproduksi hanya setelah identifikasi dan diagnosis serotipe penyakit dilakukan oleh seorang dokter hewan yang berkualifikasi. Dalam kasus di mana sebuah "vaksin standar " tidak akan efektif, vaksin kustom dapat diproduksi dan diresepkan oleh dokter hewan di 4 sampai 5 minggu, menciptakan layanan yang sangat reaktif dan tepat bagi produsen ternak.
Dr Marc Prikazsky, ketua dan CEO dari Ceva mengatakan, "Sebagai seorang dokter hewan, saya tahu bagaimana kecewanya setelah membuat diagnosis namun kemudian tidak memiliki alat yang tepat yang diperlukan untuk mengendalikan penyakit ini. Biovac memberikan layanan yang luar biasa ke dokter hewan di Perancis. Melalui kemitraan ini, kami akan berbagi semua keahlian kami dalam produksi vaksin dan teknologi baru, sehingga bersama-sama kami dapat menyediakan dokter hewan di pasar baru dengan layanan yang lebih baik." (wan) 
 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template