Monday, May 26, 2014

Dompet Dhuafa Gagas Revolusi Peternakan Indonesia

Dompet Dhuafa peduli peternakan Indonesia. Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk sebuah draff nota kesepahaman berupa penandatanganan MoU atau (memorandum of understanding) yang dilakukan bersama-sama dengan Yayasan Damandiri dan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) melalui gagasan program berkonsep, Revolusi Peternakan Indonesia (RPI). Dimana RPI ini perdana di publikasi pada Selasa, 15 April 2014. Bertempat di halaman Rumah Sehat (RS) Terpadu Dompet Dhuafa, Parung, Bogor.

Acara yang dimulai pagi pukul 09.00 Wib dibuka dengan pagelaran musik tradisional sunda. Sedang, mengenai latar belakang diluncurkannya program revolusi peternakan ini, Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menuturkan dalam kata sambutannya, “keprihatinan yang terlihat dimana negeri ini masih saja mengimpor ternak dari luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki lahan peternakan luas dengan segala potensi didalamnya untuk bisa swasembada ternak. Disini harus ada jalan perubahan yang ditempuh di sektor peternakan agar jangan sampai Indonesia berada dlam situasi Darurat ternak, yakni dengan dilakukannya revolusi dibidang peternakan” ujar pria yang pernah berkarir dalam bidang Jurnalis ini.

Revolusi peternakan merupakan upaya untuk mencapai kedaulatan pangan dan energy. Termasuk dapat terpenuhinya kebutuhan daging nasonal, tentu saja. Meski mencapainya memang tidak mudah, namun bisa dimulai dengan langkah-langkah kongkrit biar sedikit asal berjangka panjang seperti yang telah dirintis Dompet Dhuafa melalui gerakan Tebar Hewan Kurban (THK), Program Kampung Ternak Nusantara dan sekarang program revolusi peternakan.

Hal ini yang menjadi tujuan dan konsentrasi program Revolusi Ternak, sepeti yang disampaikan Ahmad Juwaini, selaku Presiden Direktur Dompet Dhuafah. Menurutnya, program ini memberi kesempatan kepada peternak lokal khususnya yang mengalami kekurangan modal dan belum terampil beternak, agar nantinya dapat diberdayakan lebih edukatif sehingga ternak yang dihasilkan bisa mempunyai daya saing dengan produk hewan hasil import. Hal ini, otomatis akan menambah pemasukan para peternak kita.

Ditambahkannya, “Dompet Dhuafa juga akan melakukan pendampingan pada peternak selama 3 sampai 4 bulan samapai kemampuannya dibidang peternakan memadai.”

Target yang ingin dicapai Dompet Dhuafa dengan dijalankannya program revolusi peternakan ini adalah peningkatan kebutuhan jumlah ternak lokal sebanyak 1 juta ternak kambing (dalam periode 5 tahun). Caranya dengan makin memperluas lagi jaringan pemberdayaan peternak ke seluruh Nusantara, tidak hanya di pulau jawa sepeti yang sudah dilakukan saat ini dengan 1.000 peternak lebih yang sudah diberdayakan.

Dukungan dan apresiasi penuh pada RPI pun diberikan oleh Ketua Yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono. Katanya “Saya percaya, Dompet Dhuafa yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam program pemeliharaan ternak, mampu mensukseskan program ini, sehingga nantinya banyak peternak tertolong, bisa menambah penghasilan mereka (peternak) dan peternak Indonesia semakin maju”. Namun beliau, yang juga pernah menjabat sebagai Menko Kesra Kabinet Pembangunan di era Orde Baru ini berharap “bagaimana keluarga miskin dan penyandang disabilitas juga dapat di berdayakan agar turut bisa menjadi peternak, agar mereka punya pekerjaan, keterampilan dan berpenghasilan. Intinya semoga RPI ini dapat memberikan kesejahteraan yang layak bagi semua masyarakat peternak,” tutupnya/ rama

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template