Tuesday, November 12, 2013

LP2IL Serang Selenggarakan Apresiasi Pengujian Obat Ikan, Kimia, dan Biologi

Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan (LP2IL) Serang, pada 21-23 Oktober 2013 menyelenggarakan Apresiasi Pe­ngujian Obat Ikan, Kimia, dan Biologi (OIKB). Menurut Kepala LP2IL, drh Toha Tusihadi, acara ini merupakan salah satu ajang sinkronisasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dan perusahaan yang bergerak di bidang obat ikan, terutama dalam pelaksanaan pengujian lapang, pengujian mutu, Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) dan monitoring obat.  Ketua panitia pelaksana kegiatan, Ellis Mursitorini, S.Pi, mengemukakan bahwa dalam pertemuan kali ini dibahas 5 materi pokok yaitu penilaian teknis obat ikan, Pengenalan Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB), metoda uji mutu obat ikan, pelaksanaan uji lapang obat ikan serta perencanaan monitoring konsistensi mutu obat ikan oleh LP2IL Serang untuk tahun anggaran 2014. 

Kegiatan apresiasi diikuti oleh instansi peme­rintah dan swasta. Peserta dari unsur pemerintah meliputi Balai/Balai Besar lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota di wilayah Propinsi Banten, sedangkan untuk instansi swasta diikuti oleh produsen dan importir obat ikan. Sementara itu pemateri pada acara tersebut terdiri dari  Direktur Ke­sehatan Ikan dan Lingkungan, Kepala LP2IL Serang, Dr. Harmitha, Apt selaku konseptor CPOIB serta staf laboratorium dari LP2IL Serang. Dalam sambutannya Direktur Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Ir. Maskur, M.Si, menyo­roti maraknya peredaran obat illegal di Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut, Ir Maskur, M.Si menghimbau kepada pengusaha obat illegal untuk menyadari bahwa apa yang dilakukannya akan berdampak luas bagi keberlanjutan usaha budidaya dan keamanan produk perikanan budidaya yang dihasilkan. “Registrasi obat bukanlah sekedar prosedur administrasi semata, namun untuk mendapatkan nomor registrasi, obat yang didaftarkan harus melalui serangkaian penilaian teknis, diantaranya adalah pengujian mutu dan pengujian lapang”, Kepala LP2Il menambahkan. 

Selain itu, Ir. Maskur, M.Si mengemukakan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan berkomitmen untuk dapat segera melakukan pengujian obat ikan secara mandiri. “Kami dimandatkan untuk segera dapat mandiri dalam pengujian obat ikan dengan pelayanan yang cepat, tepat, akurat dan professional. Untuk itu saya akan terus mendukung kompetensi laboratorium yang ada di UPT kami”, ungkap Maskur. Terkait dengan pendirian LP2IL Serang, UPT ini selain melaksanakan tugas pela­yanan di bidang  diagnosa penyakit ikan dan pemeriksaan lingkungan  budidaya tetapi juga bertanggung jawab  terhadap pengendalian residu berbahaya serta pengendalian obat ikan. 

Tugas LP2IL dalam pengendalian obat ikan antara lain meliputi pe­ngujian mutu, pengujian lapang serta pemantauan peredaran dan penggunaannya. Untuk pelaksanaan pe­ngujian mutu dan pengujian lapang dalam rangka registrasi, Ir. Maskur mengapresiasi kesiapan LP2IL dalam pengujian tersebut. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya senantiasa mendorong akse­lerasi LP2IL di bidang pengujian obat ikan. Dukungan peralatan laboratorium yang canggih selalu diprioritaskan untuk mendukung kesiapan laboratorium ini. Beberapa contoh peralatan tersebut antara lain Atomic Absorbsion Spectrometri (AAS) Flame, AAS Grafit Furnace,  Li­quid Chromatography Tandem Mass Spectrometri (LC-MS/MS), Gas Chromatography Tandem Mass Spectrometri (GC-MS/MS), High Performan Liquid Chromatography (HPLC), Realtime PCR dan Microbial Automatic Identification System.  Sementara itu, dukungan sumber daya manusia yang telah dilakukan adalah melalui pengadaan pegawai dengan berbagai latar belakang pendidikan, antara lain meliputi Sarjana Perikanan, Dokter Hewan, Sarjana Biologi, Mikrobiologi, Kimia, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Kimia Analisis dan Farmasi.  

 Di sela-sela acara apre­siasi, Kepala LP2IL Serang menyatakan kesiapannya untuk mendukung program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya di bidang Perikanan Budidaya. “Instansi kami didukung oleh sumber daya manusia dari berbagai latar belakang ilmu, dan sebagian besar diantara mereka adalah anak-anak muda yang mempunyai potensi dan semangat yang begitu luar biasa besar,” katanya. “Instansi kami telah menginplementasikan ISO-17025, sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan hukum”, Toha menambahkan LP2IL Serang saat ini mempunyai 7 laboratorium, yaitu Laboratorium Biologi Molekuler, Laboratorium Histopathologi, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Residu, Laboratorium Kualitas Air, Laboratorium Farmakologi dan Laboratorium Bioassay.

Untuk menjamin hasil  pengujian, LP2IL Serang mempunyai program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan eksteral dan internal dengan tenaga pelatih yang kompeten di bidangnya. Laboratorium ini juga telah mengikuti program uji profisiensi bersama-sama laboratorium uji se Asia-Pasifik di bawah koordinasi ANQAP. Diharapkan melalui berbagai usaha yang dilakukan, LP2IL lebih mampu berperan baik di kancah nasional maupun internasional.
(adv/nung)

Infovet edisi Nopember 2013

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template