Thursday, January 7, 2016

KM Camara Nusantara I Tiba di Jakarta

Desas-desus berlayarnya kapal ternak KM Camara Nusantara I akhirnya terjawab. Kapal perdana buatan Indonesia itu bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat, 11 Desember 2015.

Sapi-sapi yang diangkut oleh kapal ternak KM Camara Nusantara I dari Kupang, NTT

Setelah mengarungi lautan dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama kurang lebih lima hari, kapal yang mengangkut 353 ekor ternak sapi ini langsung disambut oleh orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang ikut memantau kapal ternak, pihaknya menyambut gembira atas kedatangan kapal tersebut. Ia menilai, dengan adanya kapal ternak yang mengangkut sapi dari sentranya langsung, dapat menurunkan harga daging sapi yang tahun kemarin sempat melonjak tinggi. “Jadi target kita adalah menurunkan harga di konsumen kemudian mengangkat pendapatan petani,” ujar Mentan Amran saat menggelar konferensi pers disalah satu cafe di Ancol, Jakarta Utara.
Selain itu, lanjut Amran, kapal ternak ini sekaligus memotong supply chain distribusi sapi yang sebelumnya memakan biaya tinggi dan waktu yang lama. “Dahulu perjalanan dua bulan sekarang menjadi satu minggu saja, kemudian dulu persoalannya banyak biaya lain-lain di perjalanan sebanyak 13 pos itu dan satu titik sampai Rp 50.000-100.000 per ekor. Dulu juga biaya angkut mencapai Rp 1,8 juta per ekor, sekarang setelah pakai kapal ternak ini yang merupakan implementasi dari tol laut menjadi Rp 320.000 per ekor. Kita bisa turunkan 85% biaya angkut dan pos-pos tadi juga sudah tidak ada lagi,” terangnya.
Ia juga menambahkan, singkatnya perjalanan kapal ternak dari sentra menuju daerah tujuan tidak menguras banyak bobot sapi. “Dulu itu (pengiriman ternak) bukan penggemukan malah pengurusan, karena turun bobot kan sampai 20%, sekarang ini kami yakin turun hanya 3-5%,” katanya.
Perihal karantina sapi, ia juga mengungkapkan telah menerbitkan Permentan baru No 12 untuk mempercepat karantina sapi dari yang sebelumnya 3-4 hari, menjadi 0,8 hari. “Kalau mungkin ada yang bisa lebih cepat lagi 10 menit sampai satu jam karantina, akan saya keluarkan permentan lagi,” tukasnya.
Senada dengan Mentan Amran, Presiden Jokowi yang menyambut kedatangan KM Camara Nusantara I mengatakan, kapal pengangkut ternak ini bisa mengefisienkan harga daging karena mampu menekan biaya transportasi. “Di sana harganya Rp 30.000 per kg (bobot hidup), karena ada efisiensi di ongkos transportasi yang dulunya kurang lebih Rp 1,5-1,8 juta, sekarang jadi Rp 320.000. Ini yang sering kita bilang tol laut ya seperti ini,” kata Jokowi ketika meninjau kapal pengangkut ternak.
Menurut perhitungannya, setelah sapi tiba di Jakarta dan disembelih, maka harga akan jatuh per kg kira-kira Rp 35.000-37.000. “Kalau sudah disembelih, nanti jadi daging, biasanya itu rendemen ya. Itu kali dua. Nah rata-ratanya berarti kurang lebih antara Rp 72.000-76.000,” jelasnya.
Kendati demikian, kata dia, harga daging akan tetap berbeda-beda. “Tapi itu harga rata-rata. Yang namanya daging itu ada yang khas. Itu jatuhnya bisa antara Rp 85.000-90.000. Tapi yang rata-rata itu tadi harganya yang tadi saya bilang. Kemudian ada harga yang di tempat-tempat lain kurang lebih Rp 40.000 jatuhnya,” terang Jokowi.
Sementara itu, disampaikan oleh Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang turut mendampingi Jokowi, pengiriman sapi perdana dari NTT ini untuk Bulog dan akan didistribusikan ke Jakarta. “Kedatangan pertama ini buat Bulog, Bulog buat Jakarta. Nanti berikutnya gantian,” ujar Ahok di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sebagai informasi, pengiriman sapi dari NTT ke Jakarta, merupakan lanjutan dari kerjasama pengadaan sapi yang beberapa waktu lalu diteken oleh enam gubernur termasuk NTT dan Jakarta di Kementerian Pertanian. Kerjasama tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga daging sapi di Jakarta.
Turut hadir dalam kedatangan kapal pengangkut ternak, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (rbs)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template